Beside Me It’s Enough

Beside Me It’s Enough

Cast :  -Cho Kyuhyun

             -Park Hyemi

Author : Mega Silfiani

Lenght : Oneshoot (14.101 character w/ space)

NB : Dilarang untuk mempublish ulang FF ini tanpa sepengetahuan dan seizin saya selaku author. Dilarang bash. Saya tidak butuh keributan disini. Diharapkan komentar kalian. Terima kasih ^-~

beside me it's enough cover ff

Malam semakin larut. Jam dinding sudah menunjukan pukul 9 malam. Kyuhyun terlihat tengah bergerak gelisah di ruang tamu rumahnya. Ia sedang menunggu kepulangan seorang gadis yang selalu membuatnya gelisah akhir-akhir ini. Gadis itu bernama Hyemi. Mereka sudah menjadi sahabat selama 10 tahun ini. Mereka memang tinggal di satu rumah yang sama. Hyemi yang tinggal sebatang kara, membuat Kyuhyun tak tega jika membiarkan gadis itu tinggal sendiri. Ia merasa perlu menjaga sahabatnya itu. Suara knop pintu yang diputar menyita perhatian Kyuhyun. Perlahan pintu tersebut mulai terbuka, dan dibalik sana terdapat sosok gadis yang ia tunggu sedari tadi. “Darimana saja kau? Apa kau tidak tahu pukul berapa sekarang?” Tanya kyuhyun tanpa perlu berbasa-basi terlebih dahulu. “Kyuhyun-ah aku lelah.” Ucap Hyemi dengan suara parau. Hyemi langsung berjalan kearah kamarnya. Tanpa mau memperdulikan tatapan mengerikan yang ditunjukkan Kyuhyun kepadanya. Belum selesai Hyemi melangkah menuju kamarnya. Kyuhyun mencengkram lengan kiri Hyemi dengan kuat, membuat Hyemi menghentikan langkahnya. Hyemi sedikit meringis merasakan sakit akibat cengkraman Kyuhyun di lengan kirinya. “Apa yang terjadi denganmu? Kenapa dengan pipi sebelah kananmu itu?” selidik Kyuhyun ketika melihat luka gores yang terdapat dipipi kanan Hyemi. Hyemi segera membuang pandangannya kearah lain. Ia tak mau Kyuhyun melihat lebih jelas luka gores dipipinya. “Ini bukan apa-apa. Kau tidak perlu khawatir.” Jawab Hyemi seadanya. “Kumohon Hyemi-ya, jangan pernah berbohong padaku! apa mereka yang melakukan hal ini?” Tanya Kyuhyun dengan nada cemasnya. Hyemi menghela nafas berat. “Sudahlah, aku tidak apa-apa. Ini hanya luka kecil. Kau tidak usah khawatir.” Jawab Hyemi tanpa memandang wajah Kyuhyun sama sekali. Ia terlalu lelah untuk berdebat malam ini.

“Sepertinya aku harus memberikan mereka pelajaran.” Kyuhyun berucap sembari menatap Hyemi lekat-lekat. “Kau tidak perlu melakukan apapun. Jangan bertindak bodoh, Cho kyuhyun!” Hyemi menolak rencana yang baru saja Kyuhyun pikirkan. “Menurutmu, apa aku harus berdiam diri melihat sahabatku satu-satunya disiksa oleh orang lain? Bahkan dengan alasan sepele seperti ini? kau pikir aku tidak punya hati, hah?!” ucap Kyuhyun dengan nada bicara yang semakin meninggi. Bahkan nyaris berteriak kesal didepan Hyemi. “Mereka hanya merasa cemburu denganku, mereka menyukaimu. Ini hal yang wajar.” Bela Hyemi. “Mereka sudah menyiksamu seperti ini,Park hyemi! Apanya yang wajar?” Kyuhyun mengacak rambutnya asal. Ia terlalu pusing dengan sikap sahabatnya ini. “Bisakah kita tidak memperdebatkan ini lagi? Aku bosan dengan topik ini.” Hyemi kembali berucap.

Hyemi melanjutkan langkahnya. Ia masuk kekamar tanpa memperdulikan teriakan Kyuhyun yang menyuruhnya untuk tetap berada diruang tamu. Hyemi menangis dikamarnya. Ia merasa sakit disekujur badannya. Hari ini ia dikerjai habis- habisan oleh 3 orang seniornya dikampus. Penyebabnya adalah sang senior yang bernama Lee Minsu merasa cemburu dengan Hyemi. Minsu merasa Hyemi sangat tidak pantas tinggal serumah dengan Kyuhyun. Yap, Minsu memang menyukai Kyuhyun. Siapa juga yang tidak akan jatuh cinta dengan Kyuhyun? Wajah tampan bak pangeran impian. Belum lagi tubuh tegapnya, seolah pesona tak pernah hilang dari laki-laki bernama Cho Kyuhyun itu. Yang membuat Hyemi muak adalah Hyemi juga termasuk kedalam daftar gadis yang mengagumi sosok Kyuhyun. Namun, Hyemi tak pernah memberitahukan hal ini kepada Kyuhyun. Ia hanya memendam perasaannya sendiri. Hyemi berniat untuk mandi dengan air hangat, mungkin ini akan sedikit membantu menghilangkan rasa sakit yang seolah menusuk seluruh persendiaannya.

***

“Pagi!” sapa hyemi pada Kyuhyun. Hyemi duduk dikursi sebelah Kyuhyun. Ia melongokkan kepalanya melihat buku apa yang sedang dibaca oleh Kyuhyun. Hyemi dan Kyuhyun sedang berada di Perpustakaan kampus. Kyuhyun sedang mengerjakan tugasnya yang tak selesai semalam akibat mengkhawatirkan Hyemi. “Bagaimana dengan lukamu semalam?” Tanya Kyuhyun lembut sembari mencoba untuk tersenyum. Kyuhyun berusaha untuk mengendalikan emosinya. Ia tahu betul, Hyemi sangat tidak suka menjadikan sebuah masalah menjadi rumit. “Nan gwenchana Kyuhyun-ah. Kumohon jangan membahas masalah ini lagi.” Ucap Hyemi datar. Ia memilih untuk menatap cream cappuccino didepannya ketimbang menatap Kyuhyun yang sedang menjadi lawan bicaranya. “Arraseoyo. Oh ya, bagaimana dengan rencanamu untuk ikut Sains Club?” Tanya Kyuhyun berusaha mengalihkan topik pembicaraan. “Tentang hal itu, siang nanti aku akan memberikan formulir pendaftaran anggota baru ini.” jawab Hyemi semangat. Ia mengibas-ibaskan selembaran kertas dengan senyum sumringah diwajahnya. Kyuhyun mengacak rambut hyemi pelan. Ia merasa gemas dengan tingkah gadis disampingnya. “Hm Kyuhyun-ah, maukah kau mengantarku ke sains club nanti?” Tanya Hyemi ragu-ragu. Ia takut merepotkan Kyuhyun. “Ok. No problem.” Jawab Kyuhyun terlihat tanpa ragu. Hyemi kembali tersenyum lebar. Seolah ia tidak mengingat apa yang menimpa keduanya semalam tadi.

***

“Kyuhyun-ah..” panggil Hyemi dan berhasil membuat Kyuhyun kembali sadar dari lamunannya. Gadis itu kini tengah menatap Kyuhyun lekat-lekat. “Kau ini mengagetkanku saja.” Ujar Kyuhyun jujur, ia tidak menyadari kedatangan Hyemi karena pandangannya terfokus pada gadis yang kini menyita pandangannya. Gadis di sudut laboraturium. Ia sedang sibuk dengan acara mencampur berbagai cairan yang Kyuhyun sama sekali tak mengerti. Hyemi mengikuti tatapan mata Kyuhyun, merasa penasaran dengan apa yang sedang dilihat olehKyuhyun. “Hyemi-ya apa kau tahu siapa gadis yang ada diujung sana?” bisik Kyuhyun pada Hyemi sambil menunjuk gadis yang ia maksud. Hyemi menatap objek yang dipertanyakan olehKyuhyun. Matanya menangkap sosok seorang gadis cantik yang memakai jas lab putih sedang sibuk dengan eksperimennya. Hyemi menyeringitkan dahinya. “Aku tidak tahu. Memangnya kenapa?” Tanya Hyemi penasaran. “Apa jangan-jangan kau menyukainya?” tebak Hyemi asal. Kyuhyun menatap Hyemi sambil memberikan cengiran tidak jelas. “Gadis itu cantik. Sangat cantik. Kurasa kau benar, aku menyukainya.” Ungkap Kyuhyun jujur dihadapan Hyemi. Seperti disambar beribu aliran listrik, tubuh Hyemi terasa menegang. Seluruh persendiannya terasa kaku. Teramat kaku. Lidahnya seakan tak mampu lagi untuk berucap. Hyemi terlihat menelan liurnya dengan susah payah. Entah mengapa kerongkongannya terasa amat nyeri, perih sampai menusuk. Ini pertama kalinya Kyuhyun memuji seorang gadis. Selama iniKyuhyun tak pernah melakukannya. Ia terlihat sama sekali tak berniat untuk melirik gadis- gadis cantik yang berkeliaran disekitarnya. Sebisa mungkin, Hyemi tetap tersenyum kearah Kyuhyun. Ia tidak boleh merasa cemburu. Tidak. Mereka hanya teman biasa. Ia dan Kyuhyun hanyalah sahabat. Tidak akan ada yang berubah dari status itu. Lagipula apa yang bisa membuat Kyuhyun jatuh cinta dengan gadis sepertinya? Memakai gaun dan berdandan saja enggan sekali ia lakukan. Hyemi lebih senang dengan setelan kaos dan celana jeans. Tak lebih dari itu. “Ayolah Hyemi, jangan bodoh! Kyuhyun hanya menganggapmu sebagai sahabat. Jangan pernah berharap terlalu tinggi bahwa hubungan kalian akan berubah.” Runtuk Hyemi dalam hatinya.

***

“Hey..” ucap Kyuhyun disusul dengan senyum merekah diwajahnya. “Ada apa dengan dirimu?” Tanya Hyemi heran dengan sikap Kyuhyun hari ini. Kyuhyun menyesap cairan pekat cappuccino yang berada digenggaman tangannya. “Apa kau tidak pernah merasakan jatuh cinta? Beginikah rasanya menyukai seseorang? Senang sekali rasanya.” Ucap Kyuhyun kemudian. Hyemi hanya tersenyum tipis menanggapinya. Hyemi merasa tak ingin mendengar celotehan Kyuhyun mengenai hal ini. “Hyemi-ya, kau maukan membantuku?” Kyuhyun menatap Hyemi dengan penuh harap. “Apa?” Tanya Hyemi datar. “Kenalkan aku dengan sunbae-mu itu. Ayolah” pinta Kyuhyun. “Mwo? Naega wae?” Hyemi tersentak kaget dengan permintaan Kyuhyun. “Kau kan sudah berjanji padaku, jika aku jatuh cinta kau akan membantuku mendapatkan cintaku itu. Dan sebaliknya. Aku masih mengingatnya. Jangan berpura-pura lupa, Hyemi-ya.” Jelas Kyuhyun. “Tapi aku..” ucapan Hyemi menggantung karenaKyuhyun keburu pergi tanpa permisi. Hyemi mengutuk dirinya karena sudah berjanji seperti itu. Bagaimana bisa ia mendekatkan laki-laki yang ia sukai dengan wanita lain?

***

“Hyemi-ya jeongmal gomawoyo” ucap Kyuhyun, lalu melingkarkan tangannya dipinggang Hyemi. Memeluk gadis itu dari belakang. Seketika tubuh Hyemi menegang. Sentuhan Kyuhyun terlalu berbahaya baginya. “Berkatmu sekarang aku dan Jungri nuna semakin dekat.” Ucap Kyuhyun kemudian. Hyemi lagi-lagi hanya tersenyum malas. Ia terlalu muak dengan semua ini. Ingin rasanya ia berteriak sekeras yang ia bisa bahwa ia menyukai Kyuhyun, dan ia merasa cemburu dengan kedekatan Kyuhyun dan Jungri. Namun apa daya, toh Kyuhyun hanya menganggapnya sebagai teman, tak lebih. Hal itu seakan menusuk jantung Hyemi secara dahsyat. “Ah iya, malam ini aku akan mengutarakan perasaanku padanya. Aku ingin menjadikan Jungri nuna sebagai kekasihku.” Kyuhyun terlihat bersemangat menyampaikan berita ini pada Hyemi. Hyemi dengan enggan menanggapi semua pernyataan kyuhyun sebisanya. Topik ini benar-benar membuat dirinya kehilangan selera hidup. “Bisakah kau membantuku untuk menyiapkan acara spesial untuk Jungri nuna malam ini? Ayolah, kau satu-satunya orang yang bisa membantuku.” rayu Kyuhyun pada Hyemi. Hyemi memandang Kyuhyun dengan pandangan tak senang. Kyuhyun mengerutkan kening ketika menyadari perubahan raut wajah Hyemi. “Minta saja kepada orang lain. Aku tak berniat untuk membantumu lagi. Akhir-akhir ini tugasku sangat banyak. Dan aku tak punya banyak waktu untuk mengurus urusanmu, mengerti?” bentak Hyemi dengan nada menyeramkan. Baru kali ini Kyuhyun merasa aura kelam menyelimuti Hyemi. Seolah gadis itu akan menelannya hidup-hidup. “Kenapa kau marah? Apa aku salah meminta bantuan kepada sahabatku sendiri?” Kyuhyun terlihat bingung dengan sikap Hyemi. “Aku, ah sudahlah lupakan. Pokoknya aku tidak bersedia membantumu! Aku pergi dulu.” Pamit Hyemi, lalu melangkah cepat meninggalkan Kyuhyun yang masih terbengong karena tingkah Hyemi.

Hyemi tak berniat untuk mengikuti mata kuliahnya hari ini. Moodnya sudah cukup hancur. Hyemi melangkahkan kakinya tanpa arah yang jelas. Hari sudah sore, namun dirinya enggan untuk kembali kerumah. Lebih tepatnya ia enggan melihat wajah Kyuhyun. Itu hanya membuatnya sakit hati. Terlebih lagi, Kyuhyun akan menjadikan gadis lain sebagai kekasihnya. Hyemi mengacak rambutnya kesal. “Kenapa juga aku harus menyukaimu Cho kyuhyun? Seharusnya aku tahu, kau tidak akan pernah menyukai gadis sepertiku! Jungri sunbae jelas lebih baik seribu kali dariku. Bagaimana bisa aku bersaing dengannya?” hyemi duduk disalah satu kursi ditaman kota. Ia mulai menangisi kebodohannya karena dengan mudah jatuh cinta dengan Kyuhyun, sahabatnya sendiri. Apa yang ia harus lakukan sekarang? Ia bahkan tak bisa berpikir apapun lagi. Hatinya terlanjur sakit menerima kenyataan bahwa Kyuhyun menyukai gadis lain. “Selama ini mereka menyiksaku, dan aku bertahan untuk tetap disisimu. Kau pikir apa alasan dibalik semua ini Kyuhyun-ah? Aku menyukaimu, aku tak mau jauh darimu. Aku ingin berada didekatmu. Aku tak mengerti diriku sendiri. Aku tahu, seharusnya aku tidak boleh memiliki perasaan ini. Tapi bagaimana bisa? Perasaan ini datang begitu saja, tanpa aku sadari. Apa aku terlalu bodoh? Apa aku bodoh karena tak bisa mengendalikan perasaanku ini. Mengapa diriku begitu menyedihkan? Mempunyai perasaan yang tak berbalas. Aku membenci ini, Kyuhyun-ah.” Hyemi terlihat menghapus asal jejak air mata dipipinya. “Nan johahaeyo! Saranghaeyo Cho Kyuhyun.” Terdengar isak tangis yang keluar dari bibir Hyemi.

“Nado johahaeyo Park Hyemi. Nado saranghae. Mianhae.” Hyemi mendenger suara seseorang yang amat dikenalnya. Hyemi menoleh kebelakang, dimana suara itu muncul. Raut wajah syok jelas terlihat diwajah manis Hyemi. Kyuhyun kini telah berada dibelakangnya. Apakah ini hanya ilusinya? “Kyuhyun-ah? Apa benar itu kau?” Tanya Hyemi masih belum percaya dengan penglihatannya. Kyuhyun tersenyum, lalu duduk disamping Hyemi. Tangan Kyuhyun terulur untuk merapikan rambut Hyemi yang terlihat berantakan. “Iya, ini aku. Cho Kyuhyun.” Ucap Kyuhyun tenang. Hyemi terlihat mengatur nafasnya. Ia tidak berkhayal. Ini benar-benar Kyuhyun. “Lalu apa yang kau katakan tadi? Kau juga..?” Hyemi terlihat ragu melanjutkan kalimatnya. Seketika itu tawa kyuhyun meledak. Hyemi memandangnya dengan alis bertaut. “Selama ini aku tidak benar-benar menyukai Jungri nuna. Ia adalah sunbaeku saat di sekolah dasar. Awalnya, aku menceritakan pada Jungri nuna bahwa aku ingin mengetahui bagaimana perasaanmu padaku, lalu ia memberiku ide seperti ini. Berpura-pura seolah aku menyukainya, lalu melihat apa kau cemburu atau tidak. Jungri nuna bilang, jika kau cemburu itu berarti kau menyukaiku. Dan ternyata aku berhasil. Kini aku mengetahui perasaanmu yang sebenarnya. Aku  juga sudah lama menyukaimu. Bahkan saat kita pertama bertemu. Ah, apa kau menggunakan matra sihir sehingga aku bisa terpikat denganmu?” ucap kyuhyun. “Jadi semua ini hanya pura-pura? Kau tidak benar-benar menyukai Jungri sunbae?” Tanya Hyemi. Kyuhyun menggelengkan kepalanya.Kyuhyun mengenggam tangan Hyemi erat. “Satu-satunya gadis yang aku cintai hanyalah dirimu, Park Hyemi. Tidak ada lagi. Percayalah.” Ucap Kyuhyun jujur. Ia merasakan kelegaan yang luar biasa. Kini ia sudah mengutarakan apa yang selama ini ia pendam. “Hyemi-ya, nae yeojachinguga doeeojullae?” Tanya Kyuhyun yang hanya dijawab dengan anggukan oleh hyemi. “Yak! Hyemi-ya wajahmu memerah.” ledekKyuhyun ketika melihat semburat merah dipipi Hyemi. Hyemi hanya menunduk malu menyadari hal itu.

END

Hiyaaa.. how r u, guys? Miss me? Haha.. So this is my first short fiction. Too short, right? I think so. RCL selalu ditunggu~ Jangan lupa komen setelah kalian membaca FF ini. Dan hargai para author FF yang udh rela nulis buat hiburan kalian. Tidak dituntut biaya utk membaca FF di blog ini. Aku hanya meminta komentar kalian, kritik dan saran sangat diperlukan^^~

2 thoughts on “Beside Me It’s Enough

  1. aiguuuuuu si kyuhyun emang minta dijewer kupingnya, sukanya ngerjain perasaan orang. tapi bagus deh kalo dia juga suka hyemi, kan akhirnya nggak ada yang terluka, palingan juga fans kyuhyun yang terluka. xixixi😄

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s