Kenangan

Kenangan

150196_159263040782071_4091170_n

Seperti air laut yang tak akan pernah habis dimakan zaman. Seperti angin yang senantiasa berhembus menemani jejak kisah anak cucu adam. Seperti melodi yang siap mengalun kapanpun dan dimanapun. Seperti gelung ombak yang tak pernah bisa kau hentikan. Seperti cicit burung camar yang selalu meramaikan dunia.

Mereka –kenangan- senantiasa berputar layaknya film romance yang berakhir tragis di dalam benakku. Mereka –kenangan- senantiasa menguntitku, kemanapun aku melangkahkan kaki-kakiku. Mereka –kenangan- senantiasa mengusikku, menghantarkanku pada sebuah memori penuh goresan tinta pilu menyayat benda lunak di dalam tubuhku. Mereka –kenangan- senantiasa memata-mataiku apapun yang tengah kulakukan.

Dengan sisa kekuataan yang telah rapuh dimakan kekecewaan. Dengan air mata yang sudah mengering karena kelelahan. Dengan deru nafas yang berantakan karena kepedihan. Aku tetap mengambarkan dirimu dengan jelas dalam benakku. Dengan hati menjerit, aku tetap menyebut namamu dalam hati kecilku.

Jejak kisah tak terselesaikan dengan manis. Jejak kisah penuh canda tawa dan tangis sesal. Jejak kisah diwarnai dengan kepercayaan yang di runtuhkan. Jejak kisah kau dan aku.

Nanar ku tatap potret dirimu dalam bingkai hidupku. Membuatku mencinta sekaligus membuatku membenci. Membuatku tertawa sekaligus membuatku menangis. Membuatku menapaki sekaligus mengenang.

Bagai seorang penulis yang gagal menemukan akhir cerita. Begitulah kau dan aku –kini-. Didera kebimbangan untuk saling tersenyum hangat. Didera kecanggungan untuk sekadar menyapa. Didera ketakutan untuk sekedar memulai.

Memulai sesuatu yang baru. Memulai sesuatu yang bukan dulu. Kau dan aku, tak ada yang berani mengambil langkah lebih dulu. Kita –kau dan aku- masih terkunci oleh bayang-bayang masa lalu. Mengguncang jiwa, meluluh lantakan perasaan.

Rindu. Hanya itu yang terucap dari bibir keluku saat mereka –kenangan- kembali mengalir ganas dalam benakku. Membuat tubuhku bergetar. Membuatku lupa bagaimana cara untuk mengumpulkan oksigen.

Kenangan, satu kata dengan sejuta kekuatan magisnya. Kenangan, satu kata dengan sejuta perasaan di dalamnya. Kenangan, satu kata dengan sejuta pedih menyayat hati di dalamnya. Kenangan, satu kata yang kini mewakili kita. Kau dan aku, kita, hanya kenangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s