On Rainy Day [1/2]

Ini ceritanya gak misah sama trailernya yang memarin nyambung koq. jadi yang gak baca trailernya gak papa😉

Haappyyyyy Reaaaadddinggg…

Cinta adalah misteri kehidupan. Tak ada yang tau siapa yang akan terpilih untuk menjadi pendamping hidupmu kelak. Mungkin dia ada di dekatmu atau mungkin berada jauh darimu. Cinta seperti dua sisi mata koin yang berada dalam satu ruang namun mempunyai dua sisi yang bertolak belakang. Disatu sisi cinta bisa membuatmu bahagia namun disisi lain cinta bisa membuatmu terluka. Luka yang amat perih seakan seribu jarum yang menusuk ulu hatimu tak akan sanggup menyamai rasa sakit yang kau derita akibat cinta. Saat cinta meninggalkanmu, saat cinta membuangmu ke jurang kepedihan yang teramat curam, saat cinta membuatmu terpuruk, saat cinta meninggalkan terauma berbekas luka mengangga dihati. Apa kau masih kuasa untuk bangkit dan menjalani lagi yang dinamakan sebuah ‘Cinta’. –Choi Hea Min

Cinta adalah sebuah pilihan. Pilihan untuk hidupmu. Biarkan hatimu memilih. Biarkan semua rasa sakit tersebut hilang. Aku ingin melihatmu tersenyum. Melihatmu tertawa lepas. Jangan biarkan masa lalu menguasai dirimu. Aku ingin kau melupakannya, melupakan semua kepedihan yang kau terima dari pria itu. Melupakan bahwa kau pernah tersakiti olehnya. Melupakan dirinya dari hidupmu. Ijinkan aku masuk kedalam hidupmu. Ijinkan aku menghapus luka lamamu. Ijinkan aku menempati sebuah  ruang dihatimu. Kau boleh menutup matamu sehingga tak dapat melihat diriku, kau boleh menutup telingamu sehingga kau tak dapat mendengar suaraku, namun satu hal yang kuinginkan darimu, Jangan tutup hatimu sehingga kau dapat merasakan betapa besar cinta yang kuberikan untukmu. Choi Hea Min~ah maukah kau menjadi satu-satu gadis yang pertama kulihat saat sang mentari menyinari dunia.

Title : On Rainy Day [1/2]

Main Cast : Choi Hea Min

Lee Dong Hae

Other Cast :

Cho KyuHyun

Park Hye Mi

Author POV~


“Eomma… Jebal! Jangan tinggalkan aku. Eomma” gadis itu menangis lagi. Terisak pedih menyaksikan kejadian yang tercipta dihadapannya. Hujan turun dengan lebat, mengguyur kota seoul yang tengah diselumuti aura kepedihan seorang gadis belia. Gadis itu menangis histeris menyaksikan tubuh eomma dan appa~nya yang dilumuri darah. Darah segar yang kini tengah membaur dengan air hujan yang tak henti-hentinya turun dari langit. Air mata gadis itu mengalir seiringan dengan air hujan yang turun membasahi tubuhnya. Tak ia pedulikan tubuhnya yang menggigil hebat akibat kedinginan. Tak ia pedulikan tatapan orang lain yang menatap iba kearahnya. Ia hanya menatap wajah ayah dan ibunya yang tergeletak tak berdaya. Membiarkan dress putih yang ia kenakan tercoreng oleh darah disekitarnya. Hujan, ya hujan yang menjadi saksi atas semua kepedihan yang dirasakan gadis ini. menjadi saksi atas kesendirian yang akan mengahmpiri gadis ini. menjadi saksi atas kepergian orang tua yang teramat ia cintai. Menjadi saksi atas kehidupan yang menyedihkan.

“Nona, anda bisa sakit! Biarkan ambulance itu membawa orang tua anda?!” ucap seorang perawat yang akan membawa jasad orang tua gadis itu kerumah sakit. Gadis iu tak mampu mengeluarkan satupun kata dari bibir mungilnya. Ia terkulai lepas. Lututnya terasa lemas, tak mempu menopang tubuhnya lagi. Ia hanya terduduk lemah dijalan yang masih diuyur hujan lebat. Jasad ayah dan ibunya telah diangkat kedalam mobil dan dibawa kerumah sakit. Namun tidak dengan gadis itu. Ia tak sanggup mencerna apa yang baru saja menimpa keluarga kecilnya. Keluarganya telah meninggalkannya dengan cara yang teramat memilukan. Mobil mereka tak sengaja menabrak pembatas jalan lalu terjun bebas kedalam jurang. Kedua orang tuanya meninggal seketika itu juga, entah bagaimana caranya gadis ini tak luka barang sedikitpun. Dan hal itu yang saat ini ia sedang sesali, mengapa tuhan tak mengambil nyawanya juga bersama kedua orang tuanya. Mengapa tuhan membiarkan dirinya hidup dalam kesendirian. Mengapa tuhan membiarkan dirinya berada dalam kepedihan ini.

“Eomma , Appa..” ucap gadis itu lirih. Dengan hati penuh sesak, ia masih menangis. “Wae? Wae? Mengapa kalian meninggalkanku? Kalian janji, kalian akan selalu bersamaku? mengapa kalian mengingkari janji tersebut? Apa kalian tak menyayangiku lagi? Wae? Wae?” tanyanya tanpa tau siapa objek yang akan menerima pertanyaannya. “Wae? Eomma, appa? Mengapa kalian tidak membawaku pergi bersama kalian? mengapa kalian meninggalkanku sendiri disini?” berkali-kali ia menghembuskan nafas terasa begitu sakit.

“Hea Min~ah..” panggil seorang namja. Ia menghampiri tubuh gadis itu dan menyematkan jaket yang ia pakai ketubuh gadis tersebut.

“Oppa.” Sahut gadis itu lirih.

“Ne, ini aku! Ayo kita pulang! Kau bisa sakit.”

“Oppa, Kyuhyun oppa.”

“Ne. wae?”

“Eomma, Appa. Aku ingin ikut bersama mereka.” Ucap gadis itu terisak.

“Hea Min~ah Apa maksudmu? kau tega meninggalkanku?” ucap namja itu, lalu menarik gadis tersebut kedalam pelukannya.

“Untuk apa aku hidup jika,, jika eomma dan appa tak ada disampingku? Untuk apa? Jawab aku? Untuk apa?” ucap hea min diakhiri teriakkan histeris darinya.

“Aku disini! Apa kau lupa kehadiranku sebagai namjachingu-mu? Apa kau lupa itu! Aku tak akan meninggalkanmu! Aku kan berjanji terus menjagamu. Aku janji!”. Gadis tersebut tak menjawab. Ia hanya menangis terus menangis.

Hari ini hari teramat suram baginya. hari dimana hujan mengguyur kota seoul tanpa ampun. Hari dimana kejadian tragis mengahmpiri kehidupannya. Hari dimana air mata terus mengalir dari kedua mata jernihnya. Hari dimana ia harus menerima kenyataan bahwa ia seorang yatim piatu. Hari yang menjadi saksi atas kepergian kedua orang tuanya untuk selamanya. Hari dimana dimulainya serentet kejadian menyedihkan yang akan menimpa gadis tersebut. Gadis belia berumur 19 tahun. Hari dimana menjadi hari teramat ia kutuk. Hari yang ia ingin lupakan segera, namun pada kenyataanya, hari ini akan selalu melekat dalam penaknya. Menjadikan sebuah terauma didirinya. Hari dimana hujan yang turun seakan menghantar kepergian dua arwah manusia yang teramat gadis itu sayangi.

Hea Min POV~

“Eunggghh..” lenguhku saat sinar matahari menerpa wajahku. Sinar matahari pagi ini begitu cerah seakan tak menampakan bahwa kemarin terjadi hujan lebat yang tak pernah terbayangkan. Mataku mengedar kesekeliling mencoba mengenali tempat dimana aku sedang terbaring.  Ada dimana aku sekarang

“Kau sudah bangun?” ucap seorang laki-laki yang aku tidak kenali wajahnya. Wajahnya begitu asing bagiku.

“Nuguseyo?” tanyaku pada namja ini. ia berjalan mendekatiku dan duduk ditepi ranjang temapt aku berbaring sekarang.

“Makanlah dulu bubur ini! aku yang membuatnya sendiri. Aku harap aku suka.” Ia memberiku semangkuk bubur hangat. Aku menatapnya penuh tanda Tanya.

“Jeoneun Lee Dong Hae ibnida.” Ucapnya sambil memamerkan senyum yang menurutku cukup manis.

“Ah, Hea Min ibnida! Jankam,, kau ini siapa? Dan aku dimana sekarang?”

“ aku orang yang mengendongmu, karena kau pingsan dijalan saat hujan lebat kemarin. Kau ada dirumahku!”. Aku menyeringitkan dahi. Berusaha mencerna apa yang dikatakan namja ini.

“Eomma appa,,” kejadian itu terlintas lagi difikiranku. Saat mobil yang ditumpangi keluargaku terguling ke dalam jurang yang curam. Saat darah segar mereka mengalir membaur dengan air hujan. Kejadian itu kembali mengelayuti fikiranku. Berputar seakan itu adalah film. Namun, mengapa namja ini yang kini berada disamingku? Bukankah kemarin terakhir kali aku bertemu denagn Kyuhyun oppa.kemana dia? Apa aku hanya bermimpi tentang itu semua. Kepalaku terasa berdenyut memikirkan hal tersebut. Apa yang sebenarnya terjadi padaku? Apakah kematian eomma dan appa hanya sebuah mimpiku semata? Lalu, mengapa bisa namja ini menemukanku pingsan dijalan. Kumohon, apa yang sebenarnya terjadi?

***On Rainy Day***

Ketika tak ada satupun orang yang kau percayai didunia ini. ketika tak ada satupun orang yang kau inginkan didunia ini. ketika tak ada lagi tawa yang menemani setiap detik diharimu. Ketika semua kebahagiaanmu lenyap sudah. Saat itulah aku sekarang, dengan beribu kepedihan yang bersarang dihatiku. Saat yang tak pernah kuduga semuanya. Saat dimana semua orang yang kucintai meninggalkanku, saat dimana semua orang yang kupercayai menghianatiku. Kemana lagi kaki ini harus melangkah? Mengapa aku harus mengalami semua rasa sakit ini? bahkan rasanya untuk menatap matahari saja aku sudah muak. Lalu, tiba-tiba kau masuk kedalam hidupku. Mengusik kehidupanku. Bersikap seolah-olah kau menyukaiku! Bersikap seolah-olah kau memperhatikanku! Berjanji akan menjagaku. Lalu, setelah itu kau akan meninggalkanku dan mengkhianatiku seperti mereka. Aku muak dengan semua ini. apa kau fikir setelah semua yang hal mengatas namakan diri mereka cinta menghampiriku, lalu meninggalkanku dengan goresan pedih teramat dalam di hatiku. Aku masih bisa bertahan?. Apa kau fikir aku bisa mengulang semuanya? Apa kau fikir aku bisa melupakan semua itu? Hatiku telah lama hancur, bersamaan dengan hancurnya kebahagiaanku saat kedua orang yang amat kusayangi meninggalkanku. Hatiku telah hancur, bersamaan dengan hancurnya kepercayaanku karena dirinya. Seseorang yang kuyakini adalah jodoh, seseorang yang aku ingin ia melindungiku, seseorang yang telah membawaku melayang terbang menembus kebahagiaan karena ‘Cinta’ dan orang itu pula yang telah menjatuhkanku kelubang paling dalam dengan alasan yang sama ‘Cinta’. –Choi Hea Min

Aku bukanlah mahkluk sempurna. Tak ada yang special didiriku. Maka dari itu, aku membutuhkanmu. Membutuhkan senyummu untuk menemaniku. Membutuhkan setiap helaan nafasmu untuk menenangkanku. Membutuhkan setiap detak jantungmu untuk aku bisa melanjutkan hidupku dengan baik. Aku bisa saja menurutimu, aku bisa saja pergi meninggalkanmu. Aku bisa saja hidup tanpamu. Namun, aku tidak yakin hidupku akan baik-baik saja tanpamu. Aku tau melupakan semua kenangan pahit tak semudah membalik telapak tangan. Namun,aku akan membantumu melewati hari-harimu. Aku ingin menjadi rumahmu, tempat terakhir yang akan kau tuju untuk mengistirahatkan jiwa dan ragamu yang lelah akan urusan duniawi. Aku ingin kau bersandar padaku. Mempercayai diriku untuk menjagamu. Mempercayai diriku untuk menggengam erat tanganmu. Mempercayai  diriku untuk melangkah bersamamu.-Lee Dong Hae

***On Rainy Day***

AUTHOR POV~

Aroma khas tanah pemakaman menyergap indra penciuman Hea Min. ia menatap miris kearah makam kedua orang tuanya. Bukan, kejadian itu bukanlah sebuah mimpi. Kejadian dimana kedua orang tuanya harus meregang nyawa secara bersamaan. Itu semua adalah kenyataan. Kenyataan pahit yang harus gadis ini telan sendiri. Ia membiarkan setiap tetes air mata yang mengalir membasahi pipi mulusnya. Berkali-kali ia berusaha meredam tangisnya. Berusaha menjadi gadis yang tegar menghadapi semua ujian yang sang pencipta berikan padanya. Namun, semua itu sia-sia. Ia merasa kontraksi antara otak dan tubuhnya sudah tak sejalan. Air matanya mengalir tanpa diperintah. Terus mengalir tanpa mempedulikan intruksi otak sang pemilik untuk berhenti menangis.

“Eomma , Appa..” isak gadis itu sembari mengelus perlahan nisan yang tertancap angkuh di kedua makam tersebut.

“Kau belum mau pulang?” Tanya seorang namja dengan tubuh proposional kepada Hea Min. Hea Min hanya menyunggingkan senyum terpaksa. Dan senyum itu terasa begitu menyesakkan.

“Ne,, Kyu oppa! Kajja.” Ucap Hea Min berusaha tertawa. Tertawa yang justru hanya menambah sesak dihatinya.

******

Hari ini, genap seminggu sudah Eomma dan Appa Hea Min meninggalkan gadis tersebut sendiri.

“Nona, ada surat dari kantor polisi!” ucap seorang pelayan yang sudah mengabdi selama 15 tahun.

“Mwoya? Kantor polisi?” Tanya Hea Min, ia tak tau ada angin apa sehingga para polisi disana repot-repot mengiriminya sebuah surat.

“Ne,, igo!” pelayan tersebut menyerahkan sebuah surat yang dibalut dengan amplop berwarna coklat pucat.

“Ne, gamsahamnida ahjumma!”. Dengan hitungan detik Hea Min mengeluarkan isi amplop tersebut dan disana tercetak jelas. ‘SURAT PENYITAAN’ ada apa ini batin Hea Min dengan segera ia membaca isi surat secara keseluruhan. Seketika suaranya tercekat. Tangan gadis itu bergetar hebat. Kakinya lemas, benar-benar lemas. Disana, disurat tersebut tertulis jelas bahwa Appa-nya tersandung kasus korupsi miliaran won, yang membuat semua harta peninggalan Appa-nya harus disita polisi. Hea Min tak tau menau tentang hal ini. ia ingin sekali memberontak dan mengatakan dimuka pengadilan bahwa Apa-nya bukanlah orang yang seperti itu. Appa yang selama ini ia kenal adalah Appa yang baik. Ia yakin semua ini hanya kesalahpahaman semata. Namun,suatu kenyataan kembali menohoknya. Suatu kenyataan bahwa ada saksi atas kasus ini yang melihat bahwa Appa-nya melakukan tindak korupsi. Dan disurat itu juga tertulis bahwa polisi menemukan barang bukti berupa uang miliaran won yang tersimpan rapi diruangan kerja Tuan Choi yang tak lain adalah Appanya sendiri. Ia merasa keseimbangannya limbung, dan pandangannya mulai kabur. Hingga semua menjadi gelap.

******

Hea Min POV~

Dengan langkah gontai aku keluar dari rumah. Rumah yang sudah kutempati 19 tahun. Rumah yang penuh kenangan manis bersama kedua orang tuaku. Rumah tempat diriku dilahirkan dan dibesarkan. Kini aku harus meninggalkannya. Meninggalkan semua kenangan itu. Dan melangkah diatas dunia yang keras. Aku harus hidup sebatang kara. Dengan pasrah aku menarik koper ditanagn kananku. Apa yang harus aku lakukan saat ini. aku bahkan tak punya sanak family. Eomma dan appa adalah anak tunggal. Dan aku pun satu-satunya anak yang mereka miliki. Ah, mengapa tak terfikirkan olehku. Bukankah aku masih mempunyai seorang namjachingu. Ya, dia adalah Cho Kyuhyun. Ia yang selama ini memberiku semangat untuk menjalani hidup tanpa eomma dan appa. Ia satu-satunya orang yang bisa kujadikan sandaran saat ini. setidaknya begitulah pemikiranku. Sejurus kemudian aku meraih ponsel yang berada di saku celana jeansku. Bunyi khas suara ponsel saat sedang menelpon terdengar jelas di telingaku. Namun, suara itu tak kunjung berubah menjadi suara seseorang yang kuinginkan menjawab telepon dariku. Berkali-kali aku mengulanginya. Namun, nihil orang diseberang sana tak jua menerima panggilan dariku. aku menatap layar datar dihandphoneku dengan lesu. Mengapa ia tak menjawab telephoneku? Akhirnya kuputuskan untuk mengalihkan panggilan kenomor telephone kantornya. Mungkin saja, ia ada disana.

“Yeoboseyo?!” sahut suara seorang resepsionis diseberang sana.

“Ne, yeoboseyo. Ah, Hea Min ibnida.”

“Ne,, ada apa anda menelpon kesini. Apa anda mencari tuan. Cho, nona?”

“Ne, dimaan ia sekarang. sudah berkali-kali aku menghubungi handphone-nya namun tak kunjung ia angkat.”

“Mungkin ia sedang berbincang dengan model kami yang baru saja datang. Sehingga ia tak menjawab telephone dari anda.”

“Arrseo. Hajiman siapa model kalian?”

“Saya tidak tahu pasti. Namun, yang jelas model kami sekarang yang tengah ditangani tuan.cho adalah seorang perempuan.”

“ perempuan?”

“Ne, “

“Apakau tidak tahu siapa namanya?”

“Animnida, saya benar-benar tak mengaetahui namanya. Tapi, seingat saya wajahnya begitu familiar.”

“Ne,, gamsahamnida! Jeongmal gamsahamnida.”

“Ne, cheonmaneyo”. Setelah mengucapkan terima kasih aku langsung menyentuh tombol merah yang tertera dilayar handphoneku. Siapa yeoja yang bersama Kyuhyun oppa saat ini. aku berusaha mengenyahkan segala firasat buruk yang mulai mengusik akal sehatku. Aku menghela nafas panjang dan mulai mengatur emosiku. Berfikiran bahawa Kyuhyun oppa akan berselingkuh dibelakangku. Semua itu tidak akan terjadi. Ia sudah berjanji padaku. Dan aku mempercayainya,sangant. Bukankah dalam sebuah hubungan harus didasari dengan kepercayaan. Aku tidak mau mencurigai dia. Mungkin saja urusan dengan client-nya itu benar-benar serius dan ia sedang tak mau aku ganggu. Aku akan berusaha mengahargai privasinya. Tiba-tiba sekelibat ideku muncul. Bagaimana kalau aku mengunjunginya dikantornya. Cho corporation, itu adalah perusahaan yang Kyuhyun oppa bangun dengan jerih payahnya sendiri. Sebuah perusahan entertainment yang sudah melahirkan banyak model-model besar ternama di korea selatana ini. akupun memberhentikan taksi untuk mengantarku kesana. Sekilas aku menatap layar hitam datar (handphone) yang tergenggam manis ditanganku. Haruskah aku menghubunginya dan memberitahunya bahwa aku akan kekantornya. Kurasa tidak perlu. Aku ingin membuat kejutan kecil untuknya. Sudah 4 hari in kami jaran beremu. Mungkin karena kesibukannya sebagai seorang bisnis man. Kuharap begitu.

*****

“Annyeong haseyo..” sapaku ramah pada semua pegawai yang berada disekitarku. Aku menyadari tatapan mereka. Tatapan mereka mengarah ke koper yang sedang tertaut dengan tangan kiriku. Aku hanya tersenyum tipis, lalu melangkah pergi meninggalkan mereka. Aku berjalan menyusuri setiap ruang di kantor ini. aku sudah hafal betul letak setiap ruangan dikantor ini. langkahku terhenti tepat didepan pintu ruangan Kyuhyun oppa. Aku mengetuk pintu ruangan tersebut, namun tak kunjung ada jawaban dari dalam. Sayup-sayup telingaku mendengar suara yang begitu familiar ditelingaku. Suara seorang yeoja dari dalam ruangan Kyuhyun oppa. Tidak, suara ini sama sekali tidak membentuk percakapan. Suara in hanya berupa desahan-desahan tertahan yang tak jelas. Kuberanikan memutar knop pintu ruangan tersebut.

AUTHOR POV~

Suara desahan tertahan dari seorang yeoja terus terdengar memenuhi ruangan Kyuhyun. Yeoja itu adalah yeojachingu Kyuhyun yang telah lama menetap di New York selama kurang lebih 2 tahun. Yeoja itu terus mendesah tertahan. Saat bibir Kyuhyun melumat bibirnya tanpa ampun. Menyalurkan semua rasa rindu yang selama ini membuncah secara terus menerus dihati kyuhyun. Ia sangat merindukan yeoja ini. yeoja bernama Park Hye Mi. setiap lumatan yang diberikan kyuhyun pada gadis ini terasa begitu menenuntut namun lembut disaat bersamaan. Kyuhyun selalu dapat membuat yeoja ini kehlangan akal hanya karena sentuhannya. Kyuhyun menyapu permukaan bibir HyeMi yang terasa sangat manis. Kyuhyun menghentikan aktivitasnya. Lalu, menatap HyeMi tepat dimanik mata gadis ini.

“Kau tau? Aku sangat merindukanmu, Hye-ya.” Ucap kyuhyun sembari mendekatkan kembali wajah mereka. Membiarkan hidung mancung mereka berdua saling bertabrakan. Ia menyukai setiap helaan nafas HyeMi menerpa wajahnya. Aroma daun mint yang sangat menyegarkan.

“Nado Kyu-ya! Jeongmal bogoshi.. Hmmm Kyuhyun-ah..” ucap HyeMi terpotong akibat ulah jahil Kyuhyun yang mencium bibirnya lagi, lagi dan lagi. HyeMi tak menolak setiap lumatan mesra yang kyuhyun beriakn pada bibirnya. Ia mulai memuka mulutnya saat kyuhyun menghisap bibir atas dan bawahnya secara bergantian. Tentu, Kyuhyun tak menyia-yiakan kesempatan ini. lidahnya langsung saja menerobos kedalam mulut HyeMi. Membelit lidah gadis tersebut,mengajak bermain. Tanpa sadar HyeMi membalas ciuman kyuhyun yang terasa amat memabukan baginya. Yeoja ini tau betul bahwa Kyuhyun sangat merindukannya. Begitupun sebaliknya. Hye Mi juga sangat merindukan namja yang telah menjalani hubungan dengannya selama 5 tahun kebelakang. Ia merindukan setiap sentuhan namja tersebut padanya. Merindukan wajah namja tersebut setiap hari. Dan harus menahan rindu tersebut selama 2 tahun akibat ia ingin melanjutkan sekolahnya di New York. HyeMi dengan sepihak melepaskan kontak fisik antara dirinya dan kyuhyun.

“Wae?” protes Kyuhyun tidak terima.

“Bagaimana dengan urusanmu dengan keluarga Choi, itu? Apa semuanya sudah selesai?”

“Hmmm.. sudah!” ucap kyuhyun tepat ditelinga HyeMi, memberikan sensasi mengelitik yang mulai menjalari nafsunya.

“Kyu-ya..” panggil HyeMi lagi, namun yang dipanggil sibuk melukiskan kissmar dileher sang yeoja.

“Hmm..” kyuhyun berdeham tanpa melepaskan kegiatan yang tengah ia lakukan.

“Apa kita tidak keterlaluan?”

“Apa maksudmu?” kyuhyun kini mengalihkan pandangannya menatap yeojachingunya lekat-lekat.

“Maksudku,, aku merasa kasihan dengan Hea Min. bagaimanapun ia juga temanku,Kyu-ya.”

“Itu memang, benar! Namun, apa kau tidak ingat bagaiamana keluarga mreka menghancurkan keluargamu! Apa kau lupa tentang motif kita melakukan balas dendam terhadap keluarga Choi itu?”

“Aniya, aku tidak lupa. Aku ingat. Bagaiamana waktu itu ayah dan ibunya menabrak mobil kedua orang tuaku. Aku ingat semuanya. Aku ingat saat mereka semua membayar saksi untuk menutupi kesalahan tersebut.aku ingat semuanya, kyu-ya..” ucap HyeMi diakhiri tangisan mirisyang keluar dari bibir merahnya yang mungil.

“Uljima,, mereka semua telah menerima akibatnya. Keluarga mereka telah jatuh miskin. Dan kau tahu, aku berhasil membunuh mereka berdua.”

“Berdua?? lalu, hea min?”

“Aku juga tak tahu mengapa gadis itu masih bisa selamat. Bahkan tanpa luka sedikitpun. Mungkin tuhan menajdirkan dirinya menderita. Menakdirkan dirinya merasakan apa yang kau rasakan dulu saat kedua orang tuamu meninggalkan akibat ulah kedua orang tua mereka.” HyeMi hanya tersenyum tipis mendengarnya. Lalu, tanpa pernahditerka oleh kyuhyun, gadis ini melumat bibirnya lebih dulu. Menyalurkan semua rasa kelegaan yang luar biasa. Kelegaan karena orang yang telah membuat kedua oang tuanya mati secara mengenaskan, akhirnya merasakan kematian tragis sama seperti kedua orang tuannya.

“Gomawo..” ucap HyeMi disela-sela ciumannya. Kyuhyun melepas bibirnya dengan bibir HyeMi. Lalu menatap yeoja didepannya.

“untuk apa?”

“Karena kau bersedia membalaskan dendamku dan kedua orang tuaku. Gomawo, karena kau telah setia menjagaku.”

“Aku sudah berjanji kepada kedua orang tuamu sebelum mereka meninggal. Mana mungkin aku mengingkari janjiku sendiri.”

“Hmmm,, arraseo tuan.Cho! kapan kita akan ke Paris dan menjalani hidup disana?”

“Secepatnya, setelah aku memberitahu Hea Min tentang semuanya. Dan meninggalkannya.”

“Kau berjanji?”

“Tentu saja nyonya Cho HyeMi. Aku sudah muak dengan gadis itu.” Seakan tidak bisa mengontrol nafsunya, ia melumat bibir HyeMi lagi. Kali ini tidak ada paksaan. Ciumannya benar-benar lembut. Seolah gadis didepannya ini akan hancur jika ia melakukan ciuman yang memaksa.

HEA MIN POV~

Nafasku tercekak, mulutku membisu,mataku terasa panas menyaksikan kejadian dihadapanku. Namjachingu-ku yang kupercayai ternyata telah mengkhianatiku. Ia sedang berciuman mesra dengan seorang yeoja cantik. Dan yang lebih mengerikan bagiku adalah, saat tahu bahwa yeoja itu adalah HyeMi temanku sendiri. Lidahku kelu. Lututku terasa lemas. Mengapa kejadian menyedihkan terus menerus menghampiriku. Aku membiarkan air mataku meleleh. Tak ada satupun kata yan terucap dari bibirku. Aku hanya berdiri mematung mendengarkan percakapan mereka yang lebih menohok hatiku. Hatiku benar-benar sesak. Satu-satunya orang ynag kupercayai unuk menjagaku telah mengkhianatiku. Satu-satunya orang yang kupercaya bisa kyjadikan sandaran kini lenyap sudah. Tak ada lagi tempatku berteduh, tak ada lagi yang bisa kujadikan tempat bersandar. Kini hidupku sudah hancur benar-benar hancur.

~TBC~

Fiuh akhirnya kelar juga ini part *nari hula-hula*

maaf kalo kurang panjang jujur… aku lagi badmood gaar2 something. something loh bukan someone. segini aja badanku dah mau rontok semua. perkiraan part 2-End bakalan panjang. perkiraan doang ya~ haha..

Yaudah thanks buat yang udah baca..

Ditunggu RCL~nya [Reply,Comment and Like]

Oh iya satu lagi maap for typo and disini majasnya kurang maap bener.. akunya lagi badmood😦

8 thoughts on “On Rainy Day [1/2]

  1. EGAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!
    Kok ceritanya hampir sama kaya epep gua sih! otak kita sehati bgt sih! sampe sampe bikin ff aja sama-_-
    tapi di ff gua sih kepergok cuma ciuman doang-_-
    tapi disini ada desahannya booo~~
    uwoooooooooo

    APAAN KAYA GINI DIBILANG NC -17???*banting hp*
    GUA KIRA ADA YG LEBIH GITU! ada Ng… lanjutannya gitu~ ekspetasi gua kan tinggi bgt pas ngeliat di ratenya nc-17-_-
    dan KENAPA GUA SENGSARA BGT DISINI!*tendang hyemi*
    ehh, eh! apaan lu! ini pendek bgt! ada adegan gua sama dongee mesra mesraan gitu disini~ u,u
    malahan ada lu lagi yadongan sama si kyu disini-_-

    ega! gua ga mau tau! pokoknya di next partnya kudu ada kiss scene hot gua sama donghae u,u
    kalau lu ga mau bikinin sama donghae.
    bikinin kiss scene nya sama kyu aja u,u
    ehh, btw. komen gua diatas isinya protes semua yah? hhehe, kan namanya juga komen. iyee gak? u,u

    • Ne,, gak papa lu mau komen apa! lu mau komen gajah lairan diblog gw juga gak papa! BEBAS..
      Huwawwawaw…. kan gw dah bilang gw gak tau ini NC apa bukan. kalo menurut gw mah NC-17 kayak gini. tapi penilaian orang gak selalu sama.
      Hehe.. menderita ya? kasihan.. *evil laugh*
      Makanya gw gak mau kalau ni FF cast-nya gw..
      Menderita Cynnnn.. jadi mumpung gw lagi baik gw ganti jadi lu aja..
      Tenang , Don’t worry be happy..
      Next part adegan fokuslu ama donghae doang..
      gw ama Kyu cuma nongol di awal-awal cerita abis itu kabur..
      And bakalan ada adegan Kiss kok! *readernya yadong abis* Walaupun gw gak tau bakalan hot apa enggak.. because si Dongahe kan lembut.
      Kalo yang Hot harusnya Kyu.. *percekapan dua orang yadongers*
      Dah ah, gw mau belajar entar otak gw yadong semua isinya.
      Hmmm.. tadi yang paling atas apaan? FF nya ceritanya sama?? WHAT?? Jangan bilang gw ama Yeye menderita.. gw lempar ke sungai amazon lu!

  2. Waktu baca judulnya, aku langsung mutusin buat baca FF nie, soalnya pasti sedih gitu, secara hujan kan selalu digambarin sama hal kayak gitu *sotoy

    Wah pas baca paragraf awal udah disuguhin cerita tragis hidup Hea Min, naas dirimu Nak!

    Kalimat2 yang kamu tulis soal cinta bagus, rapi dan mudah dicerna saeng ^_^

    Well, soal Kyu yang ngilang tiba2 dan Hea Min ditemuin sama Hae, jelas bikin aq merasa harus cepat meluncur ke part selanjutnya *penasaran

    And last, OMG, nie ada NC-nya tho…
    Okay, NC-17, dan aku tak terbiasa. Huaaaah kaburrrrrrrrr

    • Kkkk~ tebakan eonni benar hujan kan emang identik dengan kesedihan.-.
      Iya nih nasib haemin aku ceritain tragis banget ._. sampe yang punya nama sempet ngambek sama aku trus minta ada adegan kiss antara dia sama donghae buat permintaan maaf -_-” *curhat
      Gamsahamnida ^^ udah mau baca FF aku eonni.. aku merasa tersanjung #eeaaa
      Wkwk.. Eonni gak terbiasa sama NC? Jinjja? kok aku gak percaya yaa haha..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s