When I’m Yours

ANNYEONG HASEYO YEOREOBEUN!!!! *rusuh* Oke ini dia cerita tentang acara pernikahan kyuhyun & Hyemi. cerita dikit nih ya.. sebenernya aku mau buat nih FF pas tgl 5 biar pas tanggal 6 bisa aku post. ehhh… tgl 6 ada pengumuman penerimaan siswa. jadi aku gak bisa mikir apa-apa buat ni ff. fikiranku cuma.. aku masuk gak ya.. masuk ga ya.. hanya itu aja. dan ternyata aku keterima *nari hulahup* jadi maaf kalo dipost gak tepat pada tanggalnya ._. Ini adalah adegan pernikahan dari ff yang sedang aku rencanakan. jadi kejelasan cerita semua ada di ff selanjutnya. yang aku gak bisa pastiin kapan nongolnya.-. Yaodahhh.. udah kebnyakan ngomong. langsung aja ke TKP!! /plakk\ keseluruhan hannya ada author pov~

HAPPYYYY READINGGGG!! 

Title : When I’m Yours

Author : Mega Silfiani/park hyemi

Cast : 

  • Cho Kyuhyun
  • Park Hyemi


Musim semi telah datang. Membawa kebahagian bagi seluruh manusia di bumi. Angin berdesir lembut meniup dedaunan pohon. Gemericik air di taman terdengar bagaikan sebuah melodi alam nan merdu. Burung-burung saling bersiul ria. seolah saling bersahutan memberitahu jika ada hari bahagia kali ini. Dentang lonceng gereja terus menggema mengisi kedamaian kota paris yang indah. Lalu lalang tamu undangan mulai terlihat. Semua sibuk memasuki aula Katedral Reims, Perancis. Katedral yang terkenal karena menjadi makam dari Joan of Arc salah satu orang yang namanya cukup sering terdengar. Gaya asitektur gothic cukup terasa disini. Katedral ini hampir mirip dengan katedral Notre Dame, hanya saja arsitektur didalam katedral Reims lebih rumit. Katedral ini juga terkenal dengan interiornya yang mengagumkan dan hiasan jendela kaca patrinya yang sangat indah. Maka, tak heran jika katedral ini masuk kedalam jajaran katedral terindah didunia.

Hari ini, hari dimana akan ada dua anak tuhan yang akan segera mengikat diri mereka berdua dengan sebuah ‘tali kehidupan’. Tali yang dinamakan pernikahan. Tali yang akan menjadikan mereka saling memiliki satu sama lain. Tali yang akan hanya terputus ketika maut berbicara. Tali yang akan selalu dan selamanya mengiringi kehidupan mereka kelak. Tali yang di ikat di hadapan pastor dan atas nama Tuhan yang maha kuasa. Didalam ruang rias pengantin wanita , terlihat seorang gadis sedang berdiri menghadap cermin besar di depannya dengan tatapan kagum. Gadis tersebut sama sekali tak yakin jika wanita didalam cermin besar itu adalah pantulan dari dirinya. Wanita didalam cermin terlihat begitu memukai. Gaun yang ia kenakan terlihat begitu pas dengan lekuk tubuhnya. Padahal sudah sangat jelas bahwa ia tak pernah ikut turun tangan untuk memilih gaunnya sendiri. Semua ini begitu mendadakan baginya. Ketika dengan seenak hati, seorang namja telah mengakui bahwa ia adalah milik namja tersebut. Benar-benar gila pikirnya dalam hati. Ia memperhatikan setiap lekuk tubuhnya yang kini tengah berbalut gaun mewah rancangan salah satu desainer ternama di perancis. Gaun yang dipesan khusus oleh calon suaminya untuk gadis tersebut. Tak perlu repot-repot memutar otak untuk menebak berapa harga gaun tersebut. Dari desain dan bahan yang digunakan, gadis tersebut sangatlah yakin. Jika ada harga yang fantastis dibalik sulaman kain indah ini. polesan sederhana terlihat menghiasi wajah cantik gadis ini. Seperti yang kita tau bahwa gadis yang sedang bercermin ini bukanlah gadis yang senang menaburkan bedak pada wajah mulusnya. Tidak, ia sama sekali tak menyukai itu semua. Namun, seakan pesona selalu terkuar dari gadis tersebut. Ia tetaplah terlihat seperti seorang putri kerajaan Eropa yang anggun dan cantik hari ini . ah.. tidak hanya hari ini. tapi kemarin dan hari hari berikutnya. Ia akan tetap terlihat cantik dan menggagumkan. Wajah alami tanpa goresan pisau bedah sedikitpun. Wajah yang selalu berhasil membuat para pria berdecak kagum atas maha karya tuhan yang terlahir didiri gadis tersebut. Gadis tersebut terlihat menghela nafas panjang. Lalu, dengan kedua tangannya, ia menepuk pelan kedua pipinya. Berharap semua yang terjadi padanya hari ini adalah mimpi. Mimpi yang harus berakhir sekarang juga. “Aww.. sakit” pekik gadis tersebut, saat rasa sakit mengalir di pipinya. ‘ini bukan mimpi’ pikirnya dalam hati. Ia kembali duduk didepan meja rias. Selama beberapa saat ia sempat melamun. Sebentar lagi ia akan menjadi milik seseorang. Terikat dengan seseorang atas nama tuhan. Gadis tersebut terlihat bergerak resah diatas kursinya. Gugup, hal itulah yang kini bersemayam dalam dirinya. Beberapa kali ia terlihat memainkan kuku-kuku jarinya untuk menghilangkan rasa gugup yang kini sedang melanda batinnya. Namun, hal tersebut sama sekali tidak berfungsi untuknya. Ia belum jua menemukan ketenangannya kembali semenjak pria tersebut datang. Pria yang sanggup membuatnya naik darah karena kelakukan iblis sang namja. Pria yang selalu mengganggu hidup tenangnya lebih dari sebulan ini. Pria yang tanpa ia sadari sudah merasuki hidupnya. Meracuni fikirannya. Detak jantung yang berdetum teramat keras, nafas yang memburu bahkan mengalahkan nafas seseorang saat lari marathon, pipi yang memanas tanpa sebab, semua itulah yang ia rasakan saat namja tersebut didekatnya. Ia terus menggeliat resah, rasa gugup yang ia rasakan tidaklah sebuah hal yang sederhana. Rasa gugup yang ia rasakan kali ini, lebih dari rasa gugup yang ia rasakan saat menunggu hasil ujian sekolah.Lebih gugup dari rasa gugup para pelamar kerja saat menghadapi sesi wawancara. Tidak, gugup yang kini ia rasakan tidak sesederhana itu semua. Rasa gugup yang ia rasakan lebih rumit. Lebih mendebarkan. Menyerahkan masa depanmu pada seseorang. Menyerahkan seluruh jiwa dan ragamu pada seseorang. Menyerahkan seluruh cinta yang kau miliki hanya untuk orang tersebut. Jelas, semua ini bukanlah perkara mudah. Dimana kau harus mengucap janji suci dihadapan Tuhan, pastor dan para tamu undangan. Saat dimana kau harus mengabdikan seluruh hidupmu untuk seseorang. Semua hal tersebut terus menggelayuti fikiran sang gadis. Menerjang fikiran sang gadis bagai ombak tsunami dasyat. Bagaimana bisa ia menikahi pria yang bahkan baru dikenalnya satu bulan terakhir. Jika kalian berfikir, pernikahan ini adalah sebuah perjodohan kolot. Kalian salah besar, pernikahan ini adalah keputusan konyol sang namja. Entah apa yang dikatakan sang namja hingga orang tua gadis tersebut dengan mudahnya menyerahkan anak gadis kesayangan mereka pada namja tersebut. Mempertaruhkan kehidupan putri mereka pada namja tersebut. Sungguh, gadis tersebut sama sekali tak memahaminya. Kepalanya terasa berdenyut-denyut memikirkan semua ini. tak berapa lama, terdengar suara knop pintu yang diputar. Gadis tersebut mengalihkan pandangannya pada pintu yang sedang bergerak membuka tersebut. Pintu sudah membuka setengah, dari balik pintu tersebut terlihat seorang pria paruh baya yang mengenakan tuxedo lengkap. Pria tersebut menghampiri anak gadisnya. “Appa…” pekik gadis tersebut, lalu menghambur kedalam pelukkan sang ayah.

“Eohh.. putri appa sudah besar rupanya. Sekarang kau sudah akan menikah,eoh?” pria tersebut mengusap lembut puncuk kepala anaknya.

“Appa, bukankah appa tahu jika namja gila itu yang ingin menikahiku. Aku sama sekali tak ingin menikah dengannya appa. Kumohon, batalkan saja semua ini.” pinta gadis tersebut tetap dalam posisi memeluk ayahnya.

“Maldo andwae. Namja tersebut telah menghabiskan banyak biaya untuk mengadakan acara ini hyemi-ya. Appa yakin kau juga mempunyai rasa padanya.” Tutur sang ayah lembut.

“Shireoyo appa. Jungmin oppa, leeteuk oppa mereka bahkan lebih tua dariku. Namun, kenapa harus diriku yang menikah terlebih dahulu?” ucap gadis yang dipanggil hyemi tadi.

“Appa tidak bisa melakukan apa-apa. Itu semua keinginan suamimu.” Jawab ayah hyemi. Beliau melepaskan pelukannya. Lalu menatap anak perempuan satu-satunya yang ia miliki. “Hyemi-ya dengarkan appa!” ujar sang ayah.

“Waeyo?”

“Apa kau fikir appa mu ini bodoh?” Hyemi terlihat menaikan sebelah alisnya.

“Aku tidak mengerti maksud appa.” Ucap hyemi bingung. Ayahnya terkekeh pelan.

“Appa tentu tidak akan sembarangan menerima lamaran namja. Appa akan memilihkan siapa yang menurut appa baik untuk melindungimu. Berhak mendapatkanmu. Appa telah memutuskannya semua.”

“Appa, aku bahkan selalu bertengkar dengannya. ia selalu mengataiku bodoh. Ia benar-benar menyebalkan appa. Appa tidak tahu saja, kelakuannya benar benar seperti titisan iblis. Tatapannya, seringai tajamnya. Ah.. aku benar-benar akan mati jika bersamanya, appa. Dan lagi, appa baru bertemu dengannya sekali. Bagaimana mungkin appa yakin jika ia pria baik-baik. Apa ia memberi appa sebuah hadiah, hingga appa menerima lamarannya. Bahkan appa tidak membicarakan semua ini denganku. Appa sengaja bersekomplot dengan namja itu untuk merahasiakan pernikahan ini dariku. Waeyo appa?” Ucap hyemi. Mencoba mengambil hati sang ayah agar membatalkan pernikahan tersebut.

“Kau sudah selesai bicara? Sekarang beri appa kesempatan untuk berbicara. Dengar, kau selalu bertengkar dengannya. itu semua bukan karena ia menyebalkan hyemi-ya. Apa kau tahu apa yang akan dilakukan namja jika ia kehilangan perhatian gadis yang ia sukai? Fikirkan itu baik-baik. Mengenai tatapannya, apa kau yakin tak ada tatapan lain dari namja tersebut. Appa tahu, sangat tahu. Ketika namja tersebut menatapmu. Tatapannya benar-benar indah. Ia menatapmu seolah kau adalah pusat hidupnya. Pusat tata suryanya. Appa yakin akan hal tersebut. Dan appa jamin dengan diri appa sendiri. kau akan bahagia hidup bersamanya. Jika kau tersakiti olehnya. Appa akan mengijinkanmu untuk meminta cerai dari namja itu. Appa memang baru pertama kali bertemu dengannya. namun, perasaan appa tidak bisa dipungkiri hyemi-ya. Appa yakin sekali ia adalah namja baik-baik. Sebelum ia datang melamarmu. Appa telah menelusuri bagaimana keluarganya dan segala tentangnya. Dengar hyemi-ya, appa sama sekali tidak bersekomplot dengan namja manapun. Namja tersebut juga tidak memberi appa hadiah apapun. Arra?” tutur ayah hyemi panjang lebar. Hyemi terdiam, ia terlihat berusaha mencerna apa yang baru saja dikatakan sang ayah. Kening gadis tersebut terlihat mengerut, tanda bahwa ia benar-benar tak dapat mencerna kata-kata sang ayah dengan sempurna. “Maksud appa? Aku tak mengerti.” Jawab hyemi jujur. Sang ayah terlihat terkekeh melihat bibir anak manjanya mengerucut bingung.

“Pantas saja namja itu mengataimu bodoh. Kenyataanya memang begitu.” Ucap ayah hyemi, disusul tawa ringan dari bibir beliau.

“Appa!” bentak hyemi tak terima.”Bukan aku yang bodoh. Tapi appa menjelaskan semua ini berbelit-belit. Jadi, jangan salahkan aku jika aku tak memahami apa yang appa katakan tadi. Sekarang, jelaskan padaku. apa maksud semua perkataan appa tadi.” Ayah hyemi terlihat memutar bola matanya. Nampak sedang berfikir. Belum sempat gadis tersebut mendengar penjelasan dari ayahnya. Pintu ruangan kembali terbuka. Kini dibalik pintu tersebut berdiri seorang perempuan cantik, kakak kandung dari namja yang akan menikahi gadis tersebut hari ini.

“Apa aku menggangu?” Tanya perempuan yang berada di balik pintu ruangan tadi.

“Ahra eonni. Masuklah ada apa?” ujar hyemi, memberitahu jika ia sama sekali tak merasa terganggu dengan kehadiran perempuan tadi.

“ Ah.. geurae. Ahjussi , hyemi acara sebentar lagi akan dimulai. Kalian diminta untuk bersiap-siap.” Jelas ahra pada hyemi dan ayahnya.

“Ah, ne, kami akan segera kesana.” Jawab ayah hyemi. “Ne, ahjussi aku pamit keluar dulu.” Ucap ahra sopan, lalu meninggalkan hyemi dan ayahnya.

“Appa jankamanyo..” seru hyemi saat ayahnya menarik pelan tangannya, bermaksud mengajak hyemi segera ke altar katedral Reims.

“ Waeyo?” Tanya ayah hyemi. “Appa belum menjawab pertanyaanku tadi.”

“Pertanyaan? Pertanyaan yang mana?”

“Appa belum menjelaskan maksud perkataan appa tadi. Aku benar-benar bingung.”

“Sudahlah, kita sudah ditunggu banyak orang dialtar. Kajja..”

“Shireo. Apa maksud appa tadi?”

“Appa yakin kau akan mengerti semua perkataan appa tadi. Namun, tidak sekarang. sudah tidak ada waktu lagi. Kajja!”

“Appa “ rengek hyemi pada ayahnya. Namun, sang ayahnya hanya diam tak mempedulikan rengekan anak gadisnya tersebut.

“Apa yakin hatimu akan mampu mencerna semua yang appa maksud. Kau hanya perlu menerima namja tersebut dengan sepenuh hatimu. Dan kau akan menemukan jawabannya. “ ucap ayah hyemi sesaat sebelum mereka memasuki altar. Hyemi menatap ayahnya bimbang. “Jangan melihat kearah appa hyemi. Lihatlah kedepan. Suami ada disana.” Perintah ayah hyemi. Dengan malas gadis tersebut mengalihkan pandanganya kedepan. Didepan sana sudah berdiri namja yang akan menikahinya hari ini. sejenak gadis tersebut hanyut dalam lamunannya. Ia terpaku melihat sosok namja didepan altar sana. Jantungan berdentum tak karuan. Ada rasa membuncah dalam dadanya, yang ia sendiri tak mengerti bagaimana menjelaskannya. Ia terus memandangi sosok didepan altar. Sosok namja dengan tinggi semampai, tubuh yang tegap, namja tersebut tengah tersenyum kearahnya. Hyemi terlihat membulatkan mata. Sejak kapan namja tersebut ramah padanya. Gadis tersebut merasakan suhu tubuhnya berubah menjadi dingin. Sudah beberapa kali ia terlihat berusaha menetralkan deru nafasnya yang hancur lembur dalam sekejam. Dampak dari menatap namja tersebut. Sosok yang sedang ia pandangi kali ini, lebih tampan dari sebelumnya. Tuxedo yang namja tersebut gunakan terlihat begitu pas membalut tubuh sang namja. Hyemi merasakan tubuhnya sedikit terhuyung. Untung saja ia sedang memegang ayahnya. Setidaknya ia tak akan jatuh didepan banyak orang. Sungguh memalukan bukan, jika hal tersebut terjadi. “Apa kau gugup menghadapi suamimu hyemi-ya?” tegur ayah hyemi yang merasakan jika suhu tubuh putrinya berubah. Beliau juga merasakan tubuh sang putri sedikit bergetar.

“Ah..” Hyemi tersadar seketika itu juga. Ia baru tersadar jika semua orang kini mengarahkan pandangan mereka pada dirinya. Hyemi mengedarkan pandangannya menatap para tamu undangan.

“Tenang saja. Appa jamin kau tidak akan jatuh didepan altar.” Ucap ayah hyemi menenangkan putrinya. Beliau terlihat meremas pelan pundak sang putri, berusaha memberikan tenaga agar sang putri sanggup berjalan kedepan altar. “Kau sudah siap? Ayo kita jalan!” ajak ayah hyemi. Hyemi hanya mengganguk pelan. Ia terlihat mengerjapkan matanya. Berusaha menemukan kesadarannya lagi. Berusaha mengembalikan kerja otaknya yang gagal hanya karena menatap namja yang sebentar lagi akan menjadi suaminya. Dengan langkah pelan sang ayah menuntun hyemi menuju altar. Disana sudah berdiri kyuhyun sang namja yang akan menikahi putrinya. Hyemi terus menatap sosok namja didepan altar dengan tatapan takjub. Bagaimana mungkin namja tersebut bisa berubah bak pangeran seperti ini. benar-benar mustahil. “Pengantin wanita mulai memasuki altar.” Seru seorang yang memimpin acara pernikahan kali ini. Hyemi berjalan perlahan, gaun yang ia kenakan terhambur dilantai dengan anggunnya. Setiap langkah yang ia lakukan membuat ujung gaunnya ikut bergerak seirama. Alunan biola merdu yang dimainkan Henry -teman Kyuhyun- menambah hangatnya suasana. Para pengapit yang terdiri dari dua anak perempuan lucu terlihat menaburkan bunga dengan semangat. Semakin dekat dan dekat. Perasaan yang Hyemi rasakan tak jauh berbeda dengan yang kyuhyun rasakan saat menatap gadisnya, yang kini tengah berjalan kearahnya. Kyuhyun terlihat beberapa kali menelan ludah dengan susah payah. Gadisnya kini begitu cantik, amat sangat cantik. Gaun yang ia sengaja pesan pada desainer ternama disini, sangatlah cocok pada tubuh gadisnya. Gadisnya kini bak putri kerajaan cantik nan anggun. Rambut sang gadis dijalin rapi, lalu disampirkan dibahunya. Jika kyuhyun harus menggambarkan bagaimana kecantikan gadisnya saat ini, ia tak akan mampu menjawabnya. Ia merasa kata cantikpun tak akan mampu menggambarkan sosok yang tengah ia pandangi kali ini. kyuhyun mulai merasakan pipinya memanas secara tiba-tiba. Ia secara terus menerus menghela nafas yang tak beraturan. Ia sungguh tak mengerti bagaimana bisa tuhan menciptakan gadisnya dengan begitu sempurna. Jantungnya terus berdegup kencang. Ia merasakan aliran darahnya berdesir cepat. Hyemi, gadisnya tersebut kini semakin dekat dengannya. Langkah demi langkah terus dilalu hyemi, hingga kini mereka berdua saing berhadapan. Hyemi merasa tubuhnya benar-benar tak menapak lagi. Dengan segera ia mengeratkan pegangan tangannya pada lengan sang ayah. Ayah hyemi hanya mengelus pelan tangan putrinya. “Abeonim.. ijinkan aku memiliki putrimu.” Pinta kyuhyun sopan pada ayah hyemi. Ia mengulurkan tangannya didepan gadis tersebut. Ayah hyemi melepaskan genggaman putrinya. Beliau terlihat mengambil tangan sang gadis lalu diberikannya pada kyuhyun.

“Kuserahkan putriku padamu. Jaga di baik-baik. Semua hidup putriku selanjutnya kuserahkan padamu.” Ucap ayah hyemi tersenyum. Air mata mulai terlihat dimatanya. Ia berusaha menahan agar tak menangis didepan putrinya tersebut.

“Appa..” seru hyemi saat sadar ayahnya sedang menahan rasa harunya.

“Pergilah kepada suamimu. Tugas appa untuk merawatmu sudah berakhir.”tegas ayah hyemi, lalu meninggalkan mereka berdua didepan altar. Hyemi hanya mengangguk lemah. Kyuhyun dengan segera menggenggam tangan hyemi. Hyemi hanya merasakan bagaimana hangatnya tangan kyuhyun yang menggenggam tangannya. Tidak, gadis tersebut sama sekali tidak menolaknya. Ia justru menikmatinya. Sangat menikmatinya.

“Apa kau gugup? Tanganmu dingin sekali.” Ujar kyuhyun pelan, ia merasa khawatir akan keadaan sang istri. “Gwenchana.” Ucap hyemi berbohong. Kyuhyun benar ia gugup, sangat gugup. Terlebih ketika tangan hangat pria tersebut melingkari tangannya. Ia merasakan seperti aliran listrik bervolt-volt menyerang persendiannya secara membabi-buta.

“Eoh.” Ucap kyuhyun paham. Lalu mereka berdua menghadap kearah pastor yang sudah siap didepan mereka. Pastor tersebut bukanlah pastor katedral ini. ia adalah pastor kenalan ayah siwon yang sengaja diboyong untuk menikahkan mereka. “Kalian sudah siap?” Tanya sang pastor. Dilihatnya kedua pengantin menggangguk siap. “Baiklah. Tolong kalian ulangi apa yang aku katakan.” Kedua pengantin tersebut terlihat menggangguk pelan.

“Atas nama tuhan yang maha kuasa. Cho kyuhyun, apa kau bersedia menerima Park Hyemi sebagai istrimu? Menerima ia sebagai ibu dari anak-anakmu kelak. Menjadikannya satu-satunya gadis yang ada didalam hidupmu dan fikiranmu. Bersedia mencintainya sepenuh hatimu. Berjanji dalam susah, sakit ataupun senang bersamanya. Melindunginya walaupun nyawamu terancam. Bersedia bersamanya hingga berpuluh-puluh tahun yang akan datang. Bersedia menua bersamanya. Berjanji akan membahagiakannya dan tak mengkhianatinya.” Kyuhyun terlihat mengangkat tangan kanannya, lalu dengan segera mulutnya mengucapkan apa yang pastor tadi ucapkan padanya.

“Atas nama tuhan yang maha kuasa. Aku Cho Kyuhyun, bersedia menerima Park Hyemi sebagai istriku. Menerima ia sebagai ibu dari anak-anakku kelak. Menjadikannya satu-satunya gadis yang ada didalam hidupku dan fikiranku. Bersedia mencintainya sepenuh hatiku. Berjanji dalam susah, sakit ataupun senang bersamanya. Melindunginya walaupun nyawaku terancam. Bersedia bersamanya hingga berpuluh-puluh tahun yang akan datang. Bersedia menua bersamanya. Berjanji akan membahagiakannya dan tak mengkhianatinya.” Ucap kyuhyun tegas. Pastor tersebut tenrsenyum kearahnya. Seolah memuji, bahwa kyuhyun sama sekali tak tergagap ketika mengucapkan janji tersebut.

“Sekarang giliranmu park hyemi!” ujar sang pestor pada hyemi. Gadis tersebut terlihat agak terkejut.

“Ne?” ia membulatkan mata indahnya. Pastor tersebut hanya tersenyum.

“ apa kau sudah siap?” Tanya pastor tersebut. Hyemi menoleh kearah kyuhyun yang kini –lagi-lagi- tersenyum kearahnya. ‘Ahk.. aku bisa gila’ pekik gadis tersebut dalam hati. Kyuhyun meraih tangan hyemi, lalu meremasnya pelan. Seolah memberitahu jika gadisnya tak usah terlalu gugup. Hyemi merasakan aliran listrik itu kembali datang saat tangan hangat kyuhyun kembali menggenggam tangannya. Ragu-ragu hyemi kembali menoleh kearah kyuhyun lagi. Kini ia menemukan sorot mata yang tak biasa. Ia merasakan sorot mata namja tersebut sangat menenangkan. Tidak seperti sebelumnya. Tatapan tajam bagaikan tatapan iblis kini tak lagi terlihat dari matanya. Semua itu berganti dengan tatapan lembut bagaikan malaikat surga.

“Apa kau sudah siap?” tegur pastor lagi-lagi pada hyemi. Segera sang gadis mengalihkan pandangannya dan menatap pastor didepannya.

“Baiklah, Atas nama tuhan yang maha kuasa. Park Hye Mi, apa kau bersedia menerima Cho kyuhyun sebagai suamimu? Menerima ia sebagai ayah dari anak-anakmu kelak. Menjadikannya satu-satunya pria yang ada didalam hidupmu dan fikiranmu. Bersedia mencintainya sepenuh hatimu. Berjanji dalam susah, sakit ataupun senang bersamanya. Bersedia menemaninya kapanpun dan dimanapun. Bersedia bersamanya hingga berpuluh-puluh tahun yang akan datang. Bersedia menua bersamanya. Berjanji akan membahagiakannya dan tak mengkhianatinya.” Ucap sang pastor pada gadis tersebut. Kini kyuhyun kembali menguatkan genggaman tangannya pada gadisnya. Berusaha memberikan kekuatan pada sang gadis. Hyemi terlihat menarik nafas panjang. Semua ini terlalu mendadak baginya. Cukup lama terjadi kesunyian disini. Kyuhyun terus menatap wajah gadis disampingnya. Ia takut jika pernikahan mendadakan ini menjadi beban bagi gadisnya. Tak beberapa lama, hyemi mengangkat tangan kanannya.

“Atas nama tuhan yang maha kuasa. Aku Park Hyemi ,bersedia menerima Cho Kyuhyun sebagai suamiku . Menerima ia sebagai ayah dari anak-anakku kelak. Menjadikannya satu-satunya pria yang ada didalam hidupku dan fikiranku. Bersedia mencintainya sepenuh hatiku. Berjanji dalam susah, sakit ataupun senang bersamanya. Bersedia menemaninya kapanpun dan dimanapun. Bersedia bersamanya hingga berpuluh-puluh tahun yang akan datang. Bersedia menua bersamanya. Berjanji akan membahagiakannya dan tak mengkhianatinya.” Ucap Hyemi. Ia terlihat menghela nafas lagi, saat mengakhiri janjinya. Dikursi tamu, orang tua mereka berdua Nampak menahan air mata bahagia mereka. Kyuhyun terlihat tersenyum lega saat melihat gadisnya mengucapkan janji tersebut.

“Atas nama tuhan yang maha kuasa. Dengan ini aku nyatakan kalian sebagai sepasang suami-istri.” Ucap sang pastor. Disusul dengan tepuk tangan meriah para tamu undangan.

“Silakan kalian berciuman.” Ujar sang pastor.

“MWO? “ ucap hyemi kaget. Para tamu undangan terlihat tertawa melihat tingkah sang gadis. Ia menatap kyuhyun, yang kini tengah tersenyum jahil kearahnya. ‘Cho kyuhyun awas kau!’ pekiknya dalam hati. Kyuhyun tak mempedulikan tatapan sang istri, yang terlihat seperti iblis betina siap menerkam mangsanya.

‘Awas jika kau berani melakukannya, cho kyuhyun. Kau akan mati ditanganku.’ Ucap hyemi dalam hati. Namun, seolah tengah melakukan telepati kyuhyunpun ikut mengucapkan kata-kata untuk gadisnya didalam hati.

‘Benarkah? Apa kau yakin bisa membunuhku?’ Tanya kyuhyun, diakhiri dengan seringaian yang benar-benar dikutuk oleh sang gadis.

‘Berhenti menyeringai seperti itu kyuhyun-ssi.’ ucap hyemi kesal dalam hatinya. Tak perlu bagi kyuhyun untuk memikirkan ancaman sang istri. Dengan gerakan cepat ia segera menyatukan bibir mereka. Memanggut bibir sang gadis dengan lembut. Hyemi terlihat kaget atas apa yang kyuhyun lakukan padanya. Ia hanya terdiam terpaku, ia tak menolak ciuman tersebut dan juga tak membalas ciuman tersebut. Setiap sentuhan kyuhyun yang diberikan padanya selalu berefek seperti ini padanya. Terdiam, hal itulah yang selalu terjadi padanya. Walaupun di awal ia mengancam agar kyuhyun tak melakukan apapun padanya. Namun, ketika kyuhyun benar-benar melakukannya. Ia tak bisa  menolak. Tubuhnya berkhianat dengannya. sekeras apapun ia menolak, tetap saja ia akan tunduk pada kyuhyun. Seolah terkena sihir. Mungkin seperti itulah yang ia rasakan kini. Kyuhyun semakin memperdalam lumatannya dengan menekan kepala sang gadis lebih mendekat kearahnya. Ia menghisap bibir hyemi bergantian. Atas dan bawah. Kesal karena hyemi tak jua membuka mulutnya. Ia mengigit kecil bibir sang gadis. Hyemi tersontak kaget. Dengan reflex ia membuka rongga mulutnya. Hal tersebut tentu tak disia-siakan oleh kyuhyun. Dengan sekali gerakan lidah kyuhyun sudah bersarang didalam mulut sang gadis. Mengabsen setiap gigi sang gadis dengan lidahnya. Menelisik lebih dalam mencari lidah gadisnya. Hyemi mulai kehilangan akal sehatnya. Ia merasa ingin melakukan lebih. Ia ingin membalas semua sentuhan kyuhyun dibibirnya. Sial, pertahanannya runtuh. Tanpa mempedulikan imagenya lagi, hyemi mengalungkan tangannya di leher kyuhyun. Berusaha mensejajarkan tubuh mereka berdua. seolah sudah tau apa yang harus ia lakukan. Hyemi melilit lidah kyuhyun didalam mulutnya.

‘Rupanya kau mengingikannya juga, nyonya Cho.’ Ucap kyuhyun dalam hati.

‘Cerewet, kerjakan saja ciuman ini. aku tidak akan memberimu kesempatan kedua.’

‘benarkah? Tapi ini kedua kalinya kita berciuman. Kau yakin, jika aku melakukannya lagi. Kau tak akan menolaknya’

‘Percaya dirimu tinggi sekali, cho kyuhyun-ssi’

‘Apa kau baru mengetahui hal itu, Cho Hyemi?’. Kepala kyuhyun terlihat bergerak kekiri dan kekanan. Ia mencoba lebih menikmati ciumannya kali ini. Hyemi hanya mengikuti pergerakan yang suaminya lakukan. Bibir mereka berdua sudah basah. Sangat basah. Saliva mulai terlihat disudut bibir mereka berdua. nafas hyemi kini mulai memburu. Ia kehabisan nafas melawan ganasnya ciuman kyuhyun dibibirnya. Namun sungguh, ia tak ingin menghentikan ini semua. Semua ini terlalu memabukkan untuknya. Berkebalikan dengan hyemi yang kehabisan nafas, kyuhyun terlihat lebih gencar memainkan bibir sang gadis. Melumatnya tanpa ampun. Ia sama sekali tak memerlukan nafas sekarang. yang ia perlukan hanya gadisnya. Yang ia perlukan saat ini adalah memuaskan hasratnya untuk melumat bibir sang gadis lebih dalam lagi, tak peduli bahwa sang gadis tengah kesulitan mencari udara bagi rongga paru-parunya. ‘Sial. Apa sepanjang ini nafas para penyanyi. Aku saja sudah kehabisan nafas berciuman dengannya. namun dirinya, Oh tuhan aku bisa gila’ seru hyemi dalam hati. Kyuhyun sedikit melirik mata gadisnya, ia tau dengan pasti bahwa kini sang gadis tengah kesulitan bernafas. Ia sedikit merasa tak tega melihat gadisnya dalam keadaan seperti itu. Kyuhyun mengembalikan tempo ciumannya kini menjadi lebih lembut. Dan pada akhirnya ia melepas ciumannya tersebut.

“Ahhh..” lengguh hyemi, sedikit kecewa karena kyuhyun menghentikan aktivitas mereka tadi.

“Apa kau kecewa? Tenang saja. Aku ini suamimu, milikku. Kita bisa melakukannya kapanpun kau mau, arra?” bisik kyuhyun tepat ditelinga hyemi. Hyemi terlihat menggigit bibir bawahnya. Menahan geli akibat deru nafas kyuhyun yang menerpa leher putihnya. Kyuhyun menegakkan badannya, ia menatap gadisnya jahil.

“Sialan kau. Siapa yang ingin melakukannya lagi denganmu?” ucap hyemi pelan pada kyuhyun.

“Sudahlah tak usah mengelak. Kau cukup lihai dalam berciuman” Tegas kyuhyun, sama pelannya. Mata hyemi terlihat berkilat menatap sang namja.

“Awas kau Cho kyuhyun!” ancam hyemi. Kyuhyun hanya mengedikkan bahu tak bersalah. Seusai kedua mempelai menyelesaikan ciuman mereka. Katedral reims kembali bergemuruh oleh suara riuh rendah tepuk tangan para tamu undangan. Desir angin yang menenangkan jiwa kembali berdesir hangat. Musim semi yang indah. Musim dimana telah menjadi saksi bahwa ada dua anak manusia yang telah mengikat diri satu sama lain. Memiliki, meyayangi hingga nafas tak lagi terdengar.

-FIN-

Gmana? pendek? emang. Tadinya malah cuma mau bikin sekitar 1000 words aja trus dijadiin ficlet. ehhh,,, tanganku gatel nulisnya banyak banget lebih dari kriteria ficlet. jadi terserah kalian mau nyebut ini apa. Drabble? panjang banget. Ficlet? Over dosis. FF? bagiku ini kependekan. ya… terserah pada kalian lah sebut saja sesuka kalian. #pasrah. Tunggu FF full dari cerita ini yaa… annyeongggggg… thanks for reading. sorry for typo ._. aku author yang ceroboh dan males ngedit. #gubrak

16 thoughts on “When I’m Yours

  1. Kau hanya perlu menerima namja tersebut dengan sepenuh hatimu. Dan kau akan menemukan jawabannya.

    I love those sentences. Dalem banget tau maknanya….

    Mungkin kita terkadang suka sebel sama keputusan yg diambil sama oang tua, mikir mereka gak ngerti hidup kita dsb. Tapi ternyata apa yg mereka putusin ntu udah mereka pertimbangin super matang lho bia idup anak2nya gak menderita plus dapet yang terbaik tentunya…

    Ceritanya simple, tapi banyak yg bisa kita dapetin dari FF nie…

    Huaaaah again and again, the kiss scene makes me trembling *lebay*

    Good job!

  2. Waaah jadi penasaran bagaimana kisah mereka selanjut.a dan sebelum menikah.. Aku pikir disini Hyemi masih belum yakin dg Kyuhyun.. Hahah Iblis betina dan Iblis Jantan jika menikah akn melahirkan apa?? #keep writing .)

  3. woaaaah si kyuhyun emang daebak. kayaknya dia cinta banget sama hyemi, cuma hyemi nya aja yg nggak paham. ayah hyemi aja bisa ngelihat cinta kyuhyun xD
    ciuman mereka dahsyat. itu tamu undangannya pada puas ngeliatin hahaha
    great job! suka ffnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s