Aku akan mencintaimu seperti dunia akan berakhir saat ini juga

Dear Adit,

Hai, apa kau menemukan surat ini? apa kini kau sedang membacanya? Mungkin aku akan sedikit mengejutkanmu lewat surat ini. Namun aku harap, kau bersedia membaca surat ini hingga torehan tinta terakhir.

Adit, aku sungguh tidak mengerti bagaimana kau melakukannya. Hadir ke dalam hidupku tanpa kuminta lalu mengambil alih kendali hidupku. Seharusnya aku marah padamu karena dengan seenaknya menganggu hidupku. Seharusnya aku benci padamu karena dengan tidak sopannya menganggu setiap ketenangan di hariku. Seharusnya, ya seharusnya seperti itu.

Namun otak sadar dan hatiku nampak sedang bermusuhan. Mereka tidak pernah sejalan jika berurusan denganmu. Hatiku menentang perintah otakku. Otakku merasa penat ketika kau membuntutiku setiap hari namun hatiku menginginkanmu untuk menganggu setiap ketenangan hariku. Otakku selalu berkata bahwa aku tidak membutuhkanmu. Namun hatiku membentaknya dan berkata bahwa jika kau berada di sampingku, aku tidak membutuhkan hal lainnya. Hanya dirimu, itu cukup bagiku. Apa kau tahu tentang apa yang kini tengah aku rasakan terhadapmu?

Kau yang hanya aku anggap sebagai benalu dalam hidupku. Bagaimana bisa berubah menjadi anggrek cantik yang tak rela ku bagi dengan yang lain? Kau yang dulu ingin sekali ku lenyapkan, kini malah selalu kugambarkan dalam setiap malam mimpiku. Haruskah aku mengatakan yang sebenarnya? Apa kau tahu apa yang aku rasakan setiap hari ketika melihatmu?

Aku mencintaimu. Aku menginginkanmu. Aku menyayangimu, Adit. Kurasa penemu kata harus menemukan lebih banyak kata untuk mendeskripsikan bagaimana perasaanku padamu.

Aku tahu, pasti akan sulit menjalani hariku denganmu. Namun hal lain yang aku tahu, pasti akan lebih sulit lagi jika aku menjalani hariku tanpamu. Aku hanya ingin hidup dengan satu orang. Dan sayangnya, orang itu adalah dirimu.

Aku terlalu malu untuk mengatakan ini semua padamu. Mungkin dengan surat kaku ini, kau bisa memahami apa yang kini tengah melanda hatiku. Tsunami dashyat di hatiku hanya karena kau menggengam tanganku. Dunia serasa tak lagi memiliki sistem gravitasi, ketika kau tersenyum di bawah sorot sinar matahari padaku.

Satu hal yang kini ingin kutanyakan padamu. Bagaimana perasaanmu terhadap diriku? Apakah perasaan kita sama? Atau hanya aku yang mengecap manisnya deburan cinta tak berbalas? Apa kau mau menerima perasaanku? Persaanku yang sebenarnya tentangmu. Aku menginginkan jawabanmu. Bisakah kau beritahu padaku tentang perasaanmu padaku?

Aku menunggumu. Aku menunggu jawabanmu. Walaupun aku tidak suka menunggu. Namun ketika ini semua ada hubungannya denganmu. Tubuhku terasa rela untuk menunggu. Hatiku tak keberatan untuk menantimu. Otakku tak lagi bisa mengendalikan tubuhku sendiri. Aku tak mengerti sihir apa yang telah kau bacakan hingga membuatku seperti ini.

Aku merindukanmu kemarin, hari ini, esok dan seterusnya. Bahkan ketika kau berada dalam jarak pandangku. Aku tetap saja merindukanmu. Aku akan mencintaimu seperti dunia akan berakhir saat ini juga. Jadi, izinkan aku untuk memberikan sebanyak – banyaknya cinta dan kasih sayang yang ku punya untukmu.

Tulang rusukmu

Tita

 

2 thoughts on “Aku akan mencintaimu seperti dunia akan berakhir saat ini juga

  1. Ige mwoya? hikshiks😥 i know what you feel de:'(
    Gwaencanha jul kkeoya~ kalau bukan dia, berarti ada yang lebih baik lagi yang sudah disiapkan untuk kamu nanti:) so… don’t cry anymore, don’t be sad anymore, arrachi?🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s