You Are My Destiny [Part 4 – End]

Title                    : You Are My Destiny [Part 4 – End]

Cast                     :

  • Cho Kyuhyun
  • Park Hyemi
  • And other cast

Author               : Mega Silfiani

Genre                 : Sad, Romance.

Category            : Chapter

                              Longstory with 80.193 chara (With Space)

poster ff

Hiduplah dengan seseorang yang kau pikir, kau tidak akan bisa hidup tanpanya. Bukan berpikir bahwa Kau bisa hidup dengannya. Cinta bukanlah sebuah keegoisan semata. Cinta yang tulus tak akan pernah padam meskipun ‘dia’ tak adalagi bersamamu.

“Mmm.. oppa” panggil hyemi  pelan.

“Ne?” sahut yesung, lalu memandangi wajah mulus hyemi.

“Mmm.. bolehkah aku tinggal dirumahmu?” Tanya hyemi ragu-ragu. Ia terlihat menggigit bibir bawahnya.

“MWOYA?? Kau serius?” Tanya yesung kaget.

“Bolehkan?” hyemi kembali meminta pernyataan yesung. Yesung terlihat sedikit mengerutkan keningnya.

[Part 4-END Beginning]


Yesung sedikit bimbang dengan keputusan yang akan ia katakan pada gadis didepannya ini.

“Eotte? Bolehkan oppa?” bujuk hyemi untuk kesekian kalinya. Yesung mengurut pelan pelipisnya, mencoba berfikir apa yang sebaiknya ia lakukan saat ini. disatu sisi ia setuju jika hyemi tinggal di bersamanya, bukankah dengan begitu ia bisa lebih sering melihat wajah hyemi setiap pagi. Ia sangat mengingikan hal tersebut. Namun disisi lain, apa yang akan dikatakan oleh orang lain. Jika ia tinggal dengan seseorang yang sudah menikah. Ia bisa saja disebut sebagai pengganggu rumah tangga orang lain.

“Mengapa kau tidak kembali ke rumah orang tuamu saja?” tawar yesung, mencoba memberikan jalan tengah bagi gadis didepannya. Hyemi mendongak dan menatap yesung. Ia terlihat mengerucutkan bibirnya.

“Maldo andwae . Aku tidak bisa oppa. Jika aku kembali kerumah orang tuaku. Kyuhyun pasti akan dengan mudah membawaku kembali padanya. Shireo.. ” tolak hyemi tak setuju dengan jalan tengah yang diberikan oleh yesung. Yesung mengangguk paham akan apa yang diinginkan hyemi. Hyemi menghela nafas panjang, lalu menatap yesung dengan tatapan sebal. “Jika oppa tidak mengijinkan aku tinggal bersamamu. Geurae.. aku bisa tinggal di hotel saja. Ahh.. ani. Kebanyakan hotel mewah sudah dipindah tangan menjadi milik keluarga Cho. Kalau begitu aku akan tinggal di motel saja.” Ungkap gadis tersebut. Yesung tersentak terkejut. Ia tidak mungkin membiarkan gadis yang ia cintai tinggal di motel sendirian. Itu semua terlalu berbahaya, fikirnya.

“Ahh.. geurae. Aku mengijinkanmu tinggal bersamaku.” Ucap yesung, mengalah pada akhirnya. Ia melihat hyemi terkekeh pelan. “Jeongmalyo?” Tanya hyemi memastikan.

“Eoh.” Jawab yesung singkat.

“Joha.. ayo kita ke apartemenmu. Aku lelah, eoh?” yesung terlihat menghela nafas berat. Ia tak mengerti apa ini keputusan yang benar atau tidak. Namun, melihat senyum yang merekah dari bibir hyemi, membuatnya berfikir jika jalan inilah yang ia harus lakukan.

“Nee.. kajja!” ajak yesung, menggenggam tangan hyemi, berjalan bersama di jalanan kota seoul  yang padat.

“Apa apartemenmu jauh dari sini?” Tanya hyemi ditengah perjalanan menuju stasiun bawah tanah.

“Aniya.. tak terlalu jauh. Hanya sekali pemberhentian kereta. “

“Eohh.. arraseo!”.

*****

“Joha.. apartemenmu cukup besar oppa.” Ungkap hyemi jujur saat memasuki apartemen milik yesung. Yesung hanya tersenyum mendengarnya.

“Apa kau tinggal sendiri disini?” Tanya hyemi, kakinya tak berhenti melangkah. Menelisik setiap sudut apartemen yesung. Yesung hanya mengikuti kemana arah langkah kaki gadis tersebut.

“Eohh.. orang tua dan adikku tinggal dirumah pribadi. Aku hanya sendiri disini. Gwenchana?” hyemi menghentikan langkahnya, lalu berbalik menatap yesung yang berdiri dibelakangnya. Beberapa detik gadis tersebut diam, Nampak sedang berfikir. Sampai akhirnya sebuah senyum manis melengkung menghiasi wajah cantiknya.

“Gwenchana oppa. Geokjongma..” hyemi kembali melanjutkan kegiatannya. Menelurusi setiap sudut apartemen yesung.

“Ah, ne, tadi kau bilang ingin istirahat?” tegur yesung pada hyemi. Hyemi menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

”Hehe.. aku lupa. Ne, dimana kamar yang bisa kupakai?”

“nal ttalawa! (Ikuti aku!) ” ujar yesung,menuntun gadisnya menuju kamar yang diperuntukan bagi tamu.

“Igo.. johasseo?? (Ini.. kau suka?) ” ucap yesung sembari menatap gadis yang tengah berdiri disampingnya. Gadis tersebut hanya menggangguk tanda setuju. “Kamar mandinya ada disebelah sana.” Ujar yesung menunjukan sebuah ruangan disudut kamar. “Jika kau perlu sesuatu, kau katakan saja padaku, arra?”. Hyemi terlihat mengangguk mengerti. “Jika kau perlu handuk, ada di lemari. Tenang saja, handuk tersebut baru.” Ungkap yesung jujur. Ia mengacak pelan rambut hyemi.

“Oppa” panggil hyemi, membuat yesung mengurungkan niatnya untuk keluar dari kamar tersebut.

“Eoh” sahut yesung, ia berjalan kembali ke arah hyemi.

“Aku lupa, aku tidak membawa pakaian.” Adu hyemi ragu-ragu. Yesung terlihat menyeringitkan dahinya, lalu sedetik kemudian ia mengangguk, mengerti dengan apa yang dimaksud gadis tersebut.

“Arrayo.. kau mandilah dulu. Sementara kau mandi aku akan pergi ke toko pakaian untuk membelikanmu beberapa pakaian disana.” Perintah yesung sembari mendorong pelan tubuh hyemi menuju kamar mandi. Hyemi memberontak, menolak dorongan yesung padanya.

“Oppa..” seru hyemi, kepalanya ia tengokkan kebelakang menatap yesung.

“Eoh. Waeyo? sudah sana masuk.” Perintah yesung, masih tetap mendorong tubuh hyemi. Hyemi masih terus menolak, ia membalikkan badannya menghadap yesung. Karena hyemi melakukan semua itu dengan tiba-tiba. Hidungnya terbentur leher yesung. Hal tersebut membuatnya sedikit meringis pelan. Sementara itu yesung yang menyadari hal tersebut hanya tertawa melihat sang gadis meringis pelan.

“Aww.. appayo.. ” ujar hyemi sembari mengelus pelan hidungnya. Ia terlihat mengerucutkan bibirnya. Melihat hal tersebut, yesung semakin gencar tertawa, terlihat jelas muka hyemi yang merah padam menahan malu.

“Uchimaseyo.. (jangan tertawa)” ucap hyemi memukul pelan dada yesung. Yesung menatap gadis didepannya, masih menahan tawanya yang ingin sekali meledak.

“Arra.. mianhae . jeongmal apeun mueos-ibnikka? (Apakah benar-benar sakit?)” Tanya yesung, terdengar nada khawatir pada kalimatnya tersebut.

“Jeongmal apeuntta.. (sangat sakit)” jawab hyemi. yesung menjulurkan tangannya mengusap pelan puncuk kepala hyemi.

“Mianatta.. “ ucap yesung lembut. “Kka.. (pergi) kau harus menurut padaku. cepat mandi, eoh!” lanjutnya.

“Handukku, bahkan aku belum mangambil handuk, oppa!” ujar hyemi sebal, itulah alasannya tadi menolak perintah yesung untuk masuk kedalam kamar mandi.

“ Aigo..kkamppag-yo (Ah iya aku lupa)” ucap yesung, ia terlihat tersenyum bersalah. Hyemi hanya mendengus kesal kearah yesung. “Pikyeo (Minggir) aku ingin mengambil handukku dilemari.” Ucap hyemi, lalu melenggang pergi menuju lemari pakaian, yang terletak disalah satu sudut kamar. Setelah mendapatkan apa yang ia inginkan, tanpa diperintah lagi hyemi telah menghilang dibalik pintu kamar mandi.

“Mianhae..” ujar yesung dari luar. Tak terdengar sahutan hyemi, hanya gemericik air shower yang terdengar. “Nae kkalkeyo (aku pergi)” ucap yesung sebelum keluar kamar tersebut.

Kini hyemi telah selesai mandi, ia keluar kamar mandi dan menemukan sebuah kemeja putih diatas ranjang. Kemeja tersebut terlihat begitu besar. “mwoya?” hyemi mengulurkan tangannya, lalu meraih kemeja tersebut. Ia melihat diatas kemeja tersebut terdapat secarik kertas. Dengan gerakan cepat gadis tersebut membaca apa yang tertulis disana. Tak lama, seusai hyemi selesai membaca pesan tulis tersebut. Bibirnya melengkung membentuk sebuh senyum manis diwajahnya.

Untuk Hyemi

Mianhae.. aku sama sekali tak berniat mentertawakanmu tadi. Wajahmu ketika marah sangat lucu. Aku tak tahan untuk tak tertawa karena itu. Ng, jika kau telah selesai mandi. Pakailah kemeja itu dulu, hanya sementara. Sampai aku pulang, dan mamberikanmu pakaian yang aku beli. Arra? Jangan pergi kemana-mana.

Dari Yesung

“Arrayo oppa..” gumam hyemi. Seusai membaca surat tersebut, tangan hyemi langsung disibukan untuk memakai kemeja tersebut. “Aigo.. kenapa sependek ini?” ujar hyemi pada dirinya sendiri. ia melihat kearah pahanya yang tak tertutup kain kemeja tersebut. Kemeja itu hanya menutupi sedikit paha atasnya saja. Hyemi terlihat mengerucutkan bibirnya. Ia merasa risih memakai pakaian yang sependek ini. ‘Hah.. sudahlah ini hanya sementara sampai yesung oppa kembali. Lagipula tak ada seorang pun disini.’ Pikir hyemi dalam hati.

*****

“jib-e waseo (aku pulang) ” seru yesung saat ia masuk kedalam apartemennya. Lama, ia tak mendengar sahutan hyemi dari dalam apartemen. “Hyemi-ya eoddiga? (Hyemi kau dimana?) ” Tanya yesung, sembari melemparkan pandangannya keseluruh penjuru apartemennya. Pandangannya terhenti melihat seorang gadis yang tengah terlelap dengan damainya disofa ruang tamu. Wajahnya begitu terlihat nyaman, tak menunjukan bahwa ia sedang bersedih hati. Hatinya, ya hati gadis tersebut sedang terluka, terluka akibat melihat perbuatan ‘suami’nya yang sangat menyakitinya. Perlahan, yesung mendekati sofa tersebut. Ia tersenyum lebar begitu sampai didepan gadis tersebut. Ia mengulurkan tangannya merapikan poni rambut sang gadis. Perlahan, ia menyentuhkan tangannya mengelus pelan pipi chubby sang gadis. Berhati-hati agar gadis tersebut tak merasa terusik. “Mengapa kau harus menyukainya hyemi-ya? Walaupun kau tak pernah mengatakan bahwa kau menyukainya. Semua itu begitu terang, jelas terlihat. Sangatlah jelas jika kau benar-benar menyukainya. Sangat amat menyukainya, hyemi-ya..” yesung merapikan anak-anak rambut yang menutupi wajah sang gadis, disampirkannya kebelakang telinga hyemi. “Kau tahu’kan, jika aku menyukaimu.” Yesung tersenyum getir. “Apa kau tak berniat meninggalkan kyuhyun setelah kejadian ini?” yesung memindahkan letak tangannya. Ia mengelus lembut kening gadis didepannya. “Aku ingin memilikimu hyemi. Sangat amat ingin memilikimu. Aku ingin melihatmu setiap hari tertidur seperti ini disampingku. Aku ingin melihatmu setiap hari dipagiku. Aku ingin melihatmu tersenyum padaku setiap hari. Aku ingin.. aku ingin kau menjadi yeojaku hyemi-ya.” Yesung terlihat menggigit bibir bawahnya.menahan rasa sakit yang kini mengerogoti tubuhnya. “Jika saja, kau mengatakan,kalau kau mempunyai perasaan yang sama terhadapku. Aku akan langsung merebutmu dari kyuhyun saat itu juga. Namun sayangnya, kau tidak memiliki perasaan seperti yang aku rasakan.” Yesung semakin merasa dadanya sesak. “Apa aku hanya bisa mengagumimu tanpa memilikimu? Mengapa begitu malang nasibku ini?” nafas yesung mulai memburu, ia merasa persendiaanya terasa ngilu. Bulir bening kini telah bersarang dipelupuk matanya. Namun, yesung terus tersenyum mamandangi gadis didepannya. Senyum yang begitu dipaksakan tentu saja. Tanpa yesung sadar, sebulir air mata kesedihannya tumpah. Air mata itu mengenai kulit putih hyemi. Sesegera mungkin yesung menghapus jejak air mata dari wajahnya. “Mengapa aku begitu cengeng?” Ucap yesung getir. Ia melihat hyemi menggeliat pelan. Dan perlahan, hyemi mulai mengerjapkan matanya. Hyemi sudah terjaga dari tidurnya. “Apa aku menganggu tidurmu?” Tanya yesung lembut, ketika mata hyemi sudah terbuka sempurna. “Oppa wasseo (Kau sudah datang)” ucap hyemi sumringah melihat sosok didepannya. Ia terlihat bangun dari posisi tidurnya. Yesung hanya tersenyum melihat tingkah gadis tersebut. Tak perlu waktu lama, kini yesung sudah duduk disamping hyemi. “Ini pakaian yang kau minta. Mungkin jika kau memintanya pada kyuhyun akan berbeda harganya dengan yang kubelikan.” Ujar yesung pelan, namun masih dapat ditangkap oleh indra pendengaran hyemi.

“Oppa..” bentak hyemi tak suka dengan apa yang tadi namja tersebut katakan. Yesung hanya tersenyum kikuk, ia menggaruk pelan tengkuknya yang sama sekali tidak terasa gatal. “Joha.. aku ganti baju dulu,eoh?” ucap hyemi, lalu melenggang pergi meninggalkan yesung disofa.

“Hyemi-ya!” seru yesung dengan suara yang cukup keras. “Eoh” sahut hyemi didalam kamarnya. “Ppaliwa.. (Cepatlah) jika telah selesai, Ayo kita makan. Baegopa (aku lapar)” ujar yesung pada hyemi.

“Mmm.. arrayo oppa”

*****

KYUHYUN POV

Shit! Kemana perginya gadisku? Aku sudah berkeliling kampus mencarinya. Setiap orang disana juga sudah kutanyai tentang keberadaannya, namun nihil. Ia sama sekali tak kutemukan. Ia juga tak berada di apartemen kami. Oh tuhan, aku benar-benar mengkhawatirkan gadisku kali ini. kemana perginya gadis itu? Kini aku memberanikan diri mencari ke rumah orang tuanya. Itu tempat terakhir yang bisa kutebak. Entah, jika ia tak ada disana. Kemana lagi aku harus mencari keberadaannya. Kupacu mobilku, seperti seseorang yang kalap dalam balapan. Kecepatan mobiku seolah membelah jalanan kota seoul disiang hari ini. dengan ragu aku mengetuk pintu rumah mereka –orang tua hyemi- . tak lama menunggu, terdengar bunyi derit pintu bergerak membuka.

“Oh.. kyuhyun hyung.” Sapa seorang namja saat pintu terbuka sempurna, ia adalah adik hyemi –hyun jun-. “Hyung, kemana noona? Apa ia tidak kau ajak? Aku merindukannya..” ucap hyun jun kecewa karena ia tidak melihat sosok noonanya bersamaku saat ini.

“Noonamu tidak ada disini?” tanyaku padanya dengan nada ragu. aku menengguk ludah dengan susah payah. Ia terlihat mengerutkan keningnya. Ia menatapku dengan pandangan bingung.  Kutarik kedua sudut bibirku, berusaha tersenyum walau terasa amat hambar. “Hyunnie.. waegeurae? Siapa yang datang?” seru suara seseorang didalam kediaman mewah keluarga park.

“Kyuhyun hyung, eomma..” sahut namja kecil didepannku. Terdengar derap langkah terburu-buru menghampiri kami.

“Ahh.. kyuhyun-ah.” Sapa eomonim padaku, ia mengelus pelan lengan kiriku. Matanya terus mengedar mencari sosok seseorang. “Hyemi tidak ikut bersamamu?” ucap eommonim, menatapku dengan tatapan heran.

“Hyung kemari justru mencari keberadaan noona, eomma” pekik hyun jun saat aku tak jua merespon pertanyaan eommonim. Eommonim terlihat kaget mendengarnya.

“Waeyo? Apa kau bertengkar dengan hyemi?” Tanya eommonim, terdengar jelas nada kecemasan disana.

“Aniyo.. kami baik-baik saja, eommonim. Anda tak perlu khawatir.” Ucapku berbohong. Aku tak mau jika masalah kami –aku dan hyemi- membuat cemas orang tua hyemi.

“Lalu? Ada apa kau mencari hyemi? Apa putriku melarikan diri darimu?” aku tertawa hambar menanggapi pertanyaan eommonim tadi.

“anniyo.. bukan seperti itu. Ia tadi pergi tanpa memberitahuku. Kukira ia datang kemari. Ahh.. mungkin ia berada dikampusnya. Mengapa aku tak kesana tadi.” Ucapku seolah aku belum menyantroni kampus untuk mencari keberadaan gadis tersebut. Kulihat eommonim tersenyum singkat.

“Ahh.. eommonim aku pergi dulu, ne?” pamitku, saat melihat mulut eomma bersiap meluncurkan pertanyaan padaku. aku membungkukan setengah badanku hormat. Memberi salam pada eommonim dan hyun jun.

“Hyung-ah.” Panggil hyun jun, hal tersebut membuatku menghentikan langkah secara otomatis. Kutolehkan kepalaku menatapnya. Aku mencoba menarik sudut-sudut bibirku membentuk senyuman.

“Wae, hyun jun-ah?” tanyaku ragu-ragu. Ia terlihat mengigit bibir bawahnya. Terlihat ragu untuk mengatakan sesuatu.

“Aku ikut mencari noona.” Pintanya, aku membelalakan mata mendengarnya. Kulihat eommonim sama terkejutnya dengannku. Eommonim menatap tajam hyun jun, seolah ingin menelan anak laki-lakinya tersebut hidup-hidup. Tatapan eommonim kini beralih menatapku. Tidak, ia tidak menatapku tajam. Justru sebaliknya ia menatapku lembut.

“mmm.. kyuhyun-ah jangan pedulikan hyun jun. ia sedang sakit, makanya bicaranya tidak terarah seperti itu..” ucap eommonim ragu. “Eomma..!” bentak hyun jun, merasa tak terima. Namun, eommonim hanya menatapnya –lagi-lagi- dengan tatapan tajam. Aku menatap keduanya bingung.

“Eoh.. arrayo eommonim. Aku pergi dulu. Annyeong!” ucapku, lalu berjalan dengan langkah sedikit terhuyung. Sungguh kali ini aku tidak tahu kemana lagi aku harus mencari keberadaannya. Hye Mi-ya kau dimana,eoh?

AUTHOR POV

“Eomma aku tidak sakit! Aku ingin ikut hyung mencari noona.” Rengek hyun jun pada ibunya. Namun, sang ibu tidak memperdulikannya. Nyonya Park hanya menarik paksa sang anak untuk masuk kembali kedalam rumah mereka. “Eommma..” bujuk hyun jun untuk kesekian kalinya. Kini sang ibu menyerah, lalu ia menatap anak laki-lakinya tersebut.

“Waeyo? Mmm?” ucap sang ibu.

“Biarkan aku ikut dengan hyung. Aku khawatir dengan noona. Apa eomma tidak merasakan hal yang sama?” sang ibu hanya terkekeh pelan mendengar penuturan anaknya tersebut.

“Eomma tahu. Eomma juga merasa seperti itu. Namun, biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri. mereka sudah besar, sudah menikah. Jadi, mereka berhak mengurus satu sama lain. Sebaiknya kita tidak perlu ikut campur, kau mengerti?”

“Tapi, bagaimana jika terjadi apa-apa dengan noona? Apa tidak sebaiknya kita membantu mereka eomma?” Tanya hyun jun lagi. “Eomma yakin kyuhyun dan noona-mu bisa mengatasi masalah mereka sendiri. kau tidak usah cemas. Ahh.. dan satu lagi, jangan laporkan tentang hal ini pada appa. Jika appa tahu tentang hal ini darimu. Eomma janji tidak akan ada jatah uang saku selama satu bulan. Arra?” ucap sang ibu,lalu berjalan mendahului anaknya yang kini tengah berdiri terpaku dibelakangnya.

“Tidak diberi uang saku satu bulan?” ulang hyun jun berusaha menyadarkan fikirannya. “Eommaaaa” teriaknya memenuhi setiap sudut rumah. Sang ibu hanya terkekeh pelan melihat tingkah anak laki-lakinya tersebut. ‘Jika kau sudah dewasa. Kau pasti mengetahui alasan mengapa eomma melakukan hal ini, hyunnie.’gumam sang ibu dalam hati.

*****

@Cho Coorporation

“Chogiyo.. anda diminta menandatangani semua dokumen ini, tuan cho.” Ucap seorang laki-laki paruh bawa ragu-ragu. Orang yang dipanggil tuan Cho tadi tak juga menggubris hal tersebut. Ia tetap asik dengan kegiatannya sendiri. Kini ia sedang duduk di kursinya menghadap kearah jalannan kota seoul. “Maaf tuan Cho. Bisakah anda menandatangani semua ini sekarang? Kami…” Sang sekertaris tadi kembali berucap. Namun belum sempat ia menyempurnakan kalimatnya, Kyuhyun dengan seenak hati memotong perkataannya.

“ pergi!” ucap kyuhyun pelan, namun tegas. Terdengar jelas nada mengancam terselebung didalam kalimatnya tadi.

“ Tapi tuan, kita harus…”

“KAU MENGERTI APA YANG AKU KATAKAN ATAU TIDAK? KUBILANG PERGI! SEKARANG!” bentak kyuhyun keras, sukses membuat sang sekertaris bergidik ngeri dan memilih menyelamatkan dirinya dari amukan kyuhyun. Ia tanpa kata lagi langsung keluar dari ruangan kyuhyun dengan raut wajah ketakutan. Kyuhyun menatap punggung sang sekertaris yang kini sedang berjalan keluar ruangannya.

“ Jankaman..”ujar kyuhyun tiba-tiba.

“Ne? anda memanggil saya tuan?” Tanya sang sekertaris ragu-ragu.

“Ia. Siapa lagi memangnya?”

“Ne.. Josonghamnida.. Ada yang bisa saya bantu?”

“Cari tau dimana keberadaan HyeMi.”

“Ne?Maksud anda? Nona hilang?” Tanya sekertaris tersebut kaget. Ia membekap mulutnya dengan tangannya sendiri. Kyuhyun terlihat menghela nafas panjang.

“Iya dia hilang.. ng.. tepatnya ia pergi dan aku tak tau kemana ia pergi. Tuan Jang tolong, Kumohon bantu aku mencarinya.” Ucap kyuhyun melemah.

“Anda sudah memberitahu semua ini pada orang tuanya dan orang tua anda tuan?” Kyuhyun hanya menggeleng pelan menanggapi pertanyaan dari sekertarisnya tadi. Sekertarisnya yang dipanggil tuan jang tadi terlihat mengerutkan keningnya khawatir.

“Ne.. baik tuan. Saya sebisa mungkin akan mencari tahu dimana keberadaan Nona.” Kyuhyun hanya tersenyum tipis.

“Ah.. ne.. tuan Jang tolong jangan memberitahukan ini pada siapapun. Apalagi ayahku. Aku mempercayaimu.”

“Ne.. arrashimnida.. Geokjeongma..” sang sekertaris terlihat membungkukan badannya, pamit.

“Jadi HyeMi hilang?” Tanya sebuah suara yang membuat kyuhyun dan Tuan Jang kaget.

“Leeteuk Hyung?” ucap kyuhyun  terbelalak melihat sosok namja tegap didepannya.

“Tuan Jang bisakah kau tinggalkan kami disini.”pinta leeteuk sopan pada tuan jang.

“ ne.. arrashimnida” jawab tuan jang, lalu pergi dari hadapan kyuhyun dan leeteuk. Kyuhyun kembali menatap kaca jendela besar dibelakangnya.

“ Sekarang, cepat jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi? Ada apa antara dirimu dan hyemi. Jangan BERBOHONG PADAKU KYUHYUN-AH!” ucap leeteuk kesal.

HYE MI POV

Sudah hampir 4 hari aku tinggal bersama yesung oppa. Ia memperlakukanku dengan baik, amat sangat baik. Setiap pagi aku selalu tersenyum karenanya, jauh berbeda ketika pagiku bersama kyuhyun. Hanya ada seringai menyebalkannya ketika ia berhasil menjahiliku. Arrghhh.. untuk apa kau mengingatnya hyemi? Babo. Jinnja babo yeoja. Ng, sudah 4 hari pula. Aku tak bertemu dengan kyuhyun. Mmm.. baiklah aku mulai mengungkitnya lagi. Sungguh aku merasa ada sesuatu dalam diriku yang hilang selama 4 hari ini. aku juga tak mengerti perasaan apa yang sebenarnya aku sedang rasakan saat ini. Mungkinkah.. aku. Ng, mungkinkah au merindukan sosok kyuhyun disampingku? Aigoo.. Michin . Bagaimana bisa aku berfikiran seperti itu. Ahh.. mollaseo aku tak mengerti tentang perasaan yang sedang kurasakan saat ini. rasanya seperti kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidupku. Rasanya seperti kau kehabisan oksigen, tidak bisa bernafas. Entahlah, selama 4 hari ini aku selalu gelisah. Deru jantungku tak setenang biasanya. Helaan nafasku pun tak jauh berbeda. Sangat tak nyaman, sesak. Ada apa ini sebenarnya? Mengapa aku terus menerus memikirkan kyuhyun. Hyemi ada apa dengan dirimu? Aigo.. aku lupa jika aku harus ke minimarket untuk membeli pembalut wanita. Aku tidak mungkin meminta yesung oppa membelikannya untukku,kan? Dengan langkah pelan, aku berjalan menuju minimarket yang jaraknya tak terlalu jauh dari apartemen yesung oppa. Setelah mendapatkan apa yang kubutuhkan, dengan segera aku melangkahkan kakiku kembali ke apartemen. Namun, secara tiba-tiba sebuah tangan memegang lenganku. Aku menoleh kearah sang pemilik tangan tersebut. “Hae Min-ah??” ucapku tersontak kaget.

*****

“Ternyata selama ini kau tinggal bersama yesung sunbae?” tanyanya tak percaya. Kini kami tengah berada di ruang tamu apartemen yesung. Aku hanya mengangguk lemah menanggapi pertanyaannya tersebut. “Yakkk.. aishh jinjja. Kau tahu? Kyuhyun sunbae sedang sakit!” ucapnya penuh penekanan.

“Mwoya? Kyu..kyuhyun sa..kit?” tanyaku dengan suara yang terdengar lemah.

“Ne.. sejak kau meninggalkannya empat hari yang lalu. Ia benar-benar seperti orang gila. Ia selalu uring-uringan. Dan yang kudengar dari donghae oppa. Pekerjaannya dikantorpun terabaikan. Kau tahu itu? Sebenarnya apa yang terjadi antara kalian berdua hyemi-ya?” tuturnya. Aku hanya menunduk merasa bersalah. Cukup lama terjadi keheningan antara kami. “Hyemi-ya…” ucap heamin kini dengan nada yang terdengar seperti membentak. Aku menatapnya ragu, kugigit keras bibir bawahku.

“Mianhae.. aku tidak tahu.” Ucapku pelan.

“Aishhhh..” geram heamin, ia terlihat mengacak pelan rambutnya.

“Memangnya kyuhyun sakit apa?” tanyaku ragu-ragu.

“Entahlah.. kemarin terakhir kali kulihat wajahnya sangat pucat. Sepertinya ia tidak makan selama kau pergi, suhu tubuhnya pun sangat tinggi. Ia hanya mengurung diri dikamar. Sungguh aku tidak tega melihat sunbaenim seperti itu. Dan kau tahu? Ia selalu menyebut namamu. Ia benar-benar seperti orang depresi hyemi-ya. Kau dengar itu? Seperti orang depresi,huh!” aku menghela nafas berat mendengar penuturan heamin. Ya tuhan, Apakah separah itu keadaan kyuhyun? Aku kembali mengigit bibir bawahku. Menahan rasa sakit yang kini serasa menyerang persendiaanku. Kucoba menelan liur, sangat pedih. Nafaskupun kini tak lagi dapat tenang. Tatapanku seolah tak terfokus kali ini. “Aku pamit pulang. Dan ingat! Kau harus kembali ke apartemen kalian. kau mengerti?” ujar heamin.

“Hea Min-ah. Jebal, jangan katakan jika aku ada diapartemen yesung oppa. Aku tidak mau kyuhyun…. Ng… “kataku ragu. Heamin terlihat memicingkan mata.

“Arraseo” ucapnya kemudian. Aku hanya tersenyum tipis menanggapinya. Beberapa detik kemudian ia telah lenyap dari jarak pandangku. Aku mencoba untuk bangkit dan berniat berjalan menuju dapur, sekedar untuk mengambil minum. Tenggorakanku terasa amat kering. Dengan cekatan aku meraih air mineral di dalam kulkas. Lalu menengguknya hingga habis tak bersisa. “Mengapa tenggorokanku masih saja teras kering?” ujarku getir. Tanpa aku sadari setetes demi setetes air mata mulai mengaliri pipiku. Hatiku terasa penuh sesak. Dengan sembarangan kuusap lelahan air mata yang menghiasi pipiku. Apa yang seharusnya kulakukan saat ini?

*****

AUTHOR POV

Dengan langkah ragu-ragu, hyemi berjalan menuju lift. Setelah berdebat dengan batinnya sendiri. akhirnya, ia memutuskan untuk mengikuti hatinya ketimbang ego yang kini bersarang di otaknya. Ia memutuskan untuk kembali ke apartemennya dan melihat keadaan kyuhyun. Ia berharap, ini adalah jalan terbaik yang sekarang ini harus ia pilih. “Hyemi…” seru suara seorang laki-laki dari dalam apartemen mereka. Suara tersebut terdengar begitu parau. Ya, pemilik suara tersebut adalah kyuhyun. Kini ia tengah terduduk lemah disofa ruang tamu. Mungkin ia masih tidak percaya, jika gadisnya kini telah berada di depannya. Hyemi terlihat menelan ludah dengan susah payah. Ia menarik nafas panjang, dan berjalan perlahan menghampiri kyuhyun. Hyemi menarik pelan kedua sudut bibirnya. Melengkungkan senyuman yang terasa begitu hambar. Terlihat kyuhyun bangkit berdiri dari posisinya. Ia berjalan perlahan menghampiri sosok gadis yang tengah ia rindukan selama 4 hari ini. Kini kyuhyun telah berada tepat didepan hyemi. Seolah telah terbius, kyuhyun terus menerus menatap wajah gadis didepannya. Wajah gadis yang berhasil memenjarakan hatinya. Wajah gadis yang selalu menjelajahi setiap ruang di fikirannya. Dengan segera kyuhyun merengkuh tubuh gadis tersebut kedalam pelukannya. Membenamkan wajah gadis tersebut didepan  dada bidangnya. Hyemi hanya bisa tersentak kaget, tanpa menolak pelukan kyuhyun. Entah mengapa ia merasa pelukan ini amat sangat ia butuhkan. Jemari kyuhyun menelusup kedalam helaian rambut sang gadis. Kyuhyun mengecup pelan puncuk kepala hyemi. ‘Oksigenku telah kembali’ gumam kyuhyun dalam hati.

“Kyuhyun-ssi…” ujar hyemi sembari berusaha melepaskan pelukan kyuhyun.

“Kumohon, biarkan seperti ini.” ucap kyuhyun, ia mempererat pelukannya pada hyemi. Bulir bening itu kembali bersarang dipelupuk mata hyemi. Rasa sesak serasa menyerang dadanya tanpa ampun. Keheningan tercipta diantara mereka.

“Kumohon lepaskan.” Ucap Hyemi datar. Kyuhyun menatap hyemi dalam. Seolah menelusuri setiap ekspresi yang terpancar dari wajah gadisnya.

“Kemana saja kau selama ini, huh?! Apa kau tahu aku hampir mati mencari keberadaanmu?” ucap kyuhyun pelan namun terasa sangat mematikan. Hyemi mengalihkan pandangnya. Ia menundukan kepalanya. Ia tak mau jika ia harus menatap mata kyuhyun.

“Uhmm.. aku. Ah aniyo. Kau tidak perlu mengetahui dimana keberadaanku selama ini.” hyemi terlihat gugup, ia memainkan kuku-kuku jarinya.

“Mwo?! Aku ini suamimu, apa kau fikir aku tidak ada hak untuk tahu dimana keberadaanmu? Hah?!” bentak kyuhyun.

“Cihh.. suami? Suami macam apa yang berciuman dengan wanita lain? Suami macam apa? Hah?! Jawab aku!” Hyemi menatap kyuhyun dengan wajah memerah. Antara menahan amarah dan menahan air mata yang sudah mendesak keluar dari mata indahnya. Kyuhyun terhenyak dalam keheningannya sendiri. “Mwoya? Mengapa kau menatapku seperti itu? Benarkan? Kau sama sekali tak pantas disebut seorang suami.”Ucap Hyemi kasar, ia tersenyum miring. “Ahh.. aku ingat kau dan aku hanya menikah karena perjodohan saja. Jadi diantara kita sudah pasti tidak ada perasaan cinta sama sekali. Baiklah, mulai sekarang kau bebas berurusan dengan wanita manapun dan …”

“Dan kau bebas bersama yesung hyung? Begitu maksudmu?” potong kyuhyun sebelum hyemi menyelesaikan perkataannya.

“Mwoya?”

“Tidak usah banyak mengelak Hyemi.. selama ini kau sering bersama yesung hyung kan? Kalian sering jalan bersama dibelakangku? Bahkan yesung hyung juga pernah mencium pipimu ditaman kampus? Benarkan?”

“Kau tau hal itu? Uhmm.. maksudku saat..” Hyemi menggantungkan kalimatnya. Ia terlihat ragu untuk mengatakannya.

“Saat yesung hyung berani mencium pipimu?” Kyuhyun memamerkan seringainya. “Aku ini suamimu. Jangan pernah biarkan namja lain menyentuhmu. Kau memahaminya atau tidak, hah?!”Hyemi hanya bisa terdiam. Tak mengerti apa yang harus ia katakan saat ini. Ia terlihat menarik nafas berat, lalu menatap kyuhyun dengan tatapan.. ahhh.. entahlah ia sendiripun tak tau. Ia merasa marah ketika kyuhyun bersama wanita lain. Namun ia sendiri ternyata tak jauh berbeda. Ia juga sering bersama namja lain selain kyuhyun. Tepatnya  bersama yesung.

“Arra.. mulai sekarang jalani hidup kita masing-masing. Kau dan aku tidak saling mencinta bukan? Kita hanya terikat tali pernikahan karena ide konyol sebuah perjodohan. Jadi, mulai sekarang kau bebas bersama wanita yang kau suka. Dan anggap saja kita tak saling kenal ketika berpapasan dijalan.” Hyemi berniat pergi dari pandangan kyuhyun. Namun, niatnya terhentikan ketika dengan cekatan kyuhyun mencengkram lengannya dan membuatnya sedikit meringis perih.

“Mau kemana kau Cho Hyemi-ah?” Tanya kyuhyun penuh emosi.

“Waeyo? Bukankah aku sudah katakan. Mulai saat ini kita jalani hidup kita masing-masing.”

“Maksudmu kitaa… bercerai?”

“Jika itu maumu. Aku siapa kapanpun kau ajukan surat gugatan tersebut.” Tanpa berkata banyak lagi. Hyemi segera melangkah keluar dari apartemennya.

“Sampai matipun aku tak akan melakukan itu, bodoh. Yakkkk… Hyemi-ah”. Kyuhyun terlihat mengacak rambutnya frustasi. Ia terlalu lelah untuk mengejar hyemi dan menarik paksa gadis itu untuk kembali. Namun, ia tak mau jika harus berjauhan terlalu lama dengan gadis itu. Dengan langkah terseok, Hyemi melangkahkan kaki meninggalkan kyuhyun yang masih berdiri terpaku diruang tamu. Air mata tak henti mengalir dari kedua bola mata indahnya. Isakan tangis yang membuatnya menjadi sesak. Ia membenci hal ini. bagaimana mungkin ia menangis untuk seorang Cho Kyuhyun. Lelaki yang tidak mencintainya. Bukankah ia juga tak mencintainya? Lalu untuk apa air mata ini harus mengalir. Adakah alasan logis yang dapat menjelaskan semua ini. apa mungkinkah tanpa hyemi sadari ia mulai mencintai pria yang telah ia kutuk setengah mati. Mungkinkah kini ia tak rela melihat kyuhyun dengan wanita lain, selain dirinya. Mungkinkah kini ia merasa memiliki kyuhyun dan takut jika kyuhyun akan pergi meninggalkannya. Ini tidak waras, pikirnya. Untuk apa ia menangis? Adakah yang bisa menjelaskan apa yang sedang terjadi padanya kali ini? Dengan ragu-ragu hyemi menolehkan kepalanya kebelakang. Sekedar menengok kyuhyun, kyuhyun terlihat tak berubah dari posisinya. Kini namja tersebut sedang memandanginya. Dengan segera ia melanjutkan langkah kaki menuju kamarnya. Malam ini terlalu melelahkan, pikirnya. Setidaknya ia harus mengistirahatkan pikirannnya untuk hari esok. Ia hanya berharap hari esok lebih baik untuknya dan untuk kyuhyun.

-Next Day-

Sinar matahari mulai menerobos ke dalam kamar kyuhyun. Memberikan tanda bahwa malam mengerikan yang baru saja ia lalui sudah berakhir. Malam mengerikan dimana ia bertengkar dengan hyemi. Gadis yang sangat amat ia cintai. Mengapa yeoja itu tak juga sadar jika kyuhyun teramat menyayanginya. Apa ia egois jika ia tidak suka ada yang menyentuh gadisnya? Ia rasa setiap namja akan melakukan hal yang sama sepertinya. Dengan tenaga yang masih ada, kyuhyun berjalan perlahan keluar kamarnya. Baru satu langkah ia keluar dari kamarnya, indra pembaunya mencium aroma masakan yang arahnya datang dari dapur rumahnya. Hyemi memasak? Pikirnya tak percaya. Dengan rasa penasarannya, kyuhyun berjalan kearah dapur. Dan benar saja, ia melihat hyemi tengah bergelut dengan berbagai macam bahan masakan dan ia sama sekali tak kebingungan dengan apa yang ia kerjakan. Padahal sudah jelas jika gadis tersebut sama sekali tidak ahli dibidang ini.

“Ekhem..” kyuhyun berdehem pelan. Berusaha memberitahu hyemi jika ia tengah berada tak jauh dari gadis itu.

“Eoh kau sudah bangun rupanya..” ucap hyemi sumringah seolah tak terjadi apapun semalam. Kyuhyun terlihat melukiskan senyum tipis di wajahnya. Ia memilih untuk duduk di kursi meja makan dan dilanjutkan dengan kegiatan memerhatikan gadis yang tengah berada dalam jarak padangnya tersebut. “Finally, I got it!” seru hyemi kegirangan. Entah apa yang membuatnya segembira itu. Kyuhyun hanya menggelengkan kepala melihat tingkah gadis didepannya. Hyemi membalik badannya, dan kyuhyun melihat semangkuk bubur sudah bersarang ditangan gadisnya tersebut. Hyemi berjalan kearah meja makan, lalu meletakan bubur tersebut didepan kyuhyun.

“Apa ini?” Tanya kyuhyun ragu. Hyemi memandang kyuhyun dengan tatapan seolah ingin menelan namja tersebut hidup-hidup.

“Racun” ucap hyemi ketus lalu mengerucutkan bibirnya. Kyuhyun menaikkan satu alisnya.

“Kau ingin membunuhku?” Tanya kyuhyun sengit. Hyemi kembali mendelikkan matanya kearah kyuhyun. Dengan kesal ia meraih sendok yang berada dalam mangkuk bubur tersebut. Lalu memenuhi sendok tersebut dengan bubur yang baru saja ia buat.

“Jika aku memang ingin meracunimu bagaimana?” ucap hyemi sembari memasukan sesendok bubur kedalam mulut kyuhyun. Kyuhyun diam sejenak sembari melumat bubur yang kini memenuhi setiap sudut dirongga mulutnya.

“Eotte? Mashita?” Tanya hyemi dengan mata berbinar-binar.

“Uhm, setidaknya bisa disebut sebagai makanan.” Ucap kyuhyun datar, tak perlu waktu lama sendok yang tadinya berada ditangan hyemi kini telah berpindah ketangan kyuhyun. Hyemi melihat kyuhyun dengan alis bertaut.

“Apa yang kau lihat?” Tanya kyuhyun tak suka dilihat seperti itu. “aku lapar.” Ucap kyuhyun singkat, lalu memasukan sesendok demi sesendok bubur ke mulutnya dengan cepat.

“Cih, setidaknya aku bisa memasak. Ya jika hanya memasak bubur. Itu bukan masalah.” Kyuhyun hanya terlihat menganggukkan kepalanya, tanpa menatap hyemi. Pandangannya tetap kearah bubur tersebut. Hyemi terlihat mencibir namja yang tengah makan dihadapannya tersebut.

“Ahh.. kenyangnya.” Ucap kyuhyun, lalu menghapus jejak belepotan bubur tadi disekitar bibirnya.

“Mengapa racun kau makan sampai habis? Tsk.” Cibir hyemi terang-terangan.

“Setidaknya anggap saja aku sedang kelaparan hingga aku bersedia menghabiskan racunmu itu hyemi-ya..” balas kyuhyun seolah tak mau kalah

“Alibimu sungguh tak masuk akal, kyuhyun-ssi” kyuhyun hanya terlihat mengedikkan kedua bahunya. Terjadi keheningan sesaat diantar mereka. “Ahh.. biar aku cuci dulu mangkuk ini.” ucap hyemi memecah keheningan. Belum sempat hyemi beranjak dari posisi duduknya. Kyuhyun dengan cekatan meraih lengan hyemi, dan mencegat hyemi berubah posisi. “Waeyo?” Tanya hyemi ragu. Ia menatap kyuhyun bingung.

“Lupakan hal semalam. Kau sudah menjadi milikku. Sampai matipun aku tak akan melepaskanmu. Kau telah mutlak menjadi tawananku hyemi-ya. Dan masalah gadis yang menciumku tempo lalu dikantorku. Dia gadis yang pernah dijodohkan denganku, sebelum aku dijodohkan denganmu. Aku sama sekali tak meyukainya. Ia yang menciumku terlebih dahulu. Aku juga sudah menolak ciumannya. Dan kau harus tau. Aku hanya bersedia mencium satu yeoja, dan yeoja itu adalah dirimu. Kau tidak usah khawatir.” Jelas kyuhyun, lalu beranjak pergi meninggalkan hyemi yang hanya duduk mematung dikursinya. Entah mengapa kalimat terakhir yang kyuhyun ucapkan membuat pipinya terasa memanas. Ada apa dengannya kali ini? hyemi terlihat mengurut pelan kepalanya. Terlihat bingung dengan reaksi tubuhnya sendiri  terhadap perkataan kyuhyun tadi. Apakah benar gadis itu adalah dirinya? Kyuhyun hanya bersedia berciuman dengan dirinya? Memikirkannya membuat jantung hyemi berdegup cukup cepat. Hyemi menepuk pipinya keras-keras.

“Ahh aku pasti sedang tidak waras.” Ucap hyemi pada dirinya sendiri.

********

“Hyemi-ya.. bisa kau kekantor sekarang?”terdengar suara kyuhyun yang keluar dari ponsel hyemi.

“Mwoya? Untuk apa aku kesana?” Tanya hyemi bingung.

“Aboji yang menyuruhmu untuk datang kesini. Cepatlah kau tidak usah menghabiskan waktuku hanya untuk menjawab semua pertanyaanmu. Kau hanya cukup datang kesini dan semua pertanyaanmu akan terjawab tuntas. Arra?” ucap kyuhyun ketus, lalu menutup sambungan telepon anatara dirinya dan hyemi.

“Aigo namja ini benar-benar menyebalkan.” Kesal hyemi saat kyuhyun dengan sepihak memutuskan telepon diseberang sana. Dengan gerak cepat hyemi menyambar tas selepang dan sebuah mantel diatas tempat tidurnya. Ia berlari kecil menuju halte bis terdekat dari rumahnya untuk pergi kekantor kyuhyun. Sementara kakinya melangkah, otaknya sedari tadi terus berpikir ada urusan apa sehingga dirinya dipanggil untuk datang ke kantor oleh ayah kyuhyun. Ini sungguh kali pertama ia dipanggil kesana oleh ayah mertuanya.

*****

“Ne?” Tanya hyemi kaget pada penuturan ayah mertuanya.

“Ada apa? Kalian kan sudah menjadi suami istri sudah sepatutnya acara seperti ini kalian hadiri bersama.” Jelas ayah kyuhyun.

“Tetapi ahjussi, ah mianhae maksudku abeonim..” hyemi menggigit bibir bawahnya ketika menyadari panggilan yang ia tujukkan kepada ayah kyuhyun salah.

“Haha.. gwenchana hyemi. Aku tau kau belum terbiasa memanggilku abeonim. Kau tak usah merasa bersalah.” Ucap ayah kyuhyun sembari tertawa ringan.

“Ah ne arrasimnida abeonim.” Hyemi menundukkan kepalanya, meminta maaf. Ayah kyuhyun hanya tersenyum kearah hyemi. “Abeonim.. apa ini tidak terlalu berlebihan. Maksudku aku tidak pernah tampil diacara televise seperti ini. apalagi ini adalah acara wawancara esklusif mengenai peluncuran produk terbaru dari cho corporation. Aku hanya khawatir jika aku malah mengacaukan acara tersebut. Aku sama sekali tak mengetahui tentang apa, bagaimana, dan semua tetang produk tersebut. Bagaimana jika mereka menanyaiku tentang hal itu?” tutur hyemi panic, terlihat seperti sedang mencari alasan agar ayah mertuanya membatalkan rencana beliau tersebut. Ayah kyuhyun hanya tersenyum tipis.

“Hal itu tidak akan terjadi hyemi. Kau tidak usah khawatir. Mereka pasti akan menanyakan hal tersebut pada kyuhyun bukan padamu.” Jelas ayah kyuhyun. Hal tersebut membuat hyemi menggaruk tengkuknya merasa bodoh karena pernyataannya tadi. Jelas saja ia tak akan mungkin diwawancarai mengenai itu. Wartawanpun pastinya tau siapa yang harus mereka wawancara. Hyemi menoleh kearah kyuhyun yang tengah duduk disamping dirinya. Kyuhyun terlihat mengeluarkan seringai menyebalkannya lagi. “Bodoh” ucap kyuhyun pelan. Namun hyemi masih bisa mendengarnya. Hyemi menatap tajam kyuhyun, dengan acuhnya kyuhyun menoleh kearah ayahnya dan menghindari tatapan buas gadisnya tersebut.

“Selain itu acara ini juga sebagai tempat untuk memperkenalkan dirimu ke public.” Tutur ayah kyuhyun pada hyemi, gadis yang kini tengah mengerucutkan bibirnya kesal.

“Untuk apa diriku dikenalkan kehadapan public, abeonim? Kurasa hal tersebut tidak perlu. Aku cukup bahagia dan tenang dengan hidupku yang sekarang ini.” sanggah hyemi dengan cepat.

“Tentu saja hal tersebut sangat harus dilakukan hyemi-ya.. public harus tau bahwa kau telah menjadi bagian dari keluarga Cho. Dengan begitu, kau akan lebih dihormati oleh banyak orang.”

“Mianhamnida abeonim.. tapi aku sama sekali tak menginginkan hal tersebut. Tolonglah..”

“Keputusanku sudah bulat hyemi-ya. Kau dan kyuhyun akan menghadiri acara peluncuran produk terbaru Cho Corporation. Tidak ada yang bisa membantah semuanya.”

“Hajiman abeonim.. aku..” belum selesai hyemi menyelesaikan perkataannya. Terdengar pintu ruangan yang diketuk dari luar.

“Masuk..” ucap ayah kyuhyun singkat, memberi izin untuk seseorang yang mengetuk pintu tadi.

“Mianhamnida.. Cho Sangjangnim anda diminta untuk hadir diruang rapat sekarang.” ucap seseorang yang memakai nametag bertuliskan “Sekertaris Kim”

“Baiklah aku akan segera kesana. Kau pergi saja terlebih dahulu, nanti saya menyusul” Balas Ayah Kyuhyun kepada sekertaris pribadinya itu.

“Baik tuan. Saya pamit pergi” ucap sang sekertaris sopan, lalu membungkukan badannya sebelum pergi meninggalkan ruangan tersebut.

“Abeonim apa kau tidak bisa menimbang keputusanmu lagi? Aku rasa aku tidak bisa bicara didepan public. Tolonglah..” rajuk hyemi ketika sekertaris kim sudah tak terlihat lagi dibalik pintu ruangan tersebut.

“Apa susahnya hanya menghadiri acara peluncuran produk hyemi-ya.. kau tidak akan mendapatkan pertanyaan macam macam. Ya setidaknya kau hanya perlu bersikap mesra dengan kyuhyun. Lagi pula selama ini kau dan kyuhyun tidak ada masalah apa-apa kan?” Tanya ayah kyuhyun yang sukses membuat kyuhyun dan hyemi saling melempar pandang. Ayah kyuhyun merasa aneh dengan sikap tubuh kedua orang yang kini tengah berbincang dengannya.

“Ada apa?” selidik ayah kyuhyun penasaran.

“Ah ani abeonim. Tidak ada apa-apa.” Sanggah hyemi cepat sembari mengelengkan kepalanya.

“Baiklah kalau begitu aku akan pergi keruang rapat sekarang. Oh ya, wawancara tersebut akan dilakasanakan seminggu lagi.” Ucap ayah kyuhyun lagi pergi meninggalkan hyemi dan kyuhyun.

“Yak Bodoh!” ucap hyemi kesal sembari melemparkan bantal sofa kearah wajah kyuhyun.

“Hey, apa yang kau lakukan, hah?!” bentak kyuhyun tak terima.

“Seharusnya kau tadi membantuku untuk menolak rencana ayahmu, bodoh!” hyemi mengerucutkan bibirnya kesal.

“Untuk apa? Aku tidak mau jika harus berdebat dengan ayah. Pasti dia yang akan menang.” Ucap kyuhyun datar.

“Yatuhan cobaan apalagi ini. Kau tau apa jadinya jika satu kampus tau aku adalah istrimu Cho Kyuhyunnnn? Tamat sudah riwayatku” hyemi terlihat mengacak-acak rambutnya frustasi.

“Memangnya apa yang akan mereka lakukan pada istriku? Apa mereka akan membully mu atau bahkan membunuhmu?” cetus kyuhyun datar dan sukses membuat hyemi geram dengan kelakuan namja ini.

“Bahkan lebih parah dari apa yang bisa kau terka cho kyuhyun-ssi.” tegas hyemi lesu, ia menyenderkan tubuhnya disofa dengan lemas. Entah apa dan bagaimana kabarnya nanti jika satu kampus tau dia sudah menikah bahkan dengan namja yang menjadi pujaan kaum hawa dimanapun.

*****

“Oppa..” sapa hyemi, lalu berlari menghampiri yesung yang sedang duduk dibangku taman kampus.

“Hey, kau sudah datang rupanya.” Yesung terlihat menyunggingkan senyum manisnya. Mau tak mau hyemi juga terlihat tersenyum melihat senyum yesung.

“Ada apa oppa memintaku untuk menemuimu disini?” Tanya hyemi tanpa berbasa-basi terlebih dahulu.

“Kau ini kenapa terlalu terburu-buru?” ucap yesung, lalu mengacak-acak pelan rambut hyemi. Hyemi hanya menunjukkan cengirannya diperlakukan seperti itu oleh yesung. Suasana yang semula santai kini telah berubah menjadi serius. Yesung menatap lekat mata gadis yang berada didepannya. Seolah namja ini sedang berusaha untuk memenjarakan pandangan gadis tersebut untuk tetap menatapnya, hanya menatapannya. “Hyemi-ya.. besok kau akan menghadiri wawancara peluncuran produk baru Cho corp kan?” Tanya yesung lembut.

“Ah ne, waeyo oppa?” hyemi merasa heran dengan pertanyaan yang yesung berikan.

“Anniyo. Aku hanya merasa saat itu adalah waktu yang tepat.”

“Maksud oppa? Waktu yang tepat?”

“Hm. Saat itu adalah saat yang tepat untuk meminta cerai dari kyuhyun.” Ucap yesung. Lalu mengalihkan pandangannya kearah hamparan rumput ditaman. Hyemi yang mendengar pernyataan yesung terlihat membulatkan matanya kaget. “Apa kau tidak berniat meninggalkan kyuhyun setelah apa yang ia lakukan padamu selama ini?” yesung tetap menatap kosong kearah depan. Ia menatap tanpa tau apa objek yang sedang ia tatap kali ini. “Aku sudah menunggumu lama hyemi-ya. Kyuhyun sudah cukup menyakitimu. Aku tak kuasa untuk melihatmu menangis lagi karenanya. Ayo kita pergi. Kita tinggalkan kota ini. kita buat kehidupan baru. Antara kau dan aku. Antara kita. Anak-anak kita. Dan keturunan kita nantinya. Kumohon tinggalkanlah kyuhyun dan pergilah bersamaku hyemi-ya.” Hyemi hanya bisa terduduk diam. Tidak mengeluarkan suaranya. Entah mengapa ia tidak ingin melakukan hal itu. Namun, bukankah dari dulu ia ingin berpisah dengan kyuhyun. Apa yang terjadi dengan dirinya saat ini. entahlah dirinya sendiripun tidak begitu memahami apa yang ia rasakan. Dengan siapa ia tidak bisa hidup. Kyuhyun kah atau Yesung? Sungguh memikirkan hal ini membuat otaknya serasa meminta untuk meledak seketika. “Mengapa kau diam? Kau tidak bersedia? Aku sudah melakukan semuanya untukmu? Apa kau tidak berniat memberikanku kesempatan untuk hidup bersamamu?” yesung kembali bersuara. Namun kini suaranya terasa serak, seperti sedang menahan segala amarah yang hendak membuncah dalam dirinya. “Aniya.. kukira belum waktunya aku melakukan ini oppa.” Ucap hyemi akhirnya. Dengan suara lemah. Yesung menoleh kearah hyemi. Memegangi kedua pundak sang gadis.

“Hyemi-ya ini adalah waktu yang tepat. Situasi saat kau diwawancarai sudah sangat pas untuk kau mengatakan semuanya. Kau harus yakin denganku.” Jelas yesung pada hyemi.

“Aku akan fikirkan apa yang kau katakan nanti oppa.” Ucap hyemi, lalu meninggalkan yesung yang masih terduduk dibangku taman belakang kampus mereka.

*****

HYEMI POV

“Hyemi-yaaaa” teriak ahra eonni saat memasuki apartemenku. Aku yang sedang meminum teh pun tersendak karena ulahnya itu.

“Uhuk.. eonni-ya kau mengagetkanku..” bentakku tak terima. Namuan ia hanya menyunggingkan senyuman tak bersalah dari bibirnya itu. Aku yang melihatnya hanya menggelengkan kepalaku heran dengan sikapnya. Benar-benar sama menyebalkannya dengan kyuhyun. Tak heran mereka adalah adik kakak. Serasi sekali.

“Mianhae hyemi-ya.. ah ne, besok kau akan menghadiri wawancara peluncuran produk baru Cho corp kan?” Tanya ahra eonni terlihat begitu antusias. Aku hanya menggangup pelan. “Apa kau sudah membeli gaun untuk acara itu?” tanyanya lagi. Kini dengan mata berbinar. Demi tuhan aku takut dengan rencana terselubung didalam pertanyaan ini. aku hanya menggelengkan kepala tanpa mengeluaran suara. Dengan seenak perutnya ahra eonni menjitak kepalaku. Memang tidak terlalu keras, namun setidaknya cukup untuk membuatku meringis.

“Yak eonni-ya kali ini apalagi? Mengapa kau menjitak kepalaku,huh?! Apa salahku?” tegurku kesal padanya.

“Kau menolak ajakan kyuhyun?” tanyanya kini dengan wajah penuh selidik. “Aku Tanya. Apa kau menolak ajakan kyuhyun?”. Aku hanya memandang ahra eonni dengan alis mengkerut. Sungguh kyuhyun tak berbicara apapun padaku.

“Eonni-ya aku tidak mengerti maksudmu..” jawabku jujur. Kini berganti, ahra eonnilah yang memandangku dengan alis berkerut.

“Jadi kyuhyun tidak mengajakmu pergi untuk membeli gaun?” Tanya ahra eonni dengan ekspresi menaikan sebelah alisnya. Aku hanya menggeleng lemah. “Aigo anak satu itu.” Ahra eonni terlihat memijat keningnya. Aku hanya terdiam melihatnya.

“Eonni menyuruhnya untuk membelikanku gaun?” tanyaku ragu. Ahra eonni hanya mengangguk menjawab pertanyaanku.

“Molla.. aku tidak tahu. Daritadi dia belum juga kembali kesini.” Jawabku. Dapat kurasakan ahra eonni menarik nafas dalam. Seperti sedang mengontrol emosinya sendiri. seketika itu juga aku teringat akan permintaan kyuhyun agar aku menunggunya dikampus. Ia bilang, ia ingin menjemputku dan memastikan diriku pulang dengan selamat. Namun, karena tidak mau terkena resiko akan terjadinya keanarkisan fans kyuhyun dikampus. Aku memilih untuk mengabaikan pesan itu. Dan pulang sendiri dengan bus. Apa jangan-jangan tujuan kyuhyun menjemputku adalah untuk mengajakku kebutik? Sungguh aku tidak tahu akan hal itu. Kemana perginya namja itu kini.

*****

AUTHOR POV

Hyemi terlihat memainkan kuku-kuku jarinya gugup. Ia kini telah mengetahui alasan mengapa kyuhyun tiba-tiba bersikeras untuk menjemputnya dikampus. Gadis ini kini sangat takut jika kyuhyun marah padanya dan tidak ingin kembali kerumah. ‘Ini konyol’ runtuknya dalam hati. Hyemi terlihat memukul kepalanya sendiri. kemungkinan pukulannya itu cukup keras. Karena tercetak dengan jelas raut wajah kesakitan diwajah manis hyemi. “Yak! Waegurae? Kau ini kenapa memukul dirimu sendiri?” Tanya ahra panic melihat adik iparnya memukul kepalanya sendiri. baru saja hyemi hendak membuka mulut untuk memberitahu apa yang terjadi dengan kyuhyun. Pintu apartemen hyemi berderit cukup keras. Knop pintu itupun berputar sepertinya akan ada orang lain lagi yang memenuhi apartemen ini. Hyemi menatap lekat pintu apartemen itu. Terlihat kyuhyun adalah orang yang berada dibalik pintu tersebut. Terdapat perasaan tenang ketika melihat wajah namja dingin itu lagi. ‘Syukurlah dia baik-baik saja’ ucap hyemi dalam hatinya. Lalu terlihat bahwa gadis ini menghembuskan nafas kelegaan melihat suaminya pulang dengan keadaan tak kurang apapun jua. Pandangan hyemi tertuju pada tangan kyuhyun yang menenteng sebuah tas belanjaan. Hyemi merasa penasaran dengan isi tas itu. Hyemi berniat untuk menatap kyuhyun. Namun ia telah melakukan kesalahan besar. Dilihatnya mata kyuhyun memancarkan amarah yang sedang dibendung agar tidak meledak. “KYUHYUN-AH!” kini ahra mulai berceloteh. Kyuhyun menatap kakaknya itu datar. “Apa kau lupa apa yang aku perintahkan kepadamu? Atau jangan-jangan otakmu itu memang mulai pikun seperti orang tua?” sambar ahra seperti tak punya dosa. Kyuhyun hanya menatap hyemi dengan tatapan seolah ingin menelan gadis tersebut bulat-bulat. “Ini. aku belum terlalu tua.” Ucap kyuhyun lalu melempar tas belanjaan keatas sofa. Tanpa kata lagi, namja itu kini telah hilang dibalik pintu kamarnya.

“Yak! Ada apa dengan bocah satu itu? Sepertinya otaknya memang sudah menghilang. Seharusnya kan aku yang memarahinya. Mengapa ia yang kini marah? Aigo aku tak habis pikir dengannya.” cecar ahra panjang lebar. Hyemi hanya memainkan kuku-kuku jarinya. Tak tahu harus bertindak seperti apa. Ahra berjalan menuju sofa, tempat kyuhyun melemparkan tas belanjaannya disana. Dengan cekatan ahra mengeluarkan benda yang terbungkus rapi disana. Dengan mata membulat ahra menatap hyemi kebingungan. Hyemi hanya bisa menelan ludah menerima tatapan seperti itu dari ahra, kakak iparnya sendiri. Hyemi hanya mengangkat bahunya, seolah juga merasa bingung dengan sikap kyuhyun. Hyemi melihat kearah jam dinding dan didapatinya jarum jarum jam tersebut membentuk sebuah formasi yang membuatnya kembali menelan ludah dengan susah payah. ‘Pukul 11 malam, yatuhan kemana saja namja ini?’ tanyanya pada hatinya sendiri.

“Eonni-ya ini sudah larut malam. Apa tidak sebaiknya kau kembali?” ujar hyemi bermaksud memberitahu kakak iparnya.

“Aigo sudah terlalu larut. Yasudah, aku harus kembali. Jangan lupa besok kau harus tampil cantik. Aku yang akan meriasmu, arra?” ucap ahra sebelum menghilang dibalik pintu apartemen. Hyemi bergidik ngeri membayangkan apa yang akan terjadi dengan wajahnya esok hari. Dengan langkah ragu, hyemi memberanikan diri berjalan kearah kamar kyuhyun. Ia mencoba memutar knop pintu kamar tersebut.

“Tidak dikunci?” tanyanya heran. Ia mulai melangkah masuk kekamar kyuhyun. Hyemi mendapati kyuhyun tengah berbaring dengan arah membelakangi dirinya. Hyemi kini tengah berdiri dipinggir tempat tidur kyuhyun. Ia terlalu takut untuk lebih mendekati sosok yang ia yakini sedang dalam amarah membuncah. “Kau sudah tidur?” Tanya hyemi yang tak ditanggapi oleh kyuhyun. “Maaf. Aku tau kau kesal padaku.” sesal hyemi karena tak mengindahkan permintaan kyuhyun. “Aku tidak tahu kalau kau akan mengajakku atas perintah ahra eonni. Aku hanya takut orang-orang dikampus melihatku berjalan bersamamu. Makanya aku tidak menuruti permintaanmu. Sekali lagi maaf.” Hyemi terus saja berbicara, entah kyuhyun mendengarnya atau tidak. Hyemipun tidak tahu kyuhyun sudah tertidur atau belum. “Baiklah jika kau memang tidak ingin berbicara denganku kali ini. tapi kumohon jangan terlalu lama marah seperti ini. jujur saja aku sedikit merasa takut saat kau marah kyuhyun-ssi.” ujar hyemi jujur lalu berjalan meninggalkan kamar kyuhyun. Langkah hyemi terhenti ketika kyuhyun mulai mengeluarkan suaranya.

“Jangan lakukan apapun melebihi scenario sebenarnya besok. Jangan mencari masalah. Kumohon.” Ucap kyuhyun tetap dengan posisinya membelakangi hyemi.

“Apa maksudmu kyuhyun-ssi?” hyemi terlihat mengerutkan keningnya bingung. Namun, kyuhyun sama sekali tak menjawab pertanyaan hyemi. Hening kembali tercipta. Hyemipun memutuskan untuk kembali kekamarnya.

*****

“Haha.. senang sekali bisa berbincang denganmu Tuan Cho dan Nyonya Cho. Aku yakin sekali rating acara ini akan melesat.” Ucap sang pembawa acara wawancara ekslusif peluncuran produk terbaru Cho Corp di salah satu stasiun televise ternama dikorea.

“jangan terlalu berlebihan.” Ucap kyuhyun dilanjutkan dengan tawa ringan dari bibirnya.

“Ah iya nyonya Cho, apa ada yang ingin anda katakan kali ini?” tawar sang pembawa acara itu pada hyemi. Gadis ini hanya diam melihat kearah kyuhyun. Kyuhyun menatap hyemi seolah berbicara agar gadisnya tidak berbicara apapun. “Baiklah sepertinya kau terlalu canggung berada diacara seperti ini. jika tidak ada lagi yang ingin kalian katakan. Acara ini akan kita tutup sampai disini…” ucap pembawa acara tersebut namun segera dipotong oleh hyemi.

“Tunggu sebentar.. ada yang ingin aku katakan.” Hyemi terlihat menelan ludah dengan susah payah.

“Ah nyonya Cho anda ingin mengatakan apa? Silakan..”

“Aku ingin.. aku ingin meminta ce…..” ucapan hyemi terhenti ketika dengan tiba-tiba kyuhyun mencium bibirnya. Hyemi membulatkan mata. Kaget dengan adegan yang kali ini tercipta dihadapannya.

“Haha.. pasangan muda ini. kalian mesra sekali” ucap pembawa acara tersebut. Kyuhyun mulai melepas ciumannya. Sebelum membentangkan jarak antara dirinya dan hyemi. Kyuhyun membisikan sesuatu ketelinga hyemi.

“Kumohon jangan lakukan apapun kali ini.” bisik kyuhyun pelan, tepat ditelinga hyemi. Kyuhyun kini tengah membenarkan posisinya. “Ah maaf, aku melakukan hal tadi.” Ucap kyuhyun terlihat kikuk kepada para penonton studi dan pembawa acara.

“Kami bisa memaklumi hal itu haha.. kalian benar-benar pasangan yang mesra. Ah iya nyonya Cho apa yang kau ingin katakan tadi? Bisa kau ulangi?”

“Ah tidak. Aku hanya ingin meminta maaf, karena aku tidak terlalu pandai berbicara didepan umum.” Ucap hyemi berbohong lalu menarik kedua sudut bibirnya membentuk senyum kebohongan.

*****

@Cho House

“Lihat lah Eunri, anak kita berdua terlihat mesra sekali. Bahkan kyuhyun tak malu mencium hyemi seperti itu. Hahaha astaga!” ucap Cho Hanna –ibu kyuhyun- pada Park Eunri –Ibu hyemi-. Kini seluruh keluarga besar dari kyuhyun dan hyemi sedang berkumpul diruang tengah kediaman keluarga Cho. Mereka menonton bersama acara wawancara yang baru saja berakhir beberapa menit yang lalu. Dan kini mereka tengah mebahas adegan yang mungkin membuat para gadis yang menggila kyuhyun berniat untuk mencekik gadis yang baru saja dicium lembut oleh kyuhyun. Hyemi, ya siapa lagi kalau bukan gadis itu.

“Yeobo-ya anak-anak kita mesra sekali bukan?” ucap ibu kyuhyun, terdengar agak manja kepada suaminya.

“Ne, aku sajaa belum tentu berani melakukan hal itu didepan umum.” Jawab ayah kyuhyun, membenarkan apa yang baru saja dikatakan sang istri.

“Ish, apa yang kalian bicarakan? Bagaimana kalian bisa sesenang itu melihat kyuhyun hyung dan hyemi noona berciuman didepan umum seperti itu? Kalian pasti gila.” Ucap hyunjun –adik hyemi- yang merasa heran akan tingkah orang-orang disekelilingnya.

“Hyunjun-ah kau tidak akan mengerti. Belum saatnya kau tahu apa kebahagiaan yang kami rasakan saat menyaksikan adegan itu.” Ucap ibunya dan dengan tepat mendaratkan sebuah jitakan yang membuat hyunjun terlihat meringis.

“Eommmaaa.. “ protes hyunjun kesal, karena sang ibu dengan seenak perut menjitak kepalanya.

*****

“Apa yang kau lakukan tadi kyuhyun-ssi? mengapa kau menciumku didepan public seperti tadi?” Tanya hyemi pada namja yang kini tengah duduk disampingnya. Kini mereka tengah diperjalanan menuju apartemen mereka. Kyuhyun tetap tak menjawab. Ini sudah ketiga kalinya hyemi menanyakan pertanyaan yang sama. Namun kyuhyun tak jua menggubrisnya. “Kumohon jawab aku tuan.Cho!” ucap hyemi dengan suara yang cukup memekakan telinga. Dengan tiba-tiba kyuhyun menepikan mobil yang tengah ia kendarai tersebut. Hal itu membuat hyemi tersontak kaget dan kepalanya hampir saja membentur bagian depan mobil. “Kau gila,hah?!” tegur hyemi kesal dengan apa yang diperbuat ‘suami’nya.

“Kau yang gila?!!” kini kyuhyun mulai bersuara. Hyemi yang semula terus berceloteh mendadak diam. “Kau ingin meminta cerai denganku kan? Aku mengerti betapa inginnnya kau berpisah denganku. Aku janji jika sudah tiba saatnya, aku akan mengirimkan surat gugatan itu padamu. Kau tidak harus bertindak bodoh seperti tadi CHO HYEMI!!” ucap kyuhyun dengan emosi yang seolah tak dapat lagi ia kendalikan.

“Aku hanya..” potong hyemi. Namun kyuhyun tidak memberikan waktu untuk hyemi membela tindakannya sendiri.

“Dengarkan aku kali ini. jangan percaya ataupun terpengaruh dengan siapapun. Jangan menjadi orang bodoh Hyemi-yaa. Kau dengar tidak?” kyuhyun terlihat membuang nafasnya kasar. “Kau itu istriku! Kau seharusnya menuruti apa kataku bukan kata yesung hyung! Kau mengerti?”. Hyemi membulatkan mata ketika kyuhyun membawa nama yesung terlibat didalam masalah ini. “Kau tidak usah bertanya darimana aku tahu bahwa yesung hyunglah yang menyuruhmu untuk meminta cerai dariku.” Hyemi merasa posisinya kini terhimpit. Ia tak tahu akan mengatakan apalagi. Semua yang dikatakan kyuhyun memang benar adanya. Tidak ada yang salah. “Sekarang masuk kedalam mobil. Kita kembali kerumah. Aku sudah cukup lelah hari ini. aku ingin istirahat.” Perintah kyuhyun pada hyemi. Dengan langkah ragu hyemi masuk kedalam mobil. Tak ada percakapan yang terdengar sepanjang perjalanan mereka. Hanya ada keheningan yang tercipta.

*****

“Woah cho kyuhyun.. lihatlah berita tentang kau yang mencium hyemi menjadi headline dibanyak majalah terkemuka!” ucap donghae yang berada diruang kantor kyuhyun. Tercetak jelas raut wajah kagum menghiasi wajah donghae. Namja itu kini tengah duduk di sofa yang disediakan di ruangan kyuhyun. Terlihat namja itu tengah asik membolak-balik halaman Koran dan majalah ditangannya. “Bagaimana bisa kau melakukan hal ini didepan umum? Woah kau sudah dewasa rupanya cho kyuhyun.” Celoteh donghae lagi. Kyuhyun tak bersuara sama sekali. Ia lebih memilih diam dan sibuk dengan pikirannya sendiri.

“Ada perlu apa kau datang kemari hyung?” kyuhyun mulai mengeluarkan suaranya. Donghae yang semula terkikik sendiri, kini diam dan menatap kyuhyun.

“Apa aku tidak boleh datang kemari?” Tanya donghae sambil menatap tajam kyuhyun.

“Sudahlah hyung aku sedang tidak ingin berdebat dengan siapapun kali ini. aku terlalu lelah. Bisakah kau keluar sekarang? aku sedang tidak ingin diganggu. Kumohon mengertilah.” Jelas kyuhyun dengan wajah tanpa ekspresi. Donghae merasa ada yang tidak beres terjadi dengan namdongsaengnya ini.

“Ada apa denganmu? Apa kau ada masalah lagi dengan istrimu itu?” selidik donghae.

“Hyung, aku sedang tidak berniat untuk diwawancarai.” Ucap kyuhyun, lalu mengalihkan pandangannya kearah jendela besar yang terdapat dibelakang kursi kerjanya. Donghae yang tau benar sifat kyuhyun, hanya mengalah dan keluar dari ruangan tersebut. Ia terlalu takut membayangkan kyuhyun akan marah, jika dirinya terlalu banyak tanya disaat dongsaengnya itu sedang dalam mood yang buruk.

*****

Terdengar suara knop pintu yang diputar, hyemi yang sedang duduk disofa ruang tamu, menatap lekat pintu yang mulai berderit tersebut. Tak lama, pintupun terbuka dan menampakkan sosok kyuhyun dengan ekspresi dingin, mungkin bisa dibilang seperti ‘mayat hidup’. Hyemi menatap kyuhyun prihatin.

“Kau sudah pulang?” Tanya hyemi sekedar berbasa-basi pada ‘suami’nya itu. Kyuhyun terus saja berjalan menuju kamarnya dan mengacuhkan hyemi. Hyemi merasa bersalah atas kejadian yang menimpa mereka baru-baru ini. sikap kyuhyun semenjak hal itu terjadi sangatlah berubah. Namja itu kini lebih sering mengacuhkan hyemi. Tidak mengeluarkan sepatah katapun ketika ia berada dirumah. Dan urusannya dikantorpun menjadi berantakan. Hyemi menatap pintu kamar kyuhyun dengan tatapan miris. Ia sungguh tidak menginginkan suasana rumah yang seperti ini. ia terlalu takut.

“Kyuhyun-ssi apa kau sudah makan? Eomma membawakan kita jajangmyeon kesukaanmu. Ayo kita makan bersama!” seru hyemi dengan suara yang cukup keras. Berharap kyuhyun yang berada didalam kamar mendengar suaranya. Lama, kyuhyun tak jua menyahuti ajakan hyemi. Hyemi menyenderkan punggungnya kesenderan sofa. ia memenjamkan matanya. Ia tidak ingin berlama-lama melalui perang dingin seperti ini dengan kyuhyun. Tak terasa bulir bening itu keluar juga. Bulir bening itu mengalir membasahi pipi hyemi. Gadis itu menangis dalam diam.

*****

“Kyuhyun-ssi, aku ingin bicara denganmu.” Ucap hyemi pelan. Ini adalah hari libur. Kyuhyun baru saja keluar dari kamarnya. Sepertinya namja itu baru saja mandi. Terlihat handuk berwarna putih melingkar dipundaknya.

“Apa yang ingin kau bicarakan?” Tanya kyuhyun datar.

“Maaf. Aku benar-benar tidak berniat membuatmu kesal karena kelakuanku tempo hari. Aku lelah dengan perang dingin ini kyuhyun-ssi.” tutur hyemi. Dirasa olehnya dada gadis itu terasa begitu sesak. Bukankah ia tidak memiliki penyakit asma? Lalu kenapa dadanya tiba-tiba saja terasa sesak? Seolah seluruh oksigen diapartmennya ini hilang entah kemana. Kyuhyun terlihat menghela nafas berat. Namja itu tidak berniat untuk menoleh kearah hyemi. Ia terlalu takut ada bulir bening yang akan mendesak keluar dari matanya. Inikah seorang kyuhyun? Bagaimana bisa ia menjadi cengeng seperti ini?

“Hari ini aku akan mengurus surat gugatan cerai yang kau inginkan. Kau tidak usah khawatir.” Ucap kyuhyun, lalu melenggang pergi meninggalkan hyemi dalam keterpurukan yang gadis itu rasakan sekarang. hyemi berjalan menuju kamarnya. Ia memerosotkan dirinya pada tembok kamarnya. Dilipat olehnya kedua kaki jenjangnya. Ia menenggelamkan wajahnya diantar kedua lututnya. Bahu gadis itu bergetar, menandakan sang empunya sedang menangis. Hyemi menangis –lagi-. Untuk kesekian kalinya gadis itu berusaha untuk tegar. Namun, lagi-lagi ia gagal. Sangat amat gagal.

*****

Next day

Terdengar bel apartemen kyuhyun dan hyemi berbunyi. Dengan segera hyemi menuju pintu apartemennya dan mendapati seorang tukang pos berdiri dihadapannya kini.

“Ada apa?” Tanya hyemi tanpa berniat untuk berbasa-basi terlebih dahulu. Pria paruh baya didepan hyemi terlihat tersenyum. Lalu memberikan hyemi sebuah amplop berwarna cokelat pucat. Hyemi menerima amplop itu dengan alis bertaut.

“Ada kiriman untuk anda nona.” Ucap pria paruh baya tersebut.

“Untukku?” Tanya hyemi bingung. Ia menunjuk dirinya sendiri dengan jari telunjuknya. Pria dihadapannya terlihat berdehem, lalu mengangguk menjawab pertanyaan dari hyemi barusan. “Dari siapa?” Tanya hyemi lagi.

“Kantor pengadilan.” Ucap pria paruh baya tersebut singkat. Lalu pria tersebut pamit meninggalkan hyemi, yang masih mematung didepan pintu rumahnya. Dengan gemetaran hyemi masuk kedalam apartemennya, lalu membaca isi surat dalam amplop yang baru saja ia terima tadi. Hyemi merasa keseimbangan tubuhnya menghilang entah kemana. Gadis itu terjatuh duduk setelah membaca surat tersebut. Surat itu adalah surat gugatan cerai yang dilayangkan kyuhyun kepadanya. Hyemi terlihat kesulitan bernafas. Nafasnya terlihat memburu. Matanya memanas. Ia tak bisa menahan bulir bening ini lagi. Ia menangis untuk kesekian kalinya. Lagi-lagi dengan penyebab yang sama, kyuhyun. Namja yang tanpa ia sadari sangat ia butuhkan dalam hidupnya. Gengsi hyemi yang membuat gadis ini enggan untuk mengakui perasaannya yang sebenarnya. Apakah ia adalah gadis yang bodoh?

*****

Malam mulai menyelumuti seoul. Hyemi menatap jam dinding rumahnya miris. Sudah pukul 11 malam kyuhyun bahkan belum juga menampakan batang hidungnya. Kemana namja itu pergi? Hyemi bergerak gelisah diruang tamu menunggu kepulangan ‘suami’nya itu. Tangannya pun sibuk menghubungi ponsel kyuhyun berulang kali. Namun nihil, kyuhyun tak juga mengangkat panggilan tersebut. Sekelibat pikiran buruk menerpa pikiran hyemi. Dengan segera gadis itu menepis semua kemungkinan-kemungkinan buruk yang dapat menimpa ‘suami’nya diluar sana. Terdengar derit pintu dibuka. Hyemi segera menolehkan kepalanya kearah pintu itu. Dan mendapati kyuhyun dalam keadaan yang mengenaskan. Sekujur badannya menguarkan bau alcohol yang membuat hyemi hampir muntah dibuatnya. Kyuhyun berjalan menuju sofa diruang tamu. Namja tersebut terlihat berjalan sempoyongan. Tentu saja karena ia dalam keadaan mabuk berat. Hyemi menitikan air mata melihat kondisi kyuhyun yang kini sudah terbaring lemah di sofa ruang tamu. Hyemi membuka sepatu kyuhyun. Ia pun mengendorkan dasi yang dipakai kyuhyun. Mengapa namja ini bisa terlihat semenyedihkan ini? ia tak tega melihatnya. Sungguh.

“Kyuhyun-ssi, kenapa kau bisa mabuk seperti ini?” Tanya hyemi pelan. Kyuhyun terlihat mengacak rambutnya asal. Tak lama terdengar teriakan dari bibirnya.

“Hyemi-yaaa!! Kenapa kau setega ini?” Tanya kyuhyun tanpa sadar. Ia kini masih dalam pengaruh alcohol. Sepertinya malam ini, kyuhyun terlalu banyak menenggak minuman memabukkan itu. Hyemi menatap kyuhyun miris. Ia terlihat menggigit bibir bawahnya menahan sakit yang kini seolah sedang mengerogoti seluruh persendiaannya. “Kau tahu hyemi-ya, aku sangat tersiksa dengan semua ini.” ucap kyuhyun lagi. Hyemi tak bersuara, gadis itu hanya menangis menatap namja didepannya. Ia tak berniat untuk menyahuti perkataan kyuhyun. Bibirnya kini sudah tak mampu untuk mengucapkan apapun lagi. Ia terlalu bingung dengan apa yang akan ia katakan kini. Rambut yang berantakan. Bau alcohol yang menyengat. Penampilan yang kusut. Wajah yang menyedihkan. Lalu apalagi? Sungguh hyemi tak ingin melihat kyuhyun dalam keadaan yang lebih parah dari ini. ia terlalu sakit mendapati namja tersebut pulang dalam keadaan mabuk. Terlebih namja itu mabuk karena merasa tertekan oleh hyemi. Hyemi merasakan ngilu disetiap persendiaannya. Pandangannya mulai kabur karena banyaknya bulir bening yang bersarang dimatanya. “Bisakah kau sedikit melihatku hyemi-ya? Aku mencintaimu! Kau tahu itu, hah?! Bagaimana bisa kau lebih menyukai yesung hyung ketimbang diriku? Menyedihkan sekali diriku ini. aku hanya ingin hidup bersamamu. Apa kau tidak mengerti juga tentang perasaanku ini hyemi-ya? Jangan siksa aku seperti ini. aku tidak sekuat yang kau kira hyemi-ya..” celoteh kyuhyun lagi. Entah mengapa jika sudah menyangkut hyemi. Kyuhyun selalu merasa tak bisa mengendalikan dirinya seperti saat ini ia benar-benar tak bisa menahan emosinya karena hyemi. Gadis itu menginginkan perpisahan. Sedangkan dirinya? Bahkan dimimpi saja ia tak menginginkan hal itu terjadi. Suara tangisan hyemi mulai terdengar, dengan cepat gadis itu membekap mulutnya rapat-rapat. Berusaha agar suara itu tidak didengar oleh kyuhyun. Ia kembali menatap kyuhyun dan sibuk dengan pikirannya sendiri.

*****

“Apa kau mengetahui dimana kyuhyun sekarang?” Tanya hyemi pada heamin dan donghae. Mereka kini tengah berada dikantin kampus. Heamin dan donghae yang mendapatkan pertanyaan seperti itu hanya mengerutkan kening dan menatap hyemi bingung.

“Kau itu kan istrinya? Mengapa kau menanyakan hal seperti ini pada kami? Kami tidak mengetahui apa-apa hyemi-ssi.” ucap donghae kebingungan.

“Hyemi-ya apa kau dengan kyuhyun sunbae bertengkar lagi?” selidik heamin pada hyemi. Heamin menatap hyemi intens. Tidak mau jika temannya ini mengatakan hal yang tidak terjadi sebenarnya. Hyemi terlihat mengangguk lemah. “aigo hyemi-ya…” haemin terlihat menghela nafas berat. Ia tak habis pikir mengapa temannya ini senang sekali membuat masalah dengan kyuhyun.

“Sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian? ceritakan padaku semuanya hyemi-ya. Jangan menyembunyikan apapun dariku. Kau tahu kan jika aku sangat tidak menyukai hal itu.” Tegas heamin. Hyemi terlihat mengangguk lagi.

“Tapi heamin-ah, aku tidak bisa menceritakan semuanya disini.” Ucap hyemi. Donghae dan heamin saling pandang satu sama lain. Lalu keduanya menatap hyemi.

“Baiklah, ayo ke apartemenku. Kita bicarakan semuanya.” Ajak donghae pada kedua gadis yang berada didalam jarak pandangannya ini. hyemi dan heamin mengangguk setuju.

*****

“Mwoya?? Kyuhyun mengirimkanmu surat gugatan cerai?” Tanya heamin kaget begitu mendengar penuturan hyemi tentang apa yang terjadi pada gadis cantik itu. Hyemi kini menangis didepan donghae dan heamin. Tubuh haemin maju kearah hyemi dan memeluk temannya itu. Ia berusaha untuk menenangkan temannya yang sedang dalam keadaan yang menyedihkan itu. Donghae terlihat mengurut keningnya. Ia tak habis pikir dengan apa yang menimpa hyemi dan kyuhyun.

“Lalu apa kau menyetujui surat gugatan tersebut?” Tanya donghae. Hyemi hanya menggeleng menjawabnya. “Kyuhyun tidak memberitahumu ia akan pergi kemana?” Tanya donghae lagi.

“Oppa, jika kyuhyun memberitahuku kemana ia pergi aku akan segera menyusulnya! Bagaimana bisa kau menanyakan hal bodoh seperti itu, hah?!” sunggut hyemi yang kesal akan pertanyaan donghae. Donghae terlihat bergidik ngeri ketika ditatap bak mangsa oleh hyemi. Donghae terlihat menelan ludahnya payah.

“Mianhae.” ucap donghae pelan. Hyemi menoleh kearah heamin, ia terlihat mengerutkan keningnya. Terlihat ragu untuk berbicara, namun kata itu terlontar juga.

“Bisakah kita bicara berdua saja heamin-ah?” Tanya hyemi pelan. Walaupun begitu, donghae masih bisa mendengar dengan jelas apa yang diucapkan hyemi barusan. Donghae terlihat menghela nafas berat. Mungkin, lebih baik ia keluar dari apartemennya. Dan membiarkan dua gadis itu berbicara. Ia tahu, karakter hyemi yang tak suka jika harus mengumbar masalahnya didepan orang lain. Apalagi donghae dan hyemi tidak terlalu dekat. Donghae terlihat berjalan kearah sofa. tangannya terulur untuk mengambil jaket miliknya, yang ia sampirkan disandaran sofa. heamin hanya tersenyum tipis. Merasa sedikit lega karena donghae memahami situasi saat ini. “Aku pergi dulu. Kurasa akan lebih baik jika kalian berbicara berdua saja.” Ucap donghae, lalu melenggang pergi meninggalkan kedua gadis itu.

“Sekarang ceritakan apa yang terjadi dengan kalian padaku. kau percaya padaku kan?” Tanya heamin saat donghae telah menghilang dibalik pintu apartemen. Hyemi terlihat menghela nafas berat. Lagi-lagi bulir bening itu mengalir membasahi pipi hyemi yang semakin terlihat tirus.

“Kau ingat tentang wawancara eksklusif Cho corp?” ucap hyemi menatap heamin dengan tatapan sendu. Sungguh heamin tidak pernah melihat keadaan hyemi yang begitu menyedihkan seperti saat ini. heamin terlihat mengerutkan keningnya. Ia masih begitu ingat dengan wawancara itu. Wawancara yang membuat seluruh kota terperangah menyaksikan adegan ciuman antar hyemi dan kyuhyun. Lalu apa maksud hyemi kali ini?

“Aku ingat. Memangnya ada apa dengan hal itu?” Tanya heamin, merasa semakin penasaran dengan alur cerita yang akan ia dengar. Hyemi terlihat menghela nafas berat beberapa kali. Ia sungguh merasa berat mengatakan semua ini. hanya saja ia seperti merasa tidak sanggup menahannya sendiri.

“Pada saat itu, aku hendak mengatakan ke media bahwa aku ingin meminta cerai darinya. Tapi entah darimana ia tahu akan apa yang akan aku lakukan. Sebelum aku sempat mengatakan hal itu. Kyuhyun menciumku untuk membungkam keinginanku itu.” Tutur hyemi pelan. Haemin terlihat terperangah mendengarnya. Ia tak habis pikir dengan jalan pikiran temannya yang satu ini.

“Kau meminta cerai darinya? Jadi semua ini dia lakukan karena keinginanmu?”

“Bukan begitu haemin-ah. Saat itu aku kalut. Aku merasa aku harus segera menceraikan kyuhyun, terlebih lagi yesung oppa mengatakan bahwa saat itu adalah saat yang tepat.”

“Yesung oppa? Mengapa sifat gegabahmu tidak kunjung musnah Cho Hyemi!” geram haemin kesal pada akhirnya.

****

Sudah hampir 2 minggu kyuhyun tak kunjung pulang kerumah. Seluruh keluarga besarnya sangat mengkhawatirkan keberadaannya. Begitu juga hyemi, gadis itu tidak bisa tidur nyenyak akhir-akhir ini. ia juga tak berselera untuk menyantap apapun guna mengisi lambungnya yang kosong. Tentang surat gugatan cerai yang dilayangkan kyuhyun, tak ada satupun yang mengetahui hal itu kecuali Hyemi, Kyuhyun, Haemin dan Donghae. Hyemi tak berani menceritakan perihal ini kepada kedua orang tuanya, apalagi kepada kedua mertuanya. Ia merasa seperti menantu paling jahat didunia ini. Hyemi berjalan kearah ruang tamu. Ia tak berniat untuk pergi ke kampus. Dari arah pintu depan apartemennya. Terdengar bunyi bel bordering. Dengan malas hyemi bangkit dari posisinya dan berjalan untuk membukakan pintu bagi sang tamu. Ketika pintu tersebut terbuka muncul donghae dengan raut wajah panic. Hyemi merasa ada hal aneh yang terjadi saat ini. “Oppa, apa yang terjadi? Kenapa wajahmu seperti orang kebingungan.” Tanya hyemi yang merasa aneh dengan gelagat donghae didepannya.

“Hyemi-ya kyuhyun kecelakaan!” ungkap donghae kemudian. Seketika hyemi merasa keseimbangannya tak lagi terjaga. Ia berusaha berpegangan pada knop pintu apartemennya, berusaha agar dirinya tidak jatuh pingsan.

“Dimana dia sekarang?” Tanya hyemi dengan nada cemas yang sangat kentara.

“Dia sedang menjalani operasi di ruang ICU. Sebaiknya kita cepat kesana.”

“Arraseo. Ayo kita pergi!” ucap hyemi. Tanpa menunggu lama lagi kedua langsung menuju ketempat kyuhyun dirawat.

*****

“Hyemi-ya..” suara ahra menyambut kedatangan hyemi. Tatapan hyemi seketika itu terarah ke seorang namja yang kini tengah terbaring lemah di ruang rawat inapnya. Hyemi maju peralahan mendekati kyuhyun. Bulir bening itu mengalir kembali, tak bisa terelakkan lagi. Tangan halus hyemi terulur untuk mengelus kening kyuhyun yang diperban. Hyemi menatap kesekelilingnya. Banyak mata yang menatap kyuhyun dengan tatapan na’as.

“Apa yang sebenarnya terjadi dengan kyuhyun?” hyemi mulai membuka suaranya. Semua orang disana menatap hyemi dengan lemah. Tak ada satupun yang berniat untuk menjawabnya. “Kenapa kalian hanya diam? Jawab aku!” sunggut hyemi, merasa kesal kaena diacuhkan.

“Sebelumnya eomma ingin bertanya padamu.” Terdengar suara seorang ibu yang tak lain adalah ibu kandung hyemi. Hyemi menatap ibunya dengan alis bertaut. “Apa benar kau ingin bercerai dengan kyuhyun?” Tanya ibu hyemi kemudian. Hyemi terlihat menelan liurnya payah. Tak menyangka jika kedua orang tuanya tahu akan hal ini. matanya seketika itu menatap heamin dan donghae, karena hanya mereka yang tahu akan hal ini. yang ditatap hanya memberikan gelenggan, sebagai tanda bahwa bukan mereka pelakunya.

“Bukan heamin dan donghae yang memberitahu eomma.” Ucap sang ibu, mengklarifikasi keadaan. Hyemi hanya mengangguk lemah. Semua orang yang berada diruang itu terlihat menghela nafas berat.

“Kenapa kau melakukannya?”

“Aku merasa aku tidak mencintainya. Lagipula ini adalah pernikahan yang terjadi karena perjodohan, jadi kukira kyuhyun juga mempunyai keinginan yang sama denganku. Jadi kuputuskan untuk meminta cerai darinya.”

“Kau yakin dengan alasan itu?” ahra kembali menyuarakan pendapatnya. Hyemi menatap kakak iparnya itu bingung. “Kau yakin kau tidak mencintainya? Kau yakin kyuhyun tidak mencintaimu?”. Hyemi diam tak bersuara, seperti sedang menyelami hatinya sendiri. mencari jawaban tersembunyi dariapa yang ada didalam dirinya. “Kau hanya malu mengakuinya. Kau malu mengakui jika kau telah jatuh cinta kepada adikku.” Jelas ahra. Hyemi mengerutkan kening mendengarnya. “Aku tahu tentang perasaan kalian. Dengar hyemi-ya, kyuhyun itu mencintaimu. Sangat amat mencintaimu. Jika dia tidak mencintaimu, dia tidak akan pernah menerima perjodohan ini. aku kakaknya, aku tahu betul bagaimana perangai adikku. Ia tidak akan mau melakukan suatu hal yang tidak ia suka. Dan dia akan menolak itu mati-matian. Namun, ketika ia melihatmu apa yang ia lakukan? Ia justru menerimanya. Dan yang aku lihat disorot matanya, bukanlah sorot mata keterpaksaan melainkan sorot mata bahagia. Percayalah padaku, jujur pada dirimu sendiri hyemi-ya. Kumohon, jangan membuat kalian berdua menderita karena ulah kalian. akui perasaan kalian masing-masing. Aku tahu, didalam lubuk hatimu, kau menginginkan kyuhyun ada disisimu. Aku yakin akan hal itu.” Tutur ahra panjang lebar. Seluruh orang didalam ruangan terlihat terhenyak dengan situasi ini. bahu hyemi terlihat bergetar. Gadis itu menangis. Menangisi kebodohannya, mengapa ia tidak bisa memahami dirinya sendiri. merasa menyesal melihat kyuhyun harus terbaring lemah diruang rawat inap rumah sakit. Ahra melangkah medekati hyemi, memeluk adik iparnya itu. Menenangkan perasaannya.

“Nan mollayo eonni. Aku tidak mengerti perasaanku sendiri. aku tidak tahu tentang perasaanku sendiri. babo jinjja babo..” hyemi menangis sejadinya.

“Kyuhyun menderita karena harus berpisah denganmu hyemi-ya. Ia membutuhkanmu disampingnya. Kau mau kan berjanji untuk merawatnya?” Tanya ahra lembut, berusaha untuk tidak membuat hati adik iparnya bertambah pedih.

“Mianhae eonni, aku yang membuatnya menjadi seperti ini. aku yang membuat adikmu seperti ini.” sesal hyemi.

“Tenanglah ini bukan sepenuhnya kesalahanmu. Kyuhyun juga ikut andil dalam kesalahan ini. seharusnya kalian saling terbuka satu sama lain. Bukannya menutup diri kalian seperti ini. aku mengerti dengan apa yang ada dipikiran kalian. selepas kyuhyun sehat nanti bicarakan baik-baik dengannya, arra?” ucap ahra disertai senyum manis dari bibirnya. Hyemi mencoba mengulas senyum dibibirnya juga. Walaupun terasa amat pahit dan menyengsarakan dirinya. “Duduklah didekat kyuhyun. Aku yakin kyuhyun pasti menginginkamu berada didekatnya.” Ucap ahra kemudian. Hyemi menuruti perkataan kakak iparnya. Hyemi mengenggengam erat tangan kyuhyun, seolah takut namja itu akan pergi dari hadapannya.

“Mianhae, jeongmal mianhae.” Bisik hyemi pada kyuhyun. “Saranghae.” Hyemi kembali berbisik, kini dengan suara yang lebih pelan dari sebelumnnya.

*****

2 Minggu kemudian.

“Ah akhirnya kau diizinkan pulang oleh dokter. Aku hampir gila menungguimu di Rumah sakit setiap malam.” Ucap leeteuk saat mereka semua tiba di apartemen kyuhyun. “Hyemi-ya kami semua pulang dulu. Jika ada apa-apa hubungi kami saja.” Pamit leeteuk dan menarik semua dongsaengnya keluar dari apartemen kyuhyun. Kini hanya ada hyemi dan kyuhyun disana. Kyuhyun menghela nafas berat. Lalu menatap hyemi lekat.

“Untuk apa kau merawatku selama dirumah sakit? Bukankah sekarang seharusnya kau sudah bebas dengan yesung hyung? Aku sudah memberimu surat gugatan yang kau mau kan?” ucap kyuhyun, terasa seperti mengintimidasi hyemi.

“Bisakah kita memulai semuanya dari awal?” hyemi bersuara dengan nada lemah. Kyuhyun terlihat menyeringitkan dahinya. “Kita lupakan masa lalu. Dan memulainya lagi. Aku sudah merenungkan semuanya. Aku sudah menemukan jawabannya. Aku sudah menemukan orang yang membuatku tidak bisa hidup tanpanya. Orang itu adalah dirimu kyuhyun-ssi. Maaf karena aku baru menyadarinya sekarang. jika saja, aku meyadari hal ini lebih dulu. Pasti kau tidak akan mengalami kecelakaan ini.” kyuhyun masih menatap hyemi dengan tatapan tak percaya.

“Kau sedang bercanda? Ayolah hyemi-ya ini sama sekali tidak lucu.” Ucap kyuhyun datar. Hyemi terlihat tersenyum menanggapinya.

“Apakah kau benar-benar tidak mempercayaiku?” Tanya hyemi pelan. Kyuhyun masih menatap hyemi tak percaya. “Kau pasti benar-benar membenciku ya? Sampai-sampai kau sama sekali tak mempercayai apa yang aku katakan.” Hyemi terlihat memainkan kuku-kuku jarinya. “Aku membutuhkanmu, kyuhyun-ssi. bukankah cinta adalah perasaan saling membutuhkan? Apa kau tidak membutuhkan kehadiranku dalam hidupmu?”. Kyuhyun hanya diam, tak bersuara. “Baiklah, jika kau tidak mau menerima kehadiranku. Aku akan pergi dari hidupmu. Tentang surat gugatan itu, aku akan menanda…” belum selesai hyemi berucap kyuhyun sudah menarik gadis itu kedalam pelukkannya. Memeluknya erat, teramat erat hingga membuat hyemi merasa kesulitan bernafas.

“Jangan katakan apapun mengenai surat gugatan itu. Aku akan membuangnya jauh-jauh atau aku akan membakarnya. Dan jangan pernah berniat untuk memberikan hatimu kepada orang lain, aku tidak akan pernah mengizinkannya. Kau itu milikku! Jangan pernah melihat orang lain dihidupmu selain diriku, mengerti?” ucap kyuhyun kemudian. Hyemi terlihat mendongak berusaha untuk menatap wajah kyuhyun.

“Kau? Apa maksudmu?” Tanya hyemi ragu.

“Siapa yang mengatakan bahwa aku tidak mencintaimu? Apa kau bodoh, hah?!” hyemi terlihat mencibir kelakuan namja didepannya.“Jangan pernah kau coba lari dari kehidupanku! Aku mengurungmu Cho Hyemi!” ucap kyuhyun seolah-olah ia sedang marah. Namun sesungguhnya perasaan senanglah yang kini menggelayuti hatinya. Kyuhyun mengecup kening hyemi sekilas. “Gomawo.” Ucap kyuhyun. Hyemi hanya tersenyum menanggapinya. Kyuhyun kembali memeluk hyemi. Ia meletakan dagunya dipundak hyemi. “Saranghaeyo.” Bisik kyuhyun tepat ditelinga hyemi. Hyemi merasa semburat merah itu menyerang pipinya secara membabi buta. “Nado saranghae.” Balas hyemi.

-FIN-

Hiyaaaaa akhirnya FF yang dari zaman empu tantular ini rampung juga >.< (?) Beneran ya SMK itu banyak banget tugasnya -.- atau SMA juga ya? Entahlah. Pokoknya tugas sama praktek aku itu bejibun udah kayak gunung fuji -_-, Maaf bangetbaru bisa nyelesaian FF ini. dan gimana kesannya? Gak jelas ya? Iya emang’-‘ aku gak kelupaan ide masa. Efek udah jarang nulis mungkin ya. Lagipula FF ini udah mogok dari kapan tau akunya lupa -_- Yaudah jangan pada ngamuk sama FF gak jelas ini ya. Kan aku gak nyuruh kalian baca –vTitle                    : You Are My Destiny [Part 4 – End]

Cast                     :

  • Cho Kyuhyun
  • Park Hyemi
  • And other cast

Author               : Mega Silfiani

Genre                 : Sad, Romance.

Category            : Chapter

                              Longstory with 80.193 chara (With Space)

Hiduplah dengan seseorang yang kau pikir, kau tidak akan bisa hidup tanpanya. Bukan berpikir bahwa Kau bisa hidup dengannya. Cinta bukanlah sebuah keegoisan semata. Cinta yang tulus tak akan pernah padam meskipun ‘dia’ tak adalagi bersamamu.

“Mmm.. oppa” panggil hyemi  pelan.

“Ne?” sahut yesung, lalu memandangi wajah mulus hyemi.

“Mmm.. bolehkah aku tinggal dirumahmu?” Tanya hyemi ragu-ragu. Ia terlihat menggigit bibir bawahnya.

“MWOYA?? Kau serius?” Tanya yesung kaget.

“Bolehkan?” hyemi kembali meminta pernyataan yesung. Yesung terlihat sedikit mengerutkan keningnya.

[Part 4-END Beginning]

Yesung sedikit bimbang dengan keputusan yang akan ia katakan pada gadis didepannya ini.

“Eotte? Bolehkan oppa?” bujuk hyemi untuk kesekian kalinya. Yesung mengurut pelan pelipisnya, mencoba berfikir apa yang sebaiknya ia lakukan saat ini. disatu sisi ia setuju jika hyemi tinggal di bersamanya, bukankah dengan begitu ia bisa lebih sering melihat wajah hyemi setiap pagi. Ia sangat mengingikan hal tersebut. Namun disisi lain, apa yang akan dikatakan oleh orang lain. Jika ia tinggal dengan seseorang yang sudah menikah. Ia bisa saja disebut sebagai pengganggu rumah tangga orang lain.

“Mengapa kau tidak kembali ke rumah orang tuamu saja?” tawar yesung, mencoba memberikan jalan tengah bagi gadis didepannya. Hyemi mendongak dan menatap yesung. Ia terlihat mengerucutkan bibirnya.

“Maldo andwae . Aku tidak bisa oppa. Jika aku kembali kerumah orang tuaku. Kyuhyun pasti akan dengan mudah membawaku kembali padanya. Shireo.. ” tolak hyemi tak setuju dengan jalan tengah yang diberikan oleh yesung. Yesung mengangguk paham akan apa yang diinginkan hyemi. Hyemi menghela nafas panjang, lalu menatap yesung dengan tatapan sebal. “Jika oppa tidak mengijinkan aku tinggal bersamamu. Geurae.. aku bisa tinggal di hotel saja. Ahh.. ani. Kebanyakan hotel mewah sudah dipindah tangan menjadi milik keluarga Cho. Kalau begitu aku akan tinggal di motel saja.” Ungkap gadis tersebut. Yesung tersentak terkejut. Ia tidak mungkin membiarkan gadis yang ia cintai tinggal di motel sendirian. Itu semua terlalu berbahaya, fikirnya.

“Ahh.. geurae. Aku mengijinkanmu tinggal bersamaku.” Ucap yesung, mengalah pada akhirnya. Ia melihat hyemi terkekeh pelan. “Jeongmalyo?” Tanya hyemi memastikan.

“Eoh.” Jawab yesung singkat.

“Joha.. ayo kita ke apartemenmu. Aku lelah, eoh?” yesung terlihat menghela nafas berat. Ia tak mengerti apa ini keputusan yang benar atau tidak. Namun, melihat senyum yang merekah dari bibir hyemi, membuatnya berfikir jika jalan inilah yang ia harus lakukan.

“Nee.. kajja!” ajak yesung, menggenggam tangan hyemi, berjalan bersama di jalanan kota seoul  yang padat.

“Apa apartemenmu jauh dari sini?” Tanya hyemi ditengah perjalanan menuju stasiun bawah tanah.

“Aniya.. tak terlalu jauh. Hanya sekali pemberhentian kereta. “

“Eohh.. arraseo!”.

*****

“Joha.. apartemenmu cukup besar oppa.” Ungkap hyemi jujur saat memasuki apartemen milik yesung. Yesung hanya tersenyum mendengarnya.

“Apa kau tinggal sendiri disini?” Tanya hyemi, kakinya tak berhenti melangkah. Menelisik setiap sudut apartemen yesung. Yesung hanya mengikuti kemana arah langkah kaki gadis tersebut.

“Eohh.. orang tua dan adikku tinggal dirumah pribadi. Aku hanya sendiri disini. Gwenchana?” hyemi menghentikan langkahnya, lalu berbalik menatap yesung yang berdiri dibelakangnya. Beberapa detik gadis tersebut diam, Nampak sedang berfikir. Sampai akhirnya sebuah senyum manis melengkung menghiasi wajah cantiknya.

“Gwenchana oppa. Geokjongma..” hyemi kembali melanjutkan kegiatannya. Menelurusi setiap sudut apartemen yesung.

“Ah, ne, tadi kau bilang ingin istirahat?” tegur yesung pada hyemi. Hyemi menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

”Hehe.. aku lupa. Ne, dimana kamar yang bisa kupakai?”

“nal ttalawa! (Ikuti aku!) ” ujar yesung,menuntun gadisnya menuju kamar yang diperuntukan bagi tamu.

“Igo.. johasseo?? (Ini.. kau suka?) ” ucap yesung sembari menatap gadis yang tengah berdiri disampingnya. Gadis tersebut hanya menggangguk tanda setuju. “Kamar mandinya ada disebelah sana.” Ujar yesung menunjukan sebuah ruangan disudut kamar. “Jika kau perlu sesuatu, kau katakan saja padaku, arra?”. Hyemi terlihat mengangguk mengerti. “Jika kau perlu handuk, ada di lemari. Tenang saja, handuk tersebut baru.” Ungkap yesung jujur. Ia mengacak pelan rambut hyemi.

“Oppa” panggil hyemi, membuat yesung mengurungkan niatnya untuk keluar dari kamar tersebut.

“Eoh” sahut yesung, ia berjalan kembali ke arah hyemi.

“Aku lupa, aku tidak membawa pakaian.” Adu hyemi ragu-ragu. Yesung terlihat menyeringitkan dahinya, lalu sedetik kemudian ia mengangguk, mengerti dengan apa yang dimaksud gadis tersebut.

“Arrayo.. kau mandilah dulu. Sementara kau mandi aku akan pergi ke toko pakaian untuk membelikanmu beberapa pakaian disana.” Perintah yesung sembari mendorong pelan tubuh hyemi menuju kamar mandi. Hyemi memberontak, menolak dorongan yesung padanya.

“Oppa..” seru hyemi, kepalanya ia tengokkan kebelakang menatap yesung.

“Eoh. Waeyo? sudah sana masuk.” Perintah yesung, masih tetap mendorong tubuh hyemi. Hyemi masih terus menolak, ia membalikkan badannya menghadap yesung. Karena hyemi melakukan semua itu dengan tiba-tiba. Hidungnya terbentur leher yesung. Hal tersebut membuatnya sedikit meringis pelan. Sementara itu yesung yang menyadari hal tersebut hanya tertawa melihat sang gadis meringis pelan.

“Aww.. appayo.. ” ujar hyemi sembari mengelus pelan hidungnya. Ia terlihat mengerucutkan bibirnya. Melihat hal tersebut, yesung semakin gencar tertawa, terlihat jelas muka hyemi yang merah padam menahan malu.

“Uchimaseyo.. (jangan tertawa)” ucap hyemi memukul pelan dada yesung. Yesung menatap gadis didepannya, masih menahan tawanya yang ingin sekali meledak.

“Arra.. mianhae . jeongmal apeun mueos-ibnikka? (Apakah benar-benar sakit?)” Tanya yesung, terdengar nada khawatir pada kalimatnya tersebut.

“Jeongmal apeuntta.. (sangat sakit)” jawab hyemi. yesung menjulurkan tangannya mengusap pelan puncuk kepala hyemi.

“Mianatta.. “ ucap yesung lembut. “Kka.. (pergi) kau harus menurut padaku. cepat mandi, eoh!” lanjutnya.

“Handukku, bahkan aku belum mangambil handuk, oppa!” ujar hyemi sebal, itulah alasannya tadi menolak perintah yesung untuk masuk kedalam kamar mandi.

“ Aigo..kkamppag-yo (Ah iya aku lupa)” ucap yesung, ia terlihat tersenyum bersalah. Hyemi hanya mendengus kesal kearah yesung. “Pikyeo (Minggir) aku ingin mengambil handukku dilemari.” Ucap hyemi, lalu melenggang pergi menuju lemari pakaian, yang terletak disalah satu sudut kamar. Setelah mendapatkan apa yang ia inginkan, tanpa diperintah lagi hyemi telah menghilang dibalik pintu kamar mandi.

“Mianhae..” ujar yesung dari luar. Tak terdengar sahutan hyemi, hanya gemericik air shower yang terdengar. “Nae kkalkeyo (aku pergi)” ucap yesung sebelum keluar kamar tersebut.

Kini hyemi telah selesai mandi, ia keluar kamar mandi dan menemukan sebuah kemeja putih diatas ranjang. Kemeja tersebut terlihat begitu besar. “mwoya?” hyemi mengulurkan tangannya, lalu meraih kemeja tersebut. Ia melihat diatas kemeja tersebut terdapat secarik kertas. Dengan gerakan cepat gadis tersebut membaca apa yang tertulis disana. Tak lama, seusai hyemi selesai membaca pesan tulis tersebut. Bibirnya melengkung membentuk sebuh senyum manis diwajahnya.

Untuk Hyemi

Mianhae.. aku sama sekali tak berniat mentertawakanmu tadi. Wajahmu ketika marah sangat lucu. Aku tak tahan untuk tak tertawa karena itu. Ng, jika kau telah selesai mandi. Pakailah kemeja itu dulu, hanya sementara. Sampai aku pulang, dan mamberikanmu pakaian yang aku beli. Arra? Jangan pergi kemana-mana.

Dari Yesung

“Arrayo oppa..” gumam hyemi. Seusai membaca surat tersebut, tangan hyemi langsung disibukan untuk memakai kemeja tersebut. “Aigo.. kenapa sependek ini?” ujar hyemi pada dirinya sendiri. ia melihat kearah pahanya yang tak tertutup kain kemeja tersebut. Kemeja itu hanya menutupi sedikit paha atasnya saja. Hyemi terlihat mengerucutkan bibirnya. Ia merasa risih memakai pakaian yang sependek ini. ‘Hah.. sudahlah ini hanya sementara sampai yesung oppa kembali. Lagipula tak ada seorang pun disini.’ Pikir hyemi dalam hati.

*****

“jib-e waseo (aku pulang) ” seru yesung saat ia masuk kedalam apartemennya. Lama, ia tak mendengar sahutan hyemi dari dalam apartemen. “Hyemi-ya eoddiga? (Hyemi kau dimana?) ” Tanya yesung, sembari melemparkan pandangannya keseluruh penjuru apartemennya. Pandangannya terhenti melihat seorang gadis yang tengah terlelap dengan damainya disofa ruang tamu. Wajahnya begitu terlihat nyaman, tak menunjukan bahwa ia sedang bersedih hati. Hatinya, ya hati gadis tersebut sedang terluka, terluka akibat melihat perbuatan ‘suami’nya yang sangat menyakitinya. Perlahan, yesung mendekati sofa tersebut. Ia tersenyum lebar begitu sampai didepan gadis tersebut. Ia mengulurkan tangannya merapikan poni rambut sang gadis. Perlahan, ia menyentuhkan tangannya mengelus pelan pipi chubby sang gadis. Berhati-hati agar gadis tersebut tak merasa terusik. “Mengapa kau harus menyukainya hyemi-ya? Walaupun kau tak pernah mengatakan bahwa kau menyukainya. Semua itu begitu terang, jelas terlihat. Sangatlah jelas jika kau benar-benar menyukainya. Sangat amat menyukainya, hyemi-ya..” yesung merapikan anak-anak rambut yang menutupi wajah sang gadis, disampirkannya kebelakang telinga hyemi. “Kau tahu’kan, jika aku menyukaimu.” Yesung tersenyum getir. “Apa kau tak berniat meninggalkan kyuhyun setelah kejadian ini?” yesung memindahkan letak tangannya. Ia mengelus lembut kening gadis didepannya. “Aku ingin memilikimu hyemi. Sangat amat ingin memilikimu. Aku ingin melihatmu setiap hari tertidur seperti ini disampingku. Aku ingin melihatmu setiap hari dipagiku. Aku ingin melihatmu tersenyum padaku setiap hari. Aku ingin.. aku ingin kau menjadi yeojaku hyemi-ya.” Yesung terlihat menggigit bibir bawahnya.menahan rasa sakit yang kini mengerogoti tubuhnya. “Jika saja, kau mengatakan,kalau kau mempunyai perasaan yang sama terhadapku. Aku akan langsung merebutmu dari kyuhyun saat itu juga. Namun sayangnya, kau tidak memiliki perasaan seperti yang aku rasakan.” Yesung semakin merasa dadanya sesak. “Apa aku hanya bisa mengagumimu tanpa memilikimu? Mengapa begitu malang nasibku ini?” nafas yesung mulai memburu, ia merasa persendiaanya terasa ngilu. Bulir bening kini telah bersarang dipelupuk matanya. Namun, yesung terus tersenyum mamandangi gadis didepannya. Senyum yang begitu dipaksakan tentu saja. Tanpa yesung sadar, sebulir air mata kesedihannya tumpah. Air mata itu mengenai kulit putih hyemi. Sesegera mungkin yesung menghapus jejak air mata dari wajahnya. “Mengapa aku begitu cengeng?” Ucap yesung getir. Ia melihat hyemi menggeliat pelan. Dan perlahan, hyemi mulai mengerjapkan matanya. Hyemi sudah terjaga dari tidurnya. “Apa aku menganggu tidurmu?” Tanya yesung lembut, ketika mata hyemi sudah terbuka sempurna. “Oppa wasseo (Kau sudah datang)” ucap hyemi sumringah melihat sosok didepannya. Ia terlihat bangun dari posisi tidurnya. Yesung hanya tersenyum melihat tingkah gadis tersebut. Tak perlu waktu lama, kini yesung sudah duduk disamping hyemi. “Ini pakaian yang kau minta. Mungkin jika kau memintanya pada kyuhyun akan berbeda harganya dengan yang kubelikan.” Ujar yesung pelan, namun masih dapat ditangkap oleh indra pendengaran hyemi.

“Oppa..” bentak hyemi tak suka dengan apa yang tadi namja tersebut katakan. Yesung hanya tersenyum kikuk, ia menggaruk pelan tengkuknya yang sama sekali tidak terasa gatal. “Joha.. aku ganti baju dulu,eoh?” ucap hyemi, lalu melenggang pergi meninggalkan yesung disofa.

“Hyemi-ya!” seru yesung dengan suara yang cukup keras. “Eoh” sahut hyemi didalam kamarnya. “Ppaliwa.. (Cepatlah) jika telah selesai, Ayo kita makan. Baegopa (aku lapar)” ujar yesung pada hyemi.

“Mmm.. arrayo oppa”

*****

KYUHYUN POV

Shit! Kemana perginya gadisku? Aku sudah berkeliling kampus mencarinya. Setiap orang disana juga sudah kutanyai tentang keberadaannya, namun nihil. Ia sama sekali tak kutemukan. Ia juga tak berada di apartemen kami. Oh tuhan, aku benar-benar mengkhawatirkan gadisku kali ini. kemana perginya gadis itu? Kini aku memberanikan diri mencari ke rumah orang tuanya. Itu tempat terakhir yang bisa kutebak. Entah, jika ia tak ada disana. Kemana lagi aku harus mencari keberadaannya. Kupacu mobilku, seperti seseorang yang kalap dalam balapan. Kecepatan mobiku seolah membelah jalanan kota seoul disiang hari ini. dengan ragu aku mengetuk pintu rumah mereka –orang tua hyemi- . tak lama menunggu, terdengar bunyi derit pintu bergerak membuka.

“Oh.. kyuhyun hyung.” Sapa seorang namja saat pintu terbuka sempurna, ia adalah adik hyemi –hyun jun-. “Hyung, kemana noona? Apa ia tidak kau ajak? Aku merindukannya..” ucap hyun jun kecewa karena ia tidak melihat sosok noonanya bersamaku saat ini.

“Noonamu tidak ada disini?” tanyaku padanya dengan nada ragu. aku menengguk ludah dengan susah payah. Ia terlihat mengerutkan keningnya. Ia menatapku dengan pandangan bingung.  Kutarik kedua sudut bibirku, berusaha tersenyum walau terasa amat hambar. “Hyunnie.. waegeurae? Siapa yang datang?” seru suara seseorang didalam kediaman mewah keluarga park.

“Kyuhyun hyung, eomma..” sahut namja kecil didepannku. Terdengar derap langkah terburu-buru menghampiri kami.

“Ahh.. kyuhyun-ah.” Sapa eomonim padaku, ia mengelus pelan lengan kiriku. Matanya terus mengedar mencari sosok seseorang. “Hyemi tidak ikut bersamamu?” ucap eommonim, menatapku dengan tatapan heran.

“Hyung kemari justru mencari keberadaan noona, eomma” pekik hyun jun saat aku tak jua merespon pertanyaan eommonim. Eommonim terlihat kaget mendengarnya.

“Waeyo? Apa kau bertengkar dengan hyemi?” Tanya eommonim, terdengar jelas nada kecemasan disana.

“Aniyo.. kami baik-baik saja, eommonim. Anda tak perlu khawatir.” Ucapku berbohong. Aku tak mau jika masalah kami –aku dan hyemi- membuat cemas orang tua hyemi.

“Lalu? Ada apa kau mencari hyemi? Apa putriku melarikan diri darimu?” aku tertawa hambar menanggapi pertanyaan eommonim tadi.

“anniyo.. bukan seperti itu. Ia tadi pergi tanpa memberitahuku. Kukira ia datang kemari. Ahh.. mungkin ia berada dikampusnya. Mengapa aku tak kesana tadi.” Ucapku seolah aku belum menyantroni kampus untuk mencari keberadaan gadis tersebut. Kulihat eommonim tersenyum singkat.

“Ahh.. eommonim aku pergi dulu, ne?” pamitku, saat melihat mulut eomma bersiap meluncurkan pertanyaan padaku. aku membungkukan setengah badanku hormat. Memberi salam pada eommonim dan hyun jun.

“Hyung-ah.” Panggil hyun jun, hal tersebut membuatku menghentikan langkah secara otomatis. Kutolehkan kepalaku menatapnya. Aku mencoba menarik sudut-sudut bibirku membentuk senyuman.

“Wae, hyun jun-ah?” tanyaku ragu-ragu. Ia terlihat mengigit bibir bawahnya. Terlihat ragu untuk mengatakan sesuatu.

“Aku ikut mencari noona.” Pintanya, aku membelalakan mata mendengarnya. Kulihat eommonim sama terkejutnya dengannku. Eommonim menatap tajam hyun jun, seolah ingin menelan anak laki-lakinya tersebut hidup-hidup. Tatapan eommonim kini beralih menatapku. Tidak, ia tidak menatapku tajam. Justru sebaliknya ia menatapku lembut.

“mmm.. kyuhyun-ah jangan pedulikan hyun jun. ia sedang sakit, makanya bicaranya tidak terarah seperti itu..” ucap eommonim ragu. “Eomma..!” bentak hyun jun, merasa tak terima. Namun, eommonim hanya menatapnya –lagi-lagi- dengan tatapan tajam. Aku menatap keduanya bingung.

“Eoh.. arrayo eommonim. Aku pergi dulu. Annyeong!” ucapku, lalu berjalan dengan langkah sedikit terhuyung. Sungguh kali ini aku tidak tahu kemana lagi aku harus mencari keberadaannya. Hye Mi-ya kau dimana,eoh?

AUTHOR POV

“Eomma aku tidak sakit! Aku ingin ikut hyung mencari noona.” Rengek hyun jun pada ibunya. Namun, sang ibu tidak memperdulikannya. Nyonya Park hanya menarik paksa sang anak untuk masuk kembali kedalam rumah mereka. “Eommma..” bujuk hyun jun untuk kesekian kalinya. Kini sang ibu menyerah, lalu ia menatap anak laki-lakinya tersebut.

“Waeyo? Mmm?” ucap sang ibu.

“Biarkan aku ikut dengan hyung. Aku khawatir dengan noona. Apa eomma tidak merasakan hal yang sama?” sang ibu hanya terkekeh pelan mendengar penuturan anaknya tersebut.

“Eomma tahu. Eomma juga merasa seperti itu. Namun, biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri. mereka sudah besar, sudah menikah. Jadi, mereka berhak mengurus satu sama lain. Sebaiknya kita tidak perlu ikut campur, kau mengerti?”

“Tapi, bagaimana jika terjadi apa-apa dengan noona? Apa tidak sebaiknya kita membantu mereka eomma?” Tanya hyun jun lagi. “Eomma yakin kyuhyun dan noona-mu bisa mengatasi masalah mereka sendiri. kau tidak usah cemas. Ahh.. dan satu lagi, jangan laporkan tentang hal ini pada appa. Jika appa tahu tentang hal ini darimu. Eomma janji tidak akan ada jatah uang saku selama satu bulan. Arra?” ucap sang ibu,lalu berjalan mendahului anaknya yang kini tengah berdiri terpaku dibelakangnya.

“Tidak diberi uang saku satu bulan?” ulang hyun jun berusaha menyadarkan fikirannya. “Eommaaaa” teriaknya memenuhi setiap sudut rumah. Sang ibu hanya terkekeh pelan melihat tingkah anak laki-lakinya tersebut. ‘Jika kau sudah dewasa. Kau pasti mengetahui alasan mengapa eomma melakukan hal ini, hyunnie.’gumam sang ibu dalam hati.

*****

@Cho Coorporation

“Chogiyo.. anda diminta menandatangani semua dokumen ini, tuan cho.” Ucap seorang laki-laki paruh bawa ragu-ragu. Orang yang dipanggil tuan Cho tadi tak juga menggubris hal tersebut. Ia tetap asik dengan kegiatannya sendiri. Kini ia sedang duduk di kursinya menghadap kearah jalannan kota seoul. “Maaf tuan Cho. Bisakah anda menandatangani semua ini sekarang? Kami…” Sang sekertaris tadi kembali berucap. Namun belum sempat ia menyempurnakan kalimatnya, Kyuhyun dengan seenak hati memotong perkataannya.

“ pergi!” ucap kyuhyun pelan, namun tegas. Terdengar jelas nada mengancam terselebung didalam kalimatnya tadi.

“ Tapi tuan, kita harus…”

“KAU MENGERTI APA YANG AKU KATAKAN ATAU TIDAK? KUBILANG PERGI! SEKARANG!” bentak kyuhyun keras, sukses membuat sang sekertaris bergidik ngeri dan memilih menyelamatkan dirinya dari amukan kyuhyun. Ia tanpa kata lagi langsung keluar dari ruangan kyuhyun dengan raut wajah ketakutan. Kyuhyun menatap punggung sang sekertaris yang kini sedang berjalan keluar ruangannya.

“ Jankaman..”ujar kyuhyun tiba-tiba.

“Ne? anda memanggil saya tuan?” Tanya sang sekertaris ragu-ragu.

“Ia. Siapa lagi memangnya?”

“Ne.. Josonghamnida.. Ada yang bisa saya bantu?”

“Cari tau dimana keberadaan HyeMi.”

“Ne?Maksud anda? Nona hilang?” Tanya sekertaris tersebut kaget. Ia membekap mulutnya dengan tangannya sendiri. Kyuhyun terlihat menghela nafas panjang.

“Iya dia hilang.. ng.. tepatnya ia pergi dan aku tak tau kemana ia pergi. Tuan Jang tolong, Kumohon bantu aku mencarinya.” Ucap kyuhyun melemah.

“Anda sudah memberitahu semua ini pada orang tuanya dan orang tua anda tuan?” Kyuhyun hanya menggeleng pelan menanggapi pertanyaan dari sekertarisnya tadi. Sekertarisnya yang dipanggil tuan jang tadi terlihat mengerutkan keningnya khawatir.

“Ne.. baik tuan. Saya sebisa mungkin akan mencari tahu dimana keberadaan Nona.” Kyuhyun hanya tersenyum tipis.

“Ah.. ne.. tuan Jang tolong jangan memberitahukan ini pada siapapun. Apalagi ayahku. Aku mempercayaimu.”

“Ne.. arrashimnida.. Geokjeongma..” sang sekertaris terlihat membungkukan badannya, pamit.

“Jadi HyeMi hilang?” Tanya sebuah suara yang membuat kyuhyun dan Tuan Jang kaget.

“Leeteuk Hyung?” ucap kyuhyun  terbelalak melihat sosok namja tegap didepannya.

“Tuan Jang bisakah kau tinggalkan kami disini.”pinta leeteuk sopan pada tuan jang.

“ ne.. arrashimnida” jawab tuan jang, lalu pergi dari hadapan kyuhyun dan leeteuk. Kyuhyun kembali menatap kaca jendela besar dibelakangnya.

“ Sekarang, cepat jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi? Ada apa antara dirimu dan hyemi. Jangan BERBOHONG PADAKU KYUHYUN-AH!” ucap leeteuk kesal.

HYE MI POV

Sudah hampir 4 hari aku tinggal bersama yesung oppa. Ia memperlakukanku dengan baik, amat sangat baik. Setiap pagi aku selalu tersenyum karenanya, jauh berbeda ketika pagiku bersama kyuhyun. Hanya ada seringai menyebalkannya ketika ia berhasil menjahiliku. Arrghhh.. untuk apa kau mengingatnya hyemi? Babo. Jinnja babo yeoja. Ng, sudah 4 hari pula. Aku tak bertemu dengan kyuhyun. Mmm.. baiklah aku mulai mengungkitnya lagi. Sungguh aku merasa ada sesuatu dalam diriku yang hilang selama 4 hari ini. aku juga tak mengerti perasaan apa yang sebenarnya aku sedang rasakan saat ini. Mungkinkah.. aku. Ng, mungkinkah au merindukan sosok kyuhyun disampingku? Aigoo.. Michin . Bagaimana bisa aku berfikiran seperti itu. Ahh.. mollaseo aku tak mengerti tentang perasaan yang sedang kurasakan saat ini. rasanya seperti kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidupku. Rasanya seperti kau kehabisan oksigen, tidak bisa bernafas. Entahlah, selama 4 hari ini aku selalu gelisah. Deru jantungku tak setenang biasanya. Helaan nafasku pun tak jauh berbeda. Sangat tak nyaman, sesak. Ada apa ini sebenarnya? Mengapa aku terus menerus memikirkan kyuhyun. Hyemi ada apa dengan dirimu? Aigo.. aku lupa jika aku harus ke minimarket untuk membeli pembalut wanita. Aku tidak mungkin meminta yesung oppa membelikannya untukku,kan? Dengan langkah pelan, aku berjalan menuju minimarket yang jaraknya tak terlalu jauh dari apartemen yesung oppa. Setelah mendapatkan apa yang kubutuhkan, dengan segera aku melangkahkan kakiku kembali ke apartemen. Namun, secara tiba-tiba sebuah tangan memegang lenganku. Aku menoleh kearah sang pemilik tangan tersebut. “Hae Min-ah??” ucapku tersontak kaget.

*****

“Ternyata selama ini kau tinggal bersama yesung sunbae?” tanyanya tak percaya. Kini kami tengah berada di ruang tamu apartemen yesung. Aku hanya mengangguk lemah menanggapi pertanyaannya tersebut. “Yakkk.. aishh jinjja. Kau tahu? Kyuhyun sunbae sedang sakit!” ucapnya penuh penekanan.

“Mwoya? Kyu..kyuhyun sa..kit?” tanyaku dengan suara yang terdengar lemah.

“Ne.. sejak kau meninggalkannya empat hari yang lalu. Ia benar-benar seperti orang gila. Ia selalu uring-uringan. Dan yang kudengar dari donghae oppa. Pekerjaannya dikantorpun terabaikan. Kau tahu itu? Sebenarnya apa yang terjadi antara kalian berdua hyemi-ya?” tuturnya. Aku hanya menunduk merasa bersalah. Cukup lama terjadi keheningan antara kami. “Hyemi-ya…” ucap heamin kini dengan nada yang terdengar seperti membentak. Aku menatapnya ragu, kugigit keras bibir bawahku.

“Mianhae.. aku tidak tahu.” Ucapku pelan.

“Aishhhh..” geram heamin, ia terlihat mengacak pelan rambutnya.

“Memangnya kyuhyun sakit apa?” tanyaku ragu-ragu.

“Entahlah.. kemarin terakhir kali kulihat wajahnya sangat pucat. Sepertinya ia tidak makan selama kau pergi, suhu tubuhnya pun sangat tinggi. Ia hanya mengurung diri dikamar. Sungguh aku tidak tega melihat sunbaenim seperti itu. Dan kau tahu? Ia selalu menyebut namamu. Ia benar-benar seperti orang depresi hyemi-ya. Kau dengar itu? Seperti orang depresi,huh!” aku menghela nafas berat mendengar penuturan heamin. Ya tuhan, Apakah separah itu keadaan kyuhyun? Aku kembali mengigit bibir bawahku. Menahan rasa sakit yang kini serasa menyerang persendiaanku. Kucoba menelan liur, sangat pedih. Nafaskupun kini tak lagi dapat tenang. Tatapanku seolah tak terfokus kali ini. “Aku pamit pulang. Dan ingat! Kau harus kembali ke apartemen kalian. kau mengerti?” ujar heamin.

“Hea Min-ah. Jebal, jangan katakan jika aku ada diapartemen yesung oppa. Aku tidak mau kyuhyun…. Ng… “kataku ragu. Heamin terlihat memicingkan mata.

“Arraseo” ucapnya kemudian. Aku hanya tersenyum tipis menanggapinya. Beberapa detik kemudian ia telah lenyap dari jarak pandangku. Aku mencoba untuk bangkit dan berniat berjalan menuju dapur, sekedar untuk mengambil minum. Tenggorakanku terasa amat kering. Dengan cekatan aku meraih air mineral di dalam kulkas. Lalu menengguknya hingga habis tak bersisa. “Mengapa tenggorokanku masih saja teras kering?” ujarku getir. Tanpa aku sadari setetes demi setetes air mata mulai mengaliri pipiku. Hatiku terasa penuh sesak. Dengan sembarangan kuusap lelahan air mata yang menghiasi pipiku. Apa yang seharusnya kulakukan saat ini?

*****

AUTHOR POV

Dengan langkah ragu-ragu, hyemi berjalan menuju lift. Setelah berdebat dengan batinnya sendiri. akhirnya, ia memutuskan untuk mengikuti hatinya ketimbang ego yang kini bersarang di otaknya. Ia memutuskan untuk kembali ke apartemennya dan melihat keadaan kyuhyun. Ia berharap, ini adalah jalan terbaik yang sekarang ini harus ia pilih. “Hyemi…” seru suara seorang laki-laki dari dalam apartemen mereka. Suara tersebut terdengar begitu parau. Ya, pemilik suara tersebut adalah kyuhyun. Kini ia tengah terduduk lemah disofa ruang tamu. Mungkin ia masih tidak percaya, jika gadisnya kini telah berada di depannya. Hyemi terlihat menelan ludah dengan susah payah. Ia menarik nafas panjang, dan berjalan perlahan menghampiri kyuhyun. Hyemi menarik pelan kedua sudut bibirnya. Melengkungkan senyuman yang terasa begitu hambar. Terlihat kyuhyun bangkit berdiri dari posisinya. Ia berjalan perlahan menghampiri sosok gadis yang tengah ia rindukan selama 4 hari ini. Kini kyuhyun telah berada tepat didepan hyemi. Seolah telah terbius, kyuhyun terus menerus menatap wajah gadis didepannya. Wajah gadis yang berhasil memenjarakan hatinya. Wajah gadis yang selalu menjelajahi setiap ruang di fikirannya. Dengan segera kyuhyun merengkuh tubuh gadis tersebut kedalam pelukannya. Membenamkan wajah gadis tersebut didepan  dada bidangnya. Hyemi hanya bisa tersentak kaget, tanpa menolak pelukan kyuhyun. Entah mengapa ia merasa pelukan ini amat sangat ia butuhkan. Jemari kyuhyun menelusup kedalam helaian rambut sang gadis. Kyuhyun mengecup pelan puncuk kepala hyemi. ‘Oksigenku telah kembali’ gumam kyuhyun dalam hati.

“Kyuhyun-ssi…” ujar hyemi sembari berusaha melepaskan pelukan kyuhyun.

“Kumohon, biarkan seperti ini.” ucap kyuhyun, ia mempererat pelukannya pada hyemi. Bulir bening itu kembali bersarang dipelupuk mata hyemi. Rasa sesak serasa menyerang dadanya tanpa ampun. Keheningan tercipta diantara mereka.

“Kumohon lepaskan.” Ucap Hyemi datar. Kyuhyun menatap hyemi dalam. Seolah menelusuri setiap ekspresi yang terpancar dari wajah gadisnya.

“Kemana saja kau selama ini, huh?! Apa kau tahu aku hampir mati mencari keberadaanmu?” ucap kyuhyun pelan namun terasa sangat mematikan. Hyemi mengalihkan pandangnya. Ia menundukan kepalanya. Ia tak mau jika ia harus menatap mata kyuhyun.

“Uhmm.. aku. Ah aniyo. Kau tidak perlu mengetahui dimana keberadaanku selama ini.” hyemi terlihat gugup, ia memainkan kuku-kuku jarinya.

“Mwo?! Aku ini suamimu, apa kau fikir aku tidak ada hak untuk tahu dimana keberadaanmu? Hah?!” bentak kyuhyun.

“Cihh.. suami? Suami macam apa yang berciuman dengan wanita lain? Suami macam apa? Hah?! Jawab aku!” Hyemi menatap kyuhyun dengan wajah memerah. Antara menahan amarah dan menahan air mata yang sudah mendesak keluar dari mata indahnya. Kyuhyun terhenyak dalam keheningannya sendiri. “Mwoya? Mengapa kau menatapku seperti itu? Benarkan? Kau sama sekali tak pantas disebut seorang suami.”Ucap Hyemi kasar, ia tersenyum miring. “Ahh.. aku ingat kau dan aku hanya menikah karena perjodohan saja. Jadi diantara kita sudah pasti tidak ada perasaan cinta sama sekali. Baiklah, mulai sekarang kau bebas berurusan dengan wanita manapun dan …”

“Dan kau bebas bersama yesung hyung? Begitu maksudmu?” potong kyuhyun sebelum hyemi menyelesaikan perkataannya.

“Mwoya?”

“Tidak usah banyak mengelak Hyemi.. selama ini kau sering bersama yesung hyung kan? Kalian sering jalan bersama dibelakangku? Bahkan yesung hyung juga pernah mencium pipimu ditaman kampus? Benarkan?”

“Kau tau hal itu? Uhmm.. maksudku saat..” Hyemi menggantungkan kalimatnya. Ia terlihat ragu untuk mengatakannya.

“Saat yesung hyung berani mencium pipimu?” Kyuhyun memamerkan seringainya. “Aku ini suamimu. Jangan pernah biarkan namja lain menyentuhmu. Kau memahaminya atau tidak, hah?!”Hyemi hanya bisa terdiam. Tak mengerti apa yang harus ia katakan saat ini. Ia terlihat menarik nafas berat, lalu menatap kyuhyun dengan tatapan.. ahhh.. entahlah ia sendiripun tak tau. Ia merasa marah ketika kyuhyun bersama wanita lain. Namun ia sendiri ternyata tak jauh berbeda. Ia juga sering bersama namja lain selain kyuhyun. Tepatnya  bersama yesung.

“Arra.. mulai sekarang jalani hidup kita masing-masing. Kau dan aku tidak saling mencinta bukan? Kita hanya terikat tali pernikahan karena ide konyol sebuah perjodohan. Jadi, mulai sekarang kau bebas bersama wanita yang kau suka. Dan anggap saja kita tak saling kenal ketika berpapasan dijalan.” Hyemi berniat pergi dari pandangan kyuhyun. Namun, niatnya terhentikan ketika dengan cekatan kyuhyun mencengkram lengannya dan membuatnya sedikit meringis perih.

“Mau kemana kau Cho Hyemi-ah?” Tanya kyuhyun penuh emosi.

“Waeyo? Bukankah aku sudah katakan. Mulai saat ini kita jalani hidup kita masing-masing.”

“Maksudmu kitaa… bercerai?”

“Jika itu maumu. Aku siapa kapanpun kau ajukan surat gugatan tersebut.” Tanpa berkata banyak lagi. Hyemi segera melangkah keluar dari apartemennya.

“Sampai matipun aku tak akan melakukan itu, bodoh. Yakkkk… Hyemi-ah”. Kyuhyun terlihat mengacak rambutnya frustasi. Ia terlalu lelah untuk mengejar hyemi dan menarik paksa gadis itu untuk kembali. Namun, ia tak mau jika harus berjauhan terlalu lama dengan gadis itu. Dengan langkah terseok, Hyemi melangkahkan kaki meninggalkan kyuhyun yang masih berdiri terpaku diruang tamu. Air mata tak henti mengalir dari kedua bola mata indahnya. Isakan tangis yang membuatnya menjadi sesak. Ia membenci hal ini. bagaimana mungkin ia menangis untuk seorang Cho Kyuhyun. Lelaki yang tidak mencintainya. Bukankah ia juga tak mencintainya? Lalu untuk apa air mata ini harus mengalir. Adakah alasan logis yang dapat menjelaskan semua ini. apa mungkinkah tanpa hyemi sadari ia mulai mencintai pria yang telah ia kutuk setengah mati. Mungkinkah kini ia tak rela melihat kyuhyun dengan wanita lain, selain dirinya. Mungkinkah kini ia merasa memiliki kyuhyun dan takut jika kyuhyun akan pergi meninggalkannya. Ini tidak waras, pikirnya. Untuk apa ia menangis? Adakah yang bisa menjelaskan apa yang sedang terjadi padanya kali ini? Dengan ragu-ragu hyemi menolehkan kepalanya kebelakang. Sekedar menengok kyuhyun, kyuhyun terlihat tak berubah dari posisinya. Kini namja tersebut sedang memandanginya. Dengan segera ia melanjutkan langkah kaki menuju kamarnya. Malam ini terlalu melelahkan, pikirnya. Setidaknya ia harus mengistirahatkan pikirannnya untuk hari esok. Ia hanya berharap hari esok lebih baik untuknya dan untuk kyuhyun.

-Next Day-

Sinar matahari mulai menerobos ke dalam kamar kyuhyun. Memberikan tanda bahwa malam mengerikan yang baru saja ia lalui sudah berakhir. Malam mengerikan dimana ia bertengkar dengan hyemi. Gadis yang sangat amat ia cintai. Mengapa yeoja itu tak juga sadar jika kyuhyun teramat menyayanginya. Apa ia egois jika ia tidak suka ada yang menyentuh gadisnya? Ia rasa setiap namja akan melakukan hal yang sama sepertinya. Dengan tenaga yang masih ada, kyuhyun berjalan perlahan keluar kamarnya. Baru satu langkah ia keluar dari kamarnya, indra pembaunya mencium aroma masakan yang arahnya datang dari dapur rumahnya. Hyemi memasak? Pikirnya tak percaya. Dengan rasa penasarannya, kyuhyun berjalan kearah dapur. Dan benar saja, ia melihat hyemi tengah bergelut dengan berbagai macam bahan masakan dan ia sama sekali tak kebingungan dengan apa yang ia kerjakan. Padahal sudah jelas jika gadis tersebut sama sekali tidak ahli dibidang ini.

“Ekhem..” kyuhyun berdehem pelan. Berusaha memberitahu hyemi jika ia tengah berada tak jauh dari gadis itu.

“Eoh kau sudah bangun rupanya..” ucap hyemi sumringah seolah tak terjadi apapun semalam. Kyuhyun terlihat melukiskan senyum tipis di wajahnya. Ia memilih untuk duduk di kursi meja makan dan dilanjutkan dengan kegiatan memerhatikan gadis yang tengah berada dalam jarak padangnya tersebut. “Finally, I got it!” seru hyemi kegirangan. Entah apa yang membuatnya segembira itu. Kyuhyun hanya menggelengkan kepala melihat tingkah gadis didepannya. Hyemi membalik badannya, dan kyuhyun melihat semangkuk bubur sudah bersarang ditangan gadisnya tersebut. Hyemi berjalan kearah meja makan, lalu meletakan bubur tersebut didepan kyuhyun.

“Apa ini?” Tanya kyuhyun ragu. Hyemi memandang kyuhyun dengan tatapan seolah ingin menelan namja tersebut hidup-hidup.

“Racun” ucap hyemi ketus lalu mengerucutkan bibirnya. Kyuhyun menaikkan satu alisnya.

“Kau ingin membunuhku?” Tanya kyuhyun sengit. Hyemi kembali mendelikkan matanya kearah kyuhyun. Dengan kesal ia meraih sendok yang berada dalam mangkuk bubur tersebut. Lalu memenuhi sendok tersebut dengan bubur yang baru saja ia buat.

“Jika aku memang ingin meracunimu bagaimana?” ucap hyemi sembari memasukan sesendok bubur kedalam mulut kyuhyun. Kyuhyun diam sejenak sembari melumat bubur yang kini memenuhi setiap sudut dirongga mulutnya.

“Eotte? Mashita?” Tanya hyemi dengan mata berbinar-binar.

“Uhm, setidaknya bisa disebut sebagai makanan.” Ucap kyuhyun datar, tak perlu waktu lama sendok yang tadinya berada ditangan hyemi kini telah berpindah ketangan kyuhyun. Hyemi melihat kyuhyun dengan alis bertaut.

“Apa yang kau lihat?” Tanya kyuhyun tak suka dilihat seperti itu. “aku lapar.” Ucap kyuhyun singkat, lalu memasukan sesendok demi sesendok bubur ke mulutnya dengan cepat.

“Cih, setidaknya aku bisa memasak. Ya jika hanya memasak bubur. Itu bukan masalah.” Kyuhyun hanya terlihat menganggukkan kepalanya, tanpa menatap hyemi. Pandangannya tetap kearah bubur tersebut. Hyemi terlihat mencibir namja yang tengah makan dihadapannya tersebut.

“Ahh.. kenyangnya.” Ucap kyuhyun, lalu menghapus jejak belepotan bubur tadi disekitar bibirnya.

“Mengapa racun kau makan sampai habis? Tsk.” Cibir hyemi terang-terangan.

“Setidaknya anggap saja aku sedang kelaparan hingga aku bersedia menghabiskan racunmu itu hyemi-ya..” balas kyuhyun seolah tak mau kalah

“Alibimu sungguh tak masuk akal, kyuhyun-ssi” kyuhyun hanya terlihat mengedikkan kedua bahunya. Terjadi keheningan sesaat diantar mereka. “Ahh.. biar aku cuci dulu mangkuk ini.” ucap hyemi memecah keheningan. Belum sempat hyemi beranjak dari posisi duduknya. Kyuhyun dengan cekatan meraih lengan hyemi, dan mencegat hyemi berubah posisi. “Waeyo?” Tanya hyemi ragu. Ia menatap kyuhyun bingung.

“Lupakan hal semalam. Kau sudah menjadi milikku. Sampai matipun aku tak akan melepaskanmu. Kau telah mutlak menjadi tawananku hyemi-ya. Dan masalah gadis yang menciumku tempo lalu dikantorku. Dia gadis yang pernah dijodohkan denganku, sebelum aku dijodohkan denganmu. Aku sama sekali tak meyukainya. Ia yang menciumku terlebih dahulu. Aku juga sudah menolak ciumannya. Dan kau harus tau. Aku hanya bersedia mencium satu yeoja, dan yeoja itu adalah dirimu. Kau tidak usah khawatir.” Jelas kyuhyun, lalu beranjak pergi meninggalkan hyemi yang hanya duduk mematung dikursinya. Entah mengapa kalimat terakhir yang kyuhyun ucapkan membuat pipinya terasa memanas. Ada apa dengannya kali ini? hyemi terlihat mengurut pelan kepalanya. Terlihat bingung dengan reaksi tubuhnya sendiri  terhadap perkataan kyuhyun tadi. Apakah benar gadis itu adalah dirinya? Kyuhyun hanya bersedia berciuman dengan dirinya? Memikirkannya membuat jantung hyemi berdegup cukup cepat. Hyemi menepuk pipinya keras-keras.

“Ahh aku pasti sedang tidak waras.” Ucap hyemi pada dirinya sendiri.

********

“Hyemi-ya.. bisa kau kekantor sekarang?”terdengar suara kyuhyun yang keluar dari ponsel hyemi.

“Mwoya? Untuk apa aku kesana?” Tanya hyemi bingung.

“Aboji yang menyuruhmu untuk datang kesini. Cepatlah kau tidak usah menghabiskan waktuku hanya untuk menjawab semua pertanyaanmu. Kau hanya cukup datang kesini dan semua pertanyaanmu akan terjawab tuntas. Arra?” ucap kyuhyun ketus, lalu menutup sambungan telepon anatara dirinya dan hyemi.

“Aigo namja ini benar-benar menyebalkan.” Kesal hyemi saat kyuhyun dengan sepihak memutuskan telepon diseberang sana. Dengan gerak cepat hyemi menyambar tas selepang dan sebuah mantel diatas tempat tidurnya. Ia berlari kecil menuju halte bis terdekat dari rumahnya untuk pergi kekantor kyuhyun. Sementara kakinya melangkah, otaknya sedari tadi terus berpikir ada urusan apa sehingga dirinya dipanggil untuk datang ke kantor oleh ayah kyuhyun. Ini sungguh kali pertama ia dipanggil kesana oleh ayah mertuanya.

*****

“Ne?” Tanya hyemi kaget pada penuturan ayah mertuanya.

“Ada apa? Kalian kan sudah menjadi suami istri sudah sepatutnya acara seperti ini kalian hadiri bersama.” Jelas ayah kyuhyun.

“Tetapi ahjussi, ah mianhae maksudku abeonim..” hyemi menggigit bibir bawahnya ketika menyadari panggilan yang ia tujukkan kepada ayah kyuhyun salah.

“Haha.. gwenchana hyemi. Aku tau kau belum terbiasa memanggilku abeonim. Kau tak usah merasa bersalah.” Ucap ayah kyuhyun sembari tertawa ringan.

“Ah ne arrasimnida abeonim.” Hyemi menundukkan kepalanya, meminta maaf. Ayah kyuhyun hanya tersenyum kearah hyemi. “Abeonim.. apa ini tidak terlalu berlebihan. Maksudku aku tidak pernah tampil diacara televise seperti ini. apalagi ini adalah acara wawancara esklusif mengenai peluncuran produk terbaru dari cho corporation. Aku hanya khawatir jika aku malah mengacaukan acara tersebut. Aku sama sekali tak mengetahui tentang apa, bagaimana, dan semua tetang produk tersebut. Bagaimana jika mereka menanyaiku tentang hal itu?” tutur hyemi panic, terlihat seperti sedang mencari alasan agar ayah mertuanya membatalkan rencana beliau tersebut. Ayah kyuhyun hanya tersenyum tipis.

“Hal itu tidak akan terjadi hyemi. Kau tidak usah khawatir. Mereka pasti akan menanyakan hal tersebut pada kyuhyun bukan padamu.” Jelas ayah kyuhyun. Hal tersebut membuat hyemi menggaruk tengkuknya merasa bodoh karena pernyataannya tadi. Jelas saja ia tak akan mungkin diwawancarai mengenai itu. Wartawanpun pastinya tau siapa yang harus mereka wawancara. Hyemi menoleh kearah kyuhyun yang tengah duduk disamping dirinya. Kyuhyun terlihat mengeluarkan seringai menyebalkannya lagi. “Bodoh” ucap kyuhyun pelan. Namun hyemi masih bisa mendengarnya. Hyemi menatap tajam kyuhyun, dengan acuhnya kyuhyun menoleh kearah ayahnya dan menghindari tatapan buas gadisnya tersebut.

“Selain itu acara ini juga sebagai tempat untuk memperkenalkan dirimu ke public.” Tutur ayah kyuhyun pada hyemi, gadis yang kini tengah mengerucutkan bibirnya kesal.

“Untuk apa diriku dikenalkan kehadapan public, abeonim? Kurasa hal tersebut tidak perlu. Aku cukup bahagia dan tenang dengan hidupku yang sekarang ini.” sanggah hyemi dengan cepat.

“Tentu saja hal tersebut sangat harus dilakukan hyemi-ya.. public harus tau bahwa kau telah menjadi bagian dari keluarga Cho. Dengan begitu, kau akan lebih dihormati oleh banyak orang.”

“Mianhamnida abeonim.. tapi aku sama sekali tak menginginkan hal tersebut. Tolonglah..”

“Keputusanku sudah bulat hyemi-ya. Kau dan kyuhyun akan menghadiri acara peluncuran produk terbaru Cho Corporation. Tidak ada yang bisa membantah semuanya.”

“Hajiman abeonim.. aku..” belum selesai hyemi menyelesaikan perkataannya. Terdengar pintu ruangan yang diketuk dari luar.

“Masuk..” ucap ayah kyuhyun singkat, memberi izin untuk seseorang yang mengetuk pintu tadi.

“Mianhamnida.. Cho Sangjangnim anda diminta untuk hadir diruang rapat sekarang.” ucap seseorang yang memakai nametag bertuliskan “Sekertaris Kim”

“Baiklah aku akan segera kesana. Kau pergi saja terlebih dahulu, nanti saya menyusul” Balas Ayah Kyuhyun kepada sekertaris pribadinya itu.

“Baik tuan. Saya pamit pergi” ucap sang sekertaris sopan, lalu membungkukan badannya sebelum pergi meninggalkan ruangan tersebut.

“Abeonim apa kau tidak bisa menimbang keputusanmu lagi? Aku rasa aku tidak bisa bicara didepan public. Tolonglah..” rajuk hyemi ketika sekertaris kim sudah tak terlihat lagi dibalik pintu ruangan tersebut.

“Apa susahnya hanya menghadiri acara peluncuran produk hyemi-ya.. kau tidak akan mendapatkan pertanyaan macam macam. Ya setidaknya kau hanya perlu bersikap mesra dengan kyuhyun. Lagi pula selama ini kau dan kyuhyun tidak ada masalah apa-apa kan?” Tanya ayah kyuhyun yang sukses membuat kyuhyun dan hyemi saling melempar pandang. Ayah kyuhyun merasa aneh dengan sikap tubuh kedua orang yang kini tengah berbincang dengannya.

“Ada apa?” selidik ayah kyuhyun penasaran.

“Ah ani abeonim. Tidak ada apa-apa.” Sanggah hyemi cepat sembari mengelengkan kepalanya.

“Baiklah kalau begitu aku akan pergi keruang rapat sekarang. Oh ya, wawancara tersebut akan dilakasanakan seminggu lagi.” Ucap ayah kyuhyun lagi pergi meninggalkan hyemi dan kyuhyun.

“Yak Bodoh!” ucap hyemi kesal sembari melemparkan bantal sofa kearah wajah kyuhyun.

“Hey, apa yang kau lakukan, hah?!” bentak kyuhyun tak terima.

“Seharusnya kau tadi membantuku untuk menolak rencana ayahmu, bodoh!” hyemi mengerucutkan bibirnya kesal.

“Untuk apa? Aku tidak mau jika harus berdebat dengan ayah. Pasti dia yang akan menang.” Ucap kyuhyun datar.

“Yatuhan cobaan apalagi ini. Kau tau apa jadinya jika satu kampus tau aku adalah istrimu Cho Kyuhyunnnn? Tamat sudah riwayatku” hyemi terlihat mengacak-acak rambutnya frustasi.

“Memangnya apa yang akan mereka lakukan pada istriku? Apa mereka akan membully mu atau bahkan membunuhmu?” cetus kyuhyun datar dan sukses membuat hyemi geram dengan kelakuan namja ini.

“Bahkan lebih parah dari apa yang bisa kau terka cho kyuhyun-ssi.” tegas hyemi lesu, ia menyenderkan tubuhnya disofa dengan lemas. Entah apa dan bagaimana kabarnya nanti jika satu kampus tau dia sudah menikah bahkan dengan namja yang menjadi pujaan kaum hawa dimanapun.

*****

“Oppa..” sapa hyemi, lalu berlari menghampiri yesung yang sedang duduk dibangku taman kampus.

“Hey, kau sudah datang rupanya.” Yesung terlihat menyunggingkan senyum manisnya. Mau tak mau hyemi juga terlihat tersenyum melihat senyum yesung.

“Ada apa oppa memintaku untuk menemuimu disini?” Tanya hyemi tanpa berbasa-basi terlebih dahulu.

“Kau ini kenapa terlalu terburu-buru?” ucap yesung, lalu mengacak-acak pelan rambut hyemi. Hyemi hanya menunjukkan cengirannya diperlakukan seperti itu oleh yesung. Suasana yang semula santai kini telah berubah menjadi serius. Yesung menatap lekat mata gadis yang berada didepannya. Seolah namja ini sedang berusaha untuk memenjarakan pandangan gadis tersebut untuk tetap menatapnya, hanya menatapannya. “Hyemi-ya.. besok kau akan menghadiri wawancara peluncuran produk baru Cho corp kan?” Tanya yesung lembut.

“Ah ne, waeyo oppa?” hyemi merasa heran dengan pertanyaan yang yesung berikan.

“Anniyo. Aku hanya merasa saat itu adalah waktu yang tepat.”

“Maksud oppa? Waktu yang tepat?”

“Hm. Saat itu adalah saat yang tepat untuk meminta cerai dari kyuhyun.” Ucap yesung. Lalu mengalihkan pandangannya kearah hamparan rumput ditaman. Hyemi yang mendengar pernyataan yesung terlihat membulatkan matanya kaget. “Apa kau tidak berniat meninggalkan kyuhyun setelah apa yang ia lakukan padamu selama ini?” yesung tetap menatap kosong kearah depan. Ia menatap tanpa tau apa objek yang sedang ia tatap kali ini. “Aku sudah menunggumu lama hyemi-ya. Kyuhyun sudah cukup menyakitimu. Aku tak kuasa untuk melihatmu menangis lagi karenanya. Ayo kita pergi. Kita tinggalkan kota ini. kita buat kehidupan baru. Antara kau dan aku. Antara kita. Anak-anak kita. Dan keturunan kita nantinya. Kumohon tinggalkanlah kyuhyun dan pergilah bersamaku hyemi-ya.” Hyemi hanya bisa terduduk diam. Tidak mengeluarkan suaranya. Entah mengapa ia tidak ingin melakukan hal itu. Namun, bukankah dari dulu ia ingin berpisah dengan kyuhyun. Apa yang terjadi dengan dirinya saat ini. entahlah dirinya sendiripun tidak begitu memahami apa yang ia rasakan. Dengan siapa ia tidak bisa hidup. Kyuhyun kah atau Yesung? Sungguh memikirkan hal ini membuat otaknya serasa meminta untuk meledak seketika. “Mengapa kau diam? Kau tidak bersedia? Aku sudah melakukan semuanya untukmu? Apa kau tidak berniat memberikanku kesempatan untuk hidup bersamamu?” yesung kembali bersuara. Namun kini suaranya terasa serak, seperti sedang menahan segala amarah yang hendak membuncah dalam dirinya. “Aniya.. kukira belum waktunya aku melakukan ini oppa.” Ucap hyemi akhirnya. Dengan suara lemah. Yesung menoleh kearah hyemi. Memegangi kedua pundak sang gadis.

“Hyemi-ya ini adalah waktu yang tepat. Situasi saat kau diwawancarai sudah sangat pas untuk kau mengatakan semuanya. Kau harus yakin denganku.” Jelas yesung pada hyemi.

“Aku akan fikirkan apa yang kau katakan nanti oppa.” Ucap hyemi, lalu meninggalkan yesung yang masih terduduk dibangku taman belakang kampus mereka.

*****

HYEMI POV

“Hyemi-yaaaa” teriak ahra eonni saat memasuki apartemenku. Aku yang sedang meminum teh pun tersendak karena ulahnya itu.

“Uhuk.. eonni-ya kau mengagetkanku..” bentakku tak terima. Namuan ia hanya menyunggingkan senyuman tak bersalah dari bibirnya itu. Aku yang melihatnya hanya menggelengkan kepalaku heran dengan sikapnya. Benar-benar sama menyebalkannya dengan kyuhyun. Tak heran mereka adalah adik kakak. Serasi sekali.

“Mianhae hyemi-ya.. ah ne, besok kau akan menghadiri wawancara peluncuran produk baru Cho corp kan?” Tanya ahra eonni terlihat begitu antusias. Aku hanya menggangup pelan. “Apa kau sudah membeli gaun untuk acara itu?” tanyanya lagi. Kini dengan mata berbinar. Demi tuhan aku takut dengan rencana terselubung didalam pertanyaan ini. aku hanya menggelengkan kepala tanpa mengeluaran suara. Dengan seenak perutnya ahra eonni menjitak kepalaku. Memang tidak terlalu keras, namun setidaknya cukup untuk membuatku meringis.

“Yak eonni-ya kali ini apalagi? Mengapa kau menjitak kepalaku,huh?! Apa salahku?” tegurku kesal padanya.

“Kau menolak ajakan kyuhyun?” tanyanya kini dengan wajah penuh selidik. “Aku Tanya. Apa kau menolak ajakan kyuhyun?”. Aku hanya memandang ahra eonni dengan alis mengkerut. Sungguh kyuhyun tak berbicara apapun padaku.

“Eonni-ya aku tidak mengerti maksudmu..” jawabku jujur. Kini berganti, ahra eonnilah yang memandangku dengan alis berkerut.

“Jadi kyuhyun tidak mengajakmu pergi untuk membeli gaun?” Tanya ahra eonni dengan ekspresi menaikan sebelah alisnya. Aku hanya menggeleng lemah. “Aigo anak satu itu.” Ahra eonni terlihat memijat keningnya. Aku hanya terdiam melihatnya.

“Eonni menyuruhnya untuk membelikanku gaun?” tanyaku ragu. Ahra eonni hanya mengangguk menjawab pertanyaanku.

“Molla.. aku tidak tahu. Daritadi dia belum juga kembali kesini.” Jawabku. Dapat kurasakan ahra eonni menarik nafas dalam. Seperti sedang mengontrol emosinya sendiri. seketika itu juga aku teringat akan permintaan kyuhyun agar aku menunggunya dikampus. Ia bilang, ia ingin menjemputku dan memastikan diriku pulang dengan selamat. Namun, karena tidak mau terkena resiko akan terjadinya keanarkisan fans kyuhyun dikampus. Aku memilih untuk mengabaikan pesan itu. Dan pulang sendiri dengan bus. Apa jangan-jangan tujuan kyuhyun menjemputku adalah untuk mengajakku kebutik? Sungguh aku tidak tahu akan hal itu. Kemana perginya namja itu kini.

*****

AUTHOR POV

Hyemi terlihat memainkan kuku-kuku jarinya gugup. Ia kini telah mengetahui alasan mengapa kyuhyun tiba-tiba bersikeras untuk menjemputnya dikampus. Gadis ini kini sangat takut jika kyuhyun marah padanya dan tidak ingin kembali kerumah. ‘Ini konyol’ runtuknya dalam hati. Hyemi terlihat memukul kepalanya sendiri. kemungkinan pukulannya itu cukup keras. Karena tercetak dengan jelas raut wajah kesakitan diwajah manis hyemi. “Yak! Waegurae? Kau ini kenapa memukul dirimu sendiri?” Tanya ahra panic melihat adik iparnya memukul kepalanya sendiri. baru saja hyemi hendak membuka mulut untuk memberitahu apa yang terjadi dengan kyuhyun. Pintu apartemen hyemi berderit cukup keras. Knop pintu itupun berputar sepertinya akan ada orang lain lagi yang memenuhi apartemen ini. Hyemi menatap lekat pintu apartemen itu. Terlihat kyuhyun adalah orang yang berada dibalik pintu tersebut. Terdapat perasaan tenang ketika melihat wajah namja dingin itu lagi. ‘Syukurlah dia baik-baik saja’ ucap hyemi dalam hatinya. Lalu terlihat bahwa gadis ini menghembuskan nafas kelegaan melihat suaminya pulang dengan keadaan tak kurang apapun jua. Pandangan hyemi tertuju pada tangan kyuhyun yang menenteng sebuah tas belanjaan. Hyemi merasa penasaran dengan isi tas itu. Hyemi berniat untuk menatap kyuhyun. Namun ia telah melakukan kesalahan besar. Dilihatnya mata kyuhyun memancarkan amarah yang sedang dibendung agar tidak meledak. “KYUHYUN-AH!” kini ahra mulai berceloteh. Kyuhyun menatap kakaknya itu datar. “Apa kau lupa apa yang aku perintahkan kepadamu? Atau jangan-jangan otakmu itu memang mulai pikun seperti orang tua?” sambar ahra seperti tak punya dosa. Kyuhyun hanya menatap hyemi dengan tatapan seolah ingin menelan gadis tersebut bulat-bulat. “Ini. aku belum terlalu tua.” Ucap kyuhyun lalu melempar tas belanjaan keatas sofa. Tanpa kata lagi, namja itu kini telah hilang dibalik pintu kamarnya.

“Yak! Ada apa dengan bocah satu itu? Sepertinya otaknya memang sudah menghilang. Seharusnya kan aku yang memarahinya. Mengapa ia yang kini marah? Aigo aku tak habis pikir dengannya.” cecar ahra panjang lebar. Hyemi hanya memainkan kuku-kuku jarinya. Tak tahu harus bertindak seperti apa. Ahra berjalan menuju sofa, tempat kyuhyun melemparkan tas belanjaannya disana. Dengan cekatan ahra mengeluarkan benda yang terbungkus rapi disana. Dengan mata membulat ahra menatap hyemi kebingungan. Hyemi hanya bisa menelan ludah menerima tatapan seperti itu dari ahra, kakak iparnya sendiri. Hyemi hanya mengangkat bahunya, seolah juga merasa bingung dengan sikap kyuhyun. Hyemi melihat kearah jam dinding dan didapatinya jarum jarum jam tersebut membentuk sebuah formasi yang membuatnya kembali menelan ludah dengan susah payah. ‘Pukul 11 malam, yatuhan kemana saja namja ini?’ tanyanya pada hatinya sendiri.

“Eonni-ya ini sudah larut malam. Apa tidak sebaiknya kau kembali?” ujar hyemi bermaksud memberitahu kakak iparnya.

“Aigo sudah terlalu larut. Yasudah, aku harus kembali. Jangan lupa besok kau harus tampil cantik. Aku yang akan meriasmu, arra?” ucap ahra sebelum menghilang dibalik pintu apartemen. Hyemi bergidik ngeri membayangkan apa yang akan terjadi dengan wajahnya esok hari. Dengan langkah ragu, hyemi memberanikan diri berjalan kearah kamar kyuhyun. Ia mencoba memutar knop pintu kamar tersebut.

“Tidak dikunci?” tanyanya heran. Ia mulai melangkah masuk kekamar kyuhyun. Hyemi mendapati kyuhyun tengah berbaring dengan arah membelakangi dirinya. Hyemi kini tengah berdiri dipinggir tempat tidur kyuhyun. Ia terlalu takut untuk lebih mendekati sosok yang ia yakini sedang dalam amarah membuncah. “Kau sudah tidur?” Tanya hyemi yang tak ditanggapi oleh kyuhyun. “Maaf. Aku tau kau kesal padaku.” sesal hyemi karena tak mengindahkan permintaan kyuhyun. “Aku tidak tahu kalau kau akan mengajakku atas perintah ahra eonni. Aku hanya takut orang-orang dikampus melihatku berjalan bersamamu. Makanya aku tidak menuruti permintaanmu. Sekali lagi maaf.” Hyemi terus saja berbicara, entah kyuhyun mendengarnya atau tidak. Hyemipun tidak tahu kyuhyun sudah tertidur atau belum. “Baiklah jika kau memang tidak ingin berbicara denganku kali ini. tapi kumohon jangan terlalu lama marah seperti ini. jujur saja aku sedikit merasa takut saat kau marah kyuhyun-ssi.” ujar hyemi jujur lalu berjalan meninggalkan kamar kyuhyun. Langkah hyemi terhenti ketika kyuhyun mulai mengeluarkan suaranya.

“Jangan lakukan apapun melebihi scenario sebenarnya besok. Jangan mencari masalah. Kumohon.” Ucap kyuhyun tetap dengan posisinya membelakangi hyemi.

“Apa maksudmu kyuhyun-ssi?” hyemi terlihat mengerutkan keningnya bingung. Namun, kyuhyun sama sekali tak menjawab pertanyaan hyemi. Hening kembali tercipta. Hyemipun memutuskan untuk kembali kekamarnya.

*****

“Haha.. senang sekali bisa berbincang denganmu Tuan Cho dan Nyonya Cho. Aku yakin sekali rating acara ini akan melesat.” Ucap sang pembawa acara wawancara ekslusif peluncuran produk terbaru Cho Corp di salah satu stasiun televise ternama dikorea.

“jangan terlalu berlebihan.” Ucap kyuhyun dilanjutkan dengan tawa ringan dari bibirnya.

“Ah iya nyonya Cho, apa ada yang ingin anda katakan kali ini?” tawar sang pembawa acara itu pada hyemi. Gadis ini hanya diam melihat kearah kyuhyun. Kyuhyun menatap hyemi seolah berbicara agar gadisnya tidak berbicara apapun. “Baiklah sepertinya kau terlalu canggung berada diacara seperti ini. jika tidak ada lagi yang ingin kalian katakan. Acara ini akan kita tutup sampai disini…” ucap pembawa acara tersebut namun segera dipotong oleh hyemi.

“Tunggu sebentar.. ada yang ingin aku katakan.” Hyemi terlihat menelan ludah dengan susah payah.

“Ah nyonya Cho anda ingin mengatakan apa? Silakan..”

“Aku ingin.. aku ingin meminta ce…..” ucapan hyemi terhenti ketika dengan tiba-tiba kyuhyun mencium bibirnya. Hyemi membulatkan mata. Kaget dengan adegan yang kali ini tercipta dihadapannya.

“Haha.. pasangan muda ini. kalian mesra sekali” ucap pembawa acara tersebut. Kyuhyun mulai melepas ciumannya. Sebelum membentangkan jarak antara dirinya dan hyemi. Kyuhyun membisikan sesuatu ketelinga hyemi.

“Kumohon jangan lakukan apapun kali ini.” bisik kyuhyun pelan, tepat ditelinga hyemi. Kyuhyun kini tengah membenarkan posisinya. “Ah maaf, aku melakukan hal tadi.” Ucap kyuhyun terlihat kikuk kepada para penonton studi dan pembawa acara.

“Kami bisa memaklumi hal itu haha.. kalian benar-benar pasangan yang mesra. Ah iya nyonya Cho apa yang kau ingin katakan tadi? Bisa kau ulangi?”

“Ah tidak. Aku hanya ingin meminta maaf, karena aku tidak terlalu pandai berbicara didepan umum.” Ucap hyemi berbohong lalu menarik kedua sudut bibirnya membentuk senyum kebohongan.

*****

@Cho House

“Lihat lah Eunri, anak kita berdua terlihat mesra sekali. Bahkan kyuhyun tak malu mencium hyemi seperti itu. Hahaha astaga!” ucap Cho Hanna –ibu kyuhyun- pada Park Eunri –Ibu hyemi-. Kini seluruh keluarga besar dari kyuhyun dan hyemi sedang berkumpul diruang tengah kediaman keluarga Cho. Mereka menonton bersama acara wawancara yang baru saja berakhir beberapa menit yang lalu. Dan kini mereka tengah mebahas adegan yang mungkin membuat para gadis yang menggila kyuhyun berniat untuk mencekik gadis yang baru saja dicium lembut oleh kyuhyun. Hyemi, ya siapa lagi kalau bukan gadis itu.

“Yeobo-ya anak-anak kita mesra sekali bukan?” ucap ibu kyuhyun, terdengar agak manja kepada suaminya.

“Ne, aku sajaa belum tentu berani melakukan hal itu didepan umum.” Jawab ayah kyuhyun, membenarkan apa yang baru saja dikatakan sang istri.

“Ish, apa yang kalian bicarakan? Bagaimana kalian bisa sesenang itu melihat kyuhyun hyung dan hyemi noona berciuman didepan umum seperti itu? Kalian pasti gila.” Ucap hyunjun –adik hyemi- yang merasa heran akan tingkah orang-orang disekelilingnya.

“Hyunjun-ah kau tidak akan mengerti. Belum saatnya kau tahu apa kebahagiaan yang kami rasakan saat menyaksikan adegan itu.” Ucap ibunya dan dengan tepat mendaratkan sebuah jitakan yang membuat hyunjun terlihat meringis.

“Eommmaaa.. “ protes hyunjun kesal, karena sang ibu dengan seenak perut menjitak kepalanya.

*****

“Apa yang kau lakukan tadi kyuhyun-ssi? mengapa kau menciumku didepan public seperti tadi?” Tanya hyemi pada namja yang kini tengah duduk disampingnya. Kini mereka tengah diperjalanan menuju apartemen mereka. Kyuhyun tetap tak menjawab. Ini sudah ketiga kalinya hyemi menanyakan pertanyaan yang sama. Namun kyuhyun tak jua menggubrisnya. “Kumohon jawab aku tuan.Cho!” ucap hyemi dengan suara yang cukup memekakan telinga. Dengan tiba-tiba kyuhyun menepikan mobil yang tengah ia kendarai tersebut. Hal itu membuat hyemi tersontak kaget dan kepalanya hampir saja membentur bagian depan mobil. “Kau gila,hah?!” tegur hyemi kesal dengan apa yang diperbuat ‘suami’nya.

“Kau yang gila?!!” kini kyuhyun mulai bersuara. Hyemi yang semula terus berceloteh mendadak diam. “Kau ingin meminta cerai denganku kan? Aku mengerti betapa inginnnya kau berpisah denganku. Aku janji jika sudah tiba saatnya, aku akan mengirimkan surat gugatan itu padamu. Kau tidak harus bertindak bodoh seperti tadi CHO HYEMI!!” ucap kyuhyun dengan emosi yang seolah tak dapat lagi ia kendalikan.

“Aku hanya..” potong hyemi. Namun kyuhyun tidak memberikan waktu untuk hyemi membela tindakannya sendiri.

“Dengarkan aku kali ini. jangan percaya ataupun terpengaruh dengan siapapun. Jangan menjadi orang bodoh Hyemi-yaa. Kau dengar tidak?” kyuhyun terlihat membuang nafasnya kasar. “Kau itu istriku! Kau seharusnya menuruti apa kataku bukan kata yesung hyung! Kau mengerti?”. Hyemi membulatkan mata ketika kyuhyun membawa nama yesung terlibat didalam masalah ini. “Kau tidak usah bertanya darimana aku tahu bahwa yesung hyunglah yang menyuruhmu untuk meminta cerai dariku.” Hyemi merasa posisinya kini terhimpit. Ia tak tahu akan mengatakan apalagi. Semua yang dikatakan kyuhyun memang benar adanya. Tidak ada yang salah. “Sekarang masuk kedalam mobil. Kita kembali kerumah. Aku sudah cukup lelah hari ini. aku ingin istirahat.” Perintah kyuhyun pada hyemi. Dengan langkah ragu hyemi masuk kedalam mobil. Tak ada percakapan yang terdengar sepanjang perjalanan mereka. Hanya ada keheningan yang tercipta.

*****

“Woah cho kyuhyun.. lihatlah berita tentang kau yang mencium hyemi menjadi headline dibanyak majalah terkemuka!” ucap donghae yang berada diruang kantor kyuhyun. Tercetak jelas raut wajah kagum menghiasi wajah donghae. Namja itu kini tengah duduk di sofa yang disediakan di ruangan kyuhyun. Terlihat namja itu tengah asik membolak-balik halaman Koran dan majalah ditangannya. “Bagaimana bisa kau melakukan hal ini didepan umum? Woah kau sudah dewasa rupanya cho kyuhyun.” Celoteh donghae lagi. Kyuhyun tak bersuara sama sekali. Ia lebih memilih diam dan sibuk dengan pikirannya sendiri.

“Ada perlu apa kau datang kemari hyung?” kyuhyun mulai mengeluarkan suaranya. Donghae yang semula terkikik sendiri, kini diam dan menatap kyuhyun.

“Apa aku tidak boleh datang kemari?” Tanya donghae sambil menatap tajam kyuhyun.

“Sudahlah hyung aku sedang tidak ingin berdebat dengan siapapun kali ini. aku terlalu lelah. Bisakah kau keluar sekarang? aku sedang tidak ingin diganggu. Kumohon mengertilah.” Jelas kyuhyun dengan wajah tanpa ekspresi. Donghae merasa ada yang tidak beres terjadi dengan namdongsaengnya ini.

“Ada apa denganmu? Apa kau ada masalah lagi dengan istrimu itu?” selidik donghae.

“Hyung, aku sedang tidak berniat untuk diwawancarai.” Ucap kyuhyun, lalu mengalihkan pandangannya kearah jendela besar yang terdapat dibelakang kursi kerjanya. Donghae yang tau benar sifat kyuhyun, hanya mengalah dan keluar dari ruangan tersebut. Ia terlalu takut membayangkan kyuhyun akan marah, jika dirinya terlalu banyak tanya disaat dongsaengnya itu sedang dalam mood yang buruk.

*****

Terdengar suara knop pintu yang diputar, hyemi yang sedang duduk disofa ruang tamu, menatap lekat pintu yang mulai berderit tersebut. Tak lama, pintupun terbuka dan menampakkan sosok kyuhyun dengan ekspresi dingin, mungkin bisa dibilang seperti ‘mayat hidup’. Hyemi menatap kyuhyun prihatin.

“Kau sudah pulang?” Tanya hyemi sekedar berbasa-basi pada ‘suami’nya itu. Kyuhyun terus saja berjalan menuju kamarnya dan mengacuhkan hyemi. Hyemi merasa bersalah atas kejadian yang menimpa mereka baru-baru ini. sikap kyuhyun semenjak hal itu terjadi sangatlah berubah. Namja itu kini lebih sering mengacuhkan hyemi. Tidak mengeluarkan sepatah katapun ketika ia berada dirumah. Dan urusannya dikantorpun menjadi berantakan. Hyemi menatap pintu kamar kyuhyun dengan tatapan miris. Ia sungguh tidak menginginkan suasana rumah yang seperti ini. ia terlalu takut.

“Kyuhyun-ssi apa kau sudah makan? Eomma membawakan kita jajangmyeon kesukaanmu. Ayo kita makan bersama!” seru hyemi dengan suara yang cukup keras. Berharap kyuhyun yang berada didalam kamar mendengar suaranya. Lama, kyuhyun tak jua menyahuti ajakan hyemi. Hyemi menyenderkan punggungnya kesenderan sofa. ia memenjamkan matanya. Ia tidak ingin berlama-lama melalui perang dingin seperti ini dengan kyuhyun. Tak terasa bulir bening itu keluar juga. Bulir bening itu mengalir membasahi pipi hyemi. Gadis itu menangis dalam diam.

*****

“Kyuhyun-ssi, aku ingin bicara denganmu.” Ucap hyemi pelan. Ini adalah hari libur. Kyuhyun baru saja keluar dari kamarnya. Sepertinya namja itu baru saja mandi. Terlihat handuk berwarna putih melingkar dipundaknya.

“Apa yang ingin kau bicarakan?” Tanya kyuhyun datar.

“Maaf. Aku benar-benar tidak berniat membuatmu kesal karena kelakuanku tempo hari. Aku lelah dengan perang dingin ini kyuhyun-ssi.” tutur hyemi. Dirasa olehnya dada gadis itu terasa begitu sesak. Bukankah ia tidak memiliki penyakit asma? Lalu kenapa dadanya tiba-tiba saja terasa sesak? Seolah seluruh oksigen diapartmennya ini hilang entah kemana. Kyuhyun terlihat menghela nafas berat. Namja itu tidak berniat untuk menoleh kearah hyemi. Ia terlalu takut ada bulir bening yang akan mendesak keluar dari matanya. Inikah seorang kyuhyun? Bagaimana bisa ia menjadi cengeng seperti ini?

“Hari ini aku akan mengurus surat gugatan cerai yang kau inginkan. Kau tidak usah khawatir.” Ucap kyuhyun, lalu melenggang pergi meninggalkan hyemi dalam keterpurukan yang gadis itu rasakan sekarang. hyemi berjalan menuju kamarnya. Ia memerosotkan dirinya pada tembok kamarnya. Dilipat olehnya kedua kaki jenjangnya. Ia menenggelamkan wajahnya diantar kedua lututnya. Bahu gadis itu bergetar, menandakan sang empunya sedang menangis. Hyemi menangis –lagi-. Untuk kesekian kalinya gadis itu berusaha untuk tegar. Namun, lagi-lagi ia gagal. Sangat amat gagal.

*****

Next day

Terdengar bel apartemen kyuhyun dan hyemi berbunyi. Dengan segera hyemi menuju pintu apartemennya dan mendapati seorang tukang pos berdiri dihadapannya kini.

“Ada apa?” Tanya hyemi tanpa berniat untuk berbasa-basi terlebih dahulu. Pria paruh baya didepan hyemi terlihat tersenyum. Lalu memberikan hyemi sebuah amplop berwarna cokelat pucat. Hyemi menerima amplop itu dengan alis bertaut.

“Ada kiriman untuk anda nona.” Ucap pria paruh baya tersebut.

“Untukku?” Tanya hyemi bingung. Ia menunjuk dirinya sendiri dengan jari telunjuknya. Pria dihadapannya terlihat berdehem, lalu mengangguk menjawab pertanyaan dari hyemi barusan. “Dari siapa?” Tanya hyemi lagi.

“Kantor pengadilan.” Ucap pria paruh baya tersebut singkat. Lalu pria tersebut pamit meninggalkan hyemi, yang masih mematung didepan pintu rumahnya. Dengan gemetaran hyemi masuk kedalam apartemennya, lalu membaca isi surat dalam amplop yang baru saja ia terima tadi. Hyemi merasa keseimbangan tubuhnya menghilang entah kemana. Gadis itu terjatuh duduk setelah membaca surat tersebut. Surat itu adalah surat gugatan cerai yang dilayangkan kyuhyun kepadanya. Hyemi terlihat kesulitan bernafas. Nafasnya terlihat memburu. Matanya memanas. Ia tak bisa menahan bulir bening ini lagi. Ia menangis untuk kesekian kalinya. Lagi-lagi dengan penyebab yang sama, kyuhyun. Namja yang tanpa ia sadari sangat ia butuhkan dalam hidupnya. Gengsi hyemi yang membuat gadis ini enggan untuk mengakui perasaannya yang sebenarnya. Apakah ia adalah gadis yang bodoh?

*****

Malam mulai menyelumuti seoul. Hyemi menatap jam dinding rumahnya miris. Sudah pukul 11 malam kyuhyun bahkan belum juga menampakan batang hidungnya. Kemana namja itu pergi? Hyemi bergerak gelisah diruang tamu menunggu kepulangan ‘suami’nya itu. Tangannya pun sibuk menghubungi ponsel kyuhyun berulang kali. Namun nihil, kyuhyun tak juga mengangkat panggilan tersebut. Sekelibat pikiran buruk menerpa pikiran hyemi. Dengan segera gadis itu menepis semua kemungkinan-kemungkinan buruk yang dapat menimpa ‘suami’nya diluar sana. Terdengar derit pintu dibuka. Hyemi segera menolehkan kepalanya kearah pintu itu. Dan mendapati kyuhyun dalam keadaan yang mengenaskan. Sekujur badannya menguarkan bau alcohol yang membuat hyemi hampir muntah dibuatnya. Kyuhyun berjalan menuju sofa diruang tamu. Namja tersebut terlihat berjalan sempoyongan. Tentu saja karena ia dalam keadaan mabuk berat. Hyemi menitikan air mata melihat kondisi kyuhyun yang kini sudah terbaring lemah di sofa ruang tamu. Hyemi membuka sepatu kyuhyun. Ia pun mengendorkan dasi yang dipakai kyuhyun. Mengapa namja ini bisa terlihat semenyedihkan ini? ia tak tega melihatnya. Sungguh.

“Kyuhyun-ssi, kenapa kau bisa mabuk seperti ini?” Tanya hyemi pelan. Kyuhyun terlihat mengacak rambutnya asal. Tak lama terdengar teriakan dari bibirnya.

“Hyemi-yaaa!! Kenapa kau setega ini?” Tanya kyuhyun tanpa sadar. Ia kini masih dalam pengaruh alcohol. Sepertinya malam ini, kyuhyun terlalu banyak menenggak minuman memabukkan itu. Hyemi menatap kyuhyun miris. Ia terlihat menggigit bibir bawahnya menahan sakit yang kini seolah sedang mengerogoti seluruh persendiaannya. “Kau tahu hyemi-ya, aku sangat tersiksa dengan semua ini.” ucap kyuhyun lagi. Hyemi tak bersuara, gadis itu hanya menangis menatap namja didepannya. Ia tak berniat untuk menyahuti perkataan kyuhyun. Bibirnya kini sudah tak mampu untuk mengucapkan apapun lagi. Ia terlalu bingung dengan apa yang akan ia katakan kini. Rambut yang berantakan. Bau alcohol yang menyengat. Penampilan yang kusut. Wajah yang menyedihkan. Lalu apalagi? Sungguh hyemi tak ingin melihat kyuhyun dalam keadaan yang lebih parah dari ini. ia terlalu sakit mendapati namja tersebut pulang dalam keadaan mabuk. Terlebih namja itu mabuk karena merasa tertekan oleh hyemi. Hyemi merasakan ngilu disetiap persendiaannya. Pandangannya mulai kabur karena banyaknya bulir bening yang bersarang dimatanya. “Bisakah kau sedikit melihatku hyemi-ya? Aku mencintaimu! Kau tahu itu, hah?! Bagaimana bisa kau lebih menyukai yesung hyung ketimbang diriku? Menyedihkan sekali diriku ini. aku hanya ingin hidup bersamamu. Apa kau tidak mengerti juga tentang perasaanku ini hyemi-ya? Jangan siksa aku seperti ini. aku tidak sekuat yang kau kira hyemi-ya..” celoteh kyuhyun lagi. Entah mengapa jika sudah menyangkut hyemi. Kyuhyun selalu merasa tak bisa mengendalikan dirinya seperti saat ini ia benar-benar tak bisa menahan emosinya karena hyemi. Gadis itu menginginkan perpisahan. Sedangkan dirinya? Bahkan dimimpi saja ia tak menginginkan hal itu terjadi. Suara tangisan hyemi mulai terdengar, dengan cepat gadis itu membekap mulutnya rapat-rapat. Berusaha agar suara itu tidak didengar oleh kyuhyun. Ia kembali menatap kyuhyun dan sibuk dengan pikirannya sendiri.

*****

“Apa kau mengetahui dimana kyuhyun sekarang?” Tanya hyemi pada heamin dan donghae. Mereka kini tengah berada dikantin kampus. Heamin dan donghae yang mendapatkan pertanyaan seperti itu hanya mengerutkan kening dan menatap hyemi bingung.

“Kau itu kan istrinya? Mengapa kau menanyakan hal seperti ini pada kami? Kami tidak mengetahui apa-apa hyemi-ssi.” ucap donghae kebingungan.

“Hyemi-ya apa kau dengan kyuhyun sunbae bertengkar lagi?” selidik heamin pada hyemi. Heamin menatap hyemi intens. Tidak mau jika temannya ini mengatakan hal yang tidak terjadi sebenarnya. Hyemi terlihat mengangguk lemah. “aigo hyemi-ya…” haemin terlihat menghela nafas berat. Ia tak habis pikir mengapa temannya ini senang sekali membuat masalah dengan kyuhyun.

“Sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian? ceritakan padaku semuanya hyemi-ya. Jangan menyembunyikan apapun dariku. Kau tahu kan jika aku sangat tidak menyukai hal itu.” Tegas heamin. Hyemi terlihat mengangguk lagi.

“Tapi heamin-ah, aku tidak bisa menceritakan semuanya disini.” Ucap hyemi. Donghae dan heamin saling pandang satu sama lain. Lalu keduanya menatap hyemi.

“Baiklah, ayo ke apartemenku. Kita bicarakan semuanya.” Ajak donghae pada kedua gadis yang berada didalam jarak pandangannya ini. hyemi dan heamin mengangguk setuju.

*****

“Mwoya?? Kyuhyun mengirimkanmu surat gugatan cerai?” Tanya heamin kaget begitu mendengar penuturan hyemi tentang apa yang terjadi pada gadis cantik itu. Hyemi kini menangis didepan donghae dan heamin. Tubuh haemin maju kearah hyemi dan memeluk temannya itu. Ia berusaha untuk menenangkan temannya yang sedang dalam keadaan yang menyedihkan itu. Donghae terlihat mengurut keningnya. Ia tak habis pikir dengan apa yang menimpa hyemi dan kyuhyun.

“Lalu apa kau menyetujui surat gugatan tersebut?” Tanya donghae. Hyemi hanya menggeleng menjawabnya. “Kyuhyun tidak memberitahumu ia akan pergi kemana?” Tanya donghae lagi.

“Oppa, jika kyuhyun memberitahuku kemana ia pergi aku akan segera menyusulnya! Bagaimana bisa kau menanyakan hal bodoh seperti itu, hah?!” sunggut hyemi yang kesal akan pertanyaan donghae. Donghae terlihat bergidik ngeri ketika ditatap bak mangsa oleh hyemi. Donghae terlihat menelan ludahnya payah.

“Mianhae.” ucap donghae pelan. Hyemi menoleh kearah heamin, ia terlihat mengerutkan keningnya. Terlihat ragu untuk berbicara, namun kata itu terlontar juga.

“Bisakah kita bicara berdua saja heamin-ah?” Tanya hyemi pelan. Walaupun begitu, donghae masih bisa mendengar dengan jelas apa yang diucapkan hyemi barusan. Donghae terlihat menghela nafas berat. Mungkin, lebih baik ia keluar dari apartemennya. Dan membiarkan dua gadis itu berbicara. Ia tahu, karakter hyemi yang tak suka jika harus mengumbar masalahnya didepan orang lain. Apalagi donghae dan hyemi tidak terlalu dekat. Donghae terlihat berjalan kearah sofa. tangannya terulur untuk mengambil jaket miliknya, yang ia sampirkan disandaran sofa. heamin hanya tersenyum tipis. Merasa sedikit lega karena donghae memahami situasi saat ini. “Aku pergi dulu. Kurasa akan lebih baik jika kalian berbicara berdua saja.” Ucap donghae, lalu melenggang pergi meninggalkan kedua gadis itu.

“Sekarang ceritakan apa yang terjadi dengan kalian padaku. kau percaya padaku kan?” Tanya heamin saat donghae telah menghilang dibalik pintu apartemen. Hyemi terlihat menghela nafas berat. Lagi-lagi bulir bening itu mengalir membasahi pipi hyemi yang semakin terlihat tirus.

“Kau ingat tentang wawancara eksklusif Cho corp?” ucap hyemi menatap heamin dengan tatapan sendu. Sungguh heamin tidak pernah melihat keadaan hyemi yang begitu menyedihkan seperti saat ini. heamin terlihat mengerutkan keningnya. Ia masih begitu ingat dengan wawancara itu. Wawancara yang membuat seluruh kota terperangah menyaksikan adegan ciuman antar hyemi dan kyuhyun. Lalu apa maksud hyemi kali ini?

“Aku ingat. Memangnya ada apa dengan hal itu?” Tanya heamin, merasa semakin penasaran dengan alur cerita yang akan ia dengar. Hyemi terlihat menghela nafas berat beberapa kali. Ia sungguh merasa berat mengatakan semua ini. hanya saja ia seperti merasa tidak sanggup menahannya sendiri.

“Pada saat itu, aku hendak mengatakan ke media bahwa aku ingin meminta cerai darinya. Tapi entah darimana ia tahu akan apa yang akan aku lakukan. Sebelum aku sempat mengatakan hal itu. Kyuhyun menciumku untuk membungkam keinginanku itu.” Tutur hyemi pelan. Haemin terlihat terperangah mendengarnya. Ia tak habis pikir dengan jalan pikiran temannya yang satu ini.

“Kau meminta cerai darinya? Jadi semua ini dia lakukan karena keinginanmu?”

“Bukan begitu haemin-ah. Saat itu aku kalut. Aku merasa aku harus segera menceraikan kyuhyun, terlebih lagi yesung oppa mengatakan bahwa saat itu adalah saat yang tepat.”

“Yesung oppa? Mengapa sifat gegabahmu tidak kunjung musnah Cho Hyemi!” geram haemin kesal pada akhirnya.

****

Sudah hampir 2 minggu kyuhyun tak kunjung pulang kerumah. Seluruh keluarga besarnya sangat mengkhawatirkan keberadaannya. Begitu juga hyemi, gadis itu tidak bisa tidur nyenyak akhir-akhir ini. ia juga tak berselera untuk menyantap apapun guna mengisi lambungnya yang kosong. Tentang surat gugatan cerai yang dilayangkan kyuhyun, tak ada satupun yang mengetahui hal itu kecuali Hyemi, Kyuhyun, Haemin dan Donghae. Hyemi tak berani menceritakan perihal ini kepada kedua orang tuanya, apalagi kepada kedua mertuanya. Ia merasa seperti menantu paling jahat didunia ini. Hyemi berjalan kearah ruang tamu. Ia tak berniat untuk pergi ke kampus. Dari arah pintu depan apartemennya. Terdengar bunyi bel bordering. Dengan malas hyemi bangkit dari posisinya dan berjalan untuk membukakan pintu bagi sang tamu. Ketika pintu tersebut terbuka muncul donghae dengan raut wajah panic. Hyemi merasa ada hal aneh yang terjadi saat ini. “Oppa, apa yang terjadi? Kenapa wajahmu seperti orang kebingungan.” Tanya hyemi yang merasa aneh dengan gelagat donghae didepannya.

“Hyemi-ya kyuhyun kecelakaan!” ungkap donghae kemudian. Seketika hyemi merasa keseimbangannya tak lagi terjaga. Ia berusaha berpegangan pada knop pintu apartemennya, berusaha agar dirinya tidak jatuh pingsan.

“Dimana dia sekarang?” Tanya hyemi dengan nada cemas yang sangat kentara.

“Dia sedang menjalani operasi di ruang ICU. Sebaiknya kita cepat kesana.”

“Arraseo. Ayo kita pergi!” ucap hyemi. Tanpa menunggu lama lagi kedua langsung menuju ketempat kyuhyun dirawat.

*****

“Hyemi-ya..” suara ahra menyambut kedatangan hyemi. Tatapan hyemi seketika itu terarah ke seorang namja yang kini tengah terbaring lemah di ruang rawat inapnya. Hyemi maju peralahan mendekati kyuhyun. Bulir bening itu mengalir kembali, tak bisa terelakkan lagi. Tangan halus hyemi terulur untuk mengelus kening kyuhyun yang diperban. Hyemi menatap kesekelilingnya. Banyak mata yang menatap kyuhyun dengan tatapan na’as.

“Apa yang sebenarnya terjadi dengan kyuhyun?” hyemi mulai membuka suaranya. Semua orang disana menatap hyemi dengan lemah. Tak ada satupun yang berniat untuk menjawabnya. “Kenapa kalian hanya diam? Jawab aku!” sunggut hyemi, merasa kesal kaena diacuhkan.

“Sebelumnya eomma ingin bertanya padamu.” Terdengar suara seorang ibu yang tak lain adalah ibu kandung hyemi. Hyemi menatap ibunya dengan alis bertaut. “Apa benar kau ingin bercerai dengan kyuhyun?” Tanya ibu hyemi kemudian. Hyemi terlihat menelan liurnya payah. Tak menyangka jika kedua orang tuanya tahu akan hal ini. matanya seketika itu menatap heamin dan donghae, karena hanya mereka yang tahu akan hal ini. yang ditatap hanya memberikan gelenggan, sebagai tanda bahwa bukan mereka pelakunya.

“Bukan heamin dan donghae yang memberitahu eomma.” Ucap sang ibu, mengklarifikasi keadaan. Hyemi hanya mengangguk lemah. Semua orang yang berada diruang itu terlihat menghela nafas berat.

“Kenapa kau melakukannya?”

“Aku merasa aku tidak mencintainya. Lagipula ini adalah pernikahan yang terjadi karena perjodohan, jadi kukira kyuhyun juga mempunyai keinginan yang sama denganku. Jadi kuputuskan untuk meminta cerai darinya.”

“Kau yakin dengan alasan itu?” ahra kembali menyuarakan pendapatnya. Hyemi menatap kakak iparnya itu bingung. “Kau yakin kau tidak mencintainya? Kau yakin kyuhyun tidak mencintaimu?”. Hyemi diam tak bersuara, seperti sedang menyelami hatinya sendiri. mencari jawaban tersembunyi dariapa yang ada didalam dirinya. “Kau hanya malu mengakuinya. Kau malu mengakui jika kau telah jatuh cinta kepada adikku.” Jelas ahra. Hyemi mengerutkan kening mendengarnya. “Aku tahu tentang perasaan kalian. Dengar hyemi-ya, kyuhyun itu mencintaimu. Sangat amat mencintaimu. Jika dia tidak mencintaimu, dia tidak akan pernah menerima perjodohan ini. aku kakaknya, aku tahu betul bagaimana perangai adikku. Ia tidak akan mau melakukan suatu hal yang tidak ia suka. Dan dia akan menolak itu mati-matian. Namun, ketika ia melihatmu apa yang ia lakukan? Ia justru menerimanya. Dan yang aku lihat disorot matanya, bukanlah sorot mata keterpaksaan melainkan sorot mata bahagia. Percayalah padaku, jujur pada dirimu sendiri hyemi-ya. Kumohon, jangan membuat kalian berdua menderita karena ulah kalian. akui perasaan kalian masing-masing. Aku tahu, didalam lubuk hatimu, kau menginginkan kyuhyun ada disisimu. Aku yakin akan hal itu.” Tutur ahra panjang lebar. Seluruh orang didalam ruangan terlihat terhenyak dengan situasi ini. bahu hyemi terlihat bergetar. Gadis itu menangis. Menangisi kebodohannya, mengapa ia tidak bisa memahami dirinya sendiri. merasa menyesal melihat kyuhyun harus terbaring lemah diruang rawat inap rumah sakit. Ahra melangkah medekati hyemi, memeluk adik iparnya itu. Menenangkan perasaannya.

“Nan mollayo eonni. Aku tidak mengerti perasaanku sendiri. aku tidak tahu tentang perasaanku sendiri. babo jinjja babo..” hyemi menangis sejadinya.

“Kyuhyun menderita karena harus berpisah denganmu hyemi-ya. Ia membutuhkanmu disampingnya. Kau mau kan berjanji untuk merawatnya?” Tanya ahra lembut, berusaha untuk tidak membuat hati adik iparnya bertambah pedih.

“Mianhae eonni, aku yang membuatnya menjadi seperti ini. aku yang membuat adikmu seperti ini.” sesal hyemi.

“Tenanglah ini bukan sepenuhnya kesalahanmu. Kyuhyun juga ikut andil dalam kesalahan ini. seharusnya kalian saling terbuka satu sama lain. Bukannya menutup diri kalian seperti ini. aku mengerti dengan apa yang ada dipikiran kalian. selepas kyuhyun sehat nanti bicarakan baik-baik dengannya, arra?” ucap ahra disertai senyum manis dari bibirnya. Hyemi mencoba mengulas senyum dibibirnya juga. Walaupun terasa amat pahit dan menyengsarakan dirinya. “Duduklah didekat kyuhyun. Aku yakin kyuhyun pasti menginginkamu berada didekatnya.” Ucap ahra kemudian. Hyemi menuruti perkataan kakak iparnya. Hyemi mengenggengam erat tangan kyuhyun, seolah takut namja itu akan pergi dari hadapannya.

“Mianhae, jeongmal mianhae.” Bisik hyemi pada kyuhyun. “Saranghae.” Hyemi kembali berbisik, kini dengan suara yang lebih pelan dari sebelumnnya.

*****

2 Minggu kemudian.

“Ah akhirnya kau diizinkan pulang oleh dokter. Aku hampir gila menungguimu di Rumah sakit setiap malam.” Ucap leeteuk saat mereka semua tiba di apartemen kyuhyun. “Hyemi-ya kami semua pulang dulu. Jika ada apa-apa hubungi kami saja.” Pamit leeteuk dan menarik semua dongsaengnya keluar dari apartemen kyuhyun. Kini hanya ada hyemi dan kyuhyun disana. Kyuhyun menghela nafas berat. Lalu menatap hyemi lekat.

“Untuk apa kau merawatku selama dirumah sakit? Bukankah sekarang seharusnya kau sudah bebas dengan yesung hyung? Aku sudah memberimu surat gugatan yang kau mau kan?” ucap kyuhyun, terasa seperti mengintimidasi hyemi.

“Bisakah kita memulai semuanya dari awal?” hyemi bersuara dengan nada lemah. Kyuhyun terlihat menyeringitkan dahinya. “Kita lupakan masa lalu. Dan memulainya lagi. Aku sudah merenungkan semuanya. Aku sudah menemukan jawabannya. Aku sudah menemukan orang yang membuatku tidak bisa hidup tanpanya. Orang itu adalah dirimu kyuhyun-ssi. Maaf karena aku baru menyadarinya sekarang. jika saja, aku meyadari hal ini lebih dulu. Pasti kau tidak akan mengalami kecelakaan ini.” kyuhyun masih menatap hyemi dengan tatapan tak percaya.

“Kau sedang bercanda? Ayolah hyemi-ya ini sama sekali tidak lucu.” Ucap kyuhyun datar. Hyemi terlihat tersenyum menanggapinya.

“Apakah kau benar-benar tidak mempercayaiku?” Tanya hyemi pelan. Kyuhyun masih menatap hyemi tak percaya. “Kau pasti benar-benar membenciku ya? Sampai-sampai kau sama sekali tak mempercayai apa yang aku katakan.” Hyemi terlihat memainkan kuku-kuku jarinya. “Aku membutuhkanmu, kyuhyun-ssi. bukankah cinta adalah perasaan saling membutuhkan? Apa kau tidak membutuhkan kehadiranku dalam hidupmu?”. Kyuhyun hanya diam, tak bersuara. “Baiklah, jika kau tidak mau menerima kehadiranku. Aku akan pergi dari hidupmu. Tentang surat gugatan itu, aku akan menanda…” belum selesai hyemi berucap kyuhyun sudah menarik gadis itu kedalam pelukkannya. Memeluknya erat, teramat erat hingga membuat hyemi merasa kesulitan bernafas.

“Jangan katakan apapun mengenai surat gugatan itu. Aku akan membuangnya jauh-jauh atau aku akan membakarnya. Dan jangan pernah berniat untuk memberikan hatimu kepada orang lain, aku tidak akan pernah mengizinkannya. Kau itu milikku! Jangan pernah melihat orang lain dihidupmu selain diriku, mengerti?” ucap kyuhyun kemudian. Hyemi terlihat mendongak berusaha untuk menatap wajah kyuhyun.

“Kau? Apa maksudmu?” Tanya hyemi ragu.

“Siapa yang mengatakan bahwa aku tidak mencintaimu? Apa kau bodoh, hah?!” hyemi terlihat mencibir kelakuan namja didepannya.“Jangan pernah kau coba lari dari kehidupanku! Aku mengurungmu Cho Hyemi!” ucap kyuhyun seolah-olah ia sedang marah. Namun sesungguhnya perasaan senanglah yang kini menggelayuti hatinya. Kyuhyun mengecup kening hyemi sekilas. “Gomawo.” Ucap kyuhyun. Hyemi hanya tersenyum menanggapinya. Kyuhyun kembali memeluk hyemi. Ia meletakan dagunya dipundak hyemi. “Saranghaeyo.” Bisik kyuhyun tepat ditelinga hyemi. Hyemi merasa semburat merah itu menyerang pipinya secara membabi buta. “Nado saranghae.” Balas hyemi.

-FIN-

Hiyaaaaa akhirnya FF yang dari zaman empu tantular ini rampung juga >.< (?) Beneran ya SMK itu banyak banget tugasnya -.- atau SMA juga ya? Entahlah. Pokoknya tugas sama praktek aku itu bejibun udah kayak gunung fuji -_-, Maaf bangetbaru bisa nyelesaian FF ini. dan gimana kesannya? Gak jelas ya? Iya emang’-‘ aku gak kelupaan ide masa. Efek udah jarang nulis mungkin ya. Lagipula FF ini udah mogok dari kapan tau akunya lupa -_- Yaudah jangan pada ngamuk sama FF gak jelas ini ya. Kan aku gak nyuruh kalian baca –v

12 thoughts on “You Are My Destiny [Part 4 – End]

  1. Aaa keren bgt ! Itu awal n tengah nyesek bgt sumpah! T.T tpi akirnya so sweet ^^ akhrnya hyemi sadar juga.. Daebak thor! Buth after story hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s