Perawatan Tanaman Hias

Hello… ^^

aku disini dengan membawa tugas B.Indo yang akhirnya selesai setelah perjuangan nonstop selama 4 hari. Happy reading :) Don’t forget to leave a comment

KATA PENGANTAR

          Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan karunia-Nyalah, karya ilmiah ini dapat terselesaikan dengan baik, tepat pada waktunya. Adapun tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk memenuhi tugas bahasa Indonesia pada semester II di tahun ajaran 2011/2012, dengan judul “Perawatan Tanaman Hias”. Dengan membuat tugas ini kami diharapkan mampu untuk lebih mengenal tentang manfaat tanaman hias, jenis – jenis tanaman hias, cara perawatan tanaman hias, menangani hama penyakit pada tanaman hias, serta membudidayakan tanaman hias.

Dalam penyelesaian karya ilmiah ini, kami banyak mengalami kesulitan, terutama disebabkan oleh kurangnya ilmu pengetahuan yang menunjang. Namun, berkat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, akhirnya karya ilmiah ini dapat terselesaikan dengan cukup baik. Karena itu, sudah sepantasnya jika kami mengucapkan terima kasih kepada:

  1. Guru Pembimbing, Ibu Hj. Erti Nursewan, S.Pd. yang tidak lelah dan bosan untuk memberikan arahan dan bimbingan kepada kami setiap saat.
  2. Ibu Eva Marni, S.Pd.  selaku wali kelas IX.4 yang telah memperhatikan dan memberikan semangat pada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas karya ilmiah ini.
  3. Orang tua dan keluarga kami tercinta yang banyak memberikan motivasi dan dorongan serta bantuan, baik secara moral maupun spiritual.
  4. Sahabat-sahabat kami, terima kasih atas semua semangat, tawa, dan keceriaan yang telah kalian berikan.
  5. Narasumber terpecaya dalam penelitian ini yang sudah banyak membantu, Keluraga besar Mardani atas kesediannya memberikan waktu untuk melakukan pengamatan, serta semua pihak yang ikut membantu dalam pencarian data dan informasi, baik secara langsung maupun tidak langsung, cetak maupun elektronik, yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu. Terima kasih atas semuanya.
  6. Kami sadar, sebagai seorang pelajar yang masih dalam proses pembelajaran, penulisan karya ilmiah ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat positif, guna penulisan karya ilmiah yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.

Harapan kami, semoga karya ilmiah yang sederhana ini, dapat bermanfaat baik bagi penulis maupun bagi pihak – pihak yang membutuhkannya.

Bekasi, Februari 2012

Penulis

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1          Latar Belakang

Semakin hari daerah Jakarta dan sekitarnya semakin banyak dipenuhi oleh bangunan – bangunan bertingkat dan pembangunan jalan raya yang menghabiskan lahan yang seharusnya dijadikan sebagai lahan untuk penghijauan. Hal itu menyebabakan daerah Jakarta terasa begitu gersang, karena tidak ada tanaman atau pepohonan yang berfungsi sebagai penyerap karbondioksida (CO2). Karena lahan yang begitu sempit untuk menanam pohon, kita dapat memanfaatkan lahan yang sempit dengan menanam tanaman hias.

Seperti yang kita tau tanaman hias tidak memerlukan lahan yang luas untuk penanamannya. Kita cukup menggunakan pot sebagai media tanam. Selain itu tanaman hias juga akan memberikan nilai keindahan, kesejukkan, kenyamanan, dan ketenangan bagi yang memandang atau yang berada di sekitarnya. Dengan begitu kita ikut menjaga dan berperan dalam melestarikan lingkungan Jakarta yang kian memprihatinkan.

Jika kita mengetahui dengan benar cara membudidayakan tanaman hias, maka tanaman hias dapat dijadiakan peluang usaha yang menguntungkan. Karena itu kita dapat memanfaatkannya baik dari segi bisnis maupun dalam pelestarian lingkungan.

Oleh karena itu penulis sangat tertarik menajadikan hal tersebut sebagai tema dalam penulisan karya tulis ini. Serta bagaimana perawatan dan pemanfaatan tanaman hias yang mana sampai saat ini masih jarang ditemui tanaman hias sebagai penghijauan kota serta memperindah halaman rumah pemilik tanaman hias.

1.2          Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas mengenai Perawatan Tanaman Hias, penulis menemukan rumusan masalah yang sering terjadi pada tanaman hias. Berikut adalah rumusan masalah yang penulis temukan :

1)             Apa yang dimaksud dengan tanaman hias ?

2)             Apa saja jenis tanaman hias ?

3)             Apa manfaat dari penanaman tanaman hias ?

4)             Penggolongan tanaman hias berdasarkan tempatnya ?

5)             Bagaimana cara penanaman dan perawatan tanaman hias di tanah terbuka               maupun di dalam pot ?

6)             Apa saja hama penyakit yang sering menyerang tanaman hias ?

7)             Bagaimana penanganan hama tanaman hias ?

1.3          Tujuan Penulisan

Penulisan karya tulis dengan tema Perawatan Tanaman Hias ini bertujuan untuk :

1)             Mengetahui cara penanaman tanaman hias.

2)             Mengetahui tanaman apa saja yang bisa dijadikan tanaman hias.

3)             Mengetaui hama penyakit dan pengendaliannya.

4)             Mengetahui manfaat tanaman hias.

1.4          Kegunaan Penulisan

Penulisan karya tulis ini bertujuan untuk menyelesaikan tugas bahasa Indonesia selain itu juga penulisan karya tulis ini diharapkan dapat memberikan informasi, suatu pengetahuan baru, atau bahkan referensi bagi para pecinta tanaman maupun orang yang mempunyai tujuan yang serupa yang ingin menanam tanaman hias di rumah. Karya tulis ini juga berguna untuk mengetahui hama penyakit yang sering menyerang tanaman hias dan cara pengendaliannya.

Kami berharap dengan adanya karya tulis ini dapat berguna sebagai motivasi dan acuan untuk generasi muda dalam melestarikan alam ini yang telah semakin tua, karena telah dijelaskan sebelumnya bahwa tanaman hias selain berguna untuk memperindah lingkungan juga berguna untuk  penghijauan didareah yang penuh akan polusi

1.5          Metode Penulisan

Dalam menyusun karya tulis ilmiah ini, penulis menggunakan metode Block Release yaitu metode yang menyelenggarakan kerja praktek dalam suatu periode tertentu. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut :

1. Studi Pustaka (Library Research)

Merupakan suatu teknik pengumpulan data yang dipergunakan untuk memperoleh data secara teoritis yaitu dengan mempelajari buku-buku, dan literature yang lain yang berkaitan dengan pembahasan karya tulis ilmiah ini.

2. Studi Lapangan (Field Research)

Merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan langsung. Dalam hal ini, penulis menggunakan cara diantaranya :

1. Pengamatan Langsung (Observation)

Yaitu suatu cara untuk mendapatkan data-data yang diperlukan oleh penulis dengan melakukan pengamatan langsung, yaitu pada Tanaman Hias dari pemiliknya

2. Wawancara (Interview)

Yaitu suatu teknik pengumpulan data dengan melakukan tanya jawab secara lisan dengan narasumber yang berkaitan dengan materi yang dibahas dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini.

1.6          Sistematika Penulisan

Penulisan karya tulis ilmiah ini memberikan arah dan gambaran secara garis besar mengenai uraian isi yang dijelaskan dari tiap-tiap bab tersebut. Adapun sistematika ini dikelompokkan ke dalam empat bagian sebagai berikut.

BAB I           PENDAHULUAN

                      Bab ini menjelaskan secara umum tentang latar belakang, maksud dan tujuan metode penelitian, ruang lingkup serta sistematika penulisan.

BAB II         ISI

Bab ini menjadi teori-teori yang berhubungn dengan laporan tentang perawatan tanaman hias.

BAB III        PENUTUP

Bab ini merupakan bab terakhir yang berisikan kesimpulan dari segala hal yang telah diuraikan dalam bab-bab sebelumnya dan dilanjutkan dengan saran-saran perbaikan untuk mencapai suatu hasil akhir yang baik dan bersifat membangun (konstruktif).

BAB II

ISI

2.1          Landasan Teori
2.1.1    Pengertian

Tanaman hias adalah tanaman yang dipergunakan sebagai dekorasi, baik ruangan ataupun luar ruangan. Tanaman hias memiliki berbagai macam jenis, mulai dari tanaman berbunga sampai tanaman yang berbentuk unik. Bentuk tanaman ini sangat beraneka ragam dan masing – masing tanaman memiliki daya tarik tersendiri untuk dikoleksi.

Tanaman hias merupakan salah satu dari pengelompokan berdasarkan fungsi dari tanaman hortikultura. Bagian yang dimanfaatkan orang tidak semata bunga, tetapi kesan keindahan yang dimunculkan oleh tanaman ini. Selain bunga (warna dan aroma), daun, buah, batang, bahkan pepagan dapat menjadi komponen yang dimanfaatkan. Sebagai contoh, beberapa ranting tumbuhan yang mengeluarkan aroma segar dapat diletakkan di ruangan untuk mengharumkan ruangan dapat menjadikannya sebagai tanaman hias.

Tak hanya fashion, tanaman hias juga mengenal tren. Di saat tren sedang berlangsung harga tanaman hias bisa jadi sangat tinggi dan akan turun saat tren yang baru atau berikutnya berlangsung. Tak heran banyak pecinta tanaman yang beralih profesi untuk menjual tanaman koleksinya karena bisnis tanaman hias cukup menjanjikan.

          2.1.2    Jenis Tanaman Hias

Beberapa jenis tanaman hias yang popular dikalangan masyarakat Indonesia adalah :

1.          Bonsai
Bonsai adalah tanaman yang ditanam di pot dan dikerdilkan yang memiliki bentuk yang unik dengan beberapa bagian tanaman yang ditonjolkan. Bonsai adalah tanaman yang sempat popular beberapa tahun yang lalu, image bonsai sangat elit dan tanaman ini merupakan tanaman favorit seniman dan kalangan atas.
Sifat tanaman bonsai adalah sebagai berikut :

a. Tumbuh ditempat terbatas,

b. Tahan hidup,

c. Mudah dibentuk dan dipaksa untuk bercabang,

d. Berdaun kecil, lebat, tidak lekas rontok,

e. Batangnya lekas membesar,

f. Pohonnya tidak cepat menjadi tinggi, dan

g. Baik sekali jika umur tanaman sampai puluhan tahun atau ratusan tahun.

Pohon yang paling umum dibonsai adalah berbagai spesies pinus. Jenis tanaman dan pohon dipakai untuk mengelompokkan jenis-jenis bonsai, sebagai berikut :

  • Bonsai pohon pinus dan ektusam,
  • cemara cina,
  • cemara duri,
  • sugi, dan lain-lain.

Bonsai pohon buah untuk dinikmati keindahan buahnya (Ilex serrata, kesemek, Chaenomeles sinensis, apel mini, dan lain-lain).

Bonsai tumbuhan berbunga untuk dinikmati keindahan bunganya (Prunusmume, Chaenomeles speciosa, Sakura, Azalea Satsuki).

Bonsai pohon untuk dinikmati bentuk daunnya (Maple, Zelkova Serrata, Rhus Succedanea, Bambu).

Ada banyak sekali tanaman tropis yang telah dicoba dan ternyata cocok untuk dibonsai, di antaranya asam jawa, beringin, cemara udang, waru, dan jambu biji.

Berikut Jenis – jenis tanaman bonsai :

Tegak Lurus (Chokkan)

Batang pohon tegak lurus vertikal ke atas. Pohon dikatakan memiliki batang yang ideal bila pohon memiliki diameter batang yang makin ke atas makin mengecil, dimulai dari bagian batang yang dekat dengan akar. Pohon dikatakan memiliki dahan yang ideal bila dahan ada di sisi depan-belakang atau kiri-kanan saling bersilangan satu sama lainnya. Jarak antardahan makin ke atas makin sempit. Bentuk akar ideal adalah akar yang bila dilihat dari atas, menjalar ke segala penjuru.

Tegak Berkelok-kelok (Moyogi)

Batang pohon tegak berkelok-kelok ke kiri dan ke kanan. Diameter batang makin ke atas makin mengecil dengan keseimbangan kiri dan kanan yang baik. Dahan yang baik adalah dahan yang ada di bagian puncak lengkungan batang pohon. Dahan yang berada di bagian dalam lengkungan dipotong. Dari pangkal batang hingga bagian puncak pohon dapat ditarik garis lurus, dan orang yang melihat tidak merasa khawatir dengan keseimbangan pohon tersebut.

Miring (Shakan)

Batang pohon miring ke satu sisi bagaikan terus menerus ditiup angin ke arah tersebut. Bagaikan ada benda yang menghalangi di salah satu sisi, batang pohon tumbuh mencondong ke sisi lain. Ciri khas bentuk ini berupa dahan yang ada hanya di bagian puncak lengkungan batang, dan berselang-seling di sisi kiri-kanan dan depan-belakang.

Sarung Angin (Fukiganashi) / Tertiup Angin

Dibandingkan bonsai bentuk Miring, pohon tumbuh sambil mengalami paksaan yang lebih kejam. Batang dan dahan pohon hanya condong ke satu arah. Batang dan dahan pohon yang condong ke satu sisi jauh lebih panjang daripada tinggi pohon yang diukur dari pangkal batang ke puncak pohon. Posisi batang dan dahan mirip dengan bonsai gaya Setengah Menggantung, namun batang dan dahan terlihat membentuk garis paralel.

Menggantung (Kengai)

Pohon diibaratkan tumbuh di permukaan dinding terjal yang berada di tebing tepi laut atau dinding lembah terjal. Batang pohon tumbuh bagaikan menggantung ke bawah tebing. Puncak pohon tersebut menggantung jauh hingga melebihi dasar pot. Bila puncak pohon tidak melebihi dasar pot maka bonsai disebut Setengah Menggantung (Han Kengai).

Batang Bergelung (Bankan)

Batang pohon terlihat sangat dipilin, atau pohon tumbuh dengan kecenderungan memilin diri. Batang pohon begitu terlihat dipilin bagaikan ular yang sedang bergelung.

Sapu Tegak (Hōkidachi)

Batang tegak lurus hingga di tengah sebelum dahan dan ranting tumbuh menyebar ke segala arah. Puncak pohon sulit ditentukan dari sejumlah puncak dahan yang ada sehingga bentuk bonsai ini mirip sapu dari bambu. Keindahan bonsai gaya ini dinilai dari percabangan dahan yang rapi, dan titik dimulainya persebaran dahan dan ranting ke segala arah, tinggi pohon, dan keseimbangan unsur-unsur tersebut.

Menonjolkan Akar (Neagari)

Akibat pohon dipelihara di lingkungan pemeliharaan yang kejam, bagian pangkal akar yang bercabang-cabang di dalam tanah menjadi terekspos ke luar di atas tanah bagaikan akibat diterpa angin dan hujan.

Berbatang Banyak (Takan)

Dari satu pangkal akar tumbuh tegak lebih dari satu batang pohon. Bila tumbuh dua batang pohon, maka bonsai disebut Berbatang Dua (Sōkan). Bila ada tiga batang pohon, maka disebut Berbatang Tiga (Sankan). Bonsai berbatang lima atau lebih disebut Tunggul Tegak (Kabudachi). Batang berjumlah ganjil lebih disukai. Selain bonsai berbatang dua, bonsai dengan batang berjumlah genap tidak disenangi dan tidak dibuat.

Akar Terjalin (Netsuranari)

Akar dari sejumlah batang pohon dari satu spesies (tiga batang pohon atau lebih) saling melekat dan berhubungan satu satu sama lainnya. Bentuk ini juga dapat berasal dari batang pohon yang tadinya tegak, namun roboh dan terkubur di dalam tanah. Bagian yang dulunya adalah dahan pohon, berubah peran dan tumbuh sebagai batang pohon. Dari batang pohon tersebut keluar akar, dan akar tersebut terjalin dengan akar pohon asal. Bentuk yang mirip dengan Akar Terjalin disebut Rakit atau Tumbuh dari Batang (Ikadabuki). Bonsai berbentuk Tumbuh dari Batang juga berasal dari pohon yang tadinya tegak, namun roboh dan dahan berubah peran menjadi batang. Perbedaannya dengan Akar Terjalin terletak pada akar yang hanya ada di satu tempat. Seperti halnya bonsai Berbatang Banyak, pohon berbatang genap tidak disukai.

Kelompok (Yoseue)

Lebih dari satu pohon ditanam bersama dalam satu pot dangkal atau ditanam di atas batu. Pohon yang ditanam dapat saja beberapa pohon dari satu spesies, atau campuran dari beberapa spesies berbeda. Nilai kreativitas karya dapat ditinggikan dengan perpaduan benda-benda hiasan yang diletakkan sebagai tambahan.

Pohon Sastrawan (Bunjinki) / Bebas

Bentuk bonsai ini asal usulnya dari meniru bentuk pohon dalam nanga. Dinamakan bonsai bentuk Pohon Sastrawan karena sastrawan zaman Meiji sangat menggemari bonsai bentuk ini. Pada zaman sekarang, batang kurus, jumlah dahan sedikit, dan dahan pendek juga disebut Pohon Sastrawan.

Pohon Tak Lazim (Kawariki)

Bentuk ini dipakai untuk menyebut bonsai yang tidak dapat digolongkan ke dalam bentuk-bentuk bonsai yang lazim.

2.          Pakis Monyet

Inilah trend tanaman hias terbaru yang berasal dari Tiongkok. Sekilas tanaman ini seperti akar serabut kelapa, namun sebenarnya adalah tanaman serumpun dengan pakis. Disebut pakis monyet karena memang bentuk tanaman ini mirip dengan seekor monyet yang sedang duduk diatas pot. Tanaman ini didatangkan dari Palembang. Sebelum daunnya tumbuh, tanaman ini memiliki batang yang menjulang yang mirip dengan ekor monyet.

Jika tanaman hias lainnya yang membuat indah tanaman tersebut adalah bunga atau daunnya, tapi Pakis Monyet justru batangnya yang berbulu pirang, mirip monyet tersebut. Pakis monyet yang tumbuh sehat dapat dilihat dari kondisi bulu yang tumbuh segar, serta warna bulu yang cerah dan tebal. Tinggi tanaman pakis ini bisa tumbuh lebih dari 2 meter pada alam asalnya. Selain bulu yang bule pada batangnya, juga pada tangkai daunnya yang dapat dibentuk pada saat tangkai tersebut masih muda.

Caranya dengan mengikat tangkai sebelum tumbuh daun-daun secara sedikit demi sedikit, dengan bentuk sesuai dengan keinginan kita, seperti membentuk bonsai. Pembentukan tunas daun ini dilakukan supaya, tangkai daun tidak terlalu panjang menjolor. Kemudian pembentukan ini dilakukan agar pohon pakis ini terlihat tambah indah.
Namun ada juga pehobby pakis, yang selalu memotong tangkai daun pakis monyet saat tangkai tersebut mulai tumbuh daun. Panjang tangkai daun bisa mencapai 150 cm, dengan tulang daun yang keras. Batang daunnya yang masih muda melingkar seperti ekor monyet sehingga terlihat seperti punggung monyet yang sedang menungging. Bulu pada batang pakis ini memang sudah tumbuh saat pakis ini masih kecil dan bulunya inilah yang membuat pakis ini menjadi menarik.

3.          Adenium

Adenium jenis dari Kamboja namun, berukuran kecil dengan warna bermacam-macam yang menarik dan sempat menjadi trend kolektor tanaman. Perawatannya tidaklah susah, dan dapat dengan mudah dikembang biakkan melalui biji yang bila tumbuh nantinya biji tersebut dapat menjadi bonggol, yang menjadi daya tarik tanaman ini selain warnanya. Adenium dapat ditanam melalui media pasir yang dicampur dengan pupuk. Bila menanam letakkanlah ditempat dengan terik matahari yang cukup banyak supaya bunganya dapat keluar dengan lebih banyak. Warna bunga adenium dapat dikembangkan dengan cara stek.

Adenium merupakan tanaman hias yang sangat digemari banyak pecinta bunga tanah air.  Adenium merupakan kelompok family Apocynaceae, yaitu tanaman yang memiliki getah putih seperti susu.  Tanaman ini sangat banyak ditemukan tumbuh alami di dataran Yaman.

Adenium mulai dikembangkan di Asia Timur dan Tenggara (termasuk Taiwan, Thailand, dan Indonesia) pada tahun 1990-an dan semakin populer akhir-akhir ini.  Di Indonesia, jenis yang seringkali dicari orang adalah Adenium arabicum.

Spesies tersebut digandrungi karena bentuknya yang khas akibat karakter bonggolnya yang indah.  Jenis lain yang juga sering dicari kolektor tanaman hias tanah air adalah Adenium socotranum dan Adenium somalense.  Adenium socotranum merupakan jenis yang cukup sulit didapatkan dan selalu menjadi incaran empuk para kolektor meski pun harganya mahal.  Tanaman ini berasal dari Pulau Socotra yang terletak di Samudra Hindia, tepatnya di sebelah selatan Semenanjung Arab.  Daun Adenium socotranum berwarna kecoklatan mengkilap seperti plastik dan tepinya melengkung ke bawah.

Adenium somalense merupakan Adenium yang banyak ditemukan tumbuh alami di Somalia dan Kenya.  Tanaman tersebut merupakan Adenium yang cukup mudah perawatannya dan bunganya sama indah dengan Adenium obesum.  Adenium somalense dan Adenium obesum merupakan jenis Adenium yang terkenal karena keindahan bunganya.  Adenium obesum atau sering disebut bunga blorok merupakan Adenium yang paling tinggi tingkat mutasinya sehingga corak warna bunga yang muncul lain daripada yang terdapat pada bunga dari jenis-jenis Adenium lainnya.

4.          Aglaonema

Aglaonema sejenis talas dengan daun yang pendek dan tidak mempunyai cambium. Dipasaran, harga aglaonema dihitung berdasarkan warna daunnya. Aglaonema yang nilainya tinggi adalah tanaman yang memiliki warna daun berbeda.

Tanaman hias Aglaonema mempunyai corak warna daun  mempesona dan memikat yang melihatnya. Dengan teknik penyilangan, saat ini tanaman hias Aglaonema mempunyai corak  warna daun  banyak variasi. Jenis baru terus bermunculan. Baik dari negeri kita sendiri maupun dari Thailand. Tanaman hias yang satu ini semula hanya berdaun warna hijau. Dan dalam perkembangannya, sudah banyak kombinasi warna; merah, putih, kuning, silver, pink dan orange. Aglaonema merupakan tanaman hias yang pertama dengan sistem penjualan per lembar daun atau menghitung jumlah daun. Daun merupakan komponen terpenting untuk tanaman hias ini. Aglaonema dengan daun yang mulus, tidak ada sobek, susunannya rapi, rimbun dan kompak adalah idaman para hobiis.

Untuk mendapatkan Aglaonema seperti itu tidaklah mudah. Untuk tanaman hias ini, bila kondisi sudah jadi demikian yang pasti harganya mahal. Banyak hal yang mesti diperhatikan. Pemilihan tanaman hias dengan teliti yang menjadi kuncinya. Perburuan harus dimulai dari nursery satu ke nursery lainnya. Namun susah mendapatkan seperti itu. Alternatifnya bisa mencari bakalan yang bagus, dan nantinya diharapkan bisa menjadi prima.

Susah memang, biasanya tanaman hias Aglaonema yang sudah jadi susah dilepas oleh pemiliknya. Kalaupun boleh harganya sudah tak terkira. Karena dijadikan ikon nursery tersebut. Dengan mendapatkan bakalan yang bagus, akan menghemat pengeluaran. Harga bakalan belum begitu mahal. Namun dalam pemilihannya harus cermat. Yaitu harus dipahami kualitas Tanaman hias yang akan dipilih, sifat khasnya dan memperhatikan perawatannya.

5.          Euphorbia

Euphorbia berbentuk seperti kaktus berduri dan memliki daun. Tanaman ini tidak tahan air, sehingga penyiraman harus dilakukan dengan jarang-jarang. Media tanamnya adalah pasir dan pupuk kandang.

6.          Anggrek

Anggrek disebut juga sebagai ratu bunga, tanaman ini mempunyai banyak kelebihan. Bunganya indah, menawan dan anggun. Jenis – jenis anggrek, sebagai berikut :

1) Dendrobium sp,

2) Cattleya sp,

3) Cymbidium Bicolor,

4) Aranthera sp,

5) Aeradachmis sp,

6) Vanda sp,

7) Phalaenopsis sp,

8) Aranda sp,

9) Miltonia sp,dan

1). Arumdina sp.

7.          Kaktus

Berbeda dengan jenis tanaman lainnya, kaktus mempunyai bentuk yang spesifik dan jenis berbeda. Misalnya, berbentuk bundar, pipih, bersudut seperti belimbing, bulat dan tubuhnya yang ditaburi duri. Dilihat dari bunganya mempunyai daya tarik tersendiri baik bentuk maupun warna. Ada jenis kaskus yang mekar pada malam hari. Jenis kaktus sebagai tanaman hias adalah :

1) Astrophytum,

2) Cleistocactus,

3) Chamaecereus,

4) Echinocactus,

5) Lobivia,

6) Cereus, dan

7) Cephalocereus.

8.          Mawar

Mawar adalah tanaman semak dari genus rosa sekaligus nama bunga yang dihasilkan tanaman ini. Mawar liar yang terdiri lebih dari 100 species kebanyakan tumbuh di belahan bumi utara yang berudara sejuk. Spesies mawar umumnya merupakan tanaman semak yang berduri atau tanaman memanjat yang tingginya bisa mencapai 2 sampai 5 meter. Walaupun jarang ditemui, tinggi tanaman mawar yang merambat ditanaman lain bisa mencapai 20 meter. Sebagian besar spesies mempunyai daun yang panjangnya antara 5-15 cm, dua – duanya berlawanan (pinnate). Daun majemuk yang tiap tangkai daun terdiri dari paling sedikit 3 atau hingga 9 atau 13 anak daun dan daun penumpuk (stipula) berbentuk lonjong, pertulangan menyirip, tepi – tepi beringgit, meruncing pada ujung daun dan berduri pada batang yang dekat ke tanah. Mawar sebetulnya bukan tanaman tropis, sebagian besar spesies merontokkan daunnya dan hanya beberapa spesies yang ada di Asia Tenggara yang selalu berdaun hijau sepanjang tahun. Bunga terdiri dari lima helai daun mahkota dengan terkecualian Rosa sericea yang memiliki empat helai daun mahkota. Warna bunga biasanya putih dan merah jambu atau kuning dan merah pada beberapa spesies. Ovari berada di bagian bawah daun mahkota dan kelopak. Bunga menghasilkan buah agregat (berkembang dari satu bunga dengan banyak putik) yang disebut Rose hips. Masing – masing putik berkembang menjadi satu buah tunggal (acene), sedangkan kumpulan buah tunggal dibungkus daging buah pada bagian luar. Spesies dengan bunga yang terbuka lebar lebih mengundang kedatangan lebah atau serangga lain yang membantu penyerbukkan, sehingga penyerbukkan cenderung menghasilkan lebih banyak buah. Mawar hasil pemuliaan menghasilkan bunga yang daun mahkotanya menutup rapat sehingga menyulitkan penyerbukan. Sebagian buah mawar berwarna merah dengan beberapa perkecualian seperti Rosa pimpinellifolia yang menghasilkan buah berwarna ungu gelap hingga hitam.

Pada beberapa spesies seperti Rosa canina dan Rosa rugosa menghasilkan buah rose hips yang sangat kaya dengan vitamin C bahkan termasuk di antara sumber vitamin C alami yang paling kaya. Buah rose hips disukai burung pemakan buah yang membantu penyebaran biji mawar bersama kotoran yang dikeluarkan. Beberapa jenis burung seperti burung Finch juga memakan biji-biji mawar.

Pada umumnya mawar memiliki duri berbentuk seperti pengait yang berfungsi sebagai pegangan sewaktu memanjat tumbuhan lain. Beberapa spesies yang tumbuh liar di tanah berpasir di daerah pantai seperti Rosa rugosa dan Rosa pimpinellifolia beradaptasi dengan duri lurus seperti jarum yang mungkin berfungsi untuk mengurangi kerusakan akibat dimakan binatang, menahan pasir yang diterbangkan angin dan melindungi akar dari erosi. Walaupun sudah dilindungi duri, rusa kelihatannya tidak takut dan sering merusak tanaman mawar. Beberapa spesies mawar mempunyai duri yang tidak berkembang dan tidak tajam.

Mawar dapat dijangkiti beberapa penyakit seperti karat daun yang merupakan penyakit paling serius. Penyebabnya adalah cendawan Phragmidium mucronatum yang menyebabkan kerontokan daun. Penyakit yang tidak begitu berbahaya seperti Tepung Mildew disebabkan cendawan Sphaerotheca pannosa, sedangkan penyakit Bercak Hitam yang ditandai timbulnya bercak-bercak hitam pada daun disebabkan oleh cendawan Diplocarpon rosae. Mawar juga merupakan makanan bagi larva beberapa spesies Lepidoptera.

Mawar tumbuh subur di daerah beriklim sedang walaupun beberapa kultivar yang merupakan hasil metode penyambungan (grafting) dapat tumbuh di daerah beriklim subtropis hingga daerah beriklim tropis.Selain sebagai bunga potong, mawar memiliki banyak manfaat, antara lain antidepresan, antiviral, antibakteri, antiperadangan, dan sumber vitamin C. Minyak mawar adalah salah satu minyak atsiri hasil penyulingan dan penguapan daun-daun mahkota sehingga dapat dibuat menjadi parfum. Mawar juga dapat dimanfaatkan untuk teh, jelly, dan selai.

Mawar Taman secara umum digolongkan menjadi 3 kelompok besar:

  1. Wild roses (Mawar Liar)
  2. Old Garden Roses
  3. Alba

Mawar yang dikenal di Indonesia sebagian besar adalah mawar jenis Hybrid Tea dan Medium.

9.          Kembang Sepatu

Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L) adalah tanaman semak suku Malvaceae yang berasal dari Asia Timur dan banyak ditanam sebagai tanaman hias di daerah tropis dan subtropis. Bunga besar, berwarna merah dan tidak berbau. Bunga dari berbagai kultivar danhibrida bisa berupa bunga tunggal (daun mahkota selapis) atau bunga ganda (daun mahkota berlapis) yang berwarna putih hingga kuning, oranye hingga merah tua atau merah jambu.

Bunga terdiri dari 5 helai daun kelopak yang dilindungi oleh kelopak tambahan (epicalyx) sehingga terlihat seperti dua lapis kelopak bunga.Mahkota bunga terdiri dari 5 lembar atau lebih jika merupakan hibrida. Tangkai putik berbentuk silinder panjang dikelilingi tangkai sariberbentuk oval yang bertaburan serbuk sari. Biji terdapat di dalam buah berbentuk kapsul berbilik lima.

Pada umumnya tinggi tanaman sekitar 2 sampai 5 meter. Daun berbentuk bulat telur yang lebar atau bulat telur yang sempit dengan ujung daun yang meruncing. Di daerah tropis atau di rumah kaca tanaman berbunga sepanjang tahun, sedangkan di daerah subtropis berbunga mulai dari musim panas hingga musim gugur.

Bunga berbentuk trompet dengan diameter bunga sekitar 6 cm. hingga 20 cm. Putik (pistillum) menjulur ke luar dari dasar bunga. Bunga bisa mekar menghadap ke atas, ke bawah, atau menghadap ke samping. Pada umumnya, tanaman bersifat steril dan tidak menghasilkan buah.

Kembang sepatu banyak dijadikan tanaman hias karena bunganya yang cantik. Bunga digunakan untuk menyemir sepatu di India dan sebagai bunga persembahan. Di Tiongkok, bunga yang berwarna merah digunakan sebagai bahan pewarna makanan. Di Indonesia, daun dan bunga digunakan dalam berbagai pengobatan tradisional. Kembang sepatu yang dikeringkan juga diminum sebagai teh.

10.          Kembang Kertas

Kembang kertas atau popular juga dengan nama bugenvile merupakan tanaman hias populer. Bentuknya adalah pohon kecil yang sukar tumbuh tegak. Keindahannya berasal dariseludang bunganya yang berwarna cerah dan menarik perhatian karena tunbuh dengan rimbunnya. Seludang bunga ini kerap dianggap sebagai bagian bunga, walaupun bunganya yang benar adalah bunga kecil yang terlindung oleh seludang.

Tanaman bunga kertas atau bougainvillea ini mempunyai bagian tanaman yang berwarna-warni. Oleh karena itu, tanaman bougainvillea menjadi tanaman hias yang sangat populer karena kecantikkan warnanya dan cara merawatnya yang mudah.

Berasal dari Amerika Selatan, tanaman ini sering ditanam di taman dan kawasan perumahan. Pada waktu tanaman ini berbunga, tanaman ini mempunyai kebiasaan merontokkan beberapa daunnya. Bentuknya adalah pohon kecil yang sukar tumbuh tegak. (Seludang bunga ( atau spatha) merupakan daun pelindung, yang seringkali berukuran besar, yang menyelubungi seluruh bunga majemuk waktu belum mekar. Seludang bunga dapat dijumpai pada struktur generatif (“bunga”) tumbuhan anggota suku aren-arenan (Arecaceae dan suku talas-talasan (Araceae). Seludang bunga sebenarnya merupakan suatu bentuk khusus dari daun pelindung (bractea)).

Bougainvillea disebut tanaman bunga kertas karena bentuk seludang bunganya yang tipis dan mempunyai ciri – ciri seperti kertas. Nama Inggris bunga ini adalah Bougainvillea yang diambil dari nama Sir Louis Antoine de Bougainville, seorang prajurit AL Perancis. Antara jenis pokok bunga kertas tersohor ialah Bougainvillea ‘Elizabeth Angus’; Bougainvillea ‘Red’; Bougainvillea Pultonii; Bougainvillea ‘Easter Parade’ dan Bougainvillea ‘Lady Mary Baring’.

Perawatannya pun mudah, tidak memerlukan waktu yang lama karena spesies tumbuhan ini sangat sesuai ditanam di kawasan beriklim tropis dan khatulistiwa seperti negara kita dan bisa tumbuh hingga 10 meter tingginya. Batang tanaman bunga ini agak keras, mempunyai duri yang tajam dan bercabang-cabang. Perkembang biakannya pula hanya memerlukan keratan batang yang disemai di dalam bungkus plastik ataupun pot dengan cara mudah. Selain itu, tanaman ini juga mempunyai sulur yang rapat, daun yang lebar dan berbentuk bujur tirus yang mampu membentuk rimbunan pokok di kawasan halaman rumah atau juga sebagai tumbuhan pagar di kawasan yang menarik.

Walaupun tanaman ini berukuran kecil dan berbentuk corong, namun memiliki banyak manfaat. Contohnya saja untuk dandanan rambut, campuran bunga untuk mandian pewangi, dan sebagai kegunaan di upacara pemakaman bagi kaum Cina dan India.

Tarikan mempesona bunga ini menjadi perbincangan penduduk di negara kita karena terkesan dengan bentuknya dan warnanya yang menarik hati. Warna bunga ini terdiri dari berbagai macam warna, seperti jingga, merah menyala, merah jambu, merah pucat, kuning, ungu, putih, dan berbagai campuran warna.

Sedikit perawatan ringkas, penyiraman air dan pemupukan sempurna mampu mengembalikan kesegaran tanaman bunga kertas ini dalam jangka waktu kurang dua minggu. Dan jika ingin tanaman bunga kertas ini berbunga seterusnya, kita hanya perlu mengurangi pemberian air dan pupuk lantas meletakkan pot tanaman di tempat yang terkena sinar matahari.

2.2     Manfaat dan Fungsi Tanaman Hias

2.2.1    Manfaat

Tanaman hias banyak dikoleksi dan dipelihara oleh banyak orang awam maupun orang – orang yang berkecimpung dalam bisnis tanaman ini. Masyarakat juga semakin sadar dengan lingkungannya sehingga tanaman disekitarnya pun dijadikan tanaman hias yang yang memberikan nilai keindahan, kesejukkan, kenyamanan, dan ketenangan bagi yang memandangnya atau yang berada disekitarnya.

2.2.2 Fungsi

Bermacam – macam tanaman hias dan fungsinya dapat dikelompokkan sebagai berikut :

A.  Tanaman dalam ruangan (indoor plant)

Tanaman penghias ruangan adalah tanaman yang berdaun indah  dan berbunga. Tanaman berdaun indah ini lebih tahan dibanding yang lain dan tidak usah menunggu lama berbunga.

Manfaat tanaman dalam ruangan adalah memberikan rasa sejuk, nyaman, dan segar. Selain itu, tanaman hias diatur dalam ruangan sebagai pajangan, pembatas, dan menghilangkan (menutupi) tempat – tempat yang kurang menarik. Juga memperhalus garis – garis yang sangat tegas dalm ruangan sehingga berubah menjadi lembut dan luwes.

Yang tidak kalah pentingnya adalah tanaman dalam ruangan seakan akan dapat memberi warna, sehingga memberi kesan kegairahan dalam arti yang seluas – luasnya.

B. Tanaman Luar Ruangan (outdoor)

Tanaman hias umumnya dapat tumbuh dengan baik di taman, dan dimasukkan dalam golongan outdoor plant. Sesuai dengan lingkungannya, sifat tanaman hias seperti ini tahan terhadap sinar matahari. Fungsi tanaman luar ruangan (outdoor plant ) adalah :

Menambah semaraknya taman

Menahan debu sehingga lingkungan selalu bersih

Menahan angin

Menahan cahaya

Menambah kesegaran udara.

2.2.3    Penanaman dan Perawatan

Penanaman di tanah terbuka

  • Kelompok perdu dan peneduh

Alat dan bahan yang diperlukan :

  1. Cangkul
  2. Sabit
  3. Gembor atau ember
  4. Bibit tanaman
  5. Pupuk kandang (kompos)
  6. Air
  • Kelompok Perdu dan Peneduh

Langkah kerja :

  1. Buatlah lubang tanam dengan ukuran panjang 40 cm, lebar 40 cm, dalam 40 cm (4040atau disesuaikan denagn perakaran tanaman.
  2. Tanah hasil galian tersebut dicampur dengan kompos (pupuk kandang) dengan perbandingan 4 bagian tanah : 1 bagian pupuk.
  3. Masukkan sedikit bahan hasil campuran , lebih kurang 20 cm ketinggian ke dalam lubang.
  4. Tanamlah bibit yang sudah siap dengan melepas pada plastic polybagnya dan masukkan tepat di tengah-tengah lubang dengan posisi tegak.
  5. Selanjutnya lubang ditimbun dengan tanah yang sudah dicampur dengan kompos sampai penuh lalu dipadatkan dengan kaki.
  6. Usahakan jangan terlalu padat dan lakukan penyiraman dengan air sehingga terjadi peresapan air ke dalam tanah sehingga tanaman tidak layu.

Penyiraman dilakukan 2 kali sehari.

  • Kelompok semak

Alat dan bahan yang diperlukan :

  1. Cangkul
  2. Sabit
  3. Ember atau gembor
  4. Bibit tanaman
  5. Kompos, dan
  6. Pestisida (furuanda, diazinon , basudin).
  • Langkah kerja :
  1. Buatlah lubang, berukuran tergantung besar tanaman (disesuaikan dengan perakaranya ).
  2. Bagian lubang bawah berilah furadan atau fungisida dan pasir, untuk mencegah serangan hama.
  3. Kemudian masukkan media tanam (campuran tanah dan kompos).
  4. Masukkan bibit tanaman hias ke dalam lubang tanam.
  5. Kemudian di timbun dengan media campuran tanah dan kompos sampai penuh dan dipadatkan (jangan terlalu padat)
  6. Kemudian dilakukan penyiraman dengan air segar agar tidak layu.
  7. Pemupukkan dilakukan apabila tanaman terdapat tanda – tanda kekurangan unsur  unsur hara (zat makanan)

Penyiraman dilakukan 2 kali sehari.

Penanaman di dalam pot

1.         Memilih pot yang sesuai

Fungsi pot adalah sebagai wadah media tumbuh tanaman. Pot sangat berperan dalam menentukan kelangsungan dan kesempurnaan hidup tanaman.

Bentuk dan ukuran pot bermacam – macam, antara lain :

a)         Mulut pot persegi dan bulat

b)         Bentuknya panjang dan pedek

c)         Bentuk setengah lingkaran

Bahan :

a)         Tanah liat

b)         Plastik

c)         Porselin

d)         Semen, dan

e)         Logam

Pot harus diberi lubang bagian bawahnya. Fungsinya untuk mengalirkan air siraman atau air hujan yang berlebihan.

Diantara beberapa pot diatas yang paling baik adalah pot yang terbuat dari tanah liat, karena memiliki kelebihan :

a.)        Dapat menyerap kelebihan air sehingga kelembapan terjamin.

b.)        Pori – pori dinding memungkinkan akan lebih leluasa menghirup udara segar

Kelemahan pot tanah liat :

1.         Penampilan kurang menarik

2.         Cepat lumutan, dan

3.         Mudah pecah

4.         Mengisi Pot

Setelah pot yang cocok dengan tanaman hias yang kita pilih, selanjutya dilakukan pengisian pot denagn media tanam.

a)         Media yang baik adalah campuran kompos tanah liat, pasir dengan perbandingan 1 : 1: 1

b)         Kemudian campurlah ketiga setelah lebih dulu dihilangkan kotorannya atau benda – benda yang tidak bermanfaat.

c)         Campurkan furanda atau basudin dengan media tanam tersebut.

d)         Tutuplah lubang bagian bawah pot tanah dengan pecahna genting atau bata  merah agar tanah media tidak hanyut bersamaan air siraman.

e)         Kemudian masukkan media tanam ke dalam pot.

f)          Untuk tanaman anggrek epifit, sebagai media pengisi pot adalah campuran antara pecahan batu kapur, arang dan kayu lapuk, sabut kelapa, tali serutan, dan akar paku.

g)         Untuk penanaman tanpa tanah (hidroponik) media barupa batu apung gunung,       pecahan genting / batu bata / batu merah, batang pakis tiang, ijuk, sabuk        kelapa, spons, / floralfoam, arang kayu, giffy.

h)         Media yang dibutuhkan sepertiga tinggi pot.

i.)         Untuk penambahan makanan ditambah Hyponex atau margaflor.

5.         Menanam Bibit

Apabila bibit sudah tersedia dan pengisian media tanaman sudah dilakukan, selanjutnya dilalukan penanaman.

a.)        Tanaman bibit ke dalam pot dengan tanaman posisi tegak dan kuat. Media di sekitar tanaman agak di padatkan.

b.)        Kemudain dilakukan penyiraman dengan air supaya tidak layu.

c.)        Penyiraman dilakukan 2 kali sehari.

Penyiraman

Banyak tanaman mati karena terlalu banyak diberi air atau sebaliknya terlalu kurang air. Kebanyakan air menyebabkan pori-pori tanah yang biasa terisi udara kini terisi air, sehingga akar tak bisa bernafas dan membusuk. Kekurangan air menyebabkan dalam tubuh tanaman hanya ada sedikit air, yang kemudian terus-menerus diuapkan, sehingga sel-sel kehabisan air, mengerut dan layu. Oleh karena itu, supaya kebutuhan air tanaman dapat terpenuhi dengan baik, maka waktu, jumlah dan cara penyiraman harus benar-benar diperhatikan.
Hal yang perlu diperhatikan dalam penyiraman diantaranya air siraman yang digunakan yang terbaik adalah air sumur, karena mengandung mineral-mineral/zat makanan yang diperlukan tanaman. Kemudian air hujan dan ledeng, tetapi sebaiknya ditampung dalam bak-bak dan didiamkan selama 12-24 jam lebih dahulu, baru dipakai untuk menyiram. Air sungai kurang baik untuk penyiraman karena dikhawatirkan mengandung penyakit yang mematikan tanaman.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah penyiraman sempurna, artinya perakaran seluruhnya basah, kemudian sisa air terbuang lewat lubang drainasi. Penyiraman sempurna itu harus diikuti periode di mana tanah akhirnya mongering agar rongga-rongganya dapat dilewati udara untuk pernafasan akar. Banyaknya air siraman yang diperlukan tergantung jenis tanamannya.
Jenis tanaman hias yang suka basah sangat mudah menguapkan air dari tubuhnya, sehingga harus segera disiram kembali bila tanah mulai kering. Penyiraman dilakukan dua kali per hari, pagi dan sore. Contoh jenis tanaman ini adalah: suplir (Adiantum sp) dan pisang Samarinda (Calathea sp).

Jenis tanaman hias yang suka semi basah jangka penyiraman pertama dan selanjutnya lebih panjang. Penyiraman dilakukan sekali sehari. Contoh jenis tanaman ini diantaranya: kuping gajah (Anthurium sp) dan Dieffenbachia sp.
Jenis tanaman hias yang suka kering memerlukan periode kering yang agak panjang sesudah penyiraman. Jika tanah basah terus-menerus, akarnya akan mudah busuk. Contoh jenis tanaman ini adalah: lili paris (Chlorophytum sp) dan kaktus.
Kelembaban dalam pot bisa diketahui dengan cara menggunakan stik kayu yang ditusukkan ke dalam media tanam. Dapat juga jari telunjuk dimasukkan ke dalam media tanam, dengan cara ini akan dirasakan tingkat kelembaban sehingga bisa diputuskan perlu tidaknya dilakukan penyiraman.

Penyinaran

Tanaman hias yang membutuhkan cahaya matahari penuh diantaranya: mawar,  anggrek tanah, melati dan kembang sepatu. Tanaman hias yang tidak banyak membutuhkan cahaya matahari antara lain: suplir, begonia, anthurium, aglaonema dan dieffenbachia.
Tanaman yang hanya sedikit membutuhkan sinar matahari dapat diletakkan di sudut ruangan dekat dengan jendela. Bila ruangan tidak mendapat cahaya matahari, dapat disinari dengan lampu neon atau merkuri. Meskipun jenis tanaman ini cukup dapat disinari dengan lampu neon atau lampu merkuri, sekali-kali perlu dibawa keluar untuk memperoleh sinar matahari yang sebenarnya. Perlakuan ini biasanya dilakukan seminggu atau dua minggu sekali selama satu atau dua hari. Saat tanaman dikeluarkan sebaiknya jangan langsung kena sinar matahari, tapi diletakkan di tempat teduh misalnya teras atau di bawah pohon.

Pemupukan

Selain cahaya dan air, tanaman membutuhkan zat-zat makanan untuk kelangsungan hidupnya. Persediaan zat-zat makanan tersebut di dalam tanah akan berkurang dan habis jika diambil tanaman terus-menerus. Tanaman akan kehabisan unsur-unsur makanan dalam tanah sehingga pertumbuhannya merana, daun-daun menguning dan tidak sehat. Penambahan zat-zat makanan atau biasa disebut pemupukan yang berupa pemberian unsur-unsur ke dalam tanah untuk diserap akar atau langsung dengan menyemprotkan cairan makanan ke daun adalah cara untuk mengatasinya.
Pupuk organik sudah kita campurkan dengan tanah pot pada saat persiapan menanam. Meskipun hanya menyediakan unsur-unsur dalam jumlah yang sedikit, tetapi pupuk ini sangat baik untuk memperbaiki sifat tanah, sehingga tanah menjadi gembur dan dapat ditembus akar dengan mudah serta dapat menyimpan udara / air yang cukup.
Pupuk anorganik dapat dibeli dalam berbagai bentuk, yaitu cairan, tepung dan kristal, pil atau tablet serta batangan atau pin. Pupuk cair tersedia dalam bentuk konsentrat, sangat praktis karena dikemas dalam botol, mudah disimpan dan aplikasi hanya dilarutkan dengan air. Pupuk tepung dan kristal yang larut dalam air juga sangat mudah pengaplikasiannya, yaitu hanya dengan melarutkannya dalam air. Sementara pupuk batangan atau pin, pil atau tablet sering disebut dengan pupuk slow released, yaitu pupuk yang diserap secara perlahan-lahan karena lambat terurai. Pupuk tersebut bekerja menyuplai bahan makanan saat bahan pupuk terlarut oleh air yang ada dalam media tanam. Oleh karena pemberiannya secara perlahan-lahan, maka jenis pupuk ini dapat memasok makanan dalam tempo 3-6 bulan.

Beberapa hal negatif dari pupuk tersebut sering menimbulkan hot spot, yaitu konsentrasi makanan di sekitar pupuk dapat mengakibatkan kerusakan pada akar tanaman.
Penggunaan pupuk harus sesuai dengan jenis dan kebutuhan tanaman. Untuk tanaman yang diperlukan kesuburan daunnya maka tepat jika digunakan pupuk urea atau ZA yang banyak mengandung unsur N (nitrogen). Sedangkan jika tanaman untuk jenis bunga lebih baik digunakan pupuk yang mengandung P (fosfor) dan K (kalium), seperti NPK, TSP serta KCl. Gunakanlah pupuk dengan jenis-jenis yang berbeda sesuai dengan fase atau tahap pertumbuhan tanaman.
Pupuk yang dijual biasanya disertai dengan aturan pakainya. Untuk menjaga kerusakan akibat pemupukan, lebih baik kurangi dosisnya tetapi tingkatkan frekuensinya. Artinya kurangi dosis yang digunakan tetapi sering diberikan kepada tanaman. Hal yang harus diperhatikan dalam mengaplikasikan pupuk adalah: konsentrasi pupuk, peran pupuk dalam penyediaan unsur hara bagi tanaman, petunjuk pemakaian, faktor lingkungan dan kondisi tanaman.
Faktor lingkungan yang harus diperhatikan adalah intensitas sinar matahari dan hujan. Sinar matahari yang terlalu panas menyebabkan pemupukan menjadi kurang efektif karena pupuk menguap, sebaliknya bila hujan, unsur hara di dalam pupuk hilang tercuci oleh air hujan. Para praktisi tanaman hias menyarankan pemupukan dilakukan pagi hari pukul 09.00-10.00.
Kondisi tanaman yang harus diperhatikan dalam pemupukan adalah fase pertumbuhan tanaman, yang terdiri dari fase pertumbuhan vegetatif, fase pembungaan dan pascapembungaan.

Pada saat fase pertumbuhan vegetatif tanaman dipupuk dengan jenis pupuk berkadar N tinggi untuk memacu pertumbuhan secara vegetatif, sebaiknya pupuk diberikan dalam dosis rendah bila tanaman masih muda atau baru dipindahkan ke pot baru. Tanaman muda yang siap berbunga perlu diberi pupuk dengan kandungan P tinggi untuk merangsang pembentukan bunga. Tanaman yang baru selesai berbunga juga perlu pupuk untuk pemulihan kondisinya. Jenis pupuknya mengandung N tinggi atau N, P dan K seimbang. Pupuk ini merangsang tumbuhnya tunas daun baru dan berkembangnya klorofil di daun sehingga berwarna lebih hijau.

Menjaga Kesehatan Tanaman

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan untuk kesehatan tanaman yaitu :
–  Periksa tanaman seminggu sekali atau beberapa hari sekali sambil menyiram tanaman.
–  Buang daun-daun yang menguning dan kering agar tanaman tetap kelihatan hijau dan segar.
–  Pangkas tanaman yang akan tumbuh terlalu rimbun, pilih beberapa tunas yang baik.        Tunas-tunas yang lain dibuang agar tanaman tidak terlalu rimbun, sehingga cepat rusak bentuk dan pertumbuhannya.
– Sebulan sekali atau jika tanaman kelihatan kotor dan berdebu, harus dicuci batang,          daun dan potnya dengan Penyemprot tanaman, kemudian dikeringkan di tempat        teduh, bersihkan dari segala kotoran dan hama penyakit yang menempel.

-  Sambil membuang daun kering dan memangkas tunas yang berlebihan, periksa juga apakah ada tanda-tanda hama dan penyakit pada tanaman yaitu pada batang, ruas-ruas batang, ketiak daun, urat-urat daun juga bagian bawah daun, pucuk dan tunas. Kemudian cuci bagian yang dihuni hama/penyakit atau jika serangan sudah parah, potong dan bakar bagian yang terserang.

2.3                   Akibat Hama Pada Tanaman Hias

                        Berikut akibat dari tanaman hias yang terkena serangan hama  atau penyakit, tanaman menjadi :

  1. rusak,
  2. robek,
  3. compang-camping,
  4. lemas,
  5. layu, atau bahkan mati

2.4                   Upaya Untuk Mengatasi Hama Pada Tanaman Hias

Upaya pengendalian hama tanaman hias diantaranya, yaitu :

  1. Kulit telur dapat mengusir semut dari tanaman. Semut yang bersarang pada bagian akar tanaman, kerap mengganggu. Selain menghambat pertumbuhan juga dapat mendatangkan hama kutu putih dan embun jelaga yang menyebabkan tampilan tanaman menjadi tidak menarik lagi. Namun kulit telur dapat anda memanfaatkan sebagai pestisida alami. Caranya sangrailah kulit sisa pakai hingga berwarna kehitaman. Selanjutnya tumbuk hasil rangrai hingga halus. Terakhir taburkan pada sekitar tanaman dan sarang semut.
  2. Balsam dapat mengatasi semut di pohon. Tak jarang tanaman buah yang sudah berbunga kita temui adanya sarang semut pada bagian batang pohon. Untuk mengusir semut cukup anda oleskan balsam berbau tajam pada jalur di batang pohon yang kerap dilalui semut. Cara ini  ampuh mencegah semut datang mengerubungi bunga tanaman buah anda.
  3. Kapur sirih sebagai pestisida alami. Tanaman buah seperti jambu, mangga sering diganggu oleh hama semut dan kutu putih. Untuk itu anda tidak perlu membeli pestisida untuk memberantasnya. Gunakan saja kapur sirih dan air dalam botol semprot. Kocok dan campur rata. Gunakan air semprotan tersebut untuk menyemprot batang dan daun yang terserang hama. Perlu anda perhatikan untuk menghindari menyemprot pada daun muda dan kuncup bunga.
  4. Daun tomat dapat membasmi kutu kuning dan ulat pada tanaman jagung. Tomat selain enak dimakan, ternyata daun tomat bisa digunakan sebagai pestisida alami yang ramah dan aman dari bahan kimia. Terlebih sangat ampuh untuk mengenyahkan kutu kuning yang sering timbul pada pangkal bunga atau pucuk. Caranya iris 2-3 genggam daun tomat, rendam dalam 2 cangkir air selama semalaman. Kemudian saring ramuan tersebut dan terakhir tambahkan lagi 2 cangkir air sebelum disemprotkan pada tanaman.
  5. Daun pepaya dapat mengusir hama dapat tanaman sayur. Belalang dan ulat putih adalah hama  pengganggu yang sering hinggap pada tanaman sayur. Tapi anda tidak perlu risau, cukup ambillah 1 kg daun pepaya tua, tumbuk hingga halus, kemudian larutkan pada 1 liter air. Diamkan campuran ini selama 2 hari, kemudian disaring. Gunakan dengan menyemprotkan pada tanaman. Pestisida ini sangat aman dari bahan kimia dan ramah sekali lingkungan.
  6. Kapur bangunan dan oli bekas dapat mengatasi hama ulat. Campurkan sedikit kapur bangunan dan oli bekas. Oleskan campuran ini dengan menggunakan kuas pada batang dan ranting pohon yang kerap di lalui ulat. Ditanggung ulat akan pergi.
  7. Tepung terigu ampuh untuk membasmi ulat pada tanaman kubis. Tanaman kubis sering terserang hama ulat yang sanggup menghabiskan satu rumpun kubis dalam waktu relatif singkat. Salah satu solusinya yaitu dengan tepung terigu. Caranya taburkan tepung terigu pada tanaman hingga memberikan lapisan tipis pada tanaman. Maka butiran tepung tersebut dapat menghambat lubang pernafasan ulat sehingga ulat akan mati. Selanjutnya anda bisa membersihkan tepung dari tanaman setelah dua hari kemudian.

Serbuk cabai berguna mengusir serangga. Aroma cabai yang pedas dan menyengat sangat tidak disukai oleh serangga jadi sangat cocok untuk digunakan sebagai pestisida. Caranya cukup mudah, yaitu tumbuk cabai yang telah dikeringkan hingga halus, campurkan serbuk cabai dengan air secukupnya dan kemudian bisa disemprotkan ke tanaman yang terserang hama serangga. Alhasil serangga akan kabur akibat aroma cabai.

 

BAB III

PENUTUP

3.1     Kesimpulan                                                       

  1. Tanaman hias adalah tanaman yang berguna untuk menghias dan menghijaukan lingkungan, selain itu juga berguna sebagai peluang usaha.
  2. Media tanam tanaman hias hanya memerlukan pot, dan cara perawatannya pun cukup mudah.
  3. Beberapa jenis tanaman hias yang popular di Indonesia antara lain, Bonsai, Mawar, Adenium, Aglaonema, Pakis monyet, Kembang sepatu, dan lain-lain.
  4. Tanaman hias dapat dikelompokkan menjadi tanaman Indoor (dalam ruangan)  dan tanaman outdoor (luar ruangan)
  5. Hama penyakit juga dapat terjadi pada tanaman hias.
  6. Jenis hama yang menyerang tanaman hias antara lain, cacing, ulat, kutu putih, belalang, dan lain-lain.
  7. Akibat dari hama yang menyerang tanaman hias antara lain, tanaman menjadi rusak, daunnya robek, compang – camping, lemas, layu, bahkan mati.
  8. Cara pengendalian hama antara lain, kulit telur dapat mengusir semut dari tanaman, kapur sirih sebagai pestisida alami, serbuk cabai berguna mengusir serangga, dan lain-lain.

3.2     Saran

Dengan melihat kondisi dan keadaan daerah Jakarta dan sekitarnya yang sangat gersang, maka penulis menyarankan :

  1. Sebaiknya didaerah yang penuh polusi dan gersang perlu ditanami tanaman hias, sehingga dapat menyerap polusi dan memperindah daerah tersebut.
  2. Sebaiknya dalam mengatasi hama penyakit yang menyerang tanaman hias menggunakan bahan alami yang tidak berbahaya. Bukan menggunakan pestisida dengan bahan kimia yang dapat merusak tanaman.
  3. Jika memang hama penyakit tersebut tidak bisa diatasi dengan bahan alami kita bisa menggunakan pestisida atau bahan kimia lainnya, namun jangan berlebihan.

Wawancara

Penulis             :  Sejak kapan Ibu menyukai tanaman hias?

Narasumber     :  Kira-kira sejak tahun 2007

Penulis             : Bagaimana awalnya Ibu bisa menyukai tanaman hias?

Narasumber     : Awalnya melihat rumah teman yang banyak ditanami tanaman hias. Saya merasa tempat itu sangat sejuk sejak ditanami tanaman hias, maka dari itu saya mencoba menanam tanaman hias di rumah, agar rumah saya juga terasa sejuk dan tidak gersang.

Penulis             : Apakah tanaman hias sudah menjadi hobi Ibu sejak lama atau hanya mengikuti trend masa kini?

Narasumber     : Saya awalnya hanya coba-coba menanam tanaman hias, namun sekarang sudah menjadi hobi. Saya menyukai tanaman hias cukup lama dan tidak hanya mengikuti trend masa kini.

Penulis             : Apa saja tanaman yang Ibu koleksi?

Narasumber     : Lumayan banyak, seperti mawar, melati, kemboja,

Penulis             : Dari mana Ibu mendapatkan tanaman ini?

Narasumber     : Biasanya saya membeli bibit tanaman di toko atau terkadang meminta bibit tanaman teman yang bagus.

Penulis             : Bagaimana cara Ibu merawat tanaman hias tersebut?

Narasumber     : Seperti orang kebanyakan saya hanya memberi pupuk, memangkas daun yang rusak dan menyiram 2 kali sehari.

Penulis             : Apa manfaat yang Ibu dapatkan dari menanam tanaman hias?

Narasumber     : Halaman rumah terlihat lebih sejuk dan tidak terasa gersang

Penulis             : Apakah tanaman hias Ibu sering terserang hama?

Narasumber     : Jarang

Penulis             : Hama apa saja yang biasa menyerang tanaman Ibu?

Narasumber     : Hama yang biasa menyerang tanaman saya adalah ulat.

Penulis             : Bagaimana cara Ibu mengatasi hama tersebut?

Narasumber     : memotong daun yang terdapat ulat atau kalau dengan itu ulat tersebut masih menyerang tanaman saya, saya biasa menggunakan pestisida alami.

Penulis             : Apakah ada tips atau trik khusus untuk merawat tanaman hias?

Narasumber     : Tidak ada, saya hanya merawatnya seperti biasa dan tidak ada perlakuan khusus.

Penulis             : Apakah ada niat untuk menjadikan tanaman hias ini sebagai peluang bisnis atau hanya sekedar hobi saja?

Narasumber     : Untuk saat ini saya belum berniat untuk menjadikan tanaman hias sebagai peluang bisnis, namun jika terbuka kesempatan saya akan mencobanya.

Penulis             : Mengapa Ibu menjadikan tanaman hias sebagai hobi?

Narasumber     : Karena merawat tanaman hias bagi saya sangat menyenangkan untuk mengisi waktu luang.

Penulis             : Apa saran Ibu kepada orang yang ingin menanam tanaman hias seperti Ibu?

Narasumber     : Jika ingin menanam pilihlah bibit unggulan yang bagus dan jika tanaman terserang hama lebih baik menggunakan pestisida alami agar tidak mengganggu kelangsungan hidup tanaman

******

Sekian karya tulis ilmiah yang saya buat semoga bisa membantu. mungkin tidak sempurna namun saya sudah berusaha semaksimal mungkin. mohon hargai dengan tinggalkan komen setelah membaca. terima kasih :)

Author are

Mega Silfiani

Novi yanti arromah

Zanjabila aulia

3 thoughts on “Perawatan Tanaman Hias

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s