Do Men Cry [Terjemahan lirik Indonesia]

Mungkin kisah ini bisa mewakili perasaan kalian pas putus cinta wkwk… hanya iseng tidak ada maksud apapun’-‘)v

Inilah wanita yang sesungguhnya, meskipun mereka putus.

Mereka ta’kan mudah mencintai orang lain.

Meskipun raga terpisah dan tak dapat melihat kekasihnya

Hati mereka tak dapat melepaskannya.

Kokok ayam membangunkanku dari mimpi burukku. Aku terhenyak sesaat. Sebelum akhirnya bangkit dan berjalan ke arah jendela kamar. Musim panas akan segera berakhir beberapa hari lagi. Itu artinya, sudah hampir satu tahun kita berpisah. Namun aku tetap saja terkurung bersama bayanganmu.

Apa kau bertanya padaku tentang bagaimana keadaanku kali ini? Biar kuberi tahu keadaanku yang sebenarnya. Inilah aku yang sesungguhnya. Inilah sosok wanita sesungguhnya. Inilah yang sedang aku rasakan.

Kita yang kini tak lagi bersama. Kita yang kini telah bertingkah bagai dua orang asing tak saling kenal. Kita yang kini saling takut untuk sekedar bertegur sapa. Kita yang kini bukan siapa-siapa lagi. Kita yang kini sudah berakhir menjadi aku dan kau.

Memang kita kini telah berpisah, namun hatiku tetap saja mencintaimu. Aku merasa tidak sanggup untuk berpaling ke hati lain. Hal ini tidaklah mudah bagi seorang wanita sepertiku. Tidaklah mudah untuk bangkit dan kembali mencintai orang lain setelah berpisah. Hal ini sulit untukku. Terlalu sulit untuk menata kembali serpihan hati yang telah hancur berserakan.

Walaupun jarak yang membentang diantara kita. Walaupun kedua mataku tak dapat lagi menangkap sosok dirimu. Aku, hatiku, mereka masih saja tidak bisa lepas darimu. Mereka masih saja memikirkanmu. Mereka masih saja merindukanmu. Karena aku masih saja mencintaimu.

Wanita itu lemah meskipun mereka berpura-pura terlihat kuat

Mereka tak dapat hidup dan melupakan kenangan dengan mudah

Karena kebodohan, mereka bahkan masih saja belum bisa menghapus nomor telepon prianya.

Aku memejamkan mata sesaat. Lalu membuka lebar jendela kamarku. Membiarkan sisa-sisa angin musim panas masuk ke dalam kamarku. Sisa-sisa angin musim panas yang akan segera lenyap. Aku menatap lurus kedepan. Tatapanku kosong. Terlalu banyak hal yang harus aku pikirkan. Dan mengapa dirimu tidak pernah lepas ambil bagian sebagai salah satu hal yang selalu aku pikirkan?

Wanita itu kuat? Tidak sepenuhnya hal itu salah. Dan tidak sepenuhnya hal itu benar. Wanita adalah makhluk paling lemah yang pernah aku temui. Wanita hanya terlampau pandai berakting. Wanita hanya tak ingin orang disekitar menatap iba ke arahnya. Wanita selalu tersenyum. Tersenyum adalah salah satu cara untuk menghibur diri mereka sendiri.

Dan seperti itulah aku kini. Tersenyum seolah semuanya baik-baik saja. Tersenyum seolah hatiku tidak merasakan luka.  Berada dalam kepura-puraan. Tertawa ketika berada di tengah keramaian. Dan menangis terisak ketika berada di tengah kesendirian.

Wanita bukanlah sosok manusia yang bisa dengan mudah melupakan apa yang sudah terjadi dalam hidupnya. Wanita menyimpan segala memori hidup mereka ke dalam sebuah perasaan. Bukan hanya diingat di dalam otak. Itulah mengapa wanita begitu sulit untuk melupakan mantan kekasihnya.

Hal itu juga berlaku padaku. Aku yang masih saja mengingat segala tentang kita. Aku yang masih bisa menggambarkan dengan jelas pertemuan kita. Aku yang masih bisa mengurai cerita tentang kita. Aku yang masih mengingat kenangan kita. Aku yang masih saja tidak bisa melupakanmu. Walau hariku sudah tergerus oleh mesin waktu. Di setiap jengkal benakku, masih saja terpampang jelas raut wajahmu. Dan itu membuatku harus mengerang frustasi berkali-kali. Bagaimana denganmu?

Bodoh, memang aku ini bodoh. Aku yang sudah jelas merasa tersakiti. Namun aku terlalu takut untuk menghapus nomor teleponmu. Aku takut aku tidak akan bisa menghubungimu lagi selepasnya. Aku merasa kekhawatiran yang dahsyat ketika berniat menghapus nomor kontakmu di dalam ponselku. Aku bodoh, ya, sangat bodoh. Bahkan untuk menghapus nomor kontakmu agar aku bisa melupakanmu, aku terlalu takut melakukan hal itu. aku takut jika aku melupakanmu. Aku takut jika aku merindukanmu, aku tidak bisa menghubungimu.

Karena aku sangat ingin mendengar suara itu

Karena aku merindukan wajah itu

Mataku menangis bercucuran setiap hari  sampai membengkak

Aku yang sangat merindukan wajahmu. Aku yang sangat merindukan suaramu. Aku yang sangat merindukan aroma tubuhmu. Aku yang sangat merindukan kehadiran dirimu. Aku yang masih tak bisa lepas darimu. Aku yang selalu menangis jika mengingat tentangmu. Menangis setiap hari ketika mengingat dirimu. Menangis hingga mataku ini membengkak. Hingga aku tak berani untuk bertatap muka denganmu.

Apakah pria juga menangis?

Apakah mereka merasakan sakit saat putus?

Aapakah mereka juga merasa hampir gila karena merindukan wanitanya?

Sepertinya hanya aku sendiri yang merasakan sakit dan kesedihan

Aku ingin bertanya padamu, apakah kau baik-baik saja?

Apakah seorang pria juga menangis? Apakah kau menangisi diriku juga seperti halnya diriku yang selalu saja menangis ketika mengingatmu? Apakah kau merasa sakit atas perpisahan kita? Seperti rasa sakit yang kini menghantamku tanpa jeda. Apakah kau merasa hampir gila karena merindukanku? Seperti aku yang hampir frustasi karena selalu merindukanmu. Mengapa aku merasa hanya aku sendiri yang merasakan semua itu? Mengapa hanya aku sendiri yang merasakan rasa sakit dan kesedihan atas perpisahan kita? Mengapa kau tidak merasakan hal yang sama? Apakah kau benar baik-baik saja tanpaku? Mengapa aku tidak bisa baik-baik saja tanpamu?

Karena kau tak bisa mempertimbangakan semua kenangan itu

Karena penyesalanku terlalu berlebihan

Cintaku masih ada dan aku menangis sendirian

Mengapa pria terlalu kaku? Mengapa kau tidak mengenang semua yang telah kita lewati? Apakah kau tidak merasa menyesal akan perpisahan kita? Apakah kau tidak merasa ingin kembali memutar waktu? Mengapa hanya aku disini yang merasa menyesal akan perpisahan. Apakah aku terlalu berlebihan? Bisakahkah kau memahami perasaanku? Perasaanku yang masih mencintaimu. Dan hal itu yang membuatku menangis lagi. Menangis dalam kesendirianku. Menangis dalam kesepianku.

Aku pikir aku tahu hal yang terbaik

Tentangmu, dan perasaanmu

Tapi ternyata, aku paling tidak mengetahuinya

Kupikir akulah orang yang paling mengerti tentang dirimu. Akulah orang yang paling memahami perasaanmu. Akulah orang yang mengetahui segalanya tentangmu. Ternyata aku salah, aku adalah orang yang paling bodoh. Aku adalah orang yang sama sekali tidak mengetahui tentang dirimu. Tentang perasaanmu. Aku sama sekali tidak mengetahui semua hal itu.

Aku tidak mengetahui apakah kau masih memikirkanku. Aku tidak mengetahui apakah kau memang mencintaiku. Aku tidak mengetahui apakah kau merindukanku. Aku tidak mengetahui apakah kau merasa terluka berpisah denganku. Aku tidak mengetahui segalanya. Akulah orang yang paling tidak mengenalmu.

Apakah kau mencintaiku?

Apakau kau benar-benar mencintaiku?

Kata yang bahkan sampai akhirpun tak bisa kudengar dari bibirmu

Saat itu kau tak bisa berkata-kata

Aku benar-benar mencintaimu. Aku bahagia.

Apakah kau tahu itu?

Masih menatap kosong kearah luar jendela kamarku. Aku lagi-lagi mengerang frustasi. Dadaku mulai terasa sesak. Nafasku mulai terasa memburu. Mataku tak bisa lagi membendung airmataku sendiri. Aku menangis. Lagi-lagi aku menangisi kepergianmu.

Sekelumit pertanyaan menabrak otakku. Apakah kau mencintaiku? Apakah kau benar-benar mencintaiku? Aku bahkan tidak pernah mendengar kata itu terlontar dari bibirmu. Bahkan ketika kita berpisah. Kau tidak pernah mengutarakan perasaan itu padaku. Kau yang saat itu terlalu malas untuk sekedar membual. Kau yang saat itu benci untuk melakukan hal-hal romantis. Apakah karena itu kau bahkan tidak pernah menyatakan bahwa kau mencintaiku?

Satu hal yang perlu kau tahu. Satu hal yang perlu kau mengerti. Aku benar-benar mencintaimu. Aku tidak berbohong akan hal itu. aku bahagia pernah melewati hari bersama denganmu. Aku bahagia pernah menjalin kasih denganmu. Aku bahagia pernah tertawa bersamamu. Aku bahagia pernah berjalan bersamamu. Aku bahagia pernah menjadi bagian dari hidupmu. Aku bahagia pernah mencintaimu dan bahkan sampai sekarang masih mencintaimu. Apakah kau tahu akan hal itu? Ku harap kau mengerti.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s