It’s all because photography (Let me know you)

Image

Title : It’s all because photography (Let me know you)

Cast :

  • Lee Eun Ah
  • Lee Hyuk Jae
  • Hong Young Ji
  • Park Hye Mi

Author : Mega Silfiani (Park Hyemi 박 혜 미)

Genre : Romance, Sad.

Category : Longshoot ( 10.726 words, 75.939 characters with space)

Love story

Oneshoot

Saya membuat karangan ini sebagai hadiah untuk Fitri Mafuzah. Salah satu teman Kpopers saya. Semoga ia merasa senang dengan hadiah sederhana ini. Cerita ini saya buat karena terinspirasi oleh novel ‘Infinitely yours’. Seluruh isi cerita asli hasil pemikiran saya. dilarang keras untuk membalik nama atas karangan ini. terimakasih.

It’s All Because Photography (Let me know you)

Cinta? Apa ada dipikiranmu ketika mendengar kata ini? Cinta bukanlah sesuatu yang selalu berakhir indah. Tak selamanya cinta akan membawamu pada kebahagian.terkadang hal itu juag yang menjerumuskanmu kedalam jurang kepedihan. Lalu apa yang akan terjadi dengan gadis bernama Lee eunah ini? akankah cinta membawanya kepada kebahagiaan atau malah sebaliknya?

The story is begin~

Terlihat seorang gadis belia sedang asik menjajakkan kakinya dihamparan bunga yang terdapat di taman yang berada dikawasan sekitaran kota seoul. Tangannyapun sibuk dengan kamera yang dibawanya. Ia kini tengah asik memotret pemandangan menakjubkan milik sang penguasa dunia. Ya, memotret adalah hobi gadis ini sejak kecil. Ia selalu merasa nyaman dengan kegiatan ini. Tiupan angin lembut seolah mengiringi langkah gadis cantik ini. Dengan cekatan ia memotret semua objek menarik di taman ini. Dan kemampuan gadis ini juga tidak bisa dianggap remeh. Hasil jepretannya bahkan sudah bisa dibandingkan dengan hasil jepretan photographer ternama. Padahal gadis ini belajar memotret secara otodidak.

“Eun Ah-ya.. lee eun ah” terdengar suara seseorang memanggil gadis yang sedang menghirup wanginya bunga yang berada di sekitarnya itu. Gadis itupun menoleh kearah sumber suara. Dan mendapati temannya sedang melambaikan tangan kearahnya.

“Eoh hyemi-ya waeyo?” Tanya eun ah, lalu berlari kecil menghampiri temannya yang ia panggil hyemi tadi.

“Aish jinjja! Sampai kapan aku harus menunggumu disini? Ayolah kita pulang. Hasil jepretanmu sudah banyak kan? Aku bosan sekali, kau tahu itu?” omel gadis cantik yang kini tengah dilanda kebosanan karena terlalu lama menunggu eun ah yang sedang asik menjalankan hobinya tersebut.

“Aigo hyemi-ya kau itu cerewet sekali. Kau tahu kan jika aku memotret ini untuk mengikuti lomba photographer? Bagaimana aku bisa berkonsentrasi memotret jika kau sedari tadi mengganguku terus, eoh?” bela Eun Ah seolah tak mau disalahkan.

“Arrayo. aku tahu. Sangat tahu.” Ucap hyemi lalu mengerucutkan bibirnya sebal. “Tetapi bisakah kau lebih cepat sedikit? Aku merasa cacing-cacing diperutku sangat menggangu”

“Ish gadis ini. kenapa kau selalu mengeluh?” tanpa fikir panjang EunAh menjitak pelan kepala Hyemi.

“Aissh Appo!” teriak hyemi tak terima. Ia terlihat mengusap-usap kepalanya yang telah dijitak oleh EunAh.

“Huft, baiklah kau tunggu dimobil dulu. Sebentar lagi aku kesana.”

“Janji?”

“Ne hyemi-ya.”

“Arraseo, Oh ya kau tidak lupa kan akan membelikanku ice cream setelah ini?”

“Aigo jinjja.. Sepertinya dikepalamu hanya ada ice cream saja. Ne arrayo. Aku tidak lupa. Aku belum terlalu tua untuk melupakan sesuatu hyemi-ya.”

“Baguslah kalau begitu.” Ucap hyemi riang sembari mengangkat ibu jarinya. “Aku masuk kemobil dulu. Jangan lama-lama. Ingat itu?” Hyemi melangkahkan kakinya mungkin lebih tepatnya berlari kecil menuju mobil yang ia parkir dipinggir jalan. EunAh melanjutkan kegiatannya yang tadi sempat tertunda akibat ocehan Hyemi. EunAh mengedarkan pandangannya kesekeliling tempat ia berada. Tak sengaja ia melihat gerombolan kupu-kupu indah nan cantik sedang mengerubungi hamparan bunga tak jauh dari tempatnya berdiri. Dengan langkah riang sang gadis itupun menghampiri objek yang menyita pandangannya itu. Tangan gadis itu terulur untuk menangkap kupu-kupu yang kini tengah ada didepan matanya. Namun gadis ini merasa sedikit aneh. Kupu-kupu yang ia lihat sepertinya tidak bergerak sama sekali. Denga penasaran gadis tersebut segera menangkap salah satu dari kelima kupu-kupu cantik itu.

“Palsu?!” pekiknya tak percaya. Kupu-kupu yang ia lihat hanyalah miniature boneka kupu-kupu. “Bagaimana bisa?” tanyanya heran pada dirinya sendiri.

“Yak gadis bodoh! Apa yang sedang kau lakukan. Aigo…” terdengar teriakan seorang namja dari kejauhan. EunAh sedikit mennyipitkan matanya untuk memperjelas siapa namja tersebut. Namja tersebut berlari kearah EunAh. EunAh terlihat melangkah mundur ketika namja tersebut berada tepat dihadapannya.

“Mwoya?” Tanya EunAh ragu-ragu. Ia sama sekali tak mengenali siapa namja yang berada didepannya tersebut. Ya, ia akui namja yang kini tengah berada didepannya memang tampan. Rahangnya yang tegas dan pipinya yang tirus seolah menjadi pesona tersendiri namja itu. Terlihat jelas bahwa EunAh merasa gugup berdekatan dengan namja ini. Ini aneh, pikir EunAh.

“Mengapa kau menghancurkan objek photoku aishh..” Ucap namja itu, lalu mengambil paksa kupu-kupu yang berada digenggaman EunAh. “Dasar gadis bodoh!” cecar namja itu yang ditujukan kepada EunAh. EunAh hanya bisa diam. Entah ada sihir apa dari namja didepannya. EunAh merasa kini namja yang berada didepannya adalah objek paling menarik yang ia pernah lihat. Rambut namja ini terkena sinar matahari, hal ini semakin menambah aura yang terpancar dari namja tersebut. “Yak! Apa yang kau lihat? Cepat bantu aku menyusun kupu-kupu ini seperti tadi!” perintah namja tersebut pada EunAh tiba-tiba.

“Mwoya? Naega wae? Shireoyo.. lakukan saja sendiri.” tolak EunAh mentah-mentah.

“Jinjja..” tangan namja tersebut tiba-tiba saja terulur untuk menjitak kepala EunAh. Dan tepat, kini EunAh tengah mengaduh kesakitan.

“Aish dasar namja gila!” protes EunAh tidak terima.

“Hey, siapa yang kau sebut gila?”

“Kau! Memangnya ada namja lain lagi disini selain kau?”

“Ah terserah kau sajalah aku malas berdebat denganmu. Minggir!” usir namja tersebut lalu memotret kupu-kupu yang baru saja ia tata rapih pada bunga-bunga disekitarnya.

“Yak apa kau gila? Untuk apa kau memotret kupu-kupu yang hanya benda mati itu? Ah apa jangan-jangan kau tidak bisa memotret jika kupu-kupu itu bergerak? Benarkah? Haha..”

“Yak apa yang kau tertawakan, hah?!”

“Bagaimana bisa aku tidak tertawa jika yang kukatakan tadi benar adanya.. kau tidak bisa memotret kupu-kupu itu jika mereka hidup.”

“Yak! Berhenti tertawa. Aku melakukan semua ini agar aku bisa memenangkan hadiah ke paris. Kau tidak usah ikut campur, arra?!”. Eunah masih saja tertawa sembari memegangi perutnya yang terasa seperti dikocok. Ia tak menyangka ada orang seperti namja ini. Namja itupun melihat EunAh dengan pandangan tidak suka. Suara itu terdengar lagi. Suara seorang gadis yang sudah merasa amat bosan berada didalam mobil. Ya, siapa lagi pemilik suara itu jika bukan Hyemi –teman Eunah-

“Eunnnnn aahhh!!! Lee Eun Ahh!! Ppali. Aku lapar, bodoh!”. Eunah terlihat berhenti tertawa, lalu menoleh kearah mobil hyemi berada. Terlihat jelas raut wajah kesal terpancar dari wajah hyemi. Dengan segera Eunah berlari menghampiri temannya dan masuk kedalam mobil hyemi. Namja tadi masih diam ditempatnya tak melakukan apapun ketika dilihatnya eunah pergi begitu saja tanpa permisi. ‘Dasar gila’ cecar namja itu dalam hati.

“Hyukjae oppa..” kini giliran nama namja itu yang dipanggil. Terlihat dari kejauhan seorang gadis manis sedang melambaikan tangannya riang kearah namja tersebut. Dengan senyum yang merekah dibibir gadis itu, ia berlari mengampiri namja yang tadi ia panggil HyukJae. Hyukjaepun melepaskan senyumnya ketika dilihat olehnya gadis itu kini sudah berada tepat dihadapannya. Tangan kanan namja itu terulur untuk mengusap lembut rambut sang gadis.

“Ada apa Youngji-ya?” Tanya hyukjae lembut pada gadis didepannya. “Ah, bagaimana kau tahu aku ada disini? Eomma yang memberitahumu?” Tanya hyukjae lagi sembari menyentil pelan hidung gadis didepannya.

“Hihi.. ne oppa. Aku menanyakan keberadaanmu pada eomma. Aku merindukanmu.” Jawab gadis yang bernama Youngji tadi jujur. Tanpa ragu, Youngji memeluk tubuh Hyukjae. Menghirup wangi khas yang terkuar dari namja yang selalu bisa membuatnya merindu setiap saat. Bahkan saat namja ini kini berada dipelukkannya.

*****

“Hyemiiii-yaaaaa!!! Ppali! Kau mau aku terlambat menghadiri pengumuman pemenang lomba photography musim semi ini,huh?!” teriak eunah yang geram dengan kelakuan hyemi. Kini hyemi tengah kerepotan mencari sepatu kesayangannya yang hendak ia kenakan hari ini.

“Eunah-ya bisakah kau sabar? Aku sedang mencari sepatuku, aigo apa kau tidak melihat dimana sepatuku itu?”

“Yatuhan anak ini, pakailah sepatu yang lain! Jangan membuang-buang waktu, hyemi-yaaa”. Pagi  yang cerah ini harus diisi dengan teriakan saling bersahutan yang memekakan telinga dari mulut kedua gadis belia ini. Mereka seolah tak mau kalah satu sama lain. “Hyemi-yaa, aigo anak ini! ppali..” teriak eunah diujung kekesalannya.

“Iya, iya dasar ahjumma cerewet.” Cecar hyemi kesal. Hyemi berjalan keluar kamarnya dan ketika gadis ini berada tepat didepan eunah. Ia menjitak kepala eunah seenak perutnya. “Kau itu tidak bisakah sedikit bersabar?” ucap hyemi sebelum meninggalkan eunah dan berjalan kearah garasi rumahnya.

“Yak! Hyemi-ya aku lebih tua beberapa bulan darimu. Bisakah kau sedikit berprilaku sopan, huh?!”

“Aku tidak peduli eunah-ya.” Jawab hyemi dengan suara nyaringnya.

“Aigo, aku heran apa yang ibunya fikirkan saat mengandung dirinya.” Ujar eunah heran pada sifat hyemi yang selalu seenak perutnya dalam bertindak.

*****

“Mianhae..” ucap eunah menyesal saat dirasa ia telah menabrak sesorang. Ia kini tengah berada di tempat pengumuman pemenang lomba photography musim semi tahun ini. Ya, ia mengikuti ini karena tuntutan hobi yang mendesaknya. Selain itu hadiah lomba yang ditawarkan juga menggiurkan, bahkan teramat menggiurkan bagi seorang Lee Eun Ah. Pemenang pertama dan kedua akan diberikan liburan gratis ke perancis, bagaimana gadis itu bisa menolak? Terlebih lagi paris adalah salah satu tempat yang sangat ingin ia kunjungi didunia ini. Dengan kepercayaan yang tinggi iapun memutuskan untuk mengikuti perlombaan ini. meskipun ia sama sekali tidak pernah belajar mengenai dunia photography. Semua bakat yang ia punya seolah mengalir begitu saja bagaikan aliran air yang tak pernah surut, bahkan semakin lama semakin deras. Ia mengetahui dengan sangat, banyak bahkan teramat banyak orang-orang ahli photography yang mengikuti perlombaan ini. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat gadis ini.

“Kau gadis yang ditaman itu kan?” ucap seorang namja yang tadi ditabrak oleh eunah. Secara otomatis eunah menengadah untuk melihat lebih jelas namja yang ditabraknya. Seketika itu tubuhnya serasa membeku. ‘Namja ini lagi’ ujar eunah dalam hatinya. Entah mengapa sepeti ada rasa membuncah didadanya. Ia seperti merasa aliran darahnya mulai memanas. Kini gadis ini tengah khawatir jika pipinya tersipu merah. ‘yatuhan apa yang terjadi denganku kali ini?’ Tanya eunah tak percaya dengan reaksi tubuhnya saat bertemu dengan namja yang tempo lalu bertemu dengannya di taman bunga.

“Kau masih mengingatku kan? Aku namja yang ada di taman itu. Kau ingat?” Tanya Hyuk jae antusias.

“Kau.. untuk apa kau ada disini?” ucap eunah pelan, terasa jelas ada rasa gugup yang kini tengah menyerang dirinya secara dasyat.

“Aku? Aku disini untuk melihat pengumuman lomba photography musim semi tahun ini.” ucap hyukjae datar. Eunah terlihat menyeringitkan dahinya. Ia teringat akan kejadian tempo lalu di taman. Dimana namja ini sedang asik memotret kupu-kupu yang ternyata hanyalah sebuah benda mati nan cantik. Terlihat eunah membulatkan matanya.

“Jangan jangan kau memotret kupu-kupu itu untuk mengikuti perlombaan ini?” seru eunah tiba-tiba. Hyuk Jae hanya menyunggingkan cengiran yang membuat eunah semakin kesal dibuatnya. “Yak! Kau curang!” teriak eunah tidak terima dengan kelakuan namja didepannya. Tanpa memperdulikan pandangan orang-orang disekitarnya eunah memukul keras lengan hyukjae berulang-ulang.

“Yak! Gadis gila, hentikan” hyukjae terlihat mengambil jarak dari eunah. Kini namja ini tengah mengusap-usap lengannya yang terasa sedikit nyeri akibat perlakuan eunah.

“Kau curang!” cela eunah dengan suara yang cukup untuk membuat gendang telinga seseorang terasa pecah begitu saja.

“Memangnya aku peduli?” ujar hyukjae sembari menjulurkan lidahnya kearah eunah, dengan maksud mengejek yeoja yang sedang kesal didepannya. Eunah hanya menatap tajam hyukjae dan terlihat mengerucutkan bibirnya. “Kau terlihat lebih manis jika marah seperti itu?” ujar hyukjae pelan, namun samar-samar eunah masih mendengarnya. Eunah terlihat membulatkan matanya ketika mendengar pernyataan hyuk jae. Namun ia tidak percaya dengan pendengarannya.

“Mwoya?” Tanya eunah pelan, ragu dengan pendengarannya. Hyukjae terlihat menghindari tatapan eunah. Ia justru melihat kekanan dan kekiri seperti orang kebingungan.

“Ah aniyo.. aku pergi dulu. Annyeong.” Pamit hyukjae pada eunah. Lalu dirinya langsung saja berlari kecil menjauhi eunah, yang kini tengah dirindung selimut merah merona dipipinya. Eunah memandang punggung hyukjae yang semakin lama semakin menjauh. Sungguh dalam hatinya ia ingin sekali menghentikan hyukjae dan bertanya apa maksud pernyataan namja itu tadi. Namun lagi-lagi otak sadarnya terus menolak perintah hatinya. Bagaimana jika ia hanya salah dengar? Bukankah hal itu sungguh memalukan.

“Aigo eunah kau pasti salah dengar! Jangan kau fikirkan jangan kau fikirkan.” Ujar eunah seolah menghipnotis dirinya sendiri. gadis itu terlihat memukul pipinya keras-keras.

“Bodoh! Mengapa kau masih berada disini? Acar inti sebentar lagi akan dimulai.” Ucap hyemi yang datang tiba-tiba lalu menjitak kening eunah.

“Yak! Kau…” baru saja eunah ingin mengajukan protesnya terhadap perlakuan gadis tersebut. Hyemi sudah menarik paksa tubuh eunah untuk ikut dengannya.

*****

@Incheon Airport

“Ini gila?! Bagaimana bisa kau memenangkan tiket tour ke Paris? Oh aku tak percaya ini.” seru eunah heran dengan kemenangan hyukjae. Kini eunah dan hyukjae tengan berada dilobby Bandara Incheon. Mereka kini tengah menunggu panitia lomba photography yang mereka ikuti itu datang.

“Memangnya aku tidak boleh jadi pemenangnya begitu? Egois sekali dirimu nona Lee..” tukas hyukjae cepat.

“Yak! Kau itu curang.”

“Memangnya ada aturannya tidak boleh memotret benda mati? Tidak ada kan?” Tanya hyukjae. Eunah hanya bisa mengigit bibir bawahnya. Ia kini tengah bingung kata apalagi yang hendak ia katakan untuk memenangkan perdebatan ini. “Kenapa diam? Tidak ada kan? Hahaha..” ucap hyukjae kegirangan. Ia merasa menang atas eunah yang kini tengah menatapnya kesal. Namun hal itu tidak hyukjae pedulikan.

“Kau itu benar-benar…” ucap eunah menggantung. Jujur saja ia bingung dengan apa yang akan ia katakan kali ini.

“Mwo? Aku itu benar-benar tampan? Arraseo.. kau tidak usah terlalu memuji seperti itu.” Ucap hyukjae seolah membanggakan dirinya sendiri. ia mengeluarkan gummy smilenya. Dan bukannya terpesona, eunah bahkan ingin sekali melempar sepatu kearah wajah yang sedang menunjukkan cengiran tak jelas itu.

“Ah molla. Aku bisa gila jika terlalu lama berbicara denganmu!”

“Gila karena ketampananku?” ucap hyukjae seolah tidak kehilangan kepercayaan dirinya.

“Kurang ajar kau lee hyuk jae-ssi!!!” ucap eunah dengan suara yang mampu membuat orang-orang diloby mengalihkan pandangan menatapnya. Hyukjae terlihat mengikuti arah pandang eunah. Dilihatnya orang-orang dilobby memandang eunah dengan tatapan tidak suka. Seolah mereka sedang tak ingin mendengar konser dadakan dari teriakan eunah. Tak berapa lama tawa keluar dari bibir hyukjae. Hyukjae terlihat menahan tawanya, namun nihil. Ia masih saja tergelak bahkan kini tawanya lebih keras dari sebelumnya. Eunah yang gerampun langsung menginjak kaki kiri hyukjae. Sontak hal itu membuat hyukjae mengerang kesakitan.

“Yak! Apa yang kau lakukan hah?!” tegur hyukjae terdengar seperti teriakan tak terima dengan perlakuan eunah.

“Siapa suruh kau mentertawakanku?” jawab eunah, dengan suara yang tak kalah nyaring dari hyukjae tadi.

“Hei kalian berdua! apa kalian tidak bisa tenang sedikit? Bandara ini bukan milik kalian berdua saja, eoh? Banyak orang yang merasa terganggu disini.” Ucap salah satu pria paruh baya pada eunah dan hyukjae. Karena hal itu eunah yang semula sedang dalam posisi berdiri, kini telah duduk. Dan berusaha untuk tidak membuat keributan lagi. Sama halnya dengan hyukjae, pria itu kini telah berusaha duduk dengan tenang dan tak memancing emosi sang gadis lagi. Dengan gerakan cepat, kini sebuah headphone telah bertengger indah dikepalanya. Eunah yang melihat kelakuan namja disampingnya hanya mencibir. Hyukjae yang tak sengaja melihat eunah hanya menatap tajam gadis itu. Namun dengan santainya eunah menoleh kearah lain menghindari tatapan hyukjae. Ya, tidak disangka-sangka ternyata hyukjae meraih peringkat runner up atau juara kedua dari perlombaan photography musim semi tahun ini. dan tentu saja eunah adalah pemenang pertama dari perlombaan itu. Hyukjae memang memiliki kegemaran dibidang photography, namun karena kesibukannya mengurus kantor. Ia tak punya banyak waktu untuk sekedar memuaskan hobinya tersebut. Mereka berdua kini akan terbang ke Paris sesuai dengan hadiah yang dijanjikan oleh penyelenggara perlombaan tersebut. Semua kebutuhan selama mereka diparis ditanggung oleh penyelenggara acara. Serta merekapun dibekali uang saku dengan jumlah yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

*****

Pesawat yang ditumpang hyukjae dan eunah kini telah mendarat dengan selamat dibandara Paris-Charles de Gaul, juga dikenal sebagai Bandar Udara Roissy. Salah satu Bandara yang berada dinegara Perancis. Negara tujuan mereka. Bandara ini merupakan salah satu pusat penerbangan utama dunia, juga bandar udara internasional utama Perancis. Terletak di beberapa bagian komune, termasuk Roissy, 25 km di timur laut Paris.

Dengan langkah tak sabaran eunah keluar dari pesawat dan menghirup udara segar sebanyak-banyaknya dari Negara yang selama ini menjadi idamannya. Kini ia telah menginjakkan kakinya diparis. Sungguh ia masih merasa takut jika semua ini hanya mimpi. Jika semua ini benar hanya mimpi. Ia sungguh tidak ingin terjaga dari mimpi ini. benar-benar tidak menginginkan hal itu terjadi. Eunah terlihat bergerak kekiri dan kekanan. Bermaksud untuk merefleksikan tubuhnya yang pegal karena terlalu lama duduk didalam pesawat.

“PARISSS.. AKHIRNYA KITA BERTEMU JUGA!” ujar eunah senang. Tak dipungkiri terdapat senyum kebahagian yang terlukiskan diwajahnya. Mengambil nafas panjang lalu menghembuskan nafasnya secara perlahan. Begitulah yang kini tengah dilakukan oleh gadis cantik bernama lee eunah ini. kegiatannya terhenti hingga sebuah jitakan pelan namun terasa begitu mengganggu menghampiri kepalanya. Eunah terlihat menggigit bibir bawahnya kesal ketika melihat siapa orang yang dengan seenak perut menjitaknya. “Mwo?” Tanya eunah ketus pada hyukjae.

“Bisakah kau tidak terlalu norak seperti ini?” ucap hyukjae datar. Hyukjae menatap eunah dengan alis bertaut. Namja ini kemudian mencondongkan badannya sehingga wajahnya tepat berada diwajah eunah. Tercetak jelas raut wajah panic menyelimuti wajah eunah. Eunah hanya bisa memundurkan wajahnya sedikit kebelakang. Mencoba memberi jarak lagi antara wajahnya dan wajah namja didepannya. Lagi-lagi tangan hyukjae mendaratkan sebuah jitakan mulus dikepala eunah. Hyukjae kemudian tergelak ketika dilihatnya eunah mengerucutkan bibirnya kesal. “Kau kira aku akan menciummu tadi? Mimpi saja kau gadis bodoh.. hahaha..” ucap hyukjae asal. Hyukjae terlihat kesulitan untuk menghentikan tawanya.

“Mwo? Kau fikir aku ini wanita seperti apa? Kau fikir otakku itu kotor? Aku tidak berfikir seperti itu. Sama sekali tidak, kau tahu itu?” bantah eunah cepat. namun, pipinya kini mulai memanas ketika mengingat kejadian tadi. Diliat oleh eunah, hyukjae masih saja sibuk tertawa. Eunah menurukan hoodie yang dipakai hyukjae, hingga menutupi setengah kepala hyukjae. Lalu dengan langkah cepat, bahkan lebih tepat disebut berlari kecil. Ia berusaha untuk menghindari tebakan-tebakan aneh dan tidak masuk akal lagi yang akan dilontarkan hyukjae kepada dirinya.

“Lee Eunah-ssi.. jankamannyo!! Aish kau ini..” teriak hyukjae namun eunah masih bisa mendengar teriakan itu jelas. Terdengar hentakan langkah orang berlari mengikuti eunah. Ya, siapa lagi pemilik langkah kaki itu jika bukan hyukjae? Kini namja tersebut sudah berhasil mensejajarkan dirinya dengan eunah. Kini mereka berjalan berdampingan sembari menyeret koper yang berada ditangan kanan masing-masing pemiliknya. “Kemana kita kali ini?” Tanya hyukjae sambil melongokan kepalanya melihat wajah eunah.

“Kita ke hotel.” Jawab eunah datar tanpa menatap wajah hyukjae. Hyukjae kembali menatap kedepan. Tidak lagi menatap wajah manis eunah.

“Apa kau benar-benar marah pada apa yang aku lakukan tadi?” Tanya hyukjae pelan.

“Tidak” jawab eunah dengan datarnya.

“Kau pasti bohong. Jika kau merasa marah, aku minta maaf.”

“Sudahlah aku lelah kali ini jika harus berdebat denganmu. Duduk didalam pesawaat sudah menghabiskan energiku, kau tahu?” tutur eunah lagi-lagi datar tanpa ekspresi dan tetap tidak menatap wajah lawan bicaranya. Hyukjae hanya berdehem menjawab pertanyaan eunah. Kemudian namja itu lebih banyak diam dalam perjalanan menuju hotel tempat mereka akan menginap selama 1 minggu.

*****

“Ah udaranya segar sekali..” ucap eunah jujur ketika ia berada di depan menara Eiffel. Tempat pertama yang mereka kunjungi pada liburan mereka ke paris kali ini. Eunah menatap kagum kearah bangunan yang ada didepannya. Menurut sejarah yang ia baca, bangunan ini terdiri dari hasil rangkaian 18.083 besi yang dibangun antara 1887 dan 1889. Menara yang dibangun oleh arsitek Gustave Eiffel ini sudah tak asing lagi dimata dunia . Menara Eiffel terletak di Champ de Mars di tepi Sungai Seine di Paris. Menara ini dibangun untuk merayakan seabad revolusi Perancis. Namun, pembuatannya sendiri mengundang kritik dari seluruh Perancis. Kalangan seniman menilai tidak adanya keindahan dari Eiffel, sedang para arsitektur mendebat ketahanan angin pada strukturnya. Meski begitu, ikon Perancis ini tetap setia dikunjungi jutaan orang setiap tahun. Mungkin lebih banyak orang yang ingin melihat Paris dari ketinggian 275 meter lewat Dek Observasi, termasuk Tom Cruise yang melamar Katie Holmes di restoran yang terkenal romantis. Fungsi asli menara ini adalah untuk Menara pengamatan dan Menara penyiaran radio. Terlihat hyukjae mengikuti arah pandangan eunah. Namja ini merasa penasaran dengan apa yang membuat gadis ini melupakan keberadaannya disini.

“Apa kau lupa jika aku juga ada disini?” ujar hyukjae yang merasa jengkel diacuhkan.

“Mwo?” eunah terlihat tersadar dari lamunannya.

“Apa sebenarnya yang kau perhatikan daritadi? Aku lapar.. ayo kita makan” saran hyukjae.

“Aku belum lapar. Nanti saja. Lagipula kesempatan berada didepan menara Eiffel seperti ini sungguh sangat langka. Apa kau tidak berniat menggambil beberapa gambar disini? Ayo..” ajak eunah kegirangan. Belum sempat hyukjae menolak keinginan eunah. Gadis ini kini tengah menarik tangan hyukjae untuk mengikuti dirinya. Berpose didepan menara Eiffel.

*****

“Kau lucu sekali dalam foto ini hyukjae-ssi.” ucap eunah jujur. Kini mereka tengah menikmati santap siang mereka. Berkeliling menara eiffel membuat energy mereka cukup terkuras. Hyukjae menghentikan kegiatannya mengunyah kue pay yang ada dihadapannya. Ia kini mencondongkan tubuhnya mendekati eunah. Bermaksud untuk melihat foto yang mereka ambil dimenara eiffel tadi.

“Ah kau terlihat bodoh sekali difoto ini. haha..” ucap hyukjae berusaha menahan tawa melihat ekspresi eunah didalam foto yang mereka sedang lihat.

“Ini semua karena ulahmu kan. Hoodieku jadi terlepas. Dan kau malah memotret ekspresi kagetku saat itu. Dasar bodoh.” Bela eunah, lalu mengerucutkan bibirnya sebal.

“Lihat, kau seperti anak kecil yang sedang merajuk nona lee…”

“Biar saja.”

“Jangan seperti anak kecil. Kau sudah tak cocok memerankan lakon itu lagi.” Ujar hyukjae, lalu mencubit gemas pipi eunah. Eunah yang kaget hanya bisa terdiam tanpa melakukan apa-apa.

*****

“Hey lihat kita sudah sampai di Place de la Concorde. Indah sekali sekeliling tempat ini.” ucap eunah kegirangan ketika mobil yang mereka tumpangi melewati kawasan Place de la Concorde. Tempat ini bisa dijadikan Tempat wisata. Sebenarnya tempat ini merupakan alun-alun terluas di Paris ini, dibangun pada 1755 di lahan seluas 86.400 meter. Ciri khas tempat ini adalah monumen dan air mancur. Dulunya, kaum bangsawan tertawa-tawa sambil menonton eksekusi terbuka para penjahat hingga penentang kerajaan. Pasca Revolusi Perancis, ganti wajah-wajah para borjuis itu yang murung menghadapi eksekusi. Nama tempat wisata ini sendiri berubah beberapa kali. Dimulai dari “Place Louis XV”, “Place de la Révolution”, dan terakhir “Place de la Concorde” sebagai simbol rekonsiliasi.

“Keren sekali!” seru eunah dan terlihat gadis itu kini tengah ribut sendiri ketika melihat pemandangan yang tercipta didepannya. “Paman, bolehkah kita turun sebentar disini? Aku ingin mengambi beberapa foto disana?” Tanya eunah pada supir yang akan membawa mereka berjalan-jalan mengelilingi kota paris.

“Tentu saja boleh. Nikmatilah liburan kalian. aku akan mencari tempat untuk memarkir mobil terlebih dahulu.”

“baiklah, aku mengerti.” Ucap eunah diakhiri dengan senyum mengembang dibibirnya. Setelah memarkir mobil, dengan seenak hati eunah menarik hyukjae keluar dari mobil.

“Aku lelah eunah-ssi. bisakah kita pulang saja?”

“Payah!” ujar eunah kesal pada sikap hyukjae. “Hanya sebentar saja. Apa kau ingin melihatku sakit karena merasa penasaran dengan tempat ini?”

“Aigo.. kau ini berlebihan sekali.”

“Ayo bermain!” ajak eunah layaknya bocah berusia 5 tahun. Wajah polos menghiasi wajah eunah kali ini. mau tau mau hyukjae terpaku melihat sosok yang ada didepannya kini. Wajah berseri seolah tak mempunyai beban. Mata yang tak terlalu sipit. Perawakan yang membuat para yeoja merasa iri dengan diri gadis yang berada didepannya kini. Tanpa sadar hyukjae terus saja memadang sosok didepannya kini. Ia merasa kegiatan ini adalah kegiatan yang menarik bagiannya. Bahkan keindahan Place de la Concorde tidak dapat menandingi keindahan objek yang kini ia pandangi. Setidaknya menurut dirinya seperti itu. “Yak! Mengapa kau hanya diam disitu saja? Ayo kesini.. lihat air mancurnya indah sekali. Pantung-patung ini juga tak kalah cantik.” Celoteh eunah yang kini tengah asik memotret pemandangan Place de la Concorde. Hyukjae tersenyum melihat sosok tersebut, lalu dengan setengah berlari hyukjae menghampiri eunah.

*****

“Oh lihat itu hyukjae-ssi. gerbang Arch de Triomphe. Besar sekali. Aigo, pasti lebih indah jika kita mengunjungi tempat ini malam hari. Benarkan?” tanyanya pada hyukjae, yang kini tengah sibuk memperhatikan gerak-gerik gadis yang belakangan ini seolah memenjarakan pandangannya untuk selalu menatap gadis itu. Hyukjae hanya melepas senyum menanggapi celotehan eunah. “Ah hyukjae-ssi, lihat ini. ukirannya indah sekali bukan?” lagi-lagi eunah berceloteh tanpa lelahnya. Sedangkan namja yang ditanyai hanya melemparkan senyum dan sesekali mengangguk untuk membenarkan pernyataan eunah. Ini sudah hari ketiga mereka ada dikota paris. Keduanya terlihat lebih akrab sekarang. mereka terlihat sudah tak terlalu canggung satu sama lain. Justru mereka terlihat menikmati kebersamaan mereka. Mereka sedang berada disebuah tempat wisata yang tak kalah terkenal di paris. Arch de Triomphe adalah bangunan menyerupai gapura besar. Arch de Triomphe dibangun Napoleon pada 1806 sebagai simbol kemenangan Perancis. Sayangnya, “Si Pendek” Napoleon keburu digulingkan sebelum bangunan ini rampung didirikan. Arc de triomphe de l’Étoile atau biasa dikenal sebagai Arc de Triomphe ini adalah monumen berbentuk Pelengkung kemenangan di Paris yang berdiri di tengah area Place de l’Étoile, di ujung barat wilayah Champs-Élysées. Bangunan ini dibangun atas perintah Napoleon Bonaparte dengan tujuan untuk menghormati jasa tentara kebesarannya. Arc de Triomphe merupakan salah satu monumen paling terkenal di kota Paris yang menjadi latar belakang ansambel perkotaan di Paris. Terletak di bukit Chaillot yang tepat berada di tengah konfigurasi persimpangan jalan raya berbentuk bintang lima. Proses penyelesaian konstruksi fondasi dasar monumen ini memakan waktu selama 2 tahun pengerjaan. Sebuah Makam Prajurit Tak Dikenal dipasang di bawah Arc de Triomphe di Paris untuk mengenang para korban Perang Dunia I pada 28 Januari 1921. Di sekitar Arc de Triomphe ini ramai sekali, bus wisata atau Paris hop on hop off bus. Memang sekitar monumen ini merupakan halte tempat berhentinya bus, karena Arc de Triomphe salah satu tempat tujuan wisatawan. Kaki eunah seolah tak lelah menapak kesana-kemari. Ia terlihat amat bersemangat menjalani liburannya kali ini. entahlah belakangan ini eunah merasa seperti mendapatkan kebebasan bernafas. Lain daripada hari-harinya sebelum ini. ia merasa seperti mendapatkan hembusan angin menyegarkan disetiap langkahnya. Apakah ini karena ia berada di paris? Kota impian yang selama ini ia idam-idamkan. Atau karena ada hyukjae disampingnya? Eunah terlihat menggelengkan kepala ketika kemungkinan kedua itu muncul. Ia tak mungkin mendapati dirinya dalam kemungkinan kedua yang tadi baru saja ia pikirkan. “Ah hyukjae-ssi, setelah ini kita akan pergi kemana?” Tanya eunah yang masih sibuk dengan acara menyentuh semua yang ia rasa menarik di kawasan Arch de Triomphe. “Hm, kurasa setelah ini kita akan pergi ke Ponts des Arts.” Ucap hyukjae singkat. “Jeongmalyo?” Tanya eunah seolah belum yakin dengan tempat wisata yang akan ia kunjungi setelah ini. hyukjae hanya mengganguk singkat membalas pertanyaan gadis didepannya. “Ponts des Arts aku datanggg..” seru eunah kegirangan.

*****

“Woah gemboknya banyak sekali.” Ujar eunah kagum dengan pemandangan yang tercipta dihadapannya. Hyukjae hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah gadis dihadapannya yang kini tengah asik membaca nama-nama yang terpampang pada gembok yang berjejer mengerikan di kawasan Ponts des Arts.

“Di seoul juga ada yang seperti ini. bahkan disana lebih banyak gembok berwarna-warni.” Tutur hyukjae yang merasa kesal karena eunah terus saja memuji tempat dimana mereka berada sekarang.

“Tetap saja berbeda hyukjae-ssi. kita sekarang sedang berada diluar negeri. Bukankah itu terlihat lebih keren?” ucap eunah yang langsung saja dibalas dengan jitakan oleh hyukjae. Hyukjae dan eunah kini tengah asik berpose layaknya pasangan kekasih. Mungkin bukan hyukjae dan eunah melainkan eunah saja. Karena daritadi yang terlihat antusias dengan kegitannya adalah eunah. Hyukjae hanya mengikuti permintaan gadis yang kini tengah asik memotret kesana kesini. Ponts des Arts adalah sebuah jembatan yang melintasi Sungai Seine. Jembatan yang dibangun pada 1804 ini menjadi tempat pasangan yang dimabuk cinta berharap dapat mengabadikan kisah kasih mereka. Disini terdapat banyak gembok dengan berbagai varisasi ukuran dan warna. Memang tak jauh berbeda dengan gembok cinta yang berada di puncak N seoul Tower. Namun tetap saja eunah merasa terkagum-kagum dengan tempat ini. Menurut legenda, pasangan yang mengunci gembok dengan inisial mereka dan membuang kuncinya ke Sungai Seine, maka cintanya akan abadi selamanya. Tak heran, jembatan ini menjadi penuh dengan gembok-gembok yang telah berada di sana selama puluhan tahun. Karena itulah, jembatan ini disebut sebagai tempat paling romantis di Prancis oleh para wisatawan, meski menurut pejabat pemerintahan, gembok-gembok yang ada di jembatan ini merusak pemandangan. Jembatan ini telah muncul dalam beberapa film, seperti Sex and the City, Amelie, dan Amazing Race. Hingga saat ini, tidak diketahui benar atau tidaknya legenda jembatan tersebut. Namun, tak rugi mengunjungi jembatan ini karena pemandangan Kota Paris dari Sungai Seine yang terlihat dari jembatan ini sangatlah indah.Langkah eunah terhenti ketika melihat beberapa pasangan muda-mudi disana sedang berciuman tanpa malu disekitaran Ponts des Arts. Eunah membuang pandangan agar tidak melihat apa yang dilakukan pasangan tadi. Hyukjae yang melihat eunah hanya diam saja mulai menghampiri eunah. Ia penasaran dengan apa yang membuat gadis hyperaktif ini tiba-tiba diam dan terlihat gugup.

“Ada apa?” Tanya hyukjae heran. Namja itu kemudia melihat kesekeliling dan mendapati sepasang muda-mudi yang tanpa malu lagi sedang bercumbu ditempat itu. Hyukjae yang pahampun langsung menarik tubuh eunah untuk meninggalkan tempat itu. Mereka mencari tempat yang lebih aman disana. “haha.. kau ini kenapa? Melihat adegan seperti itu saja tubuhmu sudah menegang begini. Bagaimana jika kau yang melakukannya?” ejek hyukjae terang-terangan saat sudah menemukan tempat yang lebih baik dari tempat yang tadi. Tanpa ragu, eunah melayangkan jitakannya kearah kepala hyukjae. Dan hal itu sukses membuat hyukjae meringis menahan sakit.

“Aku hanya kaget, bodoh! Lagipula apa mereka tidak mempunyai malu berciuman didepan umum seperti itu.” Bela eunah.

“Budaya mereka dan budaya kita tidaklah sama eunah-ssi.”

“Ah baiklah aku tahu akan hal itu. Tapi tetap saja aku merasa risih melihatnya.”

“Yasudah, kita kesini untuk berliburkan? Bukan untuk mengomentari apa yang mereka lakukan. Lebih baik kita cari hal menyenangkan apa yang bisa kita lakukan disini.” Ujar hyukjae sembari memperlihatkan gummy smilenya. Entah apa yang membuat eunah juga mengeluarkan senyumannya.

“Ah aku tahu apa yang akan kita lakukan!” seru eunah girang ketika menemukan ide yang ia anggap baik. Setidaknya menurut dirinya sendiri.

“Apa? Berpose lagi layaknya sepasang kekasih yang dimabuk asmara? Atau melakukan apa yang baru saja kau lihat tadi?” ledek hyukjae yang membuat eunah merasa ingin melempar namja itu dengan sepatunya.

“Tentu saja bukan!” bentak eunah kesal. “Kau tunggu disini ya..” ucap eunah lalu berlari dengan tujuan yang hyukjae tak tahu. Tak butuh waktu lama untuk menunggu. Eunah kini tengah berada dihadapan hyukjae –lagi- namun kini ada yang berbeda. Tadi ia tak membawa gembok berbentuk hati, namun kini ditangan kanan dan kirinya sudah terdapat 2 gembok itu.

“Untuk apa? Kau tidak berniat untuk mengukir nama kita digembok itu kan?” selidik hyukjae curiga.

“Memangnya jika bukan itu apalagi, bodoh?” sunggut eunah.

“Yak! Tapi kan kita bukan pasangan kekasih. Aku tak sudi melakukannya. Bagaimana jika aku terkurung dan terus saja bertemu denganmu karena simbolis gembok ini? aku tak mau!” tolak hyukjae mentah-mentah.

“Siapa juga yang ingin jadi kekasihmu? Aku hanya ingin mengikat pertemanan kita bukan hubungan antara sepasang kekasih! Jangan berfikiran macam-macam seperti itu!”

“Memangnya tak apa? Maksudku jika kita melakukan hal ini sebagai simbolis pertemanan?”

“Kapan ada larangan yang tidak memperbolehkan hal itu? Kurasa hanya kau saja yang terlalu berlebihan!”

“Baiklah ayo kita lakukan!” ucap hyukjae, masih terdengar jelas nada ragu dari ucapannya tadi. Setelah mendapatkan persetujuan, eunah dengan cepat mencari celah agar bisa menaruh gembok mereka. Hyukjae juga tidak tinggal diam. Ia juga melakukan apa yang dilakukan eunah. Mencari celah kosong diantara ribuan gembok yang terpasang dijembatan ini.

“Hyukjae-ssi disini!!” seru eunah sembari melambaikan tangannya kearah hyukjae. Yang disebut namanya pun langsung menghampiri eunah. “Ini, tulis namamu digembokku dan aku akan menulis namaku digembokmu.” Seru eunah Nampak bersemangat dengan kegiatan yang kini ia tengah lakoni. Keduanya telah selesai menuliskan nama mereka di masing-masing gembok tersebut. Kini mereka tengah menautkan gembok tersebut dengan posisi saling bertautan. “Ayo kita membuang kunci ini ke sungai Seine! Kita lakukan bersamaan, arrachi?” ujar eunah semangat. Satu.. dua.. tiga.. kunci yang semula tergenggam manis ditangan mereka kini telah menghilang ditengah sungai seine yang luas. Tercetak jelas ekspresi puas yang terpancar dari kedua wajah mereka. Entah apa yang dirasakan hyukjae. Mengapa perasaannya bisa sesenang ini. ia menikmati liburannya. Teramat menikmati liburannya. Mungkinkah karena ada gadis disampingnya kini? Entahlah hyukjae belum bisa menyimpulkan apa yang sebenarnya mendera perasaannya. “Sekarang pejamkan matamu dan buatlah sebuah harapan yang kau inginkan dalam hatimu.” Komando eunah pada hyukjae. Eunah sudah melakukan hal tersebut, namun hyukjae belum jua melakukan hal yang sama. Hyukjae malah menatap lekat wajah eunah. Sudah 3 hari ini wajah gadis ini selalu terbayang dibenaknya. Menggangu tidur nyenyaknya. Dan keberadaan gadis ini disampingnyapun menimbulkan percikan listrik yang terasa menyengat urat nadinya. “Mengapa kau belum juga melakukannya hyukjae-ssi?” Tanya eunah ketika melihat hyukjae tidak memejamkan mata namun melihat intens kearahnya.

“Haruskah aku melakukannya?” Tanya hyukjae kali ini. eunah hanya berdehem menjawab pertanyaan hyukjae. “Baiklah aku akan melakukannya.” Ucap hyukjae lalu memejamkan matanya dan mulai membuat harapan yang ia inginkan kali ini.

“Apa harapanmu?” Tanya eunah terlihat penasaran.

“R-A-H-A-S-I-A” jawab hyukjae dengan sengaja mengeja per-huruf, lalu menjulurkan lidahnya bermaksud mengejek.

“Dasar menyebalkan.” Cibir eunah

*****

“Hah tidak terasa liburan kita disini akan segera berakhir.”ucap eunah kecewa dengan waktu yang terlalu cepat berjalan. “Ini sudah hari kelima kita ada disini. Lusa kita harus kembali lagi ke seoul.”

“Sudahlah nikmati saja akhir-akhir liburan kita. Tidak usah terlalu banyak mengeluh eunah-ssi.” eunah hanya menganggukkan kepala. “Ohya hari ini kita akan pergi ke Musee Du Louvre.” Ucap hyukjae yang sukses membuat eunah mendelikkan matanya.

“Apa katamu tadi? Musee Du Louvre?” Tanya eunah tak percaya. Sekarang ia akan pergi ketempat impian yang selama ini ia ingin kunjungi. Museum Louvre merupakan salah satu museum seni terbesar di seluruh dunia. Dahulu gedung yang dijadikan museum Louvre adalah istana (Palais de Louvre) yang dibangun tahun 1190 dan mengalami tahap penyelesaian menjadi seperti gedung yang terlihat saat ini di tahun 1870. Dan tahun 1989 arsitektur Amerika asal China, I.M Pei membuat piramida kaca yang dijadikan salah satu dari 3 pintu masuk. Istana Louvre diubah menjadi museum usai Revolusi Prancis. Untuk bisa menikmati Museum yang memamerkan lebih dari 35000 obyek seni dari jaman pra-sejarah hingga abad ke-19 ini, pengunjung harus datang pagi-pagi sekitar jam 09.00 karena antrian yang panjang, dan untuk dapat masuk kemusem ini kita harus membayar 9 euro. Dimuseum ini juga terdapat lukisan ‘Monalisa’ yang namanya sudah tak asing lagi ditelinga setiap nyawa didunia ini. Museum ini secara lengkap mengabadikan 100 tahun perjalanan sejarah Prancis. Luasnya lebih kurang 198.000 meter persegi atau setengah Kota Vatikan. Inilah tempat paling bersejarah di Prancis. Mobil yang mereka –eunah dan hyukjae- kendarai kini tengah sampai di kawasan Musee Du Louvre. Dengan kegirangan eunah keluar dari mobil lalu segera berlari kearah Musee Du Louvre. Setelah mengurus tiket masuk dan segala keperluan mereka. Eunah dan hyukjae memulai petualangan mereka di Musee Du Louvre. Cara masuk ke museum itu cukup unik. Di lapangan bagian dalam komplek Istana Louvre terdapat bangunan berbentuk piramida kaca, yang dikelilingi kolam dan air mancur. Dari pintu ini, dengan eskalator, calon pengunjung dibawa ke lantai bawah tanah dengan desain bangunan modern. Kini mereka tengah berada di pintu yang bertuliskan Sully dan Denon yang akan membawa wisatawan ke seksi lukisan. Di sinilah terkumpul ratusan lukisan. Dari lukisan seukuran “satu rumah” sampai yang berukuran dua halaman buku gambar. Koleksi terbanyak, himpunan lukisan dari sekolah seni rupa Prancis, Italia, Spanyol, Inggris, dan Belanda—tentu saja lukisan tempo dulu. . Pusat perbelanjaan dan pintu masuk museum itu dapat diakses langsung dari Jalan Rue du Rivoli. Di dalam pusat perbelanjaan terdapat miniatur piramida kaca yang dipasang terbalik yang disebut dengan la Pyramide Inversee.

“Huft, apa kau tidak merasa lelah seharian berjalan mengelilingi museum ini eunah-ssi. kau terlihat memiliki banyak tenaga..” ucap hyukjae kelelahan, namun eunah tak terlihat lelah sama sekali. Hal itu membuat hyukjae menyeringitkan keningnya. Terlihat heran mengapa gadis yang kini tengah berada didalam jarak pandangannya seakan memiliki segudang energy jika sudah menyangkut ‘Paris’.

“Ish, kau payah sekali. Kita baru berkeliling segitu saja. Kau sudah mengeluh seperti ini. Dirimu benar-benar tidak bisa diajak bersenang-senang ya?” sunggut eunah. Gadis ini terlihat mengerucutkan bibirnya sebal dengan tingkah hyukjae yang mengeluh karena kelelahan menemaninya berkeliling Musee Du Louvre seharian.

“Terserah apa katamu. Aku tidak peduli. Aigo aku merasa kakiku sudah tak menapak lagi.. kau harus bertanggung jawab eunah-ssi. traktir aku makanan!” ujar hyukjae. Dengan kesal eunah menjitak kepala hyukjae begitu saja.

“Tidak usah berpura-pura hyukjae-ssi!”

“Bagaimana jika aku pingsan disini hanya karena kelaparan?”

“Astaga kau terlalu berlebihan hyukjae-ssi!”

“Aku tidak berlebih-lebihan. Bagaimana jika memang benar aku akan pingsan disini? Badanku sudah tak kuat lagi berjalan eunah-ssi..” ucap hyukjae sembari menampakan wajah memelas kepada eunah. Bermaksud agar sang gadis menghentikan petualangannya di Musee Du Louvre kali ini.

“Ah baiklah! Kau itu cerewet sekali! Ayo kita kembali ke hotel.” Ucap eunah lalu berjalan meninggalkan hyukjae. Hyukjae yang melihat hal itu segera menyusul langkah eunah. Kini mereka telah berjalan berdampingan menuju tempat dimana mobil mereka diparkir.

*****

“Paman, kali ini kita akan pergi kemana? Ah, bagaimana jika kita pergi ke Champ Elysee? aku dengar disana adalah tempat belanja yang asik!” ucap eunah pada supir yang kini tengah membawa mereka –eunah dan hyukjae- menikmati hari terkahir mereka di paris. Supir itupun tersenyum. Ia adalah orang korea jadi tak menjadi rintangan besar untuk berkomunikasi. Tiba-tiba eunah merasakan ada tangan yang menjitaknya.

“Dasar bodoh! Kita memang akan pergi kesana” ucap hyukjae gemas dengan tingkah eunah.

“Jinjja? Bagaimana kau bisa mengetahuinya?” hyukjae mengeluarkan sebuah kertas yang lebih mirip seperti brosur ke depan muka eunah.

“Baca ini! apa perlu ku bacakan didepan telingamu?” ucap hyukjae. Eunah hanya mencibir kelakuan namja yang tengah duduk disampingnya kini. Dengan cepat eunah mengambil kertas yang tadi disodorkan hyukjae. Tak lama cengiran eunahpun lolos mewarnai raut wajahnya.

“Aku tak tahu jika ada jadwal yang dibuat oleh pihak penyelenggara lomba.” Ucap eunah lalu menggaruk tengkuknya merasa kikuk. Hyukjae hanya menggelengkan kepalanya merasa pening dengan sikap eunah. Mobil mereka terus melaju membelah jalanan di kota Paris. Tak lama mereka sudah berada di Champ Elysee. seketika itu, mata dan pikiran eunah dibuat terperangah dengan toko-toko yang berjajar disekitaran Champ Elysee. ‘barang-barang mahal didunia ada disini’ pekiknya dalam hati tak percaya. Ia memang pernah mendengar sekilas tentang Champ Elysee, namun ia tak mengira bahwa pemandangan yang ada disini cukup membuatnya membulatkan mata. Champ Elysee menjadi salah satu kawasan elit di Paris yang digunakan sebagai tempat wisata. Di sini kita akan menemukan etalase berisi barang dan parfum ternama, selain cafe-cafe mahal yang berjejer di sepanjang jalan. Kenyamanan pedestrian juga terjamin, mengingat lebarnya bagian trotoar di sini. Dulunya, tempat ini pernah digunakan tentara Sekutu untuk berpawai merayakan kemenangan pada PD II. Jalan ini memiliki panjang 2 km. Batasnya adalah di bagian timur (awal) adalah Place de la Concorde dengan obelisknya, hingga Place Charles de Gaulle (sebelumnya bernama Place de l’Etoile) di sebelah barat, tempat berdirinya Arc de Triomphe. Tidak salah jika menurut literatur jalan ini juga dikenal sebagai La plus belle avenue du monde (jalan terindah di dunia). Juga dengan penyewaan sebesar $1.25 juta per tahun untuk lapangan pertokoan seluas 1,000 kaki persegi (100 m²), jalan ini menjadi strip real estate termahal kedua di dunia (pertama di Eropa) setelah Fifth Avenue di New York City.

Hyukjae mengajak eunah untuk memasuki sebuah toko perhiasaan. Entah apa yang ada dipikiran hyukjae saat ini. iapun tidak tahu menahu mengapa dirinya ingin mengajak eunah masuk kedalam toko ini. eunah terlihat mengerutkan keningnya ketika masuk kedalam toko perhiasan tersebut. Ia menatap kearah hyukjae. Dan ia pikir tindakannya tadi salah besar. Hyukjae yang merasa ditatap, balik menatap eunah dan menarik kedua sudut bibirnya. Hyukjae tersenyum manis ketika menatap eunah. Seketika itu juga darah eunah terasa memanas. Ia merasa kakinya terpaku tak bisa bergerak. Senyuman itu terlalu mempesona baginya. ‘Oh tuhan apa yang terjadi padaku? Sungguh aku tak mengerti’ ucap eunah dalam hatinya. Eunah terlihat menarik nafas berat. Ia terlihat kesulitan bernafas saat ditatap seperti itu.

“Ayo masuk!” ajak hyukjae kemudian. Ia tetap menarik kedua sudut bibirnya untuk tersenyum. Terlihat pelayan toko menyambut mereka dengan penuh hormat. Hyukjae melihat-lihat cincin yang berada didalam toko itu. Eunahpun mengikuti arah pandangan hyukjae. Gadis tersebut merasa penasaran dengan apa yang akan dilakukan hyukjae setelah ini. seorang pelayan menghampiri mereka berdua.

“Ada yang bisa kami bantu?” ucap pelayan itu ramah. Ia berbicara dalam bahasa perancis. Hal itu jelas membuat eunah membulatkan mata mendengarnya. Bagaimana tidak, eunah sama sekali tidak menguasai bahasa yang baru saja ia dengar tadi.

“Iya, kami mencari couple ring. Apa disini ada?” jawab hyukjae dalam bahasa perancis pula. Eunah kembali dibuat terperangah ketika tahu namja yang berada disampingnya bisa berbahasa perancis.

“Kau bisa berbahasa perancis? Mengapa kau tidak mengatakannya padaku?” ucap eunah kemudian, ketika pelayan tadi sibuk mencari couple ring yang diminta hyukjae. Hyukjae dan eunah mengikuti kemana perginya pelayan tadi.

“Haruskah aku mengatakannya padamu?” hyukjae kini berbalik tanya. Eunah terlihat kembali mencibir hyukjae, lalu membuang pandangnya kederetan perhiasaan yang tergeletak indah di etalase toko tersebut.

“Disini adalah tempat couple ring yang anda cari tuan.” Ucap pelayan itu sembari memamerkan senyum ramahnya. Eunah menyeringitkan dahi ketika dilihatnya hyukjae memilih salah satu dari banyak couple ring disana.

“Untuk siapa?” Tanya eunah bingung.

“Berikan tanganmu..” titah hyukjae. Namun hal itu hanya berhasil membuat eunah kebingungan. Gadis itu belum jua mengulurkan tangannya kearah hyukjae. Jelas hyukjae merasa sedikit gemas. Ia menarik sendiri tangan kanan eunah lalu memasangkan sebuah cincin kejari manis eunah. “Cocok!” ucap hyukjae. “Sekarang pasangkan cincin ini ketanganku!” perintah hyukjae pada eunah. Eunah terlihat sangat kebingungan dengan sikap hyukjae. Namun gadis itu tetap memasangkan cincin tersebut kejari manis hyukjae. “Aigo.. aku tak menyangka ini juga cocok ditanganku.” Ucap hyukjae lalu tersenyum kearah eunah. Eunah hanya bisa menelan ludah menatap hyukjae. Ia tak tahu harus mengatakan apa kali ini. ia sudah cukup dibuat syok oleh hyukjae.

“Apa maksudmu dengan ini?” Tanya eunah akhirnya setelah mereka keluar dari toko perhiasaan tersebut. Eunah menunjukkan cincin yang kini melingkar di jari manisnya.

“Apa ada yang salah?”

“Jelas! Kita bukan apa-apa hyukjae-ssi!” bentak eunah dengan suara yang lumayan keras.

“Apa aku tidak boleh membelikan orang yang sudah kuanggap sebagai teman sebuah cincin?” eunah menautkan kedua alisnya. Ternyata hyukjae hanya mengganggapnya sebagai teman. Dan cincin ini hanya sebagai pemberian sebatas pertemanan, tak lebih. Eunah merasa ada seseuatu yang mendesak keluar dari mata bulatnya. Ia merasa kesulitan untuk bernafas saat ia mendengar bahwa hyukjae hanya menganggapnya sebagai teman. Kenyataan yang entah mengapa membuat eunah ingin segera berlari ketempat sepi dan menangis sekeras-kerasnya. “Apa kau kira aku melakukan hal ini karena menganggapmu sebagai kekasihku?” Tanya hyukjae ragu. Eunah memaksakan dirinya untuk tersenyum.

“tentu saja tidak! Aku juga hanya menganggapmu sebagai temanku haha.. lagipula bagaimana mungkin aku menyukai orang menyebalkan seperti dirimu? Yang benar saja!” ucap eunah diselangi dengan tawa hambar yang keluar dari bibir sang gadis. “Ayo kita berkeliling lagi!” ajak eunah lalu menarik tangan hyukjae agar ikut dengannya. Hyukjae hanya tersenyum tipis dan berjalan mengikuti langkah eunah. ‘Bagaimana bisa aku terlalu percaya diri seperti tadi! Ahk.. lee eunah kau memalukan!’ cecar eunah dalam hatinya.

*****

Pilot sudah memberikan aba-aba bahwa pesawat akan segera diterbangkan. Ya, hari ini hyukjae dan eunah akan kembali ke seoul. Liburan mereka telah berakhir kali ini. ada sedikit rasa kecewa yang menggelayuti hati hyukjae. Ia merasa tidak rela liburannya berakhir sampai disini. Bukan, jelas ini bukanlah karena ia harus meninggalkan kota Paris. Melainkan karena ia harus berpisah dengan gadis yang kini tengah duduk disamping hyukjae sambil sibuk berkutat dengan Ipod miliknya. Entahlah, pemikiran hyukjae benar atau salah. Ia merasa gadis disampingnya kini terlalu sering berputar diotaknya. Wajah eunah seolah terus saja terbayang dibenaknya.

“Eunah-ssi, apa kau merasa kecewa karena kita akan berpisah selepas berada di seoul?” Tanya hyukjae pelan tanpa melihat lawan bicaranya. Terdengar eunah hanya berdehem menjawab pertanyaan tersebut. “Apa kau.. hm.. apa kau merasakan apa yang aku rasakan kali ini? hm, aku tak tahu. Tapi aku merasa kecewa karena akan berpisah denganmu. Apa kau juga merasakan hal yang sama?” Tanya hyukjae lagi. Hyukjae masih belum berani menatap eunah. Ia hanya menatap lurus kedepan. Didengarnya eunah hanya berdehem menanggapi pertanyaannya tadi. Dengan penasaran hyukjae menolehkan kepalanya menatap eunah. Dan dilihatnya gadis itu kini tengah tertidur pulas dengan headphone bersarang manis melingkari kepalanya. Hyukjae terlihat mengurut keningnya. Ia pikir sedari tadi eunah mendengarkan pembicaraannya. Ternyata gadis itu malah tertidur dan parahnya lagi ada headphone yang menghalangi pendengarannya. Hyukjae terlihat menyenderkan punggungnya ke sandaran kursi penumpang. Merasa bodoh dengan apa yang baru saja ia lakukan tadi. “Bagaimana bisa aku berkata seperti itu? Bagaimana bisa aku berpikir seperti tadi? Akh.. aku pasti sudah gila!” runtuk hyukjae kesal pada dirinya sendiri. hyukjae kembali mengalihkan pandangnya menatap eunah. Mungkin karena saking pulasnya. Badan gadis itu hampir saja terhuyung kedepan dan kepalanya hampir saja menabrak kursi didepannya jika hyukjae tidak cepat menangkap tubuh sang gadis. Hyukjae kembali menyenderkan tubuh eunah ke sandaran kursi. Namun lagi-lagi hal tadi terulang. Bahkan kini kepala eunah tepat menabrak kursi didepannya. Yang membuat hyukjae heran adalah gadis ini hanya meringis kecil tanpa membuka matanya, lalu iapun terlelap kembali. Hyukjae yang merasa kasihan memberanikan diri untuk menaruh kepala eunah diatas pundaknya. Mungkin posisi ini bisa membuat eunah sedikit lebih nyaman, pikirnya. Hyukjae menyibak rambut eunah kebelakang. Tangan hyukjae terlihat mengelus lembut pipi eunah. Tanpa disadari hyukjae memperlihatkan sebuah senyuman diwajahnya ketika memandangi wajah eunah. Wajah gadis yang sudah menemaninya selama seminggu ini berkeliling kota paris.”Gomawo..” ucap hyukjae kemudian. Hyukjaepun tak tahu atas dasar apa ia mengatakan pernyataan terimakasihnya tadi. “Aku harap aku tidak benar-benar menyukaimu eunah-ssi. karena aku tak ingin menyakiti orang lain disana. Dan semoga kau juga tidak memiliki perasaan yang sama denganku. Aku hanya tak ingin kau merasa sedih karena hal ini.” doa hyukjae tulus. Hyukjae merasa ada bulir bening yang mendesak keluar dari matanya. Mengapa ia menjadi secengeng ini?

*****

“Oppa wasseo!” sapa seorang gadis pada hyukjae. Kini hyukjae dan eunah sudah sampai di bandara Incheon dengan selamat. Pesawat yang mereka tumpangi sudah mendarat dengan mulus di Bandar udara paling terkenal di Seoul ini. gadis yang menyapa hyukjae tadi langsung menghambur kedalam pelukkan hyukjae. Eunah yang melihatnya hanya bisa mengerutkan keningnya. ‘Siapa gadis ini?’ Tanya eunah bingung pada dirinya sendiri. walaupun perasaan bingung sedang melanda dirinya. Eunah tetap mencoba untuk tersenyum menanggapi senyuman gadis yang kini ada dihadapannya dan hyukjae. “Kenalkan! Aku Hong Young Ji.” Ucap gadis tersebut, sembari mengulurkan tangan kananya untuk berkenalan dengan eunah. Eunah tersenyum dan menyambut uluran tangan youngji.

“Aku Lee Eun Ah. Senang bisa berkenalan denganmu Youngji-ssi.” ucap eunah. Eunah menoleh kearah wajah hyukjae. Seolah menanyakan siapa gadis yang sedang berada dihadapan mereka ini. entah bagaimana, hyukjae langsung mengerti tatapan yang diberikan eunah tersebut.

“Ah, eunah-ssi. youngji ini adalah tunanganku.” Hyukjae kali ini mengambil alih pembicaraan. “Cantik bukan?” Tanya hyukjae sembari tersenyum kearah youngji. Hal itu lantas membuat pipi youngji bersemu merah. Eunah merasa tertohok mendengar pernyataan yang baru saja dikeluarkan oleh hyukjae. Ia merasa dirinya sangatlah bodoh karena berharap hyukjae akan menjadi miliknya. Namja itu bahkan sudah mempunyai tunangan. Eunah merasa kehilangan oksigennya. Kemana perginya semua oksigen disini? Mengapa tak ada yang menyisakan oksigen untuk dirinya bernafas?! Raut wajah eunah berubah murung ketika hyukjae mengatakan bahwa youngji adalah tunangannya. Ketika menyadari perubahan raut wajah eunah, hyukjae kembali bersuara. “Eunah-ssi gwenchana?” Tanya hyukjae, rasa khawatir jelas terasa dinada bicara sang namja. Eunah yang sadar dari lamunannya berusaha untuk kembali tersenyum. Meski ia tahu senyumnya kali ini sangatlah pedih.

“Nan gwenchana hyukjae-ssi. haha.. youngji-ssi bagaimana bisa kau bertunangan dengan namja menyebalkan ini?” gurau eunah mengalihkan keadaan yang sempat membuatnya kehabisan kata-kata.

“Yak! Enak saja kau! Aku tidak menyebalkan. Kau yang menyebalkan eunah-ssi!” sunggut hyukjae kesal dengan pernyataan eunah barusan. Youngji yang melihat keduanya beradu mulut hanya tertawa.

“Oppa kau ini kekanak-kanakan sekali. Lagipula kau memang terkadang menyebalkan kkk..” ucap youngji sembari terkikik pelan.

“Ji-ya mengapa kau ikut-ikutan mengataiku seperti eunah?” rajuk hyukjae seperti anak kecil. Hyukjae terlihat mengerucutkan bibirnya. Youngji yang gemas dengan tingkah hyukjae mencubit pipi hyukjae gemas. “Sakit ji-yaaa..” ucap hyukjae setelah mendapatkan cubitan dipipinya.

“Kau ini berlebihan sekali.” Ucap youngji disusul dengan tawa ringan yang keluar dari bibirnya. Eunah yang melihat sepasang kekasih bermesraan didepannya hanya mencoba ikut tersenyum. Terkadang ia juga menatap kearah lain. Agar tidak terlalu merasakan sakit yang kini terasa menyerang semua badannya, terutama hatinya. ‘Aku butuh oksigen!’ rintih eunah dalam hatinya. Ia merasa ingin menangis sekeras-kerasnya sekarang. Sungguh ia sudah tak ingin melihat hal yang lebih menyakitkan dari ini. apa ini karena dirinya mulai mencintai hyukjae? Namja yang sudah seminggu ini menemaninya hari-harinya?

“Ah, hyukjae-ssi youngji-ssi aku pamit dulu. Aku akan kembali keapartemenku.” Pamit eunah pada dua makhluk didepannya sopan. Ketika hendak melangkahkan kaki, lengan eunah dicekal oleh tangan youngji. Eunah menautkan alis menatap tangan yang sudah menghentikan langkahnya.

“Tunggu sebentar eunah-ssi!” ucap youngji disertai senyum merekah dibibirnya.

“Ada apa youngji-ssi?” Tanya eunah masih berusaha untuk tersenyum didepan gadis ini.

“Hm, begini. Aku melihat kau dan hyukjae sangat akrab.”

“Lalu? Ah, aku dan hyukjae tidak melakukan apa-apa. Hyukjae sangat menyayangimu.”

“Bukan begitu maksudku eunah-ssi. aku tidak merasa cemburu karena hal itu.”

“Lalu apa maksudmu?”

“Aku ingin kau menjadi pengapitku saat pernikahan kami.” Tawar youngji yang sukses membuat eunah membulatkan matanya.

“Ah.. aku.. mengapa harus aku?” Tanya eunah yang bingung dengan tawaran youngji.

“Hm, awalnya aku memang sudah memilih pengapit namun orang tersebut mendadakan mempunyai acara yang penting dihari yang sama dengan pernikahan kami.” Tutur youngji terlihat kecewa. “Kau mau kan menggantikan posisinya?” Tanya youngji lagi. Eunah terlihat bingung akan mengatakan apa kali ini. melihat hyukjae mengobrol seperti ini dengan youngji saja sudah membuatnya kehilangan cara bernafas dengan baik. Apalagi jika eunah melihat secara langsung prosesi pernikahan youngji dengan hyukjae? Entah apa yang akan terjadi dengan dirinya. Ia terlalu takut untuk membayangkan hal tersebut.

“Tapi youngji-ssi.. apa kau tidak salah memintaku menjadi pengapitmu? Kau sangat cantik dan anggun, sedangkan aku?” Tanya eunah kemudian. Eunah membandingkan penampilannya dengan youngji. Sungguh jauh berbeda. Ia hanya memakai kemeja yang dipadankan dengan celana jeans, lalu mantel berwarna cokelat yang melekat ditubuhnya. Tak lupa sepatu kets yang menghiasi kakinya. Sedangkan youngji? Ia memakai dress selutut berwarna biru teduh, lalu sepatu high heels yang terlihat sangat cantik dikaki mulusnya.

“Kau itu cantik eunah-ssi! aku yang melihatmu saja merasa iri padamu..” ujar youngji jujur.

“Haha.. apa yang kau irikan? Kau bahkan lebih baik 100% dari diriku youngji-ssi.”

“Sudahlah kita tidak usah mendebatkan soal ini. bagaimana apa kau menerima ajakanku tadi?”

“Youngji-ssii..” ucap eunah namun menggantung karena sang gadis sudah tak tahu akan mengatakan apalagi. Hyukjae yang sedari tadi hanya diam. Kini mulai membuka suara.

“Terima saja eunah-ssi. kami akan merasa sangat bahagia jika kau menerima tawaran kami.” Ucap hyukjae. Eunah yang mendengar hal tersebut hanya tersenyum tipis. ‘Tuhan, apa yang harus aku lakukan??’ jerit eunah dalam hatinya. Hyukjae menatap lekat eunah. Ia berharap dapat menemukan alasan mengapa gadis didepannya ini dalam keadaan yang membuat hatinya pedih.

“Berikan aku ponselmu eunah-ssi!” titah youngji. Eunah terlihat mengerutkan keningnya. Namun tangannya tetap terulur memberikan ponselnya kepada youngji. Youngji terlihat mengetik sesuatu di ponsel eunah. Tak lama, ponsel youngji berdering. Youngji hanya tersenyum melihat layar ponselnya. “Ini ponselmu eunah-ssi. nomor ponselku sudah kusimpan diponselmu, begitu juga nomor ponselmu. Akan kusimpan diponselku!” ucap youngji sembari mengangkat ponselnya kearah eunah. “Aku anggap kau menyetujui permintaanku tadi. Pernikahan kami akan diselenggarakan satu minggu lagi. Aku akan menghubungimu saat akan memilih baju pengantin juga baju untuk pengapit.” Seru youngji terlihat gembira saat menyampaikan acara pernikahannya dengan hyukjae. “Oppa, eomma memberitahuku jika setelah kau sampai diseoul kita harus segera melakukan photo prawedding. Ayo kita pergi!” ajak youngji pada hyukjae.

“Baiklah, aku mengerti ji-ya..” ucap hyukjae sembari tersenyum kearah youngji. “Eunah-ssi, kami pamit dulu ya.. sampai bertemu lagi.” Pamit hyukjae sopan, lalu menundukkan sebagian tubuhnya. Senyum kembali terlihat diwajah youngji.

“Eunah-ssi, aku pamit dulu, ya? Sampai bertemu lagi.” Ucap youngji, lalu menundukkan kepalanya sama seperti yang hyukjae lakukan sebelumnya. “Kajja oppa!” ajak youngji sembari menautkan tanganya dengan tangan hyukjae. Eunah hanya tersenyum tipis menanggapinya.

“Hati-hati dijalan!” seru eunah. Hyukjae dan youngji melepas senyum kepada eunah, lalu berjalan keluar bandara incheon. Eunah hanya bisa menatap punggung keduanya tanpa bisa melakukan apapun. Kakinya terasa lemas, tak mampu untuk menopang berat badannya lagi kali ini.

*****

“Eunah-ssi, kutunggu kau disini. Aku akan mengirimkanmu alamat butik ini lewat sms. Cepat datang. Aku dan hyukjae oppa menunggu, annyeong.” Suara seorang gadis terdengar dari ponsel eunah. Belum sempat eunah menolak. Gadis diseberang sana sudah memutus sambungan telepon mereka. Eunah hanya bisa mengumpat kesal, lalu menghembuskan nafas berat. Apalagi yang akan terjadi padanya kali ini. youngji mengajaknya untuk memilih gaun pengantin. Eunah merasa matanya mulai memanas. Mengapa akhir-akhir ini dirinya begitu cengeng? Entahlah dia sendiri tak berani menyimpulkan tentang apa yang sedang menyerang dirinya kali ini. eunah memerosotkan tubuhnya ke tembok yang berada dibelakangnya. Ia duduk sambil memeluk kedua lututnya. Ia menenggelamkan kepalanya diantara lututnya. Bahu gadis ini mulai bergetar. Ia menangis.

*****

“Annyeong youngji-ssi, hyukjae-ssi. aku sudah datang.” Sapa eunah ketika berada dihadapan hyukjae dan youngji. Kedua mahkluk didepannya menyambutnya dengan senyuman mereka.

“Oh kau sudah datang rupanya. Ayo ikut aku! Kita memilih gaun untuk pengantin dan pengapit.” Ajak youngji pada eunah. Eunah terlihat sedikit menolak ajakan youngji.

“Apa tidak sebaiknya jika kalian memilih gaun untuk pengantin bersama? Aku rasa hyukjae lebih mengerti apa yang kau inginkan.” Saran eunah pada youngji ketika tangan youngji menarik lengan eunah.

“Aniyo. Aku tidak mau! Kau tahu? Selera fashion hyukjae oppa sangat buruk.” Ucap youngji terlihat berbisik pada eunah. Namun hyukjae masih bisa mendengarnya. Hyukjae hanya tertawa kecil mendengarnya. Tangan hyukjae terulur untuk mengacak lembut rambut halus youngji.

“Kau mulai berani menjelek-jelekkanku ya?” Tanya hyukjae dengan ekspresi serius yang dibuat-buat. Youngji hanya terkikik pelan menganggapinya. “Eunah-ssi tolong temani youngji memilih gaun pengantin untuknya. Aku percaya padamu!” ucap hyukjae lalu pergi meninggalkan kedua gadis ini. hyukjae berjalan untuk memilih setelan yang akan ia gunakan pada pernikahannya tadi. Seorang pelayan terlihat membantu hyukjae melakukan hal tersebut.

*****

“Bagaimana dengan yang ini?” Tanya youngji pada eunah dengan sebuah gaun pengantin berwarna putih terang . gaun yang sederhana namun tetap menimbulkan kesan glamour jika melihat hiasan-hiasan yang melekat pada gaun tersebut.

“Gaun itu indah. Youngji-ssi kau tidak usah pusing seperti itu. Kau akan terlihat cantik memakai gaun apapun. Aku jamin hyukjae akan terpesona denganmu.” Ungkap eunah lalu terkikik pelan.

“Kau ini bisa saja eunah-ssi.” terlihat youngji berlari kecil kearah sebuah gaun yang terletak disudut toko. Youngji mengambil gaun tersebut lalu memberikannya kepada eunah. Eunah menerima gaun tersebut dengan kening mengkerut. Bingung dengan maksud youngji. Mengapa ia diberikan gaun secantik ini. padahal eunah hanyalah seorang pengapit. Gaun ini terlihat begitu berlebihan mengingat posisi itu. Gaun yang juga berwarna putih. Dengan renda-renda cantik diujung rok gaun tersebut. Juga tiga bongkah berlian imitasi yang menghiasi bagian dada gaun ini.

“Youngji-ssi apa gaun ini tidak terlalu mewah untuk seorang pengapit?” eunah mulai menyuarakan pendapatnya.

“Aniyo! Ini tidak terlalu mewah. Aku kan juga ingin melihat pengapitku nanti terlihat cantik dan menawan. Apa aku salah?” kini youngji yang balik bertanya.

“Bukan begitu maksudku. Hanya saja..” eunah terlihat bingung dengan apa yang akan dia katakan pada youngji. Tiba-tiba datang seorang pelayan yang menghampiri eunah dan youngji.

“Maaf menggangu. Tapi apakah nona berdua telah menemukan gaun yang kalian inginkan?” Tanya pelayan tadi dengan wajah ramah.

“Iya, kami sudah menemukan gaun yang kami inginkan.” Ucap youngji sembari mengangkat kedua gaun yang berada dimasing-masing tangan kiri dan kanannya.

“Silakan ikut denganku. Kita keruang ganti. Calon pengantin pria telah selesai memilih setelan yang ia inginkan. Sekarang ia tengah menunggu anda berdua.” ucap pelayan lagi.

“Baiklah. Ayo eunah-ssi!” ajak youngji sembari menarik lengan eunah untuk ikut dengannya mengekori sang pelayan tadi.

*****

“Oppa!” panggil youngji ketika tirai ruang ganti dibuka. Ia telah memakai gaun pengantin yang baru saja ia pilih tadi bersama eunah. Hyukjae tersenyum melihat sosok didepannya. Youngji memang cantik. Wajahnya terlihat amat berseri.

“Kau cantik ji-ya.” Puji hyukjae jujur. Youngji yang menerima pujian itu dari calon suaminyapun hanya tersenyum malu. Sejujurnya hyukjae lebih merasa penasaran dengan penampilan eunah ketika memakai gaun pengantin. Hyukjae melihat sekilas kedalam ruang ganti tersebut. Namun, eunah tidak ada disana bersama youngji. Seakan tahu apa maksud tatapan hyukjae. Youngji hanya tersenyum tipis.

“Eunah ada diruang ganti sebelah oppa.” Ucap youngji pada hyukjae. Hyukjae hanya menganggukan kepala mengerti.

*****

Eunah berdiri gugup didepan cermin yang memantulkan bayangan dirinya. Ia tengah berada disebuah ruang ganti. Ia menatap lekat bayangan gadis yang berada didalam cermin tersebut. Cantik, hal itulah yang langsung bergelayut dipikirannya. Ia sama sekali tak menyangka jika bayangan gadis itu adalah bayangan dirinya. Gadis didalam cermin tersebut terlalu cantik jika dibandingkan dengan dirinya yang biasa. Gaun yang simple itu terlihat begitu cantik ditubuh eunah. Tirai ruang ganti eunahpun disibak oleh sang pelayan butik tersebut. Hyukjae yang mendengar suara tersebutpun mengalihkan pandangannya kearah ruang ganti eunah. Dilihatnya eunah tengah berdiri didalam sana. Gaun cantik kini sudah melekat ditubuhnya. Hyukjae kesulitan bernafas melihat sosok didepannya. Tubuh hyukjae terasa mematung. Aliran darahnya memanas. Nafasnya menderu. Detak jantungnya terasa berpacu liar. Sosok dihadapannya terlampau cantik. Hyukjae tak ingin mengalihkan pandangnnya dari sosok dihadapannya. Pemandangan itu terlalu mempesona baginya.

“Eunah-ssi!” panggil youngji menyadarkan mereka –eunah dan hyukjae- dari lamunan mereka masing-masing. Eunah menatap youngji, lalu tersenyum manis. “Kau terlihat sangat cantik.” Ungkap youngji, sembari mengangkat ibu jarinya. Youngji tersenyum.

“Gomawo.. namun, kurasa kau berlebihan youngji-ssi.” sanggah eunah.

“Youngji benar eunah-ssi. kau terlihat sangat cantik.” puji hyukjae pada eunah. Eunah merasa pipinya memanas mendengar pernyataan tersebut. Ingin rasanya ia menghambur kedalam pelukan hyukjae. Sungguh ia tak mengerti dengan keinginannya kali ini.

*****

Esok hyukjae akan menikahi youngji. Eunah yang mendapati kenyataan itu tak henti-hentinya menangis. Ia merasa tidak ingin melihat pernikahan ini. ia merasa hyukjae adalah miliknya. Namun, pada kenyataannya hyukjae bukanlah siapa-siapa baginya. Begitu juga sebaliknya, dirinya juga bukanlah siapa-siapa bagi hyukjae. Bulir bening lagi-lagi mengalir dari mata jernihnya. Bulir itu membasahi pipi eunah. Dengan kasar eunah menghapus jejak airmatanya dengan punggung tangannya. Ini gila! Bagaimana bisa hatinya terasa begitu sakit? Ia tidak pernah merasakan hal yang seperti ini sebelumnya. Ini pertama kali baginya merasakan hal tersebut. Urat nadinya serasa digores paksa. Dan menimbulkan perih yang teramat sangat. Ponsel eunah berdering. Eunah tak memperdulikan hal tersebut. Ia tetap pada lamunannya. Ia tetap menangis tanpa tahu apa yang sebenarnya membuatnya sampai seburuk ini? Cintakah? Ini menyakitkan. Beberapa kali ponsel eunah terus saja berdering. Eunah yang mulai geram mengambil benda sialan tersebut, bermaksud untuk melempar benda tersebut hingga membentur dinding rumahnya. Namun niatnya terhenti ketika dilihat oleh eunah. Nama hyukjaelah yang kini terpampang jelas dilayar ponselnya. “Yeoboseyo..” ucap eunah terdengar lemah.

*****

“Apa kau yakin akan menjadi pengapit pada pernikahanku besok?” Tanya hyukjae pada eunah. Kini mereka berdua tengah berada disebuah taman dipusat kota seoul. Eunah menelan liurnya dengan payah.

“Apa maksudmu?” Tanya eunah bingung. Hyukjae terlihat tersenyum tipis.

“Aku hanya merasa kau menjadi pengapit youngji dengan perasaan terpaksa. Jika kau memang merasa begitu. Aku akan berbicara pada youngji untuk mencari orang lain.”

“Sudahlah hyukjae-ssi! esok adalah hari pernikahanmu. Kau tidak usah menambahkan suatu masalah lagi. Aku rela menjadi pengapit youngji. Lagipula aku sudah menganggap youngji seperti sahabatku sendiri. apa yang sebenarnya kau khawatirkan?” ucap eunah tanpa menatap hyukjae. Ia terlihat terlalu gugup hanya untuk menatap sosok yang tengah duduk disampingnya kini. Eunah berdiri bermaksud meninggalkan hyukjae. “Jika tidak ada lagi yang ingin kau katakan. Aku pamit!” ucap eunah lalu melenggang pergi meninggalkan hyukjae yang masih terduduk diam disalah satu kursi taman ditaman tersebut. Entahlah apa perasaannya ini benar atau tidak. Hyukjae merasa pernikahannya esok terasa hambar. Ia tak mau jika eunah melihat pernikahannya. Entah mengapa ia merasa kalau eunah akan terluka karena hal ini. Sebelumnya ia sangat bersemangat mengenai pernikahannya dengan youngji. Namun kini, tepatnya setelah ia mengenal eunah. Gadis yang terlampau hyperaktif itu. Perasaannya terhadap youngji mulai terasa samar. Ia bahkan tak merasa debaran yang dulu ia rasakan untuk youngji. Kini debaran jantung yang meluap ia rasakan ketika melihat eunah. Pertanda apakah ini semua? Hyukjae mengacak rambutnya kesal. Apa yang sebenarnya menimpa hatinya? Ia bingung. Teramat bingung. Hyukjae terlihat menyenderkan punggungnya, lalu menutup matanya. Ia merasa semua ini terlalu berat baginya.

*****

Lonceng geraja mulai menggema diseluruh kawasan gereja ini. salah satu geraja diseoul. Burung camar terlihat berterbangan kesana kemari. Kicauan merekapun menambah mesra suasana yang tercipta disini. Dedaunan terlihat melambai akibat hembusan angin. Didalam geraja sudah berdatangan banyak tamu undangan yang akan menghadiri acara pernikahan dua anak adam ini. ya, pernikahan siapalagi kalau bukan hyukjae dan eunah? Hyukjae sudah terlihat berdiri didepan altar, menunggu sang mempelai wanita datang kepadanya. Dilain tempat youngji terlihat dirundung kegugupan.terlihat jelas raut wajah cemas menghiasi wajah cantiknya. Eunah yang berada didalam ruangan yang sama dengan youngji hanya tersenyum.

“Kau ini kenapa youngji-ssi?” Tanya eunah.

“Aku gugup eunah-ssi.” jawab youngji sembari memainkan kuku-kuku jarinya.

“Sudahlah. Jangan terlalu dicemaskan. Ini adalah hari bahagiamu! Semuanya akan berjalan lancar. Percayalah padaku!” ucap eunah mencoba memberikan semangat pada youngji. Youngji tersenyum menanggapi perkataan eunah. “Sudah saatnya kita ke altar youngji-ssi. kau siap?” Tanya eunah. Kini sudah tiba saatnya mereka pergi kealtar. Appa youngji terlihat memasuki ruangan dimana terdapat kedua gadis tersebut.

“Ayo youngie.. hyukjae sudah menunggumu!” ucap appa youngji.

“Baik appa.” Ucap youngji, lalu berjalan dengan mengapitkan lengannya dengan lengan ayahnya. Eunah mengekori keduanya dibelakang. Pintu gereja sudah terbuka, dengan langkah perlahan youngji memasuki altar gereja. Eunah merasakan sakit yang teramat sangat disetiap langkahnya. Dalam hitungan menit, hyukjae akan menjadi milik youngji. Ia memaksakan dirinya untuk tetap tersenyum dihadapan para tamu undangan. Terdengar para tamu berbisik memuji kecantikan youngji dan ada juga yang memuji eunah. Youngji terus berjalan didampingi sang ayah. Eunah terlihat menaburkan bunga disekitaran jalan altar yang akan dilalui youngji. Sekilas eunah melirik kearah hyukjae. Namja itu kini tengah berdiri menunggu sang mempelai wanita menghampirinya. Terlihat oleh eunah penampilan hyukjae saat ini sangatlah tampan. Ia memakai setelan serba putih. Sesuai dengan tema white love yang dianut dalam acara pernikahan ini. youngji telah sampai didepan hyukjae. Ayah youngji terlihat mengusap airmata yang jatuh begitu saja dari matanya. Ayah youngji memberikan tangan sang putri pada hyukjae. Lalu lelaki paruh baya tersebut duduk dikursi gereja yang disediakan untuknya. Pengucapan janji suci akan segera dimulai. Hyukjae terlihat menggenggam tangan youngji erat. Hyukjae tahu jika gadis ini sedang dilanda perasaan gugup yang teramat sangat. Youngji hanya tersenyum menerima perlakuan tersebut.

“Baiklah. Kita mulai saja acara ini. sebelumnya, apa ada yang keberatan dengan pernikahan ini? silakan mengacungkan tangan.” Sang pastorpun mulai bersuara. Terlihat seisi gereja terdiam. Tak ada yang merasa keberatan dengan pernikahan yang akan dilaksanakan sebentar lagi. Hyukjae melirik youngji, gadis itu kini tengah tersenyum menatapnya. Hyukjaepun menarik kedua sudut bibirnya untuk membalas senyuman tersebut. “Acara kita mulai!” seru sang pastor. Baru saja pastor itu akan membuka mulutnya untuk memulai pengucapan janji suci. Youngji terlihat mengangkat tangan kanannya. Sang pastor terlihat menyeringitkan keningnya. Bingung dengan maksud youngji. Ekspresi yang sama juga tergambar jelas diraut wajah seluruh tamu undangan.

“Aku keberatan dengan pernikahan ini.” ujar youngji didepan sang pastor, juga para tamu undangan. Hyukjae membulatkan mata menatap youngji.

“HONG YOUNG JI! APA YANG KAU LAKUKAN?!!” teriak ayah youngji dengan ekspresi kesal yang teramat sangat.

“Mianhae appa. Aku tidak bisa melanjutkan pernikahan ini.” ucap youngji tenang. Ia melirik kearah eunah yang sedang menatapnya tak percaya. Youngji menarik kedua sudut bibirnya. “Eunah-ssi kemarilah!” titah youngji pada eunah. Eunah terlihat menyeringitkan keningnya. Dengan langkah ragu, eunah menghampiri gadis yang memanggilnya tadi. “Tolong nikahkan mereka berdua!” pinta youngji pada sang pastor. Youngji menatap hyukjae dan eunah bergantian.

“Youngji-ssi apa yang kau lakukan?” Tanya eunah bingung dengan apa yang dilakukan oleh youngji saat ini.

“Aku hanya melakukan apa yang seharusnya aku lakukan. Kalian saling mencintai, aku tahu itu.” Ucap youngji dan sukses membuat hyukjae dan eunah saling pandang. “Aku heran mengapa kalian tidak menyadari perasaan kalian sendiri.” ucap youngji kemudian.

“Ji-ya kau..” hyukjae terlihat sama bingungnya dengan eunah.

“Oppa, kumohon jangan berbohong pada dirimu sendiri. aku tahu kau sebenarnya telah menemukan cintamu. Dan cintamu itu adalah eunah, bukan aku.” Ungkap youngji miris. Seisi gereja dibuat terhenyak oleh kejadian mengejutkan ini. “Eunah-ssi maaf sudah membuatmu merasakan sakit. Awalnya aku tidak ingin menerima kenyataan bahwa gadis yang dicintai hyukjae oppa adalah dirimu. Namun, aku terus tersiksa dengan perasaan ini. aku merasa seperti orang jahat yang menghalangi cinta kalian.”

“Youngji-ssi, bagaimana bisa kau menyimpulkan bahwa aku mencin…” belum selesai eunah berbicara, youngji sudah memotongnya.

“Aku ini juga wanita eunah-ssi. aku tahu bagaimana rasanya melihat namja yang kita cintai akan menikahi orang lain. Dari caramu menatap hyukjae oppa dan sikapmu ketika berdekatan dengan hyukjae oppa. Semua itu sudah menunjukkan bahwa kau mencintainya eunah-ssi. dan tanpa sepengetahuan kalian. aku mengikuti kalian selama diParis. Aku merasa tatapan hyukjae oppa kepadamu itu lain. Tatapan itu lebih berarti. Aku merasa iri melihatnya. Namun kini, aku sudah mencoba untuk merelakan semuanya. Cinta tak harus selalu memiliki. Cinta adalah rasa bahagia yang kita rasakan ketika melihat orang yang kita cintai dapat tersenyum bahagia. Aku tidak ingin mengacaukan hakikat cinta yang sebenarnya.” Tutur youngji. youngji berusaha untuk tidak menangis dan tetap tersenyum. “Berbahagialah! Kalian tidak boleh menyia-yiakan pengorbananku ini. menikahlah, aku merestui cinta kalian berdua.” Ucap youngji lalu melenggang pergi meninggalkan altar gereja. Keluarga hong sudah meninggalkan gereja sedari tadi. Mereka terlalu kesal dengan tingkah sang putri hari ini. Eunah terlihat menitikan air matanya. Merasa terharu dengan apa yang dilakukan youngji. Gadis manis itu rela berkorban demi orang yang ia sayangi. Hyukjae menghapus jejak air mata yang terlintas dipipi eunah dengan ibu jarinya. “Uljima.. jangan sia-siakan pengorbanan youngji.” Ucap hyukjae pelan. Eunah terlihat mengangguk menganggapinya. Hyukjae membalik tubuhnya menghadap orang tuanya. “Abeoji, eomma, izinkan aku menikahi gadis ini.” ucap hyukjae sembari menggenggam erat tangan eunah. Kedua orangtua hyukjae terlihat menghela nafas berat. Mereka sudah mendengarkan penuturan youngji tadi. Youngji rela berkorban demi melihat hyukjae bahagia. Lalu bagaimana dengan mereka? Kedua orangtua hyukjae saling menatap satu sama lain. Kedua sudut bibir mereka tertarik dan melukiskan senyuman disana. Keduanya mengangguk bersamaan. Memberikan restu agar hyukjae dapat menikahi eunah. Gadis yang berhasil meluluh-lantakan seluruh pikirannya. Musim semi kali ini terasa mat menyegarkan. Berbagai bunga mulai tumbuh dengan subur. Dunia ini menjadi lebih berwarna. Sama halnya dengan hati eunah yang terasa lebih hidup semenjak hyukjae masuk dan ‘merusak’ kehidupannya. Semua ini memang terlalu cepat, namun eunah yakin hyukjae akan membuatnya bahagia.

THE END

Thanks buat semua yang udah baca. Ditunggu RCL-nya~ ^-^ Maaf jika FF ini kurang memuaskan. Dan maaf juga aku baru muncul sekarang, setelah selama ini tenggelam kkk~ lanjutan you are my destiny sedang dalam proses ^-^

11 thoughts on “It’s all because photography (Let me know you)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s